Crocodile forget to smile

Sewaktu beberapa tahun yang lalu saya masih suka “mudik” pulang ke Jawa dengan keluarga, saya sering memperhatikan tulisan-tulisan yang ditulis di mobil-mobil boks atau truk kecil yang biasanya merupakan “motto” dari daerah dimana mobil tersebut berasal…

Nah, karena pagi tadi hal yang sama dibahas lagi di Radio Prambors di acara Putuss oleh Imam Darto, saya jadi ingat peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu..

Setiap kota atau kabupaten biasanya mempunyai Visi atau cita-cita yang ingin dicapai oleh kota atau kabupaten tersebut. Biasanya visi itu mengandung kata-kata : indah, nyaman, bersih, tenteram, aman, berseri… dan biasanya visi itu sebagai kata ikutan yang mengikuti nama kota atau kabupaten. Misalnya Jakarta BMW (Bersih, Manusiawi, Wibawa), Bekasi Berhiber (Bersih, Hijau, Berseri), Semarang Atlas (Aman, tertib, lancar, asri), dan sebagainya dan sebagainya…

Nah, dulu ketika “pulang kampung” kami sekeluarga melalui Jakarta, Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan seterusnya…menuju ke kota saya di Madiun. Sepanjang jalan saya dan anak-anak saya serta isteri saya bercanda ria membahas “motto” atau “visi” masing-masing kota yang kita lalui…

Alangkah gembiranya kami setelah sampai di kota yang bernama Boyolali, yang ternyata Visinya adalah “Tersenyum”…mungkin dari kata Tertib, Sedu, nyaman, dan um..um..um…apa ya ?

Yah “Boyolali Tersenyum” yang kalau dibahasainggriskan ternyata juga nggak kalah hebohnya. “Boyo” artinya buaya atau crocodile, “lali” artinya lupa atau forget, dan “tersenyum” artinya to smile. Jadi “Boyolali tersenyum” bahasa Inggrisnya adalah “Crocodile forget to smile” !!!! Huraaa !

[Beberapa tahun yang lalu saya sempat tinggal di luar negeri, dan setahu saya kota-kota di luar negeri tidak punya “Visi” yang berupa slogan lalu disebutkan di belakang nama kota itu, kecuali untuk klub sepakbola, bola basket, atau american football. Apalagi ditulis di bak mobil boks atau truk mini segala. Jadi, cerita ini adalah khas Indonesia….. Wah, ada-ada saja ! ]

1 Comment (+add yours?)

  1. boyin
    Jan 28, 2009 @ 11:06:16

    betul pak saya juga inget jaman dulu gitu..tapi lumayan nefek dikit kok pak..soalnya anak2 muda kayak kita gini pas mau buang sampah sembarangan nah yang tua ngelihat mereka ngingetin dengan alasan jargon kota kami tersebut..emang tampaknya kayak guyon tapi lumayan ngefek juga..

    Mas Boy,
    Tapi mas banyaknya jargon kota yang ditempel di mobil-mobil box sudah nggak sebanyak 5-10 tahun yang lalu. Sekarang mah jamannya…nggak tahu deh jaman apa, tapi semua orang kelihatannya cuek gitu…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: