Kartu dosen Binus dengan teknologi Flazz

id-card-binus-w-flash

Banyak pembaca setia blog ini yang kebetulan guru atau dosen. Ada yang guru di daerah bekas gempa di Yogya seperti Ibu Yuana Purnami (ngapunten lho Bu, sempat saya sebut Ibu Ratnapurnami), ada yang dosen ITB Bandung seperti Pak Oemar Bakri dan dosen UII Yogya seperti Ibu Tutinonka.

Belum lagi kawan-kawan dosen di USU dan STMIK Mikroskill Medan, dosen di UNILA Lampung, dosen di IPB Bogor, sampai dosen di TUKM Malaya Malaysia…

Saya hanya ingin menginformasikan kabar gembira ini. Bahwa mulai tahun 2009 ini di Binus University (d.h. Universitas Bina Nusantara) semua ID Card dosen, mahasiswa, alumni, karyawan, dan staf telah menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) yang di Indonesia dikenal dengan teknologi Flazz..

Jadi Flazz (Binus bekerjasama dengan BCA) adalah semacam uang plastik yang bisa kita isi ulang lagi di Flazz Merchant ataupun di ANT (ATM Non Tunai) di seluruh Indonesia. Nilai yang kita bisa isi minimal Rp 100.000 dan maksimal Rp 1.000.000 (mungkin untuk menjaga maksimum kerugian, karena Flazz ini juga bisa digunakan oleh siapa saja tidak selalu oleh pemiliknya)..

Cara membayar transaksi dengan Flazz juga mudah, yaitu nilai nominal dimasukkan ke mesin Flazz di Merchant (mis. Pompa Bensin, toko, dsb) lalu kartu Flazz kita tinggal “dilambaikan” di atas Flazz detector sampai bunyi “tiiiiit..”. Nah, transaksi sudah selesai..

Kartu Flazz mulai tahun 2009 di kampus Binus juga akan digunakan untuk mengabsen kehadiran dosen di ruang dosen, cukup lambaikan… sreeet… dan horeee…kita sudah absen. Mahasiswa begitu masuk kelas juga bisa absen dengan Flazz detector yang ditaruh di setiap kelas… sreet…dan horeeee.. kita sudah masuk absen (mudah-mudahan gak ada joki Flazz yang nitip absen…hehehe..)..

Di Indonesia, kabarnya mulai 2009 ini untuk membayar uang tol kita juga akan menggunakan teknologi RFID / Flazz. Yaitu, kartu Flazz cukup ditaruh di dashboard mobil dan begitu lewat gerbang tol kaca kita buka (atau tidak perlu buka kaca ya ?) lalu sreeet….transaksi selesai dan balok penghalang di pintu tolpun terbuka,,, berarti kita sudah bayar tol jadi bisa pergi dengan santai…wuzz…wuzz..wuzz…

Kata Mas Adhiguna (salah satu pembaca setia blog ini) yang wira-wiri London-Paris untuk sekolah cum bekerja, kalau di Perancis kartu RFID banyak digunakan di tempat-tempat ski di Alpen sehingga bagi pemain ski yang barang bawaannya termasuk tongkat ski di kiri dan di kanan sudah “pating genteyong” nggak usah diletakkan lagi dan kartu RFID / Flazz yang tergantung di leher para skier sudah bisa digunakan dengan membayar uang biaya ski dengan otomatis…tiiiit… sreet… dan wezzzzz…. orangnyapun sudah bisa ber-ski-ria…

Salah satu kemajuan teknologi di tahun 2009 ?

Atau masih ada yang lainnya ?

5 Comments (+add yours?)

  1. yuana
    Jan 11, 2009 @ 01:24:49

    Waduh … kenapa ya Pak, saya merasa guru dari daerah bekas gempa Jogja yang Bapak tulis diatas saya. Padahal namanya beda ya …

    Bu Yuan,
    Oooops…ngapunten lho Bu, yang saya maksud itu nama Ibu yaitu Ibu Yuana Purnami ngaten lho Bu..eee..lha kok salah nyebut, maklum nama Ibu mirip dengan Ratna Purnami – putra angkat Bung Karno dengan Ibu Inggit Ganarsih yang ikut “dibuang” Belanda ke Ende, Flores lalu ke Bengkulu…

    Akan segera dibetulkan Bu. Ngapunten lho Bu, saya nyadarnya juga setelah barusan mengunjungi Blog Ibu nih nemu foto Ibu sama si putri sulung…

    Reply

  2. wayan
    Jan 11, 2009 @ 17:02:26

    wah..Dosen2 udh pada diganti ya pak..untk mahasiswa yg lama belum nih pak. Dan entah akan di ganti atau tidak. Saya sih belum dapat info nya. Yg pasti utk mahasiswa baru sudah jelas dapat biflash (binus card flash).
    Seandainya dapat diganti pun rasanya sayang utk di ganti binuscard yg lama. kan jadi barang langka utk kedepannya. Hehehehe…

    Wayan,
    Mahasiswa bisa mengganti Student ID lama dengan Student ID baru dengan Flazz, tapi memang dengan syarat menyerahkan Student ID yang lama…

    Sayang ya ?

    Reply

  3. rumahagung
    Jan 12, 2009 @ 14:37:42

    iyah nih Pak,
    klo mahasiswa hrs request,
    tidak serta merta diwajibkan ganti.
    oo..!!
    pantesan si Bapak rambutnya keren.
    mao poto binus card baru toh.
    hahahahhaha..!!

    smoga klo tol ud pake flazz jd mengurangi kemacetan.
    hehehehe..!!
    soalny ngitung duit kembalian sering lama.
    hehehehhe..!!
    kpn yah bus way pake flazz??
    ato bus umum pake flazz,
    kesian kondektur jd pengangguran.
    hehehehhe..!!

    Pak,mampir2 ke blog saya donk.
    ksh2 komen.
    biar saya bs memperbaiki blog saya.
    btw,saya ud ada draft buat skripsi saya nti.
    pembimbingnya Bapak yah?!?!
    hahahahha..!!

    Reply

  4. dhona
    Aug 20, 2009 @ 07:45:33

    Maaf agak melenceng nih…
    Saya pernah dengar kalo sistem penggajian di binus menggunakan KPI (Key Performance Indikator). Bisa cerita sedikit gak, bagaimana membuat KPI untuk dosen2 di binus dan soistem penilaian pencapaiannya?
    Mohon bantuannya.

    Mbak Dhona,
    Wah..sebenarnya saya hanya dosen Binus part time mbak, bukan pegawai Binus full time. Jadi sebenarnya saya tidak tahu mengenai penggajian Binus mengenai KPI ini..

    Jadi setahu saya mbak, yang dikenakan KPI bukan dosen Binusnya (yang sekitar 80% part time seperti saya ini), tapi aparat atau staf Binus yang mengurusi dosen ini yaitu Biro Administrasi Akademik (BAA). Salah satu KPI berbunyi “kehadiran dosen harus 100%” artinya “dalam 1 semester dosen harus mengajar 13 kali (selain UTS, UAS)”. Makanya staf BAA ini paling panik kalau ada dosen yang absen karena nanti bisa mempengaruhi KPI mereka. Mungkin KPI lainnya berbunyi “dosen harus mengajar sesuai dengan rencana pengajaran (SAP = Satuan Acara Perkuliahan)” jadi kalau ada dosen ngajar di luar topik SAP, itu juga tidak memenuhi KPI. KPI lainnya lagi adalah “Ketepatan dosen dalam menyerahkan nilai Tugas Mandiri/Ujian Tengah Semester/Ujian Akhir Semester” jadi kalau semua dosen menyerahkan nilai dalam waktu 1 minggu setelah ujian selesai, berarti KPI terpenuhi. Makanya staf akademis juga sering nelpon, kirim email, kirim sms kalau ada dosen yang terlambat (atau bakal terlambat) menyerahkan nilainya karena akan mempengaruhi KPI nya.

    Mengenai KPI di Binus ini sebenarnya saya tidak tahu banyak. Yang saya tahu banyak justru KPI yang diterapkan di sebuah perusahaan asuransi swasta tempat anak saya bekerja. Jika anak saya dinilai B+ seperti tahun lalu, maka ia berhak mendapat bonus sebesar 7 x gaji pokok. Bayangkan yang KPI nya mendapat nilai A, pasti 10 x gaji pokok akan masuk ke tabungannya…

    Begitu mbak yang saya tahu…

    Reply

  5. Eka Muliawan
    Oct 21, 2011 @ 15:46:02

    Halo Pak Tri, Salam Kenal.
    Saya tertarik membaca artikel bapak mengenai penggunaan kartu Flazz yang dapat digunakan untuk absensi dosen ataupun mahasiswa di BiNus. Apakah bapak berkenan untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut khususnya untuk alat (hardware) yang digunakan. Apakah kartu flazz tersebut bisa digunakan untuk hal lainnya, misalnya seperti access door (yang menggunakan sistem rfid). Mohon bantuannya. Terima Kasih

    Mas Eka,
    Salam kenal juga mas Eka. Sebenarnya saya hanya memberi informasi tentang kartu flash alias RFID itu, tapi saya bukan ahlinya. Ahli RFID adalah teman saya Dr. Suryadiputra Liawatimena dari Binus juga. Silahkan mas Eka add beliau di FB langsung (dengan pengantar sebut nama saya). Atau kunjungi saja blog beliau di http://pkab.wordpress.com (PKAB = peta konsep anak bangsa). Silahkan Mas Eka klik “About” di blog itu dan say Hi ke Pak Sur langsung…

    Pemakaian flash ada banyaaaak sekali, salah satunya untuk access door sistem RFID yang mas sebutkan tadi…

    Ok mas Eka ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: