Terima kasih

Hari Lebaran kemarin ini ada satu yang saya takuti, yaitu menerima sms dalam jumlah besar dan dalam waktu seketika… dan celakanya itulah yang terjadi !

Handphone atau cellphone saya yang sudah berulang tahun ke-4 atau ke-5 rupanya belum mau diganti, sebuah Nokia yang huruf-hurufnya sudah tidak kelihatan dan serie Nokia berapapun saya juga sudah lupa.  Benar-benar sangat minimalis dan hanya bisa menampung sekitar 250 nomor telpon di Phonebook-nya dan hanya bisa menerima 90 sms di Inbox-nya..

Celakanya di Inbox-nya ada sms abadi seperti berita kelahiran 3 cucu saya : Dewa, Raja dan Sultan, serta catatan2 lain berupa sms ke diri saya sendiri berupa : judul buku, alamat web, taktik catur, atau userid dan password beberapa account. Jadi kira-kira sms yang bisa masuk cuman sisa sekitar 25 sms lah..

Pada malam takbiran yang lalu masuk banyak sms dalam waktu yang sama sehingga suaranya menjadi : Tiiiit/tiiiing/toongg/tiiiit/teeeenng/tuuuunggg/tiiiiit….. begitu seterusnya persis seseorang dikerubutin sejuta nyamuk. Sayapun tetap panik walau sudah nyadar sebagai “Laskar Pelangi” yang belum bisa beli handphone pada saat ini..

Akibatnya pasti saya malu sama teman2 yang ngirim sms seolah-olah saya tidak pernah membalas sms ucapan Selamat Idul Fitri mereka, padahal yang terjadi saya membalasnya satu per satu, menyebut nama pengirimnya, mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat lebaran juga dan bla bla bla lainnya… Tapi baru satu sms terbalas, 5-6 sms baru masuk…Wheladhalah !!!!

Lha njur gimana ini ? Kek mana ini solusinya ? Cem manaa pula ini cara mbalasnya ?

Anyway, terima kasih kepada teman2 yang telah mengucapkan Selamat Idul Fitri langsung di Blog ini (Bu Tutinonka, mbak Yulis, Bu Edratna, Pak Muchdie), yang langsung menelpon ke rumah (Pak Elidjen Binus, Dik Aris Ponorogo, Dik Pur Pekanbaru, Pak De Yo Bekasi, Mas Pardan Surabaya, Mbak Titin Sukoharjo)…

Dan terutama yang mengirim sms seperti Bude Endang (saudara); Pak Irianto, Pak Lukman Hakim, Pak Sudirman Bakri, Pak Subiyakto , dan Pak Prasetyo (tetangga); Pak Munir (2x dengan kata2 berbeda), Pak Sablin Yusuf, Pak Djoko Soetarno, Pak Agus Binus Astra, dan Pak Abdul Azis (teman dosen); beberapa mahasiswa yang mengirim ucapan selamat tanpa nama, kecuali Syarifah (mahasiswa); Pak Romli, Pak Kasiran, Bu Lies W, Pak Bambang H,  Pak Wayan Paster, Pak Simon Tandibua, Pak Amien, Pak Adhitya, Pak Novandi Arisoni, Pak Herry Pansila, Pak Rachmat Dwiono Basuki, Mbak Vivilia, Mbak Eni, Pak Yudi P, Pak Subiyanto, Pak Fauzi Dahmir, Bu Menik, dan Bu Yati (teman peneliti); Pak Mennofatria Boer (teman STK IPB), Pak Anis Sulistiadi (teman MP IPB), Pak Prihadi Setyo Darmanto (teman SMA 1 Madiun), Pak Bambang Wahyujati Eko Nugroho (teman Sosek IPB) (teman sekolah); Pak Muhammad dan Pak Apo (client); dan last but not least, Mas Judi Kasturi (teman berpikir dan bercerita)…

Terima kasih, terima kasih, terima kasih…

Mudah-mudahan sms-nya terbalas segera. Kalau belum, mudah-mudahan tulisan di Blog ini mewakili…

1 Comment (+add yours?)

  1. edratna
    Oct 06, 2008 @ 21:22:51

    Jadi enaknya ucapan Selamat Lebaran lewat blog aja ya…..memang capek kok balas sms, dan saya sering dapat sms double, jangan-jangan providernya mengirimnya juga double, kita kan nggak bisa ngecek.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: