Jamong vs Don’t Let Me Down

Di tahun 1963 lalu ketika saya kelas 1 SR (sekarang SD), ada sebuah kelurahan di Kecamatan Takeran, Kab Madiun yang menawarkan seperangkat gamelan slendro untuk dijual. Entah bagaimana caranya, mungkin melalui “urunan” para orang tua murid, seperangkat gamelan slendro itu akhirnya dibeli oleh SD yang Kepala Sekolahnya Ibu saya. Dan gamelan itupun dititipkan di rumah saya…

Setiap sore, kami anak-anak SD kelas 1-6 suka memainkan gamelan itu di rumah. Namanya anak kecil, main gamelan tanpa guru mana asyik ? Karena tanpa guru, kami tidak bisa memainkan gendhing yang paling sederhana sekalipun seperti “Kebo Giro”, “Kodok Ngorek” ataupun yang lain..

Kamipun suka memainkan gamelan itu sesukanya, keras, tidak teratur, dan tidak ada harmonisasi. Apalagi tidak seorang anak kecilpun bisa memainkan kendang, istrumen utama pengatur ritme di gamelan. Akibatnya kami memainkan gamelannyapun agak nge-rock dikit…mengikuti lagunya Beatles “Don’t Let Me Down” yang sering diputar lagunya di RRI Madiun, Radio Moderato, atau Radio Gabriel, atau Radio Bima SMA 1 Madiun…

Namun yang kami nyanyikan bukan “Don’t Let Me Down” (jangan kecewakan saya) tapi “Jamong” yang arti Jawanya sayapun tidak tahu (sampai sekarang, suer !)… Bunyi syair lagu “Jamong” adalah : Sandale nilex/Sepatune egrek/Jamong…jamong/jamong neng prapatan/Ala……(disisipi instrumen)/Krek nong krek nong krek gung….(disisipi bunyinya pemukul gamelan yang disisipkan di antara bambu pengatur nada bunyi yang bunyinya ke-re-tek-ke-re-tek…)…

Lagu itu diulang-ulang, makin lama makin kencang, seolah kita mabuk karena tayuban (padahal nggak minum apa-apa…hahaha)…. dan biasanya berakhir kalau Bapak atau Ibu keluar kamar dan tereak supaya kami menghentikan permainan “gila” ini karena beliau berdua nggak bisa tidur siang…

Aya aya wae !

1 Comment (+add yours?)

  1. simbah
    Dec 01, 2008 @ 14:00:34

    Iya….ya ingat-ingat waktu itu terkenalnya Jamong, sering dibawakan dalam acara orang Mantu. Mesti ada gending Jamong, atau tari gambyong yang mengambil gending Jamong, biasanya di desa-2 seperti Magetan dan Nggorang-nggareng…

    Wah…di Madiun dekat rumahku aja ada kok mas yang namanya tari gambyong. Salah satu yang suka justru bapaknya teman kita waktu SMA dulu…hehehe… Memang kalau ada gendhing Jamong, suasana menjadi lebih gayeng…ibaratnya sekarang pas ada gawe lalu ada yang nyanyi nanyiannya Matta Band “Oo..kamu ketahuan…pacaran lagi….dengan si dia…”…
    Hehehe…tur suwun mas, hanya si mas ini yang ngerti apa yang saya bicarakan…maklum “gelombang” kita sama sih…suka nari dan suka gamelan….hwekekkekkek…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: