Mole

Mole atau “tahi lalat” bisa mempercantik yang punya wajah. Bayangkan betapa tidak cantiknya Madonna atau Cindy Crawford bila tanpa tahi lalat di wajahnya. “Oh Madonna yang punya mole itu ya ?”. “Oh Cindy Crawford ? I love her mole !”. “Oh Sriwilkutil yang punya tahi lalat itu ya” atau “Oh..Sentul Kenyut yang bertahi lalat di atas bibir itu ya” adalah sejenis kalimat kekaguman yang terucap…

Mole atau tahi lalat yang tetap kecil ukurannya dan tidak membesar ataupun tidak dipegang-pegang, adalah tahi lalat yang sehat…

Indonesia adalah negara tropis yang jumlah “sinar matahari”-nya bisa jadi tertinggi di dunia. Tidak hanya 1/4 tahun atau 1/2 tahun disinari matahari, Indonesia disinari matahari hampir sepanjang tahun, setiap hari ! Apakah ini ada hubungannya dengan pertumbuhan tahi lalat ? I bet !!

Tahi lalat dadakan tidak hanya menimpa perempuan, tapi juga laki-laki terutama yang sudah menginjak paruh usia (umur 40an ke atas). Ada beberapa laki-laki Indonesia yang dulunya mukanya bersih dari tahi lalat, tiba-tiba mukanya dipenuhi tahi lalat kecil-kecil yang tumbuh secara eksponensial secara deret ukur !

Sehatkah ? Saya bukan dokter spesialis kulit, jadi saya nak tahu apa nak saya jawab. Sebaiknya bila tahi lalat di muka anda membesar atau gatal, segeralah periksakan diri anda ke dokter spesialis kulit terdekat. Bilamana dirasa berbahaya dan secara ekstetika mengganggu penampilan anda, ada baiknya tahi lalat tersebut “diangkat”..

Pertanyaannya, bisakah dokter spesialis kulit di Indonesia mengangkat tahi lalat dengan mulus dan menyisakan wajah yang tetap mulus tak berbekas ?

Good question !

Feeling saya sih, kalau anda punya banyak biaya..pergi ke Singapura sebentar mungkin hasilnya lebih baik..

(Disclaimer : ini bukan posting untuk menakut-nakuti. Hanya concern saya melihat terlalu banyak public figure yang muncul di TV terlalu banyak punya tahi lalat, atau tahi lalat yang terlalu besar, sehingga patut dipertimbangkan dari segi kesehatan yang bersangkutan)..

7 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Oct 02, 2008 @ 07:58:38

    Tahi lalat…memang betul semakin tua makin bertambah…tapi sepanjang tidak gatal, membesar, maka tak masalah.

    Bahkan ada tahi lalat yang membuat cantik, dan letak tahi lalat ditempat tertentu melambangkan sesuatu.

    Reply

  2. tutinonka
    Oct 02, 2008 @ 22:00:56

    Ada penyanyi-penyanyi cantik yang memiliki tahi lalat besar, dan menurut saya tahi lalat itu sangat mengganggu penampilan mereka. Ita Permatasari misalnya, kemudian Cici Farida (tapi terakhir saya lihat di tv Cici sudah ‘mengamputasi’ tahi lalatnya) …

    Tahi lalat kalau kecil memang manis, tapi kalau gede …. waah, lalatnya pasti gembul tuh 😀

    Reply

  3. tutinonka
    Oct 02, 2008 @ 22:03:36

    Maaf Pak, maksud saya Ita Purnamasari, istrinya Dwiki Darmawan (masih to?). Kalau nggak salah Emilia Contesa juga punya tahi lalat gede ya.
    Btw, untung yang ‘meninggalkan jejak’ cuma lalat ya Pak, coba kalau kebo ….. 😀

    Reply

  4. tridjoko
    Oct 02, 2008 @ 22:12:44

    –> Bu Edratna :

    Letak tahi lalat ada maknanya ? Ya ternyata setiap jarak 30 cm di badan saya ada tahi lalatnya, tapi tak satupun yang di muka. Tahi lalat di bibir berarti orangnya pinter ngomong. Tahi lalat di leher berarti orangnya senang makan. Tahi lalat di mata berarti orangnya suka ngintip. Begitu ya ? Hahaha…

    Saya jadi ingat cerita seorang pelukis istana yang dibunuh oleh Sang Raja karena waktu Sang Raja bepergian ke luar kota ternyata si pelukis melukis isterinya lengkap sak tahi lalat-tahi lalatnya…hahaha… Jadi apa yang dilukisnya ?

    Reply

  5. tridjoko
    Oct 02, 2008 @ 22:14:47

    –> Bu Tutinonka :

    Iya Bu, untung yang o-ok cuman lalat…coba kalau yang o-ok kebo..wah mukanya pasti nggak kelihatan …. 😉

    Bu, di Jakarta tahi lalat besar disebut “tompel” dan pastinya kalau sudah gitu fungsinya bukan pemanis lagi tapi sudah pemanas alias pengganggu penampilan…

    Reply

  6. liswari
    Oct 04, 2008 @ 02:33:15

    ah om, dokter kulit di indonesia bisa ngatasi penyakit gatal2 yg baru ku alami di amrik sedangkan sudah lebih dari 3 dokter kulit di amrik gak bisa dan obatnya sama saja dari satu dokter ke dokter lain… aku sampai bingung dengan dokter sini? bahkan sampai dibawakan surat dari dokter indonesia tetap gak ngaruh? kok bisa yah?…*komplain mode = on nich :-p

    Reply

  7. tridjoko
    Oct 04, 2008 @ 06:54:55

    –> Mbak Lis :

    Masih ingat saya komentar di postingan si mbak bahwa itu sebenarnya bukan gatal di kulit, tapi stress ?

    Masih ingat saya contohkan teman2 saya dulu di Statistika IPB yang hampir semuanya menderita gatal di kulit kira-kira sebulan sebelum wisuda dan semuanya stress karena skripsi belum jadi ? Dan sayapun ikut kena gatal di tangan jika terkena air hujan waktu naik motor ?

    Semuanya hilang dengan sendirinya ketika sudah diwisuda…

    Dan gatalnya si mbak juga hilang dengan sendirinya setelah ketemu si Endut…

    Kalau itu sih some kind of stressful mind, bukan penyakit kulit…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: