Bekicot dan Turne

Entah mengapa, di Blog saya akhir-akhir banyak masuk enquiry tentang 2 kata yang barangkali sekarang jarang digunakan, yaitu kata “Bekicot” dan “Turne”. Mungkin anda bertanya, dimana enquiry atau pertanyaan itu masuk di Blog saya ? Di wordpress ini klik saja “Dashboard” lalu “BlogStats” maka di sana di sisi kiri bawah ada “Questions entered in search engine and come to your blog” (Pertanyaan yang diajukan di Google/Yahoo sehingga orang datang ke Blog anda)..

Baiklah adik-adik sekalian…. (lho,,emangnya pembaca blog ini anak-anak kecil)…

Bekicot adalah sejenis hewan melata yang besarnya sebesar katak, jalan dengan perutnya, mempunyai sungut, dan berlendir. Hidupnya banyak di tanah yang lembab, misalnya di batang atau pelepah pohon pisang. Konon kabarnya bekicot itu di jaman Belanda dulu tidak pernah ada di bumi Indonesia tapi setelah masa Perang Dunia II (1942-1945) kemungkinan dibawa masuk ke Indonesia oleh serdadu Jepang yang saat itu sedang dalam keadaan perang, mungkin untuk bekal makanan karena bekicot mudah beranak-pinak dan ada dimana-mana. Konon selain bekicot, yang dibawa masuk oleh serdadu Jepang adalah pohon jarak (Jathropa) yang bisa digunakan untuk mengganti minyak tanah dan bisa untuk menyalakan lampu sentir alias lampu teplok alias lampu tempel…

Kalau mau tahu, inilah gambar bekicot yang saya copy dari Google (pemotret tidak diketahui)…

Bekicot

Bekicot

Kata lain dari bekicot adalah “snail” (bahasa Inggris) atau “escargot” (bahasa Perancis)..

Di masa kecil saya tahun 1960an dan 1970an dulu bekicot tidak dimakan oleh orang-orang dan paling diberikan sebagai makanan itik (bebek, mentok). Tapi mulai tahun 1980an mungkin sebagian masyarakat Jawa terutama di Blitar dan Madiun sudah mengetahui rahasia menghilangkan lendir di bekicot dan sejak itu jika ada teman2¬†kantor yang “turne” ke daerah Malang atau Blitar pasti pulangnya bawa oleh-oleh kripik bekicot…. Kres..kres..kress …ehm..nyam..nyam..nyam…ueenakk !

Konon di Perancis sono (ih..sok tahu), katanya di restoran-restoran mahal, bekicot bisa dibuat sebagai “haute cuisine” (alias makanan mahal, begini nggak ya nulisnya ?) yang harga sepiringnya bisa sejutaan rupiah… wah…kalau gitu, mestinya penduduk Jawa setiap hari bisa makan makanan bekicot dengan harga murah ya…

Terus…

Kata kedua adalah “turne” mungkin berasal dari kata “turnej” (kabarnya bahasa Belanda) yang artinya “lawatan ke daerah” atau “traveling ke daerah” atau ya “jalan-jalan ke daerah”. Kata “turne” ini populer di kalangan teman-teman kantor yang sedang melakukan perjalanan dinas ke kota lain di Indonesia. Karena keluar dari kota Jakarta, maka disebut “turne”. Biasanya 2-4 hari baik menggunakan mobil sewaan, bis, kereta api, pesawat terbang..pokoknya kalau ke luar kota disebut “turne”..

Kalau pergi ke luar kotanya ke gunung semacam ke Puncak, biasanya kata yang dipakai adalah “naar boven”…apa itu artinya, saya sendiri juga nggak tahu…hehe…

Jadi marilah kita galakkan turne sambil pulangnya mencari keripik bekicot untuk oleh-oleh…

Mari..mari…

3 Comments (+add yours?)

  1. MeOnK
    Nov 21, 2008 @ 16:57:35

    wah pengen nyobain kripik bekicot jadinya

    =P~

    penasaran ama rasa kripik nya..

    Rasa keripiknya enak, mirip rasa keripik ketimun laut yang dibeli di Toko “Bhek” Jalan Gentengkali, Surabaya…
    Atau mirip rasa keripik ceker (cakar ayam) yang dibeli di Toko “Mirasa” Madiun atau Toko “Oriental” Solo lho….
    Pokoknya yang mengandung protein, kalau dibikin keripik….rasanya mak nyuuzzz gitu…

    Reply

  2. adit
    Nov 21, 2008 @ 18:21:39

    jijik juga sih kalo ngeliatnya masih hidup.
    suka tiba-tiba mengeluarkan busa yang banyak
    (itu dalam keadaan apa pak?).
    tapi jadi pengen juga nyoba makan bekicot.
    setelah kemarin pas liburan udah sempat mencoba makan belalang di daerah Gunung Kidul,Jogja.. (nyuummy…)

    Jijik ? Wah berarti kamu belum eligible untuk ikut kontes “Fears Factor” dengan hadiah $ 50,000 (single) atau $ 100,000 (couple dengan pacar) nih…hihihi…
    Dalam keadaan sehari-hari bekicot itu mengeluarkan lendir terus, entah mengapa…mungkin untuk memuluskan jalannya yang amat super pelan seperti siput….(iya emang siput je…)…
    Kalau bekicot betina…kadang mengeluarkan lendir sambil mengeluarkan puluhan telur berwarna putih….(pantas mereka cepat banget berkembang, 1 induk sekali bertelur bisa 200-300 butir, konon kabarnya sih…)…
    Nanti pas saya pulang kampung dan sempet nemu keripik bekicot, saya bawain deh….hehehe…

    Reply

  3. matius
    May 24, 2010 @ 14:25:28

    toko oriental solo di jalan mana ya pak?

    Matius,
    Mungkin saya salah menyebut nama toko ya, kayaknya nama resmi tokonya “Mandarijn Oriental” kalau dari arah Madiun setelah lewat Stasiun Jebres lalu ada pertigaan bang-jo, belok kiri….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: