Pertama datang di Indiana

Tanggal 3 Januari tepat 23 tahun yang lalu, yaitu pada tanggal 3 Januari 1987 saya pagi-pagi diantar oleh Ivan Tranh dengan Van merk Ford dari kampus Florida International University (FIU) Bay Vista, tempat saya tinggal selama 2 bulan terakhir ini menuju ke Miami International Airport untuk menuju Bloomington, Indiana. Sejak malam sebelumnya saya sudah packing, dan sekitar pukul 07.00 Van kami meninggalkan kampus FIU yang beberapa hari belakangan ini suhunya menjadi dingin sekitar 65 derajat Fahrenheit (sekitar 16 derajat Celcius)..

Pesawat United sayapun segera menuju ke Chicago, dan dalam hitungan sejam-an kira-kira sudah mendarat di Airport tersibuk kedua di dunia yaitu O’Hare International Airport. Waktu saya mendarat, di udara terlihat ada 10 pesawat terbang sedang antri mendarat yang dicirikan dengan menyalanya lampu pendarat pesawat yang nempel di landing gear mereka..

Segera tergesa-gesa saya menuju Gate dimana ada pesawat Twin Otter milik United Airlines juga tapi dengan nama yang berbeda (saya lupa namanya, maklum ingatan 23 tahun lalu hampir terhapus).. Sebelum naik ke pesawat, saya segera bertanya ke si Pilot yang merangkap jabatan sebagai pramugari sekaligus tukang ngatur-ngatur. “Is this plane going to Bloomington, Indiana and not to Bloomington, Illinois or Bloomington, Minnesota ?”, tanya saya menirukan ajaran si Angela di Miami supaya tidak “tersesat” menuju kota lain yang namanya sama tapi di negara bagian yang lainnya. “Yep ! Sure !”, kata si pilot dengan yakinnya dan segera setelah itu iapun mulai menstart mesin pesawat dan memberikan semacam guidance gimana kalau nantinya terjadi kecelakaan… blah.. blah… blah… (mengikuti aturan FAA, katanya)..

Dalam hitungan sejam-an (kalau naik mobil Chicago-Bloomington ditempuh dalam 4 jam, tapi ini kan naik pesawat baling-baling yang tidak secepat pesawat jet) kamipun sudah mendarat di Bloomington, Indiana setelah beberapa saat menembus kedinginan mega di musim dingin dan dari pesawat terlihat dimana-mana salju yang putih dengan pohon-pohonnya yang meranggas tinggal batang doang (jadi inget film-film horror !)…

Sampai di Airport Bloomington saya sudah dijemput sama teman-teman Permias Bloomington dengan mobil Honda Civic sasis panjang warna hijau kepunyaan rekan Ari Sidharta Akmam yang sedang pulang ke Indonesia. Yang nyopir adalah Pak Daniel Indro, dan ada rekan yang mau nampung saya sementara di rumahnya yaitu Pak Amin Zarkasi, ada Pak Abdul Kadir yang dengan ramahnya ikut menjemput, dan satu lagi Pak Suwito calon teman se asrama saya…

Sebelum kami menuju trailer Pak Amin, kami sempat berbelanja daging ayam, tahu, tempe (kedua hal ini lebih mahal dari ayam !), minyak goreng, dan beberapa bumbu-bumbu. Saya membayar belanjaannya seharga $ 32.  Seingat saya, datang ke Bloomington sudah siang jelang sore. Makanya sampai di Trailer Pak Amin, kamipun masak-masak yang ternyata Pak Amin-pun jago masak lho !

Anak saya Dessa sempat nanya, “Trailer itu seperti apa sih Pah ?”. Nah inilah gambar saya di depan Trailer-nya Pak Amin beberapa hari kemudian (sekitar tanggal 7 Januari 1987) ketika salju turun yang pertama kali dan saya terbengong-bengong memandangi salju yang sedang turun berupa “flurries” (butir-butir salju yang konon tidak pernah sama bentuk satu dengan yang lainnya itu)..

Saya di depan trailer Pak Amin yang sedang diguyur salju (Jan 1987)

Saya di depan trailer Pak Amin yang sedang diguyur salju (Jan 1987)

Trailer di Indiana University at Bloomington mulai dibangun sekitar tahun 1950 ketika Perang Dunia II berakhir dan banyak serdadu Amerika yang baru pulang bertempur di Teater Eropa dan Teater Pasifik kembali belajar ke kampus dengan biaya tentara (disebut “GI Bill”, GI sebenarnya artinya “General Insurance” tapi diplesetkan sebagai kata lain dari serdadu Amerika).

Nah oleh karena usia trailer ini sudah tua yaitu sekitar 37 tahun, maka ini merupakan tempat tinggal di kampus Indiana yang paling murah. Kalau nggak salah ongkos sewa per bulan termasuk utilities (listrik, gas, air) adalah $ 100 per bulan. Di dalamnya sudah ada 1 living room dengan sofa yang bisa dilipat menjadi bed, 1 bed room, 1 kamar mandi & wc, dan 1 kloset (gudang). Diberi pemanas bertenaga gas, sehingga kontrolnya sulit alias panasnya tidak bisa dikecilkan dengan mudah, lain dengan pemanas bertenaga listrik. AC tidak ada, namun summer di Bloomington tidak panas-panas amat sih. Karena sudah tua, trailer ini mau dihapus dalam waktu setahun ke depan.

Sepuluh hari di trailer Pak Amin, sayapun menuju asrama saya Eigenmann Hall yang sudah mulai dibuka pada tanggal 14 Januari 1987. Sayapun dengan sukacita menuju ke asrama yang kelak saya tinggali selama 3 tahun ini. O ya, sewa asrama berikut 20 meals per minggu (kecuali Minggu malam) adalah $ 300 per bulan…

Tri Djoko di depan salju Eigenmann Hall (Jan 1987)

Tri Djoko di depan salju Eigenmann Hall (Jan 1987)

Asrama Eigenmann Hall ini sepintas terlihat lebih mewah daripada Trailer tadi, tapi alasan utama saya tinggal di asrama ini karena saya tidak mau memasak sendiri dan lingkungan kehidupannya lebih nyaman daripada di trailer. Seminggu saya di Eigenmann, ternyata Pak Amin nyusul karena Bloomington dihantam musim dingin yang duingiiiiin banget dan Pak Amin-pun tidak tahan lagi tinggal di trailer (kecuali Pak Abdul Kadir dan Pak Chaedar Alwasilah yang masih bertahan di trailer)…

O ya sebelum berpindah ke Eigenmann saya sempat diajak Pak Amin berfoto ria di sekeliling kampus yang sedang diguyur salju. Sayapun pergi dengan Pak Amin dengan memakai jeans (di dalamnya saya pakai “celana Anoman” maklum baru datang ke daerah dingin), jaket ski, sarung tangan kulit, scarf, dan tidak lupa balaclava supaya telinga tidak merasa dingin…

Sayapun sempat foto di depan International House yang ada “Snow Man”-nya yang lucu (bukan buatan saya atau Pak Amin lho, saya ke sana sudah ada kok)…

tri-djoko-di-depan-international-house-1987

Beberapa bulan di Bloomington, sewaktu Spring Break sekitar bulan Maret kuliahpun libur 1 minggu dan sayapun pergi dengan Mang Yaya mengunjungi sahabat saya Amril Aman yang sedang ngambil Ph.D bidang Industrial Engineering di Purdue University. Sayapun sempat berfoto di depan gedung Rektorat Purdue University yang di bawah tiang bendera Amerikanya itu ada makam John Purdue, orang yang mendirikan kampus Universitas Purdue ini..

Tri Djoko dan Yaya di depan gedung Rektorat Purdue University

Tri Djoko dan Yaya di depan gedung Rektorat Purdue University

Tidak lupa saya berfoto di kamar teman saya Amril di Young Graduate House (Young itu nama orang, bukan berarti nama gedungnya “Mahasiswa Pascasarjana Muda” lho)..

Tri Djoko "belajar" di kamar Amril di Purdue University (Mar 1987)

Tri Djoko "belajar" di kamar Amril di Purdue University (Mar 1987)

Mudah-mudahan sambungan internet anda cukup cepat untuk menikmati foto-foto “kuno” ini. Kalau anda masih berminat melihat foto-foto lainnya, silahkan saja klik “Gallery” yang ada di atas Blog saya ini…

Brrrrrr….huuuuh…duingiiiiiinnnnnnn…..

(Lihat fotonya saja sudah kedinginan, apalagi ke sana langsung…hehehe..)

3 Comments (+add yours?)

  1. adhiguna
    Jan 04, 2009 @ 01:59:46

    Keren pak foto-fotonya!

    Mas Adhiguna,
    Ah..itu foto kuno kok Mas, untung masih ketemu di album kuno saya. Herannya satu set foto yang di Bloomington sudah “fade out” tapi set foto yang di West Lafayette (Purdue University) masih bagus warnanya…

    Apa ini berarti Purdue lebih bagus dari Indiana ? Hew..hew..hew…”musuh tertawa ria”…

    Reply

  2. ari sidharta akmam
    Jan 05, 2009 @ 10:38:15

    Good old days. I miss Bloomington, and Eigenmann 😦

    BTW, 23 tahun lalu bukannya berarti 1986?

    Mas Ari,
    Walah….miss Bloomington and miss Eigenmann ? Jadi inget ada orang hampir mecahin gelas minumnya melihat a Costa Rican beauty….;-)

    Ya mas, tanpa kalkulator kayaknya otak ini lelet nggak bisa ngitung…hehehe…

    Reply

  3. Amril
    Jan 22, 2009 @ 08:51:01

    Pak Tri, anda ingatkan saya akan foto kamar saya 20an tahun yang lalu di Purdue. Thanks. Salam, Amril

    Uda Amril,
    Ba’a kaba ?
    Lah lamo tak basuo…. 😉
    Iya, banyak lho foto-foto saya dan Yaya dulu di Purdue. Kalau mau, nanti saya pasang di Facebook saya…(search di Google “Tri Djoko Wahjono Facebook” mudah2an ketemu link-nya)…
    Tapi nanti lho, kalau sudah ada waktu, sekarang lagi sibuk…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: