F1 Malam Ria di Singapura

Saya tidak nonton acara balap malam F1 untuk pertama kalinya di dunia di Singapura, tapi saya mengikutinya dari tayangan acara Start Sports di tv kabel Astro..

Awalnya ketika Singapura mengajukan diri sebagai tempat balapan F1 malam hari untuk pertama kalinya setahun yang lalu, dalam hati saya setuju saja dengan ide tersebut dan melihat tidak ada halangan yang berarti, kecuali dana yang dibutuhkan untuk balapan pasti berlipat-lipat mengingat harga energi (baca : listrik) yang akhir2 ini membubung tinggi karena tingginya bahan bakar..

Tapi toh setiap kita yang pernah nyetir sepeda motor atau mobil pasti pernah mengendarai di malam hari. Bahkan, Lebaran kali ini banyak sopir-sopir Indonesia yang kualifikasinya tidak kalah sama Michael Schumacher sedang dalam perjalanan mudik dari Jakarta ke daerah masing-masing, terutama ke Jawa Tengah dan Jawa Timur sana..

Kalau anda pernah nonton film “The Fast and Furious” yang dibintangi antara lain oleh Vyn Diesel (begini ya nulisnya ?) dan sekuelnya “2 Fast and 2 Furious”, toh di film itu balapan mobil anak-anak muda dengan Ferrari atau Porsche-pun dilakukan malam hari. Bahkan di bahan bakarnya ditambahkan sedikit NOx (nitro) agar mobil semakin ngibrit kencangnya…

Jadi baik di sekuel “Fast and Furious” maupun di sirkuit jalanan malam hari F1 di Singapura, balapan dengan kecepatan 300+ km per jam tidak menjadi masalah…malahan balapan di waktu prime time itu akan menarik minat banyak kalangan karena….bagus untuk bisnis, bagus untuk pasang iklan !

Akhirnya sejak Jumat malam kemarin di acara Star Sports di tv kabel Astro yang saya langgani, saya bisa melihat free practice untuk pertama kalinya diselenggarakan di malam hari. Wow….it’s so amazing….Singapore circuit is really superb…. Saya memang tidak punya uang sebesar 50.00 pound sterling minimal untuk beli tiket nonton balapan F1 tersebut, tapi dengan nonton di tv saya kayaknya “immerse” di balapan itu…

Sebagai orang yang pernah tinggal 9 bulan di Singapore tentunya saya mengenal setiap inchi dari negara pulau tersebut. Tentunya kondisi di tahun 1992-1993 dimana gedung Esplanade waktu itu belum dibangun dan Singapore Marina City sedang dikembangkan (waktu itu masih berupa gundukan tanah yang mengurug sebagian dari laut Singapore menghadap ke arah Batam-nya Indonesia)..

Di acara TV tersebut, tentu saja saya masih mengenali daerah sekitar Marina dimana Sir Stamford Raffles pertama kalinya mendarat di Singapore, berikut dengan Anderson Bridge yang dilalui oleh sirkuit itu yang mestinya dekat dengan patung Merlion, lalu jembatan layang Benjamin Bridge yang dulu sering saya lewati jika saya iseng naik bis kota (mostly dari hotel saya di Paya Lebar ke kampus di Clementi saya naik subway), gedung Esplanade yang berbentuk durian monthong itu, Singapore Eye yang katanya paling besar di dunia (saya belum pernah ke sono karena itu landmark baru di kota Singa), Clark Quay, sampai perempatan kekalahan Inggris dari Jepang di Perang Dunia II yang oleh para guide Singapore suka disebut sebagai “the chopstick monument” itu..

Pokoknya wah..lah, dan walaupun saya tidak melihat langsung ke Singapore, saya toh cukup puas dengan memelototi acara balap F1 malam hari itu sejak Jumat malam (free practice), Sabtu malam tadi (qualifying), dan besok malam (race)…

Dari penyiar Star Sports saya dapat menangkap kerja besar yang telah dilakukan oleh OC F1 di Singapore, termasuk mengundang perancang lampu yang khusus didatangkan dari Italia yang memasang berribu-ribu lampu di pohon, di gedung, di jembatan, di jalan dan dimana saja agar sirkuit F1 itu bisa diterangi dengan maksimal. Penyiar juga menyebutkan berapa ton besi lampu yang diperlukan, 38 km kabel listrik, 3,5 juta Watt tenaga listrik yang dipakai dan sebagainya (ah..hal-hal kayak gini memang menarik bagi turis, contohnya gedung Sears Tower di Chicago konon memakai 10,000 ton baja, 3,000 ton kaca, 2,000 ton karet dan sebagainya)…

Do you miss Singapore ?

Who ? Me ?

Nope, not at all. I only miss Singapore girl (the Singapore Airlines stewardess) yang senyumnya konon se-misterius Mona Lisa…

Haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: