Hairdo

koizumirichard-geresteve-martin

Saya begitu mengagumi tata rambut (hairdo) dari ketiga tokoh di atas. Hayoo siapa saja mereka tuh ?

“Tambah umur tambah uban” kayaknya itu pepatah atau “rumus” yang sering kita dengar.

Di umur 30 tahun rasanya uban pertama di rambut saya mulai numbuh. Di umur itulah saya berangkat sekolah ke Amerika atas biaya kantor. Tiga tahun kemudian di ulang tahun yang ke-33 jumlah uban di rambut saya semakin banyak, mungkin karena terlalu asyik berpikir atau karena jenis shampoo yang “terlalu keras” dan menggerus hitamnya rambut (dan ketampanan saya…ceileee !)..

Kalau ketemu teman sekantor di lift, mereka suka nanya “Jok, kamu tadi habis di bawah pohon jambu ya kok kembang jambunya pada rontok ?”. Atau “Wah..tempatnya sudah habis tuh, tempat rambut hitamnya !”. Atau “Wah…masih muda kok rambut hitamnya sudah banyak berkurang”. Atas komentar itu semua saya menjawab dengan tersenyum “Satu uban ini artinya satu rumus kok. Jadi kalau saya banyak uban, berarti saya menyimpan banyak rumus. Hwekekkekkek…” … Dan biasanya merekapun lalu tertawa terbahak-bahak…

Kalau nunggu ngajar di ruang dosen di kampus, beberapa temen dosen juga sering mendiskusikan tentang rambut saya itu. Tapi saya cuek saja. Sampai umur 50 tahun saya membiarkan saya tetap “indah” seperti itu apa adanya. Pas jelang Lebaran 2006 waktu ada rencana pulang ke Semarang, rambut saya pertama kali saya cat (semir) di barber shop sebelah kampus. “Wah..bagusnya warna hitam tapi agak dicampur kebiruan pak”, komentar si akang barber. “Ya udah..laksanakan saja”. Lebaran 2006 itupun kalau tampak difoto, rambut saya sudah agak hitam campur kebiruan. Tapi sepulang lebaran dan sudah sampai Jakarta lagi, herannya warnanya luntur dan rambut saya kembali ke warna “normal”..

Sampai awal 2009 ini setelah berbulan-bulan tertunda saya berani mencat rambut dengan bahan tumbuh-tumbuhan dari merk Hena bikinan India.Sayangnya, di Indomart hanya tersisa 3 saset warna “black”, padahal saya ingin mencampur dengan “brown” dikit. Alhasil setelah dicat oleh isteri saya, rambut menjadi terlalu hitam… “Pitch black”…oh no…it’s too good to be true which I hate it very much..

Besoknya sewaktu di ruang dosen di kampus, beberapa dosen yang biasa menyapa saya tidak lagi berani menyapa (mungkin dia heran, ini orang siapa ?). Di kantor, ada satu teman yang ngrasani dari punggung saya berjarak 15 meteran, “Eh..itu orang baru itu ya. Saya belum kenalan lho..” dan diapun mendekati meja saya, setelah 2 meter ada di sebelah kanan saya iapun berteriak, “Lho ini ternyata Pak Tri tho ?”..hehehe…

Bagi saya, umur “sesenja” saat ini tidak ada tata rambut (hairdo) yang seanggun tiga pria yang fotonya terpampang di atas. I wish I could have hairdo like one of them..

Tapi, siapa sih mereka itu ?

Coba tebak !

3 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Jan 10, 2009 @ 08:20:24

    Hena bagus kok, karena dari akar-akaran, dan kalau cocok rambut tak rontok dan tetap tumbuh subur…walau tetap tumbuhnya putih.

    Tapi jangan pilih black karena terlalu hitam, sebaiknya ambil “dark Brown” atau “brown”. Kenyataannya warna “brown” ini nanti lama-lama menjadi coklat gelap. Keluarga kita sebetulnya warna rambutnya tidak hitam, tapi coklat gelap. Coba lihat rambut Narpen, asli, tapi disangka di cat karena warnanya “dark Brown”.

    Bu Edratna,
    Wah…makasih tipsnya. Memang sebenarnya yang saya cari Hena yang agak coklat (dark brown, brown) atau yang agak abu-abu (greyish black, blackish grey,.,..uh whatever). Soalnya kalau “pitch black” membuat saya malu sangat karena terlalu nyolok dan terlalu “palsu” gitu..

    Rata-rata rambut orang Indonesia adalah hitam agak coklat atau hitam agak abu-abu (bagi yang jelang sepuh), jarang sekali yang hitam kelam walaupun dilumuri cem-ceman akar wangi…hehehe…

    Reply

  2. selvy
    Jan 10, 2009 @ 11:13:41

    Pak, klo nebaknya bener dapet toge goreng binus yah… 😛
    Gambar nomer 1: oom junichiro koizumi
    Gambar nomer 2: oom richard gere
    Gambar nomer 3: oom steve martin
    *hehehe*

    Selvy,
    Waaaaa…mestinya seblumnya saya kasih syarat bagi yang mo ikut nebak : yaitu gak boleh alumni, apalagi yang lagi tinggal di mancanegara…

    Ya mesti aja well-informed…. 😉

    Kota Singa gitu loh ! 😉

    Reply

  3. Oemar Bakrie
    Jan 11, 2009 @ 22:56:19

    Saya pernah disapa teman yg sudah agak lama ngga ketemu “kok makin putih aja Pak”, saya sudah ge-er duluan karena dia nyingung soal kulit saya … eh ternyata disambung “itu yg ada di kepala” … hehehe.

    Sebagai penggemar lagu “just the way you are” -nya Billy Joel saya belum pernah sama sekali men-cat rambut. Khawatir jadi aneh saja karena ada yg setelah itu jadi coklat ke merah-merahan.

    Waktu potong rambut di salon serig ditawari untuk men-cat rambut saya, lalu saya tanya “warna putih ada nggak?” … setelah itu nggak pernah ada yg nawari lagi … hehehe.

    Pak Grandis,
    Hehe…ge-er duluan ya pak ?
    Saya juga suka dengan Billy Joel, banyak lagu-lagunya yang sangat inspiring. Bapak sudah nonton acara Billy Joel diundang ke Auditorium University of Pennsylvania yang Ivy League itu ? Asyik lho pak, dia banyak berdiskusi dengan penonton dan bercerita tentang latar belakang setiap lagu yang ditulisnya (ia menulis sendiri lagu-lagunya, dan juga pemain piano yang handal)..

    “Just the way you are” memang juga salah satu motto saya (motto yang lainnya “Just Do It”…hehe..). Dan saya nggak pernah ngecat rambut sampai pada suatu hari kakak saya yang di Semarang membelikan cat rambut berikut dengan sisir dan wadahnya. Begitu Lebaran saya mau ketemu kakak saya itu, lha daripada dimarahi saya cat saja rambut saya…di barber shop sebelah kampus. Ternyata cat itu dalam seminggu sudah ilang (cat di barber shop bukan cat yang dikasih sama kakak)..

    Kemarin itu iseng-iseng aja, habis saya kira Henna hasilnya tidak terlalu hitam….wee jebul lebih item dari langes Pak ! Saya jadi malu, soalnya “too good to be true” gitu..

    Tapi saya sudah bertekad (atau nekad ?) akan mengembalikan “keindahan” rambut asli saya sesegera mungkin…mungkin bulan depan…Kayaknya sebagai dosen punya rambut putih lebih banyak gunanya daripada rambut hitam…hehehe…ya nggak pak ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: