Tahun 2009 masih cerah ?

Jika ditilik dari banyaknya jumlah kembang api dan mercon yang dinyalakan jelang, pada saat, dan setelah Tahun Baru 2009 yang saya hitung-hitung ada = 25 menit x 100 buah = 2.500 buah kembang api…kelihatannya tahun 2009 belum terasa krisisnya tuh..

Orang boleh bilang tahun 2009 adalah tahun politik karena adanya minimal 2 kali pesta demokrasi. Yang pertama, tentu saja Pemilu Legislatif 2009 yang akan menjaring siapa wakil rakyat kita nanti. Kedua, Pemilu Presiden 2009 yang kemungkinan juga akan berlangsung 2 kali putaran (yang pertama dan yang “run off”)..

Orang juga boleh bilang bahwa tahun 2009 krisis akan semakin menggejala di Indonesia akibat krisis keuangan global terutama di negara-negara maju : AS, Jepang, dan Eropa. Tapi kalau kita ingat rumus GNP = C + I + G + (X-M), kelihatannya yang bermasalah adalah masalah X atau “export” saja. Karena negara tujuan ekspor kita krisis maka ekspor produk manufaktur kita juga terhambat. Tapi masalah C atau “consumption” di Indonesia masih bisa digenjot karena orang masih suka mengunjungi pasar (termasuk “Pasar Malam” seperti yang sekarang lagi ada di sekitar rumah saya), baik pasar tradisional maupun pasar eceran besar. Nah, tapi I atau “investment” juga bisa agak kacau mengingat pebisnis dalam negeri juga sedang waspada karena melihat-lihat dulu apa Pesta Demokrasi 2009 berjalan lancar. Kalau ya, investasi bisa jalan. Sedangkan investasi dari luar negeri yang biasa disebut FDI atau “Foreign Direct Investment” bisa juga terhambat karena negara mereka sendiri saja sedang krisis. Sedangkan G alias “Government expenditure” masih bisa digenjot dengan program-program pemerintah untuk membangun infrastruktur berupa jalan, jembatan, pasar, dan sebagainya. Akhirnya X alias “Export” tadi dibilang ada masalah, sedangkan M alias “Import” mudah-mudahan juga agak berkurang. Singkat kata, dari sudut ekonomi kelihatannya Indonesia yang berpenduduk banyak ini akan tidak terlalu ngaruh karena kuatnya konsumsi di dalam negeri. Tapi dengan asumsi, pemerintah masih memikirkan pembangunan dan tidak hanya memikirkan apakah bisa menang pemilu atau tidak…

Itu lho yang bisa saya lihat dari orang yang sangat awam di bidang ekonomi… (lho, awam kok ngomong ?)…hehehe…

Catatan : krisis ya krisis, tapi orang kan tetap perlu makan (restoran dan warung tetap hidup), orang masih perlu beranak-pinak (rumah sakit bersalin tetap ramai), dan orang masih perlu sekolah biar jadi pinter (sekolah dan universitas dimana saya bekerja akan tetap kedatangan siswa dan mahasiswa)..

2 Comments (+add yours?)

  1. rumahagung
    Jan 01, 2009 @ 20:58:17

    Pak,
    saya kmrn ini beli buku Operation Research by Hamdy Taha di bras basah complex,
    seberang national library.
    hehehehe..!!
    itu saya jamin lbh lengkap dari pada toko buku yg Bapak ksh tau ke saya di dkt NUS.
    kt sang pemilik toko yg org india.
    “saya berani jamin toko saya paling lengkap di Singapura,dan harganya juga paling murah”.
    dgn Indilishnya.
    hahahaha..!!
    tp emank bnr Pak,
    walopun toko buku bekas,
    cari buku yang umurnya puluhan tahun juga ada.
    buku kuliah,novel2,komik2 jg ada.
    dan klo buku kuliah,
    dia berani jamin lengkap,soalnya byk mahasiswa n dosen NUS,NTU,SG polyteknik,SMU,dll jual buku di situ.
    mantab deh Pak.
    Bapak kudu dateng ke sono kapan2.
    hehehehe..!!

    Yah…bedanya kalau toko buku yang di bilangan Clementi (terusannya Holland Road) kan buku baru semua yang dijual. Lha kalau yang anda sebutkan itu kan “used books”..
    Beda atuh kang….

    Reply

  2. rumahagung
    Jan 02, 2009 @ 21:55:13

    hehehee..!!
    iya sih.
    tp saya mah ga gt peduli buku bekas ato baru.
    yg penting isinya kan Pak?!
    kalo bs dpt murah dgn cuma sampulnya warnanya pudar dikit sih,ga apa2 lah.
    hehehehehe..!!
    lagi pula bras basah complex lebih gampang dicari drpd ke clementi.
    hehehehe..!!
    tp bnr deh Pak.
    Bapak hrs dateng ke situ kalo ke SG.
    hehehehehe..!!

    Saya dulu sering ke Bras Basah kok… 😉
    Tapi biasanya mengantar teman (bukan orang Indonesia) yang sedang mencari barang elektronik dan mereka pengin diantar ke Bras Basah. Saya sendiri kalau cari barang elektronik dari survey harga dulu di 4-5 iklan yang ada di koran The Strait Times hari itu, lalu menimbang-nimbang harganya dan akhirnya pergi menuju ke toko yang menawarkan dengan harga paling murah. Waktu itu toko Takashimaya di sekitar Doby Ghaut di ujung Orchard Road adalah toko elektronik termurah…

    Kalau beli buku, saya tetap ke Clementi Book Store atau ke Software City kira-kira 1-2 blok di sebelah barat dari City Hall…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: