Keringat

Tahukah anda, anda berkeringat itu hanya bila berada di negara tropis yang kelembabannya tinggi (>80 persen) seperti di Indonesia, Singapura dan Malaysia ? Dan ketika anda tinggal di negara sub tropis yang kelembabannya rendah (< 40 persen) seperti di Jepang, Korea, Eropa dan Amerika…anda tidak akan berkeringat sebanyak bila di negara tropis ?

Ini memang masalah keringat, tapi isu keringat banyak atau sedikit itu sangatlah penting. Bayangkan, kalimat “Saya sudah memeras keringat lho !” bakalan nggak laku lagi bila anda kerja di Jepang, Eropa atau Amerika ! (Tapi “The Axe Effect” kalau anda memakai deodorant merk tertentu dan cewek-cewek pada datang mengerubungi anda….itu mungkin masih berlaku…hahaha…)..

Waktu SMA dulu saya mempunyai “formula” penghilang bekas keringat yang wajib dipakai oleh anak SMA saya dan SMA lainnya. Nggak percaya ? Ceritanya, waktu SMA dulu kan rata-rata siswa SMA mempunyai 1-2 baju putih, sedangkan bawahannya ada tiga macam yaitu : celana pendek sedengkul (untuk hari Senin), celana panjang warna abu-abu seperti SMA jaman sekarang (untuk hari Selasa dan Rabu), dan celana panjang warna coklat kaki (untuk hari Kamis dan Jumat). Nah, karena jumlah hem putih biasanya sedikit dan biasanya setelah sehari dipakai maka bagian tengkuk akan dipenuhi daki…maka tidak enak memakai baju putih yang dipakai terus-menerus selama 2 hari. Karena daki yang menempel di bagian tengkuk (baca “gulon”) akan terlalu nyata kelihatan. Karena itu saya menemukan formula yang saya sebarkan ke teman2 “Jika bagian tengkuk hem putih anda ingin terlihat seperti baru dicuci padahal hem itu belum dicuci, maka ambillah sebuah penghapus pensil dan hapuskan noda daki di tengkuk hem anda itu. Niscaya, nggak sampai 5 menit maka hem anda serasa baru dan bisa dipakai kembali tanpa dicuci”. Manjurkah formula saya itu ? Amat sangat manjur, buktinya hampir semua siswa SMA yang cowok di kota saya memakai formula saya itu…. Hopo tumon ? (What a weird thing !)…

Pernahkan anda memperhatikan bahwa kalau anda berlari atau berjalan cepat di kota yang “panas” macam Jakarta sekitar 30 menit, maka yang berkeringat adalah leher, punggung, muka, dan tangan anda ? Pertanyaannya, mengapa kalau anda tidur yang berkeringat bukan di bagian-bagian itu.. ?

Kalau saya tidur, yang berkeringat adalah bagian kepala saya sehingga bantal saya menjadi basah kuyup (saya tinggal di rumah yang dirancang tanpa AC). Ini mungkin karena bagian kepala di dalamnya ada otak yang ibarat komputer adalah “prosesor”-nya. Lha, kalau prosesor Core 2 Duo saja panas sekali (apa lagi AMD Athlon), maka di casing komputer anda memerlukan kipas yang besar atau berjumlah lebih dari satu agar prosesor tidak kepanasan yang menyebabkan komputer anda menjadi “hang”…. Makanya bisa dimengerti, bila pas tidur kepala saya akan berkeringat banyak dan bantal saya akan menjadi basah kuyup…

Selain bagian kepala yang berkeringat, ada bagian lain yang suka berkeringat ketika anda tidur. Bagian apakah itu ?

Anda sendiri yang bisa menjawabnya….. 😉

7 Comments (+add yours?)

  1. tukangobatbersahaja
    Nov 26, 2008 @ 15:01:26

    Saya jarang banget keringetan… *AC always ON*

    AC always ON ? Wah…berbahagialah anda, atau justru anda perlu dikasihani.?
    Hahaha…becanda lho…;-)
    Ngomong-ngomong, blog anda kok jarang di-update ?

    Reply

  2. alrisblog
    Nov 26, 2008 @ 15:39:16

    Dulu, awal-awal kenal wanita cakep dan ayu saya sering berkeringat. Dekremma, pak?

    Kalau saya begitu ketemu wanita cakep dan ayu langsung deh “kamisosolen” alias nggak bisa ngomong (numb) ?
    Kalau anda berkeringat, itu tandanya anda takut ditagih utang….(ya sama wanita cakep dan ayu itu…hehehe….)…

    Reply

  3. selvy
    Nov 26, 2008 @ 21:33:23

    Wah, boleh thu tipsnya pak, bakal saya bersihin baju putih kalo lagi males cuci baju *loh?!* 😀

    Hehehe…coba aja, kalau berani !

    Reply

  4. Pretpret
    Nov 27, 2008 @ 01:41:44

    haha si bapak telat nih! saya uda terlanjur jarang memakai hem putih, lebih sering kaos hoho.
    tapi one day kalo emg saya pake hem putih dan berkeringat dan berbercak hitam, akan saya pake de formula bapak.

    Ya siapa tahu nanti di pekerjaan baru anda harus ikut “training” dulu jadinya pakai hem putih lagi. Nah, di situlah…anda harus pakai teknik “penghapus keringat” penemuan saya…hahaha…

    Reply

  5. simbah
    Nov 29, 2008 @ 10:18:36

    Aha….ini satu lagi Dik Yon, mumpung masih bisa ngenet, ntar sebentar lagi langsung ‘cut-off’ nggak tahu nih satelite ono demite sing suka ngaling-ngalingi dish antenaku di laut. Kembali ke soal keringat, justru saya berkeringat kalau sedang makan, kalau bekerja malah kering, adem.
    Teman-2ku suka nggoda, pak Pur kalau kerja nggak keringatan tapi kalau lagi makan keringatan ..he…he…apalagi kalau pake sambel ijo wuih….lha ruwangane ‘pressurized’ kayak kapsul ruang angkasa, supaya nggak ada gas liar yang masuk ruangan, AC-nya juga dibikin khusus punya, supaya udara selalu berganti terus menerus…
    Makanya kalau sepulang dari ‘offshore’ seperti bayi baru lahir, bening kinclong bersih mrusuh…tapi setiba dari Madiun, jadi dekil item, habis, kalau nggak sepedahan ya…gerak jalan seputar sawah-2 di timur Ngrowo sana, paling tidak 5km setiap hari….

    Hehe..aku baru tahu kalau ruangan di rig pengeboran minyak offshore itu kudu diatur-atur kayak ngatur kehidupan bayi prematur yang lahir sebelon waktunya…pantas Mas Didiek kalau pulang ke Madiun serasa bayi baru lahir…hehehe….
    Iya mas…umur seusia kita nih, badan tua yang sudah rongsokan ini dan onderdilnya sudah nggak orisinil nih harus tetap dibikin gembira di hati, ojo sutris terus, lan dibawa jalan-jalan kaki barang 1 km pulang pergi, atau naik sepeda keliling kompleks….pokoknya minimal 30 menit, supaya kondisinya supra-fit terus (emang Honda ?)….hehe….
    Saya juga suka jalan ke Pasar dekat rumah untuk beli ikan makanan kucingku…yo lumayan keringatan lho. Atau kalau lagi nggak ujan, ngontel sepedaku sing wis cekeremes (pernah waktu diparkir di jalanan depan Pasar ditabrak ama Ibu-ibu yang lagi belajar nyopir kijang sampai roda depan dan roda belakangnya jadi angka “8”….setelah itu saya serpis dan roda diganti…terus saya cat sendiri warna hitam manis…dan diberi merk LOOK….yang lagi trend di ngEropah sana…hahaha…

    Reply

  6. simbah
    Nov 29, 2008 @ 10:26:47

    Aha….satu lagi Dik Yon, selagi dapat line ngenet…entar tahu-2 blank, ilang…nggak tahu nih, kali ada yang ngalingin dish atenna ya…?
    Soal keringat, saya malah bekerja tanpa berkeringat samasekali. Baru kalo lagi under pressure berkeringat, itupun mungkin bukan keringat yang sehat…
    Teman2 suka menggodaku:” pak Pur kalo kerja nggak keringatan, tapi kalo makan keringatan semua, terutama dari kepala…apalagi pas makan pake sambel ijo….wuih…sedaapp….

    Mungkin sinyal telekomunikasi menuju dish anda terhalang oleh Gatotkaca yang lagi terbang ….hihihi…
    Bekerja tidak berkeringat dan baru makan berkeringat…itu khas Indonesia banget. Eh…apa iya mas, di rig itu makannya sangat “Indonesia” kayak gitu ? Kalau banyak lombok ijonya apa nggak mencret-mencret ntar ? Ntar minyak yang keluar campur ama itu dong….hahahaha…

    Reply

  7. simbah
    Nov 29, 2008 @ 10:29:40

    Wah…sorry Dik Yon, kok bisa dobel tuh…gimana nih…menuh-menuhin tempat aja….

    Wis..mboten nopo-nopo, lha wong ora mbayar karcis parkir mawon kok njenengan niku….hwekekkekkek…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: