Good bye Rieke, Desta, Arie Daging

Tahun 2009 nanti kelihatannya tidak akan secerah tahun 2008 yang akan berakhir ini atau tahun-tahun sebelumnya. Salah satu alasannya, ada beberapa program TV dan program Radio menarik yang ada di tahun 2008 nggak akan tampil lagi tahun depan…Uh..sedihnya… sob..sob…sob…. ;-(

Rieke Diah Pitaloka alias Rieke alias Oneng, hari Jumat tanggal 19 Desember 2008 ini say good bye kepada para pemirsa acara “Good Morning” di TransTV setelah siaran lebih dari 1.000 episode (3 tahun lebih). Tidak dijelaskan alasannya, tapi yang “kelihatan” adalah…Rieke sekarang sudah hamil 7 bulan (?) dan kira-kira akhir Januari atau awal Januari 2009 akan melahirkan seorang anak laki-laki. “Menjadi Ibu” bisa jadi salah satu alasan Rieke cabut dari “Good Morning”…tapi orang awam juga tahu kalau Rieke adalah calon kuat anggota DPR dari PDIP yang akan bertarung di suatu daerah di Jawa Barat. Mengingat kuatnya partai yang mendukung Rieke dan kuatnya “brand image” Rieke…kelihatannya si Oneng nggak bakalan o’on lagi dan akan menjadi semakin pinter….di Senayan sana !!! Good luck Rieke, for your baby boy and your house representative seat !

Menurut kabar yang saya dengar pula, Deddy Mahendra Desta alias “Desta Club Eightees” bersama Ari Apriliadi alias “Ari Daging” juga akan mengakhiri kepengasuhan mereka di acara “Putusss…”-nya Prambors setelah siaran (dan saya dengarkan setiap hari) selama 5 tahun penuh !!! Konon siaran Putuss pada hari Rabu tanggal 24 Desember 2008 ini adalah siaran terakhir mereka berdua…

Alasan yang terakhir ini ? Wah…bukankah anda bisa jawab sendiri ? Desta sudah main di lusinan film (Garasi, Kawin Kontrak (?), Pemadam Kebakaran, dsb…banyak deh) dan Ari Daging juga setali tiga uang. Selain film, dunia MC juga sering diakrabi keduanya.. .mungkin hampir setiap weekend…baik di dalam kota maupun di luar kota. Acara “Putussss…” juga sudah berkali-kali mirip layang-layang putus ditinggal salah satu dari Desta & Ari Daging atau keduanya. Sering diganti dengan Cici Panda atau Imam Darto sih selama beberapa hari ini…

Alasan lain, mungkin umur pendengar Putusss sudah tidak sesuai lagi dengan umur Desta dan Ari Daging yang sudah “beranjak dewasa” (untuk tidak menyebutnya “bau tanah” seperti yang selama ini sering mereka klaim….hahahaha…)…

Yang jelas, hidup tanpa “Good Morning” masih bisa soalnya itu acara TV anyway dan di mobil saya tidak ada TV-nya. Tapi putus dengan “Putusss.”-nya Desta & Ari Daging tentu sangat berat bagi saya, walaupun umur saya sekarang sudah “kebalikan” dari umur pendengar Putusss…tapi perlu diakui selama 5 tahun ini saya tidak putus mendengarkan Putusss…soalnya setiap kali mobil distarter dan AC dinyalakan salah satu atau kedua anak saya yang ikut di dalam mobil selalu tereak :

“Prambors pah !”..

10 Comments (+add yours?)

  1. Penggemar Setia Good Morning
    Dec 19, 2008 @ 12:04:32

    Iya tuh, Pak. Sebagai salah satu penggemar setia (ceileh…) acara Good Morning di Trans TV, saya cukup bersedih hati dan berduka lara (ceileh lagi…) dengan perginya Teh Rieke dari acara yang sudah dibawakannya dari 31 Januari 2005 itu. Tadi pagi saya sampe bela-belain nonton episode terakhir Good Morning di tahun 2008 ini, yang sekaligus jadi episode terakhir buat Teh Rieke. Kayaknya, IMHO, Cut Mini Teo belum tentu bisa menyamai kepiawaian Rieke dalam membawakan acara tsb. Tapi, kayaknya nggak juga. Boleh jadi pengganti Rieke yang baru itu bisa menyamai atau bahkan melebihi “kualitas” Rieke sebagai presenter Good Morning. Mudah2an bisa klop sama Ferdy Hasan.

    Goodbye, Teh Rieke. Met berjuang utk mendapatkan kursi di Senayan sana… 🙂

    Iya, emang sulit mencari pengganti Rieke yang sepadan dan bisa nyambung dengan Ferdi Hasan. Kelebihan Rieke adalah ia bisa bermain dari IQ yang o’on sampai IQ yang tinggi, dan spontanitasnya itu lho sebagai nilai plusnya…
    Ivy Batusta ? Mungkin, tapi jadi seolah melihat O Channel bukan Trans TV…
    Nadia “Ngatini” Vega atau partnernya Tukul yang baru di Trans7 yang tinggi itu (siapa ya namanya) mungkin juga bisa masuk menggantikan Rieke…kalau “Good Morning” dibikin agak “light” dan tanpa banyak mikir…

    Reply

  2. alris
    Dec 19, 2008 @ 14:30:42

    Saya baru tahu nih kalo pembawa acara itu sudah good bye membawakan acara yang digawanginya. Saya sudah dua minggu ini di pedalaman Labuan, Banten. Gak nonton tv, kalo denger radio lokal masih sempat melalui hp. Ke warnet hanya buat kirim laporan kerja. Hidup ditengan dusun persawahan ternyata uuuenak tenan. Sore-sore sudah ditemani musik alami suara kodok dan hewan malam lainnya. Malam dan pagi udara dingin sudah mememeluk badan.

    Uda Alris,
    Terus anda di sana membangun apa ? Tower BTS-nya Telkom ? Gedung pemerintah ? Atau membuat kolam ikan berair deras ? Hahahaha…
    Nanya gini soalnya dengernya pembangunan Propinsi Banten itu belum merata benar. Bagian pesisir yang Anyer & Carita (apalagi pedalamannya) masih sangat ketinggalan dibanding pembangunan pesisir utara…
    Di satu sisi cukup menyedihkan, namun di sisi lain alamnya relatif tidak tergerus pembangunan karena masih aseli…li…li…li…makanya anda betah di situ di tengah suara kodok dan cengkerik…hahaha…

    Reply

  3. Agung
    Dec 19, 2008 @ 17:03:44

    iyah nih Pak.
    klo saya stress macet di tol,ntah sapa yg nemenin yah?!
    dynamic duonya prambors itu emank luar biasa.
    hahahahaha…!!

    Tenang…masih banyak Radio Dangdut… yang walaupun macet anda masih bisa goyang di mobil….hahaha..

    Reply

  4. Putuss Lover
    Dec 19, 2008 @ 23:01:15

    hmm… sama goodmorning sih gak begitu kenal. tapi sama putuss-nya prambors, wah ini mah bener2 bikin sepi jalur macet bogor-jakarta. dengerin duo penyiarnya trax yg pagi rada sebel sama suara & aksen-nya (waktu jimbul masih siaran pagi sih ok). dengerin genfm? cuman seneng kalo salah sambung doang… ya udah, mending dengerin kompakkampus sore2 di trax aja deh pas jalan pulang. bulux ngocolnya ok walopun sendirian… apalagi tambah jimmy… loh kok ngomongin trax?

    Lha iya,,,,kok anda jadi ngomongin Trax ? Hahaha…
    Biasa dengerin Prambors apalagi penyiarnya sekelas Desta & Arie Daging…kayaknya dengerin penyiar radio lain jadi plain..plain..aja gitu (no offense ke penyiar radio lain lho ya)…
    Kalau penyiar radio lain ingin ngocol…apalagi kalau penyiarnya berpasangan…ada kesan dipaksakan gitu..
    Yang jelas,,,,selama ini saya belum pernah mendengar penyiar radio lain of that quality…

    Reply

  5. alrisblog
    Dec 20, 2008 @ 17:16:49

    Ini pulang dari site saya sempetin ke warnet buat kirim email dan balas comment di blog.
    Saya di pedalaman Labuan lagi perbaikan pekerjaan CME (construction, mechanical, electrical) tower operator telekomunikasi yang karyawannya sering makan di kantin kantor Pak Tri serta saham mayoritasnya dimiliki orang Qatar. Kantor tempat saya kerja untuk menarik retensi 5% perlu ada perbaikan karena masih dalam masa pemeliharaan. Sepanjang yang alami dalam dua minggu ini emang pembangunannya tidak merata. Saya kalau mau ke site kudu naik ojek, musim hujan begini jalannya kubangan kerbau betulan. Kolam ikan air deras? Warna air sungainya kayak kuah sate padang, gimana ikan mau hidup. Mungkin das bagian hulu sudah kayak kepala mister kojek yang ada di film itu.

    Uda Alris,
    Lha kalau jalanannya kayak bubur coklat dan airnya seperti kuah sate padang, buat apa pula dipasang antene telekomunikasi ? Apakah gejala “lebih baik nelpon daripada makan/minum” itu sudah berlaku di sana ? Hahaha…pantas saja kantor tetangga saya itu makan terus di “Riverview Restaurant”…haha…
    Saya denger banyak orang yang kaya karena ngurusi perbaikan tower gituan Da, soalnya selain punya Qatar ada pula yang punya Malaysia atau punya Indonesia sendiri…
    Memang kalau namanya industry kalau sudah oilco dan telco itu tidak ada matinya (dan oleh karena itu anak kecil saya tetap milih jadi “mbak minyak” daripada jadi PNS di kantor saya yang gajinya mepet UMR DKI)…

    Reply

  6. alris
    Dec 21, 2008 @ 20:28:13

    Inilah hebatnya praktek pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan telco itu. Mereka bersaing, antara telco yang saham mayoritas qatar dengan saham mayoritas singaparna, eh maksudnya singapura memperebutkan uang masyarakat pedesaan yang lagi doyan gengsi. Yang kita salut mereka pintar memanfaatkan “ceruk” yang oleh telco pribumi belum kepikir menggarapnya.
    Ngemeng-ngemeng saya sebenarnya dulu kalo lulus dari sekolah di Idaman Tjewek Bandoeng pengen kerja di oilco. Sekarang bahkan kerja diperminyakan tingkat grass root pun bagi saya kayaknya sudah tertutup, liat aja tukang minyak tanah dorongan sudah tidak ada dibabat kebijakan pengalihan energi dari mitan ke gas – yang tabungnya mledup (lagu Benyamin S) sudah makan banyak korban nyawa rakyat miskin. Percaya gak pak Tri, salah satu yang menyebabkan angka kemiskinan turun adalah kompor gas gratis itu, tanya kenapa?

    Uda Alris,
    Wah..kalau orang luar memang jeli sih lihat peluang, kalau perusahaan pribumi mah…terlalu enak, dimanja, dan tanpa melakukan apa-apapun uang sudah masuk terus…hehehe…

    Iya Da, kompor mleduk memang “mengurangi kemiskinan” karena “orang miskin berkurang”…hahaha… Smart move !!! Tapi sebenarnya ini kebijakan yang terlalu tergesa-gesa dilaksanakan…

    Reply

  7. alrisblog
    Dec 21, 2008 @ 20:58:42

    Perusahaan pribumi kebanyakan dimanja, begitu keran negative investasi dibuka dan paksaan global akhirnya merengek-rengek minta “perlindungan” serta main mata dengan regulator. Saya heran dulu kok dijual murah?

    Wow..wow…wow….it’s getting so sensitive. No comment lah !
    Yang jelas, saya kenal beberapa orang di Telco X dan Telco Y. Persaingan di antara X dan Y kayaknya sudah mendarah daging dan sudah sampai ke taraf “mud slinging” dan “name calling”…. (wah, sorry,,,mudah-mudahan uda tahu maksud saya…)..
    Mas yang kerja di X selalu menjelek-jelekkan Y sedangkan mbak yang kerja di Y selalu menjelek-jelekkan X…
    Herannya…semua itu dilakukan dengan serius !!!!
    Kalau persaingan antara perusahaan sejenis A dan B di US dulu dilakukan dengan setengah bercanda, atau melalui joke-joke segar macam “Are you going to A ? Well, don’t drink their water !”, begitu kata seorang teman jika tahu temannya dari B mau datang ke A…

    Saya nggak mbelain X atau Y, cuman sebagai orang Jawa saya mau bilang “Ngono yo ngono, ning ojo ngono…” (hehehe…yang ini perlu translator tingkat tinggi Da !)…

    Reply

  8. jordan
    Jan 04, 2009 @ 19:13:57

    wah ternyata ada juga brita ttg putuss di blog, uda hmpir 3 bln saya di australia kngen bgt dngerin putuss, mau dnger streaming di web gak bisa jg, akhirnya dngerin podcast nya doank. hr ini lmyan shock dnger klo putuss udah gak ada lg. terima kasih byk info nya..

    Jordan,
    Bukannya Putusss tidak ada lagi, tapi terhitung sejak 25 Desember 2008 pengasuh Putuss tidak lagi Deddy Mahendra Desta (Desta Club 80s) dan Arie Aprialdi (Arie Daginks) tetapi sudah digantikan oleh Imam Darto (dan mungkin tandem dengan Ocky)…

    Sebenarnya secara kualitas Darto dan Ocky sudah cukup dapat mengimbangi Desta dan Arie Daginks, tapi bahayanya kalau Darto dan Ocky digabung kadang-kadang terpancing untuk ngomong yang agak jorok euy…sudah terbukti dulu waktu keduanya digabung dan mengasuh acara sore hari…

    Itu aja. Jadi Putuss masih ada. Silahkan dengarkan lewat streaming di http://www.surfmusic.de/country/ lalu pilih Asia, lalu pilih Indonesia, lalu pilih Prambors FM, walaupun sore ini saya coba dan gagal streaming dari Prambors..

    Reply

  9. d'putuss
    Jan 07, 2011 @ 13:58:35

    kangen putuss………………..

    Reply

  10. Nofri
    Jan 11, 2011 @ 17:28:57

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: