Buku apa yang terakhir kau beli ?

Siapa ? Saya ?  Buku yang terakhir saya beli adalah “The Audacity of Hope” dari Barack Obama, versi paperback yang asli berbahasa Inggris…

Buku itu saya beli dari toko buku “Periplus” yang ada di kawasan dalam dari airport Adisucipto – Yogyakarta sewaktu saya mau terbang dari Yogyakarta ke Jakarta bersama Mandala Airlines..

Memang sudah lama saya mendambakan edisi paperback dari “The Audacity of Hope” ini karena sebelumnya waktu saya ke toko buku tersebut yang ada baru edisi hard cover. Secara pribadi saya tidak suka edisi hard cover karena harganya mahal dan tidak mudah dibawa-bawa ke mana-mana…

Oprah Winfrey dalam salah satunya shownya yang waktu itu saya lihat tayangan ulangnya di Metrotv, mengundang Barack Obama untuk menceritakan mengapa ia menulis buku tersebut ? Barry menjawab bahwa bangsa Amerika sudah waktunya memperhatikan hal remeh-temeh yang sehari-hari dihadapi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih besar. Barry juga mengatakan ia lebih suka terbang dari Washington D.C. ke Chicago tempat tinggalnya menggunakan public airlines daripada dengan menyewa private plane, karena dengan demikian ia bisa merasakan “suara rakyat” yang perlu didengarkannya sebagai senator…

Harga buku tersebut Rp 95.000, sebenarnya cukup mahal untuk kantong saya tapi karena sudah lama didambakan dan saya lagi menerima uang saku dari hasil perjalanan dinas kemarin ini, then what the heck with that soaring price… yang penting saya bisa baca buku penting ini dan bisa mendengarkan apa sih hal-hal terakhir yang terjadi atau menjadi concern dari bangsa Amerika pada umumnya ?

Sebenarnya buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah lama ada di toko buku Gramedia Matraman yang sering saya kunjungi. Tapi saya agak nggak sreg kalau membaca edisi terjemahannya takut kalau-kalau ada satu dua kata yang “missing in translation”…

Sayangnya saya belum ada waktu membaca buku ini dengan tenang, karena masih dikejar-kejar laporan ke Jerman dan juga laporan hasil kunjungan ke Madiun kemarin ini…

Buku apa yang terakhir kali anda beli ?

Cerita dong !

5 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Oct 05, 2008 @ 09:24:03

    Dik Yon,…di Madiun baru saja dibuka Toko Buku yang agak lengkap. Yaitu di plaza, samping Hotel Anda kalau overnight di Mediyun ada di lantai 3 modelnya kayak Gramedia tapi ukuran mini. Lumayanlah…dan saya baru beli Personality Puzzle yang sudah ditranslate ke Bahasa, kebetulan para pimpinan saya usai mengikutri training mengenai kepribadian itu…asyik juga buat yang mau merekrut pegawai baru…jadi tahu masing2 mau ditempatkan dimana…

    Reply

  2. tridjoko
    Oct 05, 2008 @ 12:14:38

    –> Simbah :

    Wah…saya ngubek-ngubeknya Sri Ratu doang. Mall sebelah kanan hotel yaitu Timbul Jaya Mall dan Mall sebelah kiri hotel yaitu Matahari, saya malahan belum pernah masuk (tapi temen2 yang dari Jakarta saba-nya di sana terus…hehehe)…

    Maklum, sekali ke Madiun sudah banyak agendanya. Inipun kunjungan kerja ke Madiun, jadi waktu sisa untuk jalan-jalan nyaris cuman secuil di malam hari…Baiklah, lain kali kalau saya ke Madiun akan sedikit santai dan pulang 1-2 hari setelah teman2 yang lainnya pulang…

    Penginnya muter-muter Madiun lagi biar ter-update dengan kondisi mutakhir, misalnya daerah Winongo itu sekarang seperti apa ya. Kesan saya Madiun lebih berkembang ke Timur, Barat dan Selatan, sedangkan yang ke utara malahan pol mentok perkembangannya sampai Nglames dan tidak pernah ke utara lagi (yang dibiarkan tetap jadi sawah..)…

    Reply

  3. simbah
    Oct 07, 2008 @ 14:13:35

    Kalau perkembangan ke Utara justru ada di sebelah timur kota, yaitu Rumahnya Totok. Itu di sisi sebelah utara rel sepur jurusan Mediyun mBabadan, namanya kompleks WonoAsri apa ya..?
    Jadi ada perumahan baru di situ. Cuman, jadi langganan banjir..kalau mau ke Caruban bisa lewat sisi ril Sepur itu kalau mau yang sepi, tapi kalau yang biasa bareng jalur Bis…lewat Nglames..

    Reply

  4. tridjoko
    Oct 07, 2008 @ 18:06:37

    –> Simbah :

    Ooo…mungkin itu ya sebabnya mengapa Madiun ke utara kurang berkembang, karena banjir melulu…

    Bayangan saya di sebelah utara rel sepur di sebelah timur Madiun itu jarang berkembang, kecuali yang ke arah terminal Madiun dari perempatan Njoyo ke utara…dimana teman kita Budi (anaknya Pak Markaban polisi) III Pas 2 tinggal..

    Jaman saya kecil SD dulu dengan teman-teman sebaya saya sering main laskar pelangi-pelangian naik sepeda dari Madiun menyusuri rel sepur ke arah Caruban, sampai di sebuah waduk yang namanya…….eh kok lupa. Kita buka bekal berupa nasi dibungkus daun dengan lauk : sambel pecel, lempeng, ikan teri…wah rasanya syadap nian….

    Reply

  5. Agung
    Oct 09, 2008 @ 08:40:35

    hidup Barrack Obama.
    hahahahha..!!
    Pak kmrn ntn debatnya ga yg di tennese.
    greget ama McCain.
    hahahahahha…!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: