“The plucky girl” dan “Hati seluas samodra”

Kemarin pagi hari yang istimewa bagi saya. Sayapun bangun pagi, mencicipi teh manis kental Tong Ci yang dihidangkan oleh isteri saya, tentu saja ditambah secangkir kecil kopi “Pi Pal Pi Kopi Kopi Kapal Api”. Yang saya seruput pelan sambil bilang “Ahhhhh….”…

Siang dikit, saya sama keluarga berencana belanja tas ke Tajur yang terkenal dengan cluster pedagang tasnya. Isteri saya sudah janjian dengan adiknya buat dijemput di McD Cibubur, tapi selepas ngisi bensin Sidekick saya ternyata pantat saya raba terasa terepes alias “tidak berisi”. Rupanya dompet saya ketinggalan !! Sayapun merasa ada yang hilang…dan tentu tidak mungkin pergi ke Bogor tanpa dompet yang ada KTP, SIM dan STNK mobil. Akhirnya sayapun balik lagi ke rumah, dan alhamdulillah dompet ketemu di saku celana yang satu lagi yang masih nggantung di kapstock…bekas dipakai arisan kemarin malam..

Dompet didapat dan Sidekick-pun dipacu ke Cibubur. Saudara isteri saya sudah nunggu satu jam sepuluh menit ketika dijemput…wah kasihan ya. Untung jalanan ke Bogor via tol Jagorawi padat tapi tidak merayap. Dalam hitungan menit sampailah mobil kami di pintu tol Bogor. Beberapa menit kemudian kami sudah berbelok ke kiri ke arah Toko Tas SKI Tajur..

Pagi itu SKI belum ramai, hanya beberapa mobil saja yang sudah parkir. Jam masih menunjukkan jam 11 kurang dikit, harinya Minggu. Isteri, adiknya dan anak sayapun langsung masuk ke toko tas yang besarnya mirip gudang itu. Sayapun memutuskan menunggu sambil duduk di warung Solo yang menyajikan teh manis wangi. Harganya Rp 3000. Saya seruput pelan-pelan, pas teh mau habis..eh baru nyadar di sebelah warung ini ada kolam berisi sekitar 20-30 kura-kura. Pantesan dari tadi ramai sekali suara anak kecil berteriak…

Selepas nyeruput cangkir teh yang kedua, tehpun saya bayar Rp 6000. Cukup kenyang ! Dan sayapun lalu berjalan pelan menuju tempat anak-anak memberi makan ikan mas, gurame, dan koi di kolam yang airnya mengalur deras. “Smart move !”, pikir saya ke pengusaha SKI yang memadukan wisata belanja dengan wisata senang-senang ini. Waktu berikutnya, selama 1 jam saya nongkrong di tepi kolam “Bubble” yang berisi bola-bola transparan berdiameter 2 meter yang mengapung di atas air dan “ditumpangi” satu atau dua orang. Ada yang bapak-anak, ada yang anak-mbak, dan ada pula yang anak-anak. Wah…seru juga. Saya lihat ada bapak yang pura-pura tidur di “bubble” itu sedang anak perempuan kecilnya mengais-ngais dinding “bubble” sehingga bergerak cepat. Ada pula sepasang anak laki kecil yang dicemplungkan bapaknya ke bola…dan menangis sesenggukan. Tapi setelah saudara-saudaranya yang lain pada ketemu di tengah kolam, merekapun mulai ketawa senang..

Yang menarik, ada seorang anak perempuan sekitar umur 3 tahun yang berani sendirian main “bubble”. Alangkah beraninya anak itu. “The plucky girl”, kata saya dalam hati. “Plucky girl” artinya anak gadis yang berani. Saya tahu istilah ini ketika Jessica McClure si gadis kecil kecemplung ke pipa diameter 25 cm bekas sumur minyak di sebuah kota kecil di Texas. Selama 39 jam ia diusahakan untuk diangkat, dan si anak kecil itu masih hidup dan terus bernyanyi karena dari atas diberi selang berisi oksigen dan disetelkan kaset “Winnie The Pooh”. Ketika 39 jam kemudian ia berhasil diangkat dari dalam sumur, semua national TV di Amerika berhenti siaran dan menyiarkan peristiwa Jessica McClure ini. What a plucky girl !

“Plucky girl” kedua yang saya lihat adalah di sebuah MRT Singapore di suatu pagi sekitar jam 6.00. Seorang gadis kecil naik MRT sendirian membawa tas ranselnya yang terkesan kebesaran di punggungnya. Ada senyuman di bibirnya dan ia tidak merasa takut sedikitpun. Wah..anak sekecil ini, kalau di Indonesia naik angkot aja tidak berani, pikir saya…

Setelah puas melihat “Bubble”, sayapun pergi ke arena “Buggy Car” dan melihat beberapa bapak beserta anak laki atau anak perempuannya ngebut di lintasan offroad maupun di tengah kebun palem. Dari jauh saya lihat sepasang manusia yang tidak bisa dibilang muda lagi berphoto ria. Saya lihat cowoknya memfoto si cewek dengan kamera hp. Si cewekpun pasang gaya sambil duduk di depan pohon palem. Si cewek tersenyum dan si cowokpun terus memfoto si cewek beberapa shoot. “What a happy couple”, kata saya dalam hati…

Ketika saya sedang menikmati rujak cingur, si cowok dan si cewek yang tadinya berfoto ria itu lewat. Si cowok badannya atletis, tinggi, gagah, dan macho. Si cewek..ternyata kaki kirinya invalid ! Sayapun langsung teringat cerita pendek “Awal dan Mira” yang ketika masih kecil sering saya baca di almari buku Bapak saya dulu…

Dalam hati saya bergumam, “Si cowok mempunyai hati seluas samodra”… dan sayapun iri dan merasa kecil dibanding dengannya…

6 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Dec 15, 2008 @ 10:30:21

    Semoga banyak anak Indonesia yang jadi β€œThe plucky girl”. Jangan jadi tipikal anak-anak dalam sinetron yang bikin eneg.
    Wah ke Tajur, lewat depan mall yang disimpang tiga ex. asrama itu ingat kenangan lama tahun 77 sampai 80-an dong. Bogor emang banyak berubah, ya Pak Tri. Tapi perubahannya kayak gak punya master plan.

    Uda Alris,
    Kira-kira 200-300 meter sebelum pertigaan yang anda sebut itu saya belok kiri melalui jalan Perumnas (Bantar Kemang ?), tandanya ada gedung pertemuan yang suka dipakai orang kawinan (saya lupa namanya).. ikuti terus tanda SKI maka akan sampai ke SKI…
    Eh..yang berubah bukan hanya Bogor, tapi juga kota-kota lainnya di Indonesia. Perkembangan kota-kota di Jawa terutama dalam 20 tahun terakhir sangat pesat. Yang dulunya masih sawah sekarang sudah Mall dan rumah semuanya…hahaha…

    Reply

  2. boyin
    Dec 15, 2008 @ 14:11:05

    mungkin itu cowo udah pacaran sebelum kaki si cewe invalid kali pak..heee

    Kayaknya sih bukan, soalnya saya perhatikan si cewek menderita polio sejak kecil….

    Reply

  3. Si bulet
    Dec 16, 2008 @ 08:58:39

    hati seluas samudra? kaya judul sinetron yg dibintangi Paramitha Rusadi jaman dulu kala aja πŸ˜›
    Hwaa…ditta k tajur (again)? pasti makin menggunung aja koleksi tasnya πŸ˜€
    kok ga ikut masuk ke dalem buat belanja belanji, om? aahh…pasti alesan cowo πŸ˜›

    Mungkin…. πŸ˜‰
    Ya…koleksi tas Ditta juga bertambah 1 atau 2. Tas dia nggak menggunung kok soalnya terjadi “pergeseran” pemakaian dengan kakak Ditta dan juga Ibunya. Jadi tukar-menukar pakai gitu…. (untungnya tukar pakai dengan backpack saya sudah sembuh…soalnya gara-gara backpack saya sering dipakai ID card kantor saya jadi ketlingsut entah kemana…)..
    Nggak ikut belanja… Are you kidding ? Ibu-ibu dan cewek-cewek mah kalau belanja mana cukup 2 jam ? Rasanya saya menunggu di luar sudah 2,5 jam dan mereka belum keluar-keluar juga. Beberapa kunjungan ke Tajur yang lalu saya sudah beli backpack model “camouflage” (loreng) yang cukup “cool”…dan jumlahnya di rumah sudah cukup banyak…jadi nggak beli lagi…hehehe…

    Reply

  4. edratna
    Dec 16, 2008 @ 17:56:23

    Dikirain mau cerita tas Tajur, karena kemarin telepon lagi di Tajur….hahaha….
    Kok anak isteri milih tas, ini malah melihat pasangan lain……

    Semoga cowok yang diceritakan tadi hatinya benar seluas samudra dan tak menengok lagi ke arah lain…

    Saya lihat dari matanya si cowok yang melihat dalam-dalam ke mata si cewek, saya rasa ia nggak akan nengok cewek lain dalam waktu 10, 20 atau 30 tahun lagi….
    Entah kalau 40 tahun lagi (dan dia masih hidup)….hahaha….

    Reply

  5. tutinonka
    Dec 16, 2008 @ 23:06:32

    Saya kira, selain si cowok itu memiliki hati seluas samudera, ceweknya juga pasti memiliki sesuatu yang istimewa, sehingga kekurangannya tertutup oleh keistimewaannya tersebut.
    Wah, jadi terharu. Semoga saja pasangan itu bisa menjadi pasngan yang abadi.

    Btw, Pak Tri masih piara kucing di rumah? Saya nggak punya kucing lagi, tapi punya banyak buku ensiklopedi tentang kucing. Fotonya lutju-lutju banget. Sebagian barusan saya posting di blog.

    Bu Tutinonka,
    Wah..akhirnya Ibu baca juga tentang cerita cowok gagah dan cewek tuna itu ya ? Memang agak mengharukan Bu, soalnya saya sendiri tanpa sadar mata saya sampai berkaca-kaca..nggak nyangka banget ! Persis drama 1 babak berjudul “Awal dan Mira” yang saya lupa itu karangan Sanusi Pane atau St. Dt. Majoindo atau siapa ya ? Terus pertanyaan lagi Bu, pernahkan ibu sebagai pengarang menulis cerita cinta “tak berimbang” seperti itu ? Pasti deh dijamin pembaca novel Ibu harus siap-siap 1 box tissue sebelum membaca novel itu sampai selesai ! hahaha… (lho dari haru kok jadi ketawa ?)…
    Sebenarnya saya nggak kepikiran si cewek punya kelebihan tertentu untuk meng-offset kekurangannya… karena hal itu tidak penting banget (kekayaan, anak orang terkenal, dsb). Yang jelas si cewek sangat dikasihi oleh Tuhan, dan oleh karena itu si cewek juga kelihatannya sangat dicintai oleh si cowok (I can see from the way the guy grabbed the girl’s arm)…mudah-mudahan saja berlangsung cukup lama sehingga “hati seluas samodra” itu tidak hanya slogan belaka….
    Bu, kucing saya yang dulunya berjumlah 6 (waktu saya mulai nulis blog ini) sekarang tinggal sepasang. Ada seekor kucing tua cewek kembang asem yang kita panggil “Simbok-e” dan ada kucing laki muda putih hitam bernama “Ringo” (bukan anak-e simbok-e). Mereka hanya kucing kampung kok Bu….
    Wah…di Blog ibu penuh gambar kucing yang lucu-lucu ya…nanti saya lihat deh Bu…

    Reply

  6. tukyman
    Dec 17, 2008 @ 14:39:05

    saya datang lagi dengan sejuta senyuman πŸ™‚
    salam kenal πŸ™‚

    Salam kenal kembali mas…. πŸ˜‰

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: