Angker ?

Jika anda mengalami dua hal aneh di tempat yang sama, apakah anda lantas sebut tempat itu sebagai angker ? Ini cerita tentang satu tempat yang ada toko groseri-nya dengan merk yang ada di mana-mana. Letaknya sekitar 1 km dari tempat saya tinggal dan terletak di pinggir jalan besar…

Sekitar 10 tahun yang lalu, saya berbelanja di toko itu dengan mobil saya hadapkan ke jalan, jadi pantat mobil ada di sisi toko. Setelah berbelanja beberapa barang, sayapun memutuskan menstarter mobil dan melepaskan rem tangan,…tapi ooops…mobil berjalan menuruni tempat parkiran dengan kondisi kunci stang masih terkunci dengan rem kaki. Yang bisa saya lakukan hanya membuka jendela dan tereak-tereak seperti orang gila ke mobil-mobil yang lalu lalang di depan toko “Awas…rem blong…awas rem blong !!!!”…

Banyak mobil dengan terheran-heran sopirnya memandang ke arah saya…dan mobilpun meluncur tanpa di gas dan tergerak oleh gaya gravitasi…makin lama makin kencang. Sialnya, di masa sekritis itu saya tidak selintaspun terlintas di benak saya untuk menggunakan rem tangan. Akhirnya Jegerrrrrr ! Mobil saya menabrak angkot, dan segera saya minta maaf ke sopir angkot dan menceritakan apa yang terjadi. Besoknya, angkot bertemu dengan saya di bengkel langganan saya dan saya mengeluarkan biaya Rp 125.000 untuk memperbaiki angkot itu dan permintaan maaf ke sopirnya. Rupanya angkot itu milik seorang kolonel AD, dan sesama keluarga AD kami saling ngobrol tanpa rasa dendam…

Tadi malam, sepuluh tahun setelah peristiwa yang pertama, saya ke toko yang sama yang didepannya ada ATM bank saya yang berlogo biru itu. Mobil saya parkir dengan hidung di depan, ke arah toko. Situasi hujan lumayan deras, dan mobil saya kacanya dipenuhi embun-embun kecil. Setelah menarik tunai di ATM yang ada dan beli lampu bohlam dan gula serta kopi, sayapun menuju mobil. Kaca kiri dan kanan sopir saya buka supaya lalu lalang mobil dan motor di jalan raya di belakang saya kelihatan. Tukang parkir mulai kasih aba-aba “Terus..mundur..terus..mundur…” dan tiba-tiba ada bunyi brakkkk…dan saya lihat seorang siswi SMA terkapar di aspal dengan motor Honda maticnya terjatuh. Si siswi SMA menangis tersedu, dan dibangunkan oleh orang-orang yang mulai berkerumun. Ia menangis dan berteriak-teriak memanggil bapak dan ibunya. Saya tenangkan dia, dan saya suruh orang membeli 2 tensoplast, luka di dengkulnya ibarat jatuh dari sepeda biasa saja. Setelah darah di dengkulnya hilang, iapun agak tenang setelah saya suruh jangan ia menangis dan bukan salahnya. Ia memakai helm di hujan yang cukup deras, jadi mungkin ia tidak bisa melihat jelas ketika ada tukang parkir memberi aba-aba berhenti…

Yang sampai sekarang saya belum tahu, si siswi tadi menabrak tukang parkir, motor lain, pejalan kaki, atau menabrak bagian belakang mobil saya ? Di rumah saya cek mobil tidak ada beret sedikitpun. Mungkin begitu disetop tukang parkir (yang kebetulan berbaju hitam), ia terkejut, terpeleset, motornya jatuh, dan motornya menyenggol mobil saya…

“Sudah, jangan menangis. Bukan salah mbak, tapi salahnya hujan. Helm yang mbak pakai ada embunnya, sehingga mbak tidak bisa melihat dengan jelas. Jangan bosan mengendarai motor”, kata saya menasehati. Soalnya tadi waktu menangis ia nelpon ibunya “Saya nggak mau naik motor lagi. Nggak mau naik motor lagi !”.

Akhirnya si siswipun tenang, dan ia bisa berbicara dengan tenang sambil tersenyum “Pak, saya sudah tidak apa-apa kok. Kalau bapak mau meninggalkan sini, silahkan saja. Ibu saya sedang menuju ke sini kok”..

“Maaf ya mbak, kalau saya ada salah”. Motor orange-nya saya tepikan, dan mobil saya undurkan kali ini dengan bantuan 2 tukang parkir. Si tukang parkir berbaju hitam tadi saya kasih uang parkir Rp 2000 tapi ia tidak mau menerimanya…

Saya hanya berpikir, apakah tempat itu angker ?

Mungkin tidak, mungkin saya hanya meleng saja…

[Pada waktu sembahyang Isya, sayapun meminta maaf kepada Allah tentang segala kesalahan saya..]

7 Comments (+add yours?)

  1. rumahagung
    Jan 31, 2009 @ 08:11:52

    wah..
    klo kata Papa saya,klo pake konci stang lebih baik ke kopling.
    ato klo mobilnya matic,ke gas.
    jangan ke rem.
    hehehehehhe..!!

    Agung,
    Wah…papamu mungkin benar. Saya juga nggak nyadar nyantolan kunci stang ke rem dan bukan ke kopling itu setelah kejadian di depan toko itu, ketika mobil meluncur deras ke bawah dan mau saya rem nggak bisa karena ternyata kunci stang masih terpasang !! Celakanya, di waktu yang sangat kritis itu processor Core 2 Duo saya nggak bisa mikir bahwa ada rem lainnya yaitu rem tangan !

    Tapi itu bukan kejadian pertama. Dulu waktu mahasiswa di Bogor saya mau beli susu Dancow nih sama gula. Yang jaga ada 2 orang, yang satu pembantunya yang jelek tapi ramah bukan main, dan satunya lagi anaknya yang punya toko yang agak cakep. Setelah bayar dan pergi bawa barang, motorpun saya hidupkan. Dan tidak lupa kepada mereka berdua saya ucapkan “Daa Daaaa !”, dan motor saya gas…..tapi ternyata motor nggak mau pergi….dan motorpun membuat lingkaran kecil diameter 2 meter sampai akhirnya saya jatuh terjerembab ! Rupanya motor jaman dulu mesin bisa dihidupkan tapi kunci stang tetap terkunci, mungkin 2 kunci yang berbeda di Honda Bebek C70 jaman dulu… Malunya itu lho !!! Kalau cuman kaki lecet dan berdarah sih nggak apa-apa. Sialnya lagi, 2 cewek yang ada di toko tadi malahan tertawa terbahak-bahak dan nggak mau mbantuin saya yang mengerang kesakitan sambil megangi dengkul…. ;-(

    [Motor jaman sekarang pengamanannya sudah canggih, yaitu satu kunci bisa merupakan kunci stang dan juga ignition key]

    Reply

  2. boyin
    Jan 31, 2009 @ 10:38:30

    angker? mungkin iya..tapi kalo kita ber’isi’ alias konsentrasi tidak lagi kosong atau pikiran kita lagi autopilot..mungkin hal ini gak akan terjadi pak..

    Mas Boy,
    Mungkin begitu mas….tapi anehnya kalau di dekat toko itu langsung aja pikiran kita jadi low batt, blank spot, atau no signal kalau istilah hapenya gitu…
    Wah…apakah ini semacam fenomena “segitiga bermuda” yang letaknya di dekat tempat tinggal saya ?

    Reply

  3. alris
    Jan 31, 2009 @ 18:14:49

    Betul itu Pak, itu daerah pusaran kekuatan gaib kecil-kecilan…. Nanti tak beresin kalo saya sudah mumpuni, wakakaka….

    Hik..hik…hik…. ๐Ÿ˜‰

    Reply

  4. rumahagung
    Jan 31, 2009 @ 21:28:57

    hahahahhaa..!!
    ya ampun Bapak..!!
    ada2 aja.
    salah satunya bukan Ibu Susi kan??
    hahahahhaa..!!

    hr ini saya apes Pak.
    jazz saya penyok berat bagian belakang gara2 tabrak pagar.
    abis,buka pagarnya ga pol.
    mana ujan deres,jd ga gt keliatan di spion.
    hahahahha..!!
    kena omel berat deh nih.
    hahahahaha..!!

    Ya…pelajaran yang perlu dipetik : jangan memasukkan mobil ke garasi kalau lagi hujan deras. Mendingan sementara diparkir di luar pagar (di jalanan) dulu aja….daripada menyesal kalau parkirnya nggak bener…

    Reply

  5. liswari
    Feb 05, 2009 @ 02:00:18

    wah om… perlu permisi..permisi dulu berarti Om klo mau lewat…:-p

    Mbak Lis,
    Kalau sopir-sopir truk yang biasa pulang-balik Jawa-Jakarta, di setiap tempat yang menurut sopir tersebut dipandang angker ada beberapa cara supaya keangkeran tempat itu bisa ditaklukkan yaitu : a) membuang puntung rokok b) membuang duit koin c) memberi uang pengemis yang ada di sana, atau d) cukup membunyikan klakson..
    Itu menurut cerita saudara saya yang pernah jadi supir truk…

    Berdoa terus dan membaca Al Fatihah, juga will do !

    Reply

  6. rumahagung
    Feb 05, 2009 @ 13:40:44

    iyah nih Pak.
    jd rada kapok bawa mobil.
    mending naek motor deh.
    hahahahaha..!!

    Reply

  7. simbah
    Feb 12, 2009 @ 20:04:06

    Dik Yon,…saya pernah punya teman sekerja, sekarang sudah almarhum, ybs dari Indonesia Timur, ceritanya sewaktu lahir dia dalam keadaan terbungkus selaput putih, mungkin seperti Werkudoro ya..? Lahir dengan keadaan seperti itu sejak lahir si Mendiang ini dapat melihat mahluk-2 yang orang kebanyakan tidak dapat melihatnya, ceritanya bentuknya memang aneh-2 tidak seperti manusia galibnya, dan yang jelas ada yang berperangai Baik juga ada yang Buruk, nah yang buruk inilah yang kata orang suka jahil, suka njegal manusia yang sedang jalan atau naik sesuatu. Apalagi kalau dia sendiri atau anaknya secara tidak sengaja kita injak atau ma’af kita kencingi…So memang ada menurut penuturan teman saya tadi….

    Simbah,
    Hehehe….percoyo nggak percoyo yo… ๐Ÿ˜‰

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: