Rumput tetangga lebih hijau ?

Apakah benar, rumput tetangga anda lebih hijau ? Kalau ya berarti anda “seeking the greener pasture”..alias mencari tempat penggembalaan yang lebih hijau rumputnya (emang kita kambing ??)….

Ternyata kalau dipikir-pikir dalam mencari pekerjaan itu, kita tidak hanya dibingungkan antara memilih menjadi PNS atau menjadi Pegawai Swasta, namun dalam perjalanannya nanti kita dibingungkan apakah bekerja di Kantor X ini (yang PNS) atau di kantor Y (yang PNS juga). Sama halnya di swasta, apakah kita mau bekerja di Perusahaan A (yang swasta) ataukah di perusahaan B (yang notabene swasta juga)… Tapi yang paling parah kalau anda sekarang bekerja di unit kerja atau divisi U namun pengin dipindahkan bekerja di divisi V !

Manusia memang tidak pernah puas (eh…apakah binatang gampang puas ? kalau sapi, kayaknya ya…)…

Memandang rumput tetangga lebih hijau, isteri tetangga lebih cantik, anak tetangga lebih nurut, mobil tetangga lebih kinclong, tv tetangga lebih jernih, playstation tetangga lebih cool, sampai tempat kost-an tetangga lebih lengkap….itu memang penyakit manusia yang namanya IRI singkatan dari kata IRRITATED !

Di satu sisi, membandingkan dengan siapapun itu gejala normal…namun kalau segala hal dibandingkan dengan tetangga atau siapapun…itu sudah gejala Paranoia, katanya lho (saya tidak pernah belajar psikologi)…apalagi kalau perbandingannya sudah ke kucing tetangga, kutu tetangga, sampai bakteri tetangga (lho..apa ya ada ?)…

Bagaimana menghilangkan sifat IREN dan DAHWEN ini (bukan nama gadis cantik lho !) ?

Sebenarnya gampang, apalagi kalau anda terlahir sebagai orang Jawa atau sudah tertransformasi menjadi seperti orang Jawa…

Nenek moyang kita dulu sudah bilang : NRIMO ING PANDUM (menerima apa saja pembagiannya) disingkat NERIMO. Kalau sudah ada sikap nerimo, maka apa yang diberikan Yang Di Atas kepada kita, apapun itu, kita harus nerima…Kata lain dari nerimo mungkin BERSYUKUR…bersyukur atas apapun yang telah diberikan Yang Di Atas kepada kita sekarang ini : kesehatan, kekayaan, ilmu,….

Cara kedua adalah PERCAYA bahwa apa yang telah diberikan kepada kita adalah yang terbaik. Nah, percaya ini yang sangat sulit dilakukan…yang mudah adalah TIDAK PERCAYA. Tapi latihlah diri anda untuk percaya…caranya dengan mengambil nafas dalam-dalam, dan pelankan degup jantung anda sampai sepelan-pelannya (tapi jaga jangan sampai berhenti !)….lebih enak kalau dengan cara mata terpejam…

Yang ketiga adalah YAKIN-lah bahwa hari esok akan lebih baik. Anak-anak anda akan lebih baik hari esok, level pendidikannya meningkat, level keuangannya membaik, dan level moral dan kepatuhan terhadap Yang Di Atas-pun membaik…

Nah, dengan NRIMO, PERCAYA dan YAKIN….mudah-mudahan rumput tetangga sekarang ini tidak lebih baik daripada rumput anda, karena sekarang RUMPUT ANDA-lah YANG PALING HIJAU !

Lho ?

11 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Dec 13, 2008 @ 22:20:52

    Sebetulnya yang paling enak itu jika mendapatkan pekerjaan yang sesuai minat, lingkungan kerja mendukung, dan gaji layak untuk hidup (tak perlu berlebihm tapi juga tak pontang panting gali lubang tutup lubang).

    Kalau melihat orang lain, dan iri…bisa-bisa malah pusing sendiri, karena mereka kalau ada masalah kan juga tak cerita pada kita…dan siapa tahu masalah yang dihadapi lebih besar

    Ya kembali lagi masalahnya, pekerjaan yang memilih kita bukannya kita yang memilih pekerjaan.. Orang boleh bermimpi kerja di perusahaan X atau perusahaan Y tapi kadang-kadang nggak bisa masuk ke sana dan akhirnya masuk ke perusahaan Z…
    Tapi ada juga pengin ke perusahaan X dan sudah diterima, tapi tidak sampai setahun tidak tahan di X dan akhirnya keluar….
    Nrimo, sabar, percaya,….mungkin tidak cukup ya menjelaskan fenomena “seeking the greener pasture” ini… ?

    Reply

  2. boyin
    Dec 14, 2008 @ 09:11:37

    sekarang jamannya agak beda pak..kalo dikalangan profesional..namanya interview kerjaan itu bagi saya hanya untuk mengetahui berapa sih nilai kita (pasaran gaji) bukan karena gak suka tempat kita kerja. kita hanya loyal dengan karir kita bukan perusahaan tempat kita bekerja. sayangnya realitanya seperti itu sekarang.

    Mas Boy,
    Cari kerjaan sih boleh-boleh saja, jika usia masih “remaja” seperti anda. Tapi kalau sudah “dewasa” seperti saya ini, rasanya kok nggak enak wawancara cari pekerjaan lain…kecuali pekerjaan “high profile” (anggota DPR, anggota Komnas ini atau itu)… Pertama, malu. Dan kedua, emang sudah nggak laku…hehehe…
    Setia pada profesi ? Good point tuh mas. Anak saya yang sulung katanya juga setia pada profesi sebagai insurer, dan anak saya yang bungsu setia pada profesi seismic interpretator…kalau saya mungkin setia sebagai dosen kali ya…

    Reply

  3. Totok
    Dec 14, 2008 @ 09:11:49

    RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU????
    Waduh cak, istilahmu yang satu ini membuat aku melayang seputaran 1995 lalu.

    Mungkin aku juga termasuk yang pengin melongok, yok opo sih rumput tetangga itu, opo yo sueeegeeerrrr tenan. Soalnya, ya itu tadi kemakan istilah yang ente tulis (atau memang byayakan hehehhe).

    Terinspirasi kalimat itu, akhirnya saya ya coba-coba melongok rumput tetangga. Kebetulan, atau entah memang rumputnya yang hijau ledung-ledung dan sueegeer itu memang disiapkan untuk kambing kelaparan, atau bagaimana, gak tahulah.

    Akhirul kalam, begitu aku merumput, he….eheeee….. orang Suroboyo bilang diamput. Ternyata rumput yang tampaknya sueeegggeeer tadi, eh…..gak tahunya rumput kering kerontang, hingga tak sirami sampek entek banyu sak sumur, ora iso ijo. Ganti sumurku sing kering kerontang kayak di musim ketigo ngerak.

    Nah, itu hanya sanepo. Arti sesungguhnya, silahkan bayangkan sendiri sesuai imajinasi anda masing-masing. Yang jelas, pelajaran yang bisa kita petik, rumput di rumah sendiri ternyata lebih mak nyussss.

    Totok,
    Eh…aku wis cerito yo ? Pas ke Surabaya kemarin habis presentasi di Dinas Pertanian jebul ada seorang priyayi yang setia menunggu saya ke kamar mandi. Jebul priyayi itu Bambang Margono, teman kita se angkatan di SMP 2. Tapi dia kelas IIId sekelas dengan Dolly, Muryati, Siti Aisah, dan Mujiningsih. Sekarang jabatannya sebagai Kepala Balai Teknologi Pertanian di Lawang. Kami sempat ngobrol sekitar 10 menit sampai Inova hitam carteran manggil-manggil karena kita segera cabut ke Dinas yang lain..
    Mengenai rumput tetangga yang kayaknya lebih hijau, dari ceritamu aku sudah bisa simpulkan bahwa “Penyesalan itu datangnyaaaa selaluuuu terlambaaaattt…” (baca dengan intonasi seperti penutupan Ludruk, yang judulnya diucapkan di akhir-akhir adegan…hahahaha….)…

    Reply

  4. Totok
    Dec 14, 2008 @ 09:14:20

    Nah sekarang soal istilah ”NRIMO ING PANDUM”, cobalah baca ”ngudoroso” yang tertuang di tulisan di bawah ini. Apa kita layak nrimo ing pandum

    CERITAKU TENTANG MINYAK TANAH
    DI KOTA MADIUN

    Empat hari ini aku dan istriku terpaksa harus makan di warung. Pasalnya, sudah beberapa hari ini di Kota Madiun terjadi kelangkaan minyak tanah. Padahal sudah saya ubek-ubek se antero kota dari ujung ke ujung, hingga motor irit BBM punyaku habis 3 liter bensin. Tapi tetap saja yang namanya minyak tanah, tak didapat.

    Cak Tri, aku jadi ingat masa kecil kira-kira tahun enampuluhan. Di era Bung Karno dengan berdikarinya, membuat setiap keluarga dijatah minyak dalam pembelian minyak tanah. Aku masih ingat, nenekku membawa girik (sekarang kupon) agar dapat menebus seliter dua liter minyak tanah. Tanpa membawa girik, jangan berharap dapat menebus minyak tanah di pangkalan minyak, yang aku masih ingat untuk daerah Kejuron di Jalan Wuni, dekat rumah teman kita di SMP 2, yang namanya Sri Wuryaningsih.

    Kata rakyat kecil di warung-warung sambil minum kopi, mendingan zaman Orde Baru. Sandang, pangan, papan gampang didapat. Apalagi BBM—termasuk minyak tanah, bensin dan solar—gak ada matinya. Rakyat tidak peduli banyak penggede yang korupsi, yang penting kebutuhan rakyat tercukupi.

    Sekarang, banyak penggede dijebloskan penjara karena korupsi, namun kehidupan rakyat kecil tetap saja tak beranjak. Cari minyak tanah sulit, bensin ketika harganya mau naik jadi langka, eh….harga turun pun antreee lagi. Konversi ke elpiji sukses, tapi Cuma di atas kertas. Sementara kenyataannya, lihat di TV. Orang Jakarta kelabakan. Kata pak dalang ‘’koyo beras den interi’’ ngalor ngidul kalungan umplung, eh……tabung. Opo sampean yo ngono cak.

    Adagium bahwa ‘’kalau sudah naik susah turunnya’’ sudah diajarkan oleh pemerintah. Hingga Angkot pun nggak mau nurunin tarip, meski bensin sudah turun gopek dengan berbagai alasan.

    Misalnya bensin tidak disubsidi lagi ikut harga minyak dunia, aku kok jadi tambah pesimis. Ketika harga minyak dunia naik, semua balapan pasti untuk menyesuaikan, tapi giliran harga turun, eh……..tunggu dulu, masih dikajilah, masih dipain lagilah.

    Nah sulitnya mendapat minyak tanah membuat bahan alternatif pun dipergunakan. Sekarang ini di Pasar Sleko dan juga di warung-warung kecil banyak yang menjual kayu bakar dan arang. Bakul kayu dan arang gendongan seperti waktu kita kecil, sekarang muncul lagi. Padahal sudah lama lenyap. Gampang ditebak, ada yang membutuhkan. Artinya apa? Kayu-kayu kita selain dipeceli untuk kayu bakar, juga dibakar sebagai arang. Toh pepatah sudah mengatakan, ‘’Tak ada minyak, kayu pun jadi.’’ Nah, golongan pencuri kayu nambah lagi, tak hanya yang kelas kakap, tapi juga kelas kayu rencek.

    Mungkin cak Tri bisa bayangkan, sebentar lagi hutan kita di Saradan, Mojorayung, Kare dan Dungus bakal ludes. Jadi kalau sampean pensiun dan balik kandang, mungkin sudah tidak menemukan lagi kerindangan hutan di kawasan itu, karena kayunya sudah jadi arang dan kayu bakar he….he….he. lha sekarang saja yang rindang Cuma yang dekat jalan, coba masuk ke dalam?!!! Gundul-gundul pacul, he…he.

    Jadi, kalau aku lihat di TV, Andi Malangengreng juru koar-koar Kerajaan Antah berantah dan Abu Oemar Bakri, Punggawa Kesra Kerajaan Antah Berantah berkoar-koar bahwa angka kemiskinan menurun di angka paling rendah sejak Orde Baru, mungkin bener juga ya. Tapi itu kalau dilihat dari angka statistikmu Cak. Mugo-mugo sampean nek nggarap statistic ora ngawur kwekwekkwek…

    Tapi kalau aku tetep saja ukurannya pada apa yang tak lihat. Coba lihat di TV, untuk mendapat daging sekilo di hari raya qurban saja, masyarakat kita rela berdesak-desakan. Bahkan untuk mendapat Zakat 25 ribu saja di idul fitri, ada yang harus rela menanggalkan nyawanya. Tragis kan…….

    Itu lho cak mungkin,…..barangkali….kira-kira….yang namanya angka kemiskinan menurun. Sebab yang miskin sudah dikurangi secara alamiah gara-gara diinjak-injak saat antre he….he.

    Totok,
    Wah..ngudoroso-mu kok seolah mewakili apa yang sedang saya pikirkan. Terima kasih ya Cak, telah menjadi “printer” saya…apa yang saya pikirkan wis mbok donlot !
    Waktu harga minyak menjelang naik dari Rp 2500 ke Rp 4500 saya sedang dalam perjalanan ke Semarang, Madiun, dan sekitarnya pakai Sidekick saya karena mau menghadiri wisuda Dessa anak yang besar di Semarang. Habis wisuda besoknya kita mau pulang. Ngubek-ngubek sekitar Semarang, semua pom bensin antri sampai 3-5 jam dan tidak dijamin dapat bensin. Akhirnya isteri saya terpaksa nelpon temannya di Kodam Diponegoro dan dapat kupon bensin 25 liter ngambilnya di pom bensin Kodam di Banyumanik. Pas mau ngisi, datang truk kreo yang besar-besar itu sebanyak 3 buah. Mereka nglakson-nglakson, nggak peduli ada perwira menengah lagi ngisi bensin… hehehe…. suasana sudah kayak perang ngkali ? Pulang ke Jakarta, baru di sekitar Pekalongan waktu mau lepas alas Roban baru ada bensin lagi…Sampai di Jakarta ternyata antri bensin di Jakarta tuh nggak ada sama sekali ! Kenapa ? Kalau Jakarta dan Jawa Barat beres, tentu koran dan tv nggak nulis….Kalau Jateng dan Jatim ada antrian ? EGP emang gue pikirin !
    Saya juga setuju pendapat sampeyan, korupsi kecil-kecilan asal untuk melancarkan ekonomi rakyat menurut saya ok ok saja. Toh itu ibarat oli di mesin pembangunan, nggak ada oli…lha mesinnya jadi kepanasan ! Para pejabat juga segan ambil tindakan takut dijebloskan ke penjara ama KPK…
    Saya pribadi juga menilai, pemerintah sekarang masih kalah canggih sama pemerintah Orla dan Orba dalam mensejahterakan rakyat. Indikatornya ya antri mengantri yang sampeyan cerita itu. Salah siapa ? Salah yang memilih di Pemilu 2004 lalu ! Salah lima detik, derita bisa lima tahun. Rasain lu !!!
    Kalau saya jadi pemerintah (baca : Presiden RI), saya akan mengikuti nasehat Lee Kuan Yew Bapaknya Singapore yaitu “Agar pemerintah dibilang sukses, pemerintah harus bisa memenuhi keinginan 10% teratas dari populasi (baca : orang kaya) dan keinginan 10% terbawah dari populasi (baca : orang miskin)“…
    Nasehat Pak Lee tadi bunyinya sangat simpel…tapi untuk melaksanakannya perlu PR yang buanyaaak. Mudah-mudahan rakyat Indonesia nggak salah pilih lagi di 2009 nanti…
    NB : di Jakarta minyak tanah sulit dicari, elpiji 3 kg juga sulit dicari, elpiji 12 kg masih suka kelihatan tapi cepat-cepat beli soalnya terlambat dikit sudah habis. Untungnya, saya punya “indera penciuman” yang sangat tajam dimana elpiji berada sehingga nggak pernah kehabisan sama sekali. Hutan sudah gundul ? Emang tuh ! Yang hutannya masih ijo royo-royo tinggal di gunungan wayang doang…hehehe…

    Reply

  5. Agung
    Dec 14, 2008 @ 12:14:36

    yah,kalo saya mah emank sll nerima2 aj dgn bersyukur.
    ngbanding2in ama org laen,sih emank perlu Pak.
    plg ga spy kita tau,apa kita ud jd lbh baik.
    yah,bnr Pak.
    kita hrs yakin dan PD,
    tp jgn kePDan.
    hahahahha..!!

    dan satu lg,
    klo emank rumput tetangga lbh hijau,
    ya uda lah yah.
    biarpun rumput kita ga ijo2 amat,
    plg ga,rumput kita ga diuletin dan sehat2,
    bebas pestisida dan ga ada penyakit yg nyusahin.
    hahahahaha…!!

    Ya emang tuh !

    Reply

  6. thomas peter
    Dec 15, 2008 @ 22:15:33

    tulisan ini menginspirasi saya………..

    belajar bersyukur atas smua ksempatan yg dikasi Tuhan sejauh ini………alias NERIMO…hehehe 🙂
    kdang2 sy msi aja rewel dlam hati……….
    mau kesana laah,, mau kesini laah…..
    udah untung dapet ksempatan ngerasain amrik….

    sy mulai belajar hidup nie pak….hufff

    Jangan-jangan anda bisa ke Amrik karena dari dulu anda sudah dibiasakan bersikap “nerimo” alias nothing to lose…. ?
    Tetap rewel di hati ? Yah…namanya “wants” dengan “needs” itu emang beda. “Wants” kita banyak dan tidak terbatas. “Needs” kita paling cuman itu-itu saja (udara segar, air, pakaian, dan sedikit hiburan). Yang penting “needs” kita bisa dipenuhi dengan “resources” (uang) yang kita punya…..
    Di Amrikpun hidup harus dengan nerimo lho …. soalnya salah-salah semua dipenginin dan dibayar dengan sret..sret..sret…gesek kartu kredit….yang akhirnya diri menjadi bangkrut…krut..krut…hehehe…

    Reply

  7. TOTOK
    Dec 16, 2008 @ 13:26:02

    MEMBACA ceritamu di Surabaya, ternyata alumnus SMP 2 banyak yang jadi yo cak. Sayangnya gak pernah kontak-kontakan. Sekali-kali bolehlah kita reuni, paling tidak meski cuman sekali bisa ketemu. Pasti rambute wis reno loro, kecuali di-braso.

    Wah, nek sampean dadi presiden cak, tukang ojek gak onok sing ban motore tipis. Mesti mbok tukokke kabeh, ha…..ha.

    Tapi bener, orang-orang seperti sampean pasti cocok jadi presiden. Masih punya nurani, masih punya empati. Tapi jujur saja cak, pasti gak onok partai sing ngangkat sampan. Soale gak duwe duit he…he. Kecuali nanti kalau independen boleh nyalon presiden, pasti sampean tak dukung…kung….kung. Soale nek sampean dadi presiden, mesti aku dadi Menteri Penerangan yang menerangi hati rakyat Indonesia.

    Eh, jadi bawa simbah ke mbediun gak. Mampir yo.

    Cak Totok,
    Wah…kayaknya long holiday y.a.d. ini saya sekeluarga nggak jadi ke MBediyun. Isteri saya ujian kualifikasi Doktor di Unibraw tanggal 24 Desember. Anakku yang gede diajak suaminya dan mertuanya untuk mengunjungi nenek mertuanya di Bayat, Klaten. Neng ngomah kari aku lan anakku sing cilik…
    Si Mbah rupanya juga rodo “pilek”. AC-ne tiba-tiba mati lan urip sakkarepe dewe. Kadang duingiiin dan kadang puanaassss….hehehe…maklum usia si Mbah Kakung Januari 2009 nanti sudah 11 tahun (235.000 km) mungkin dekne wis capek tapi sing duwe si Mbah durung duwe duwit kanggo tuku BMW X5….hahaha…(nunggu dadi konglomerat sik utowo oleh Nalo….)….
    Terakhir, si Mbah saenake dewek mbukak pintu belakang. Pas neng tengah ndalan tiba-tiba banyak mobil dan motor yang mengklakson terus…diiiin…diiiiiin….diiiiiiiiinnnn ! Jebul pintune si Mbah sing mburi mbukak dewe….saking tuwane kuncine ora iso “nyokot” meneh lan durung sempat ditukokne sper paret neng Atrium Senen Lantai 6……

    Reply

  8. totok
    Dec 17, 2008 @ 17:45:28

    ya lah ndak pa-pa pertemuan tertunda. Kita kan bisa hubungan lewat blog mu.

    Sayang aku belum bisa bikin blog, malahs ekarang mbukan sing wordpress gak nongol he….he.

    Opo wis sampean benakke cak

    Durung cak, durung sempat dibenakno. Speedy di rumah kalau weekend suka mati hidup, jadi belum stabil. StabilnyaD kalau sudah jam 12 malam sampai jam 12 malam. Lha kalau saya ngeblog terus jam sak mono esuke aku nguannntuuuukkk cak, padahal kudu ngajar sehari sekitar 4-6 jam !
    Sabar ae yo cak, sedelo maneh kan libur panjang…mudah-mudahan jadi sempat. Biyen pas aku isih sempat, userid-ne durung mbok kek-i, sing mbok kek-i ming password-e thok…yo uoooraaaa juaaalllaaaann… 😉

    Reply

  9. totok
    Dec 18, 2008 @ 11:14:15

    Nah itu dia kalau gaptek, userid iku panganan opo aku yo gak ngerti. Tapi gak opo cak rodo suwe, aku iki yo lagi suuuiiiibuk pol. Atas doa sampean (kali) aku saiki saben minggu nggarap 3 media. yang satu punya sendiri, yang satu Tabloid Ponorogo, nah ini yang baru, aku kepake nggarap media kampanye duweke Partai Kedaulatan. Meski aku bukan orang partai, pokoknya fulus ya disikat bleh….

    Dadi, mbukak blog, pasti . Cuma waktuna gak isok dowo. Kecuali yoiku, wayah bengi he…he….

    Selamat libur panjang, ganti aku sing melotot nang ngarep keyboard.

    Makane ojo nggawe speedy, nggawe koyok duweke anakku, seket ewu joosssss. Kan sampean yo ahli IT to cak.

    Cak Totok,
    Iya emang saya doain sampeyan supaya sukses soalnya kalo sampeyan sukses kan bisa menghasilkan duwit sendiri, apalagi kalau banyak kan gak perlu utang aku cak…hehehehe….
    Wah…kalau ada kesempatan jangankan 3 pekerjaan, kalaupun yang datang 10 pekerjaan yo sikat bleh bae…yang penting fulusnya. Asal tetap mengingat kesehatan, soalnya kita ini kan onderdilnya udah tua…hhehehe….
    Aku lagi nunggu First Media nanam kabel tv sampai rumahku, ning sampek saiki masih 500 meter jauhnya soko rumahku. Nek First Media masuk itu juga cuman 99 ribu sekenyangnya lho…
    Nek nggae koyok duweke anakmu harga pasaran neng Jakarta 200 rb per bulan…

    Reply

  10. totok
    Dec 19, 2008 @ 13:30:12

    Pasti au tahu nek sampen selalu mendoakan temen2 termasuk aku. Yang gak tak ngerteni, sampean nggawe doa opo? Paling-paling ya itu, mugo-mugo koncoku iso golek duit ben gak utang nang aku, soale utangku yo isih akeh, he….he…..

    Betul cak, nek onok gawean yo disikat. Jarene sohib-sohibm semua kran dibua, biar keluarnya ngitir-ngitir tapi nek akeh yo dadi sak ember.

    Wah, first media iku panganan opo cak? Kok eek kabel tv-ne opo koyok Indo vision gitu. Iki anakku yo lagi ngrancang, internete isok digawe nontok TV luar, koyok tv kabel ngono lho cak. Jare isok luwih 1000 channel. Wah, nek ngono iku aku gak dong, sing penting nek wis nyambung kenek gae nontok tv luar, kenek gae pemanasan ha….ha…ha

    tengkiu saran soal kesehatan, mugo-mugo onderdile awake dewe isih isok ditrek 20 tahun maneh.

    Cak Totok,
    Yo kuwi donga sing wektu iku tak rapalne…kok kon ngerti tah cak ? Hehehe…
    Masalah rejeki…sing penting ojo tau nolak rejeki cak, walaupun ming sithik. Misale mengko aku neng mBediyun lan sampeyan oleh salam tempel satus ewu..yo ojo ditolak. Soale yen rejeki cilik mbok tolak mengko rejeki sing luwih gede angel tekane cak…hehehe….

    Masalah internet isok nompo 1000 TV, mengko aku takon anakmu lah. Tapi nek internet iso nyetel 100.000 radio soko seluruh dunia aku wis ngerti carane. Kanti ndelok website Radiograbber (www.radiograbber.com) aku wis isok ngrungokne radio neng ngendi wae : Singapore, Japan, Korea, USA, Canada, Jerman, Italy, Perancis. Jaman awal-awal aku sambung Speedy iki ben bengi sak durunge turu aku sok ngrungokne radio Jerman, Perancis utowo Italy. Ben ketoke wah didelok karo bojoku, padahal aku sakjane ora ngerti artine kuwi uoooopoooo….hehehee….

    Masalah onderdil, targetku paling banter isih kuwat 10 tahun meneh…tapi yen luwih sokok kuwi…..yokuwi sing jenenge “bonus” hehehe…sing penting sehat wal afiat lan yen lara ora nemen-nemen….

    Reply

  11. totok
    Dec 30, 2008 @ 20:12:56

    Wah sori, tulisan sampean sing iki lagi tak bukak, tanggal 30 Desember jam 20.00 waktu mbediun. soale, kakehan sing tak isi da tak koemntari dadine kadang keliwat.

    Soal TV memang anakku lagi ancang-ancang, tapi jarene pancen isok, aku dewe ora njowo dan yo mantuk-mantuk thok nek dicritani.

    Salam tempel he….he….. aku luwih seneng mbok jak mangan cangkruk nang sego pecel karo ngobrol ngalor ngidul. Tapi nek salame onok sing ditempel, jarene gak oleh nampik rejeki ha….ha.

    Eh, fotomu sing nang artikel gawe sing rodo gede, soale rodo pecah mlebu lay out pagemaker. Trus ojo lali, nymbang ilmu tiap minggu gawe adik-adike dewe, terutama soal IT. Soale tak umumke, iki lho alumnus SMPN 2 dan SMA 1 sing saiki dadi pakar IT, tiap edisi nyumbang ilmu ha….a.

    Trus karo arek-arek wartawan malah dipromosikan nang sekolah iku, wah pokoke joss dan bangga, masio mereka belum baca, soale gae edisi 3 Januari.

    Pokoke sampah-sampah ilmu sampean timbang gak kerumat, kirim nang koranku

    Cak Totok,
    Sakjane wingi sore aku arep ngirim fotone sing anyar tapi Speedy di rumah kembang kempis, ngadat ! Dadinya ora sida…

    Silahkan lihat Blog saya, lalu di search bar masukkan “Oleh-Oleh dari Bandung” lalu klik, akan nemu fotoku pas anakku wisuda di Bandung itu. Nah itu photo 12MP, dadi sampeyan isok klik mouse kanan dan di-save ke disk. Lalu diedit pakai Photoshop (dipotong photoku dewe, dudu fotone bojo & anakku)..

    Atau nunggu kiriman saka aku disik mengko rada siang/sore ya…aku arep ngantor disik nganter anakku sing kerja di Pertamina…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: