Nonton Inagurasi Presiden Barack Obama

Entah karena di masa kecil Barack Obama pernah tinggal 4 tahun di Jakarta atau karena memang ia “pribadi yang lain”, hampir semua rumah tangga di Indonesia tanggal 20 Januari 2009 malam pada nyetel siaran pelantikan alias inagurasi Barack Husein Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44.

Bukan pula karena saya “an American educated person” sampai bela-belain nonton acara inagurasi sepanjang 1,5 jam itu. Karena..dan karena…semua stasiun TV di Indonesia tadi malam menyiarakan acara Inagurasi Presiden Barack Obama !Β  Dari stasiun TV yang erat berhubungan dengan Amerika macam MetroTV sampai stasiun pemerintah TVRI sampai…dan sampai … semua stasiun TV. You name it !!!!

Saya belum pernah melihat banyaknya orang Indonesia nonton acara TV se-massal tadi malam, kecuali waktu kesebelasan sepakbola Indonesia main ataupun team bulutangkis Indonesia bertanding di Thomas Cup..

Dan seingat saya, untuk satu single event di luar negeri kecuali siaran sepakbola Piala Dunia, baru Lady Diana Spencer waktu pemakamannya dan Barack Husein Obama waktu inagurasinya sebagai Presiden AS ke-44 yang begitu banyak menyedot perhatian pemirsa TV di Indonesia..

Congratulations President Barack Obama !

[Namun banyak komentar orang Indonesia yang menyayangkan mengapa dalam pidato inagurasinya Presiden Barack Obama tidak menyinggung sedikitpun mengenai konflik di Gaza Strip yang sudah memakan banyak korban jiwa. Mungkin jawaban Presiden Obama jika ditanyakan hal ini adalah “I don’t have to”…]

7 Comments (+add yours?)

  1. Jamil
    Jan 21, 2009 @ 16:37:48

    Saya juga termasuk yang menunggu-nunggu statement Obama tentang konflik Timur Tengah.
    Tapi rupanya Obama memilih jalan aman untuk tidak menyinggungnya secara jelas.
    Secara keseluruhan yang saya tangkap, Obama lebih memprioritaskan untuk penanganan krisis ekonomi dalam negeri AS dan membangkitkan motivasi seluruh rakyat AS untuk bersama-sama mengatasinya.
    Pilihan yang aman buat Obama dalam mengawali pemerintahannya, karena pasti yang akan ditunggu oleh rakyat yang memilihnya adalah apa yang akan dilakukannya yang akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyatnya.

    Reply

  2. alris
    Jan 21, 2009 @ 17:31:49

    Saya juga ngikutin acara inagurasinya Mr. Barack Obama. Tapi sayang tv teman saya sering byar pet, sehingga sangat mengganggu. Heran, semuat tv semalam tumben kompak semua nyiarin itu acara.
    Semoga dunia lebih cerah di tangan Barack Obama, setelah berdarah-darah di tangan bush

    Reply

  3. edratna
    Jan 22, 2009 @ 12:07:11

    Saya nonton sampai selesai, dan besok paginya nguantuuuk

    Iya, saya juga nguantuukkk…. πŸ˜‰

    Reply

  4. Sekolah Pramugari
    Jan 22, 2009 @ 12:37:22

    Sore… Salam Kenal… Boleh Tukeran Link..?… πŸ™‚

    Monggo….
    Mangga atuh…. πŸ˜‰

    Reply

  5. liswari
    Jan 23, 2009 @ 01:38:37

    Banyak juga yg menyangsikan si Obama and of course itu dari sisi republikan .. biasanya point utama mereka hampir sama.. Obama doesnt have experience…!
    Menurut Om gimana?? memang experience itu segala2nya ??

    Mbak Lis,
    Wah…a good question….(he..he..alasan dosen menjawab pertanyaan mahasiswa yang tidak bisa dijawabnya)…

    Menurut saya yang penting menjadi Presiden dulu, masalah nanti sukses apa tidak ya dilihat belakangan saja. Yang penting dalam 100 hari pemerintahannya Obama harus membuktikan janji-janjinya dalam kampanye dulu : create blah..blah..blah jobs, create..blah..blah..blah..government initiatives (berikut money-nya), dsb…

    Menurut saya experience nggak gitu ngaruh, buktinya Obama yang tanpa experience saja terpilih. Ya nggak ? Kalau experience menjadi criteria bagi si pemilih, mestinya banyak calon presiden lain yang unggul dong…

    Yang terpenting adalah : mempunyai presiden yang memerintah dengan “gut”…eh maksudnya, kejujuran dan niat tulus buat mengabdi rakyatnya…

    Reply

  6. rafizeldi
    Jan 23, 2009 @ 20:54:18

    Salam kenal Pak,
    Sebenarnya saya tidak terlalu antusias dengan pemilu Amerika dan Barack Hussein Obama, tapi karena begitu ramainya orang ngomong, nulis dan terlalu optimis terhadap Obama, mau ga mau saya jadi sedikit tahu tentang Obama. Sama seperti sinetron dan infotainemnt di TV, sulit untuk dihindari. Dimana-mana Obama, Menteng, Indonesia, Hussein, Yes we can, Change, kembaran Obama ahh…. cape deh….

    Tadi sore baru saja lihat statement Obama di TV tentang Israel dan Palestina, hmm…… saya sedang membayangkan bagaimana kecewanya para pendukung Obama yang berharap Obama bakal berbeda dengan Presiden2 sebelumnya.

    Untung saya tidak begitu peduli dengan Politik, Amerika dan Obama, untung saya sibuk belajar nulis blog dan persiapan UAS, untung saya…. πŸ˜€

    Rafi,
    Salam kenal juga…. πŸ˜‰
    Tidak tertarik dengan Obama ? Jangan-jangan anda bahkan tidak tertarik dengan kehidupan ini… πŸ˜‰
    Pertanyaannya, kalau begitu…buat apa hidup ?….hahaha…

    Orang harus tertarik akan sesuatu, issuenya, orangnya, peristiwanya. Minimal kalau ditanya orang biar bisa ngejawab. Siapapun orang yang nanya, soalnya kan kita hidup di masyarakat….bukan seperti Robinson Crusoe yang hidup sendirian di pulau terpencil…

    Orang yang tertarik akan sesuatu, di matanya ada sinar kehidupan…dan tentu saja, harapan, serta mimpi, yang barangkali pada suatu hari akan dicapainya….

    Sedangkan orang yang tidak tertarik akan apapun, orang Amerika bilang, menjadi “dead meat”….hehehe…

    Ada ceritanya nih. Pada suatu hari ada seorang anak muda datang ke seorang dokter.

    Dokter nanya, “Ada keluhan apa anak muda ?”.

    Si anak muda menjawab “Anu dok, saya minta umur panjang…”.

    Si dokter nanya lagi, “Apakah anda suka merokok ?”

    Si anak muda menjawab “Tidak dok”..

    “Suka wanita ?”, tanya dokter..

    “Tidak dok”, jawab si anak muda..

    “Suka makan enak ?” tanya dokter lagi..

    “Tidak dok”, jawab si remaja..

    “Lho, kalau gitu, buat apa anda minta umur panjang ?”, kata dokternya… keheranan…hehehe…

    Reply

  7. rafizeldi
    Jan 24, 2009 @ 07:23:19

    wahh…. dapat balasan panjang, ada yang mengena pula πŸ™‚
    Ngga separah itu kok Pak, mungkin karena terlalu banyak aj yang membahas Obama, jadi terasa membosankan.

    Rasanya saya lebih cocok dengan cerita Christopher McCandless (film Into the Wild) daripada Robinson Crusoe soal (sengaja) hidup sendirian.

    Pertanyaan si dokter, standard Pak, coba dia tanya:
    “Suka melihat masa depan?”
    “Mau melihat anak, cucu dan cicit?”
    “Mau melihat Presiden Amerika ke 100?”
    “Mau mengerjakan apa, sampai butuh waktu hidup lebih lama?”
    Mungkin si anak punya cita2 yang besar sehingga di merasa butuh waktu lebih dan sudah tidak terlalu menghiraukan kebutuhan dasar manusia seperti merokok, wanita, makanan.
    Mungkin dia sudah berada di level yang lebih tinggi pada Maslow’s hierarchy of needs.
    Hahaha….maaf klo sedikit ngawur πŸ˜€

    Alhamdulillah Pak, saya sudah beberapa kali melihat mata orang2 seperti yang Bpk maksud dan rasanya sangat menyenangkan.

    Makasih Pak, komentar Bpk soal mata dan sinar sudah mengingatkan saya ke beberapa hal & teman saya πŸ˜€

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: