Stand on your own feet

Kalau posting ini diterjemahkan secara langsung ke bahasa Indonesia, pasti deh terjemahannya adalah “Berdiri di atas kaki sendiri” yang disingkat “Berdikari”. Oleh karena itu saya tidak mau menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan tetap mempertahankan judul aslinya dalam bahasa Inggris…

Konon “Stand your own feet” artinya adalah “belajarlah cara menjawab pertanyaan walaupun sesulit apapun pertanyaan itu, kalau anda belajar bertanya kepada diri sendiri dan belajar menjawabnya dengan baik, nah itulah yang disebut dengan stand on your own feet”..

Awal cerita, kira-kira 8 tahun lalu di unit kerja saya ada seorang kawan yang pinter. Ia Ph.D lulusan The University of Maryland bidang Fisika. Namun karena bosan dengan ilmu Fisika, maka iapun ngambil kuliah lagi di The School of Government, Harvard University. Nah, cerita sekolahnya di Harvard ini yang sering diceritakan kepada teman-temannya se kantor, termasuk saya. Dan iapun ingat akan suatu buku, yang chapter 3 nya berjudul “Stand on your own feet” seperti judul posting ini,,,,

Makanya, katanya, politisi Amerika pintar dalam bertanya jawab karena mereka sudah latihan sendiri kalau ditanya begini, jawaban terbaiknya ya begitu. Tidak hanya politisi Amerika yang pintar bertanya jawab, tapi juga aktris dan aktor Amerika, siswa dan mahasiswanya, serta…hampir semua orang lah. You name it !

Sedang kita di Indonesia, dari aktor aktris sampai politisinya kalau ditanya sesuatu pasti mereka akan menjawabnya dengan “kamisosolen” alias numb alias nggak bunyi, karena hanya menjawab dengan “Ya” atau “Tidak”..

Dengan satu perkecualian, yaitu penyanyi cilik Gita Gutawa. Saya suka ia menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya karena ia bisa menjawabnya dengan panjang lebar tanpa ada jeda berpikir. She is just like American when answering questions…

Bagaimana dengan anda ? Pernah latihan bila ditanya begini, akan menjawabnya begitu ?

17 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Feb 04, 2009 @ 00:47:35

    Saya kalo ditanya pasti mikir dulu kalo menjawab. Maklum saya hasil didikan sekolah jaman orba.
    Pak Tri pengamat yang baik, sampai cara menjawab sipenyanyi Gita Gutawa pun hapal, hehehe… *just kidding, just for laugh<<<kata tukul*

    Uda,
    Iya Da, GitGut itu idola saya lho….she is just like my own daughter…..hihihi…

    Reply

  2. julianto12
    Feb 04, 2009 @ 01:32:26

    Pak Tri.. saya Julianto dari 05PCT pak.. Saya juga sudah punya blog pak.. link nya http://www.rhapsody12.wordpress.com.
    Di blog Roll ya Pak.. ^^ thx..

    Jul,
    Iya deh ntar saya blogroll…sabar ya…. 😉

    Reply

  3. edratna
    Feb 04, 2009 @ 07:29:29

    Jadi ingat saat masih kerja, karena perusahaan sudah go public, dan selalu ada conference call dengan investor asing yang tersebar di berbagai negara, maka CEO selalu meminta kami-kami membuat pertanyaan (simulasi), kira-kira apa yang akan mereka tanyakan. Dan karena staf menguasai angka dan data, CEO sendiri kalang kabut, dan terlihat panik…padahal saat conference call beneran, pertanyaannya lebih mudah dijawab…hahaha

    Bu Edratna,
    Wah..berarti bank tempat kerja dulu sudah mempraktekkan “stand on your own feet” dengan baik. Masalah angka dan data, sebenarnya nggak perlu panik karena yang perlu dihapal mestinya cuman “order of magnitude” (ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan) dan kecenderungannya apa naik atau turun di Q1, Q2, Q3 dan Q4..

    Tapi memang ada lho boss yang tipe panikan, sedang-sedang saja, dan ada yang tipe es batu dan tidak pernah panik sama sekali..hehehe…

    Reply

  4. liswari
    Feb 05, 2009 @ 01:31:56

    Pernah Om latihan… kalau mau wawancara kerja aja tapinya hehehe…
    Kayaknya skill ini termasuk sulit di kuasai apalagi buat aku… yg mikirnya lamaa bgt huehehe…

    Tapi tampaknya kecepatan dan kemampuan menjawab itu tergantung pengertian yg dikuasai dech Om, dan saat memang harus menjawab ya tinggal mem-figure it out apa yg ada di dalam pikiran.. iya gak sih?

    Mbak Lis,
    Nggak juga seperti itu sih mbak. Buktinya waktu seorang cewek Amerika yang sudah pernah ke Asia nanya, “Joko, why chinese characters is banned in Indonesia ?”….mendapat pertanyaan seperti itupun saya kamisosolen nggak bisa ngejawab. Tentunya saya nggak mau kalau ngejawabnya cuman “I don’t know”..
    Waktu dosen perempuan saya orang Singapore nanya “Why in Indonesia there are a lot of beggars ?”…saya juga kamisosolen nggak bisa ngejawab…
    Begitu pula waktu seorang teman kantor di Jerman nanya “To buy a car how long would you have to save your salary ?”…saya juga nggak bisa menjawab….(tapi yang satu ini karena maluuuuu aja, soalnya malu kalau saya jawab….”Oh…it’s my ten years salary !”…padahal sebenarnya juga seperti itu….)..

    Reply

  5. rumahagung
    Feb 05, 2009 @ 13:39:31

    klo saya sih orgnya spontan Pak.
    bahkan berbohong dan buat alibi aj bs spontan.
    bisa tanpa hrs mikir,deg2an ato gemeteran.
    lgs aj plong…
    kyknya saya ga mempan deh pake detektor anti kebohongan.
    hahahahahaha..!!

    Reply

  6. adhiguna
    Feb 05, 2009 @ 19:12:30

    Iya pak Tri saya amati orang bule (terutama Amerika) kalau ngomong pinter banget ya.

    Gayanya orang Amerika memang selalu meyakinkan, sepertinya dari kecil sudah terlatih untuk berbicara dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya.

    Mas Adhiguna,
    Ya…saya pernah membaca blog anak Comp Sci lulusan ITB yang melanjutkan studi Comp Sci ke US. Dia mewawancarai anak kelas 5 SD di US apa yang diajarkan di kelas ? Ternyata jawabannya : to be a better speaker, to be a better writer, to be a better person, to be a better people…..kira-kira seperti itulah, makanya anak Amerika dari kecil sudah diajar cara menjawab pertanyaan lisan dengan lisan pula, dan baik…bahkan sangat baik….jadi dari luar kelihatannya mengesankan gitu loh…

    Di kalangan bangsa Asia, mungkin orang India yang terlatih berdiskusi dengan baik….

    Reply

  7. liswari
    Feb 05, 2009 @ 22:03:18

    Iyah benar banget Om, kerasa beda sekali pas ngobrol sama anak2 disini dengan anak2 Indonesia yg kesannya agak malu dan takut gitu. Kalau anak2 sini kayaknya malah berani nyamperin, terus nanya2 gitu, ngajak ngobrol, antusias cerita ini itu… wah… aku waktu awal sampai terkesan banget…
    mhhh jadi punya ide.. kayaknya aku punya anaknya di sini aja dech hehehe …:-p

    Mbak Lis,
    Punya anak yang lahir di bumi AS ada untungnya lho. Teman saya yang saya ceritakan di posting ini ketiga anaknya lahir di AS (satu lahir natural, dua waktu ibunya hamil gede diboyong ke AS waktu melahirkan). Untungnya, kalau kita nanti masuk lagi ke AS nggak akan ditanya macam2 kalau salah satu anak kita kelahiran AS (yang kelihatan di paspor), jadi mempunyai special privilege gitu…
    O ya, BTW..Dessa now is in the 7th week of pregnancy..

    Reply

  8. _subhan_
    Feb 05, 2009 @ 23:41:02

    waw, kenapa y saya kalau menjawab di prensentasi itu slalu aja ada kata “eee…..” atau ‘hmmm…”

    iya orang indonesia kayaknya slalu keterblakang trus deh pak, hehehe…. perlu banyak belajar dari negri lain..

    @salam kenal pak… tri

    Subhan,
    Wah…bisa kok dilatih supaya di dalam presentasi di depan orang anda nggak mengucapkan “Eeeee…” atau “Hmmmm…”. Salah satu caranya ya anda bicara di depan cermin, atau di-shooting pakai camcorder lalu dilihat lagi apa kelemahan kita di dalam presentasi…

    Cara lainnya, kalau anda banyak mengucapkan Eeee..atau Hmmm…anda bikin joke aja bahwa tadi salah makan pagi, jadi presentasinya kurang lancar….hehehe…

    Reply

  9. alris
    Feb 06, 2009 @ 00:55:49

    Selamat Pak Tri, gak lama lagi punya cucu. Sebagai orang turunan jawa berarti Bapak udah sempurna dong, ya.

    Uda Alris,
    Wah…salah tuh tentang ukuran kesempurnaan pria Jawa. Menurut yang saya baca di salah satu bukunya Pramudya Ananta Toer (“Bumi Manusia” ?), pria Jawa itu mendekati kesempurnaan bila sudah mempunyai 5 hal yaitu : Wismo (rumah), Wanito (isteri), Turonggo (Kuda, ya jaman sekarang mobil lah), Kukilo (burung, tapi jaman sekarang ya kesenangan lah misalnya Internet Speedy di rumah), Curigo (keris, kalau jaman sekarang ya sipat kandel lainnya misalnya sesuatu yang dibanggakan, bisa gelar bisa yang lain)..

    Jadi Uda, cucu nggak termasuk tuh…hehehe…
    (Mungkin cucu itu kesempurnaan bagi seorang kakek, kalau nggak punya cucu mana bisa disebut kakek ? …..Hwekekkekkek….)

    Reply

  10. liswari
    Feb 06, 2009 @ 06:51:43

    Wahhh selamat Om….

    Semoga lancar kehamilannya Dessa……
    Kakak ipar ku yg baru nikah july lalu juga sedang hamil…. seneng dech mau punya banyak ponakan… hehehe

    Mbak Lis,
    Iya nih…seneng-seneng berdebar gimanaaaa gitu rasanya… 😉
    Soalnya pagi ini Dessa is ill and there is no way she is brave enough to take pill even anti headache pill (Parasetamol), so this morning her mother will take her to our family’s physician. If thing gets worse, she ought to meet with her own physician (O&G) in Mitra Keluarga, Kampung Melayu. Because in that hospital they accept health insurance from Dessa’s office…
    I think for yourself, you don’t have to be hurry. Just enjoy life and finish the first thing first. If you have been settled for a couple of years then think about having baby…or thing could be faster than that we think ? We never know…

    Reply

  11. Muzammil
    Feb 06, 2009 @ 20:00:20

    Wah udah lama bgt ga berkunjung ni pak..
    maklum lagi prepare utk sidang…
    apakabar pak..??
    wah topiknya stand on your own feet pas bgt buat saya..tapi kegamangan itu tetap ada pak…
    kita udah siapkan semuanya tapi tetep terkesan 3-5 menit pertama itu terasa kaku…dan makin lama kebekuan itu mulai mencair…disitu baru terasa menikmati..
    hehehee…tapi ga tau deh untuk waktu sidang saya yg blom ketahuan kapannya…hehehe

    wah selamat pak…
    semoga calon cucunya dan ibunya selamat dan tetep sehat…

    Muzamil,
    Terima kasih dan selamat juga ya sebentar lagi jadi Sarjana Komputer….
    Kalau anda belajar bagaimana caranya “stand on your own feet”….tentu sejak menit pertama sudah “tok cer” ngomongnya dan nggak pakai “eeee,,,,” atau “hmmmm….” lagi, alias lancar car car…

    Reply

  12. liswari
    Feb 07, 2009 @ 03:48:27

    I guess you are right Om,

    I don’t think Ari and I are ready to have the baby now as we still need to get some basic stuffs done and settled first… Thanks for your concern Om…

    I hope Dessa is fine with her pregnancy… Katanya banyak makan buah2an dan sayuran biar bisa bikin bayi nya good looking nanti hehehe, ah yg penting kan sehat walafiat aja yah om ya…:-p

    Mbak Lis,
    Yep, you just don’t have to be hurry…. 😉
    Selama ini Dessa baik-baik saja, kalau kecapean (memang gampang capek) badannya sedikit panas, tapi dia nggak mau makan obat apapun takut ada apa-apanya ke si jabbay.. Yah, mudah-mudahan semuanya lancar…

    Reply

  13. Muzammil
    Feb 07, 2009 @ 09:10:07

    iya pak makasih juga doanya….
    doain lulus dgn hasil terbaik pak….
    mudah”an dengan stand on your own feet saya bisa ngejawab tanpa kata-kata “eeee….” atau “hhmmm…”

    Ya deh gut lak yaa…. 😉

    Reply

  14. totok
    Feb 07, 2009 @ 21:24:51

    Weleh-weleh, sampean ternyata bentar lagi dipanggil Kek Joko, nek wong banjar panggil Kaik Joko he….he.

    Jujur Cak Tri, punya cucu itu wah rasanya sulit digambarkan. Apalagi kalau masih dalam kandungan, hati selalau berdebar-debar. Apalagi saya waktu mau punya cucu pertama, debaran jantung ini kayak degup jantung orang habis lari 1000 km.

    Coba bayangkan, anak saya waktu itu kan jadi wartawan Jawa Pos di Malang. Usia kehamilan 9 bulan nggak mau cuti. Padahal kantornya ada di lantai 3, gak ada lift-nya lagi.

    Itu belum seberapa, tiap hari ia juga masih hunting berita naik motor sendiri. Jadinya, sore cucuku lahir, ibunya pagi hari kemarin masih ngejar berita. Gila gak. Meski darah dagingku wartawan tulen, tapi lihat anak kayak gitu rasanya miris. Gak kebayang, bagaimana kalau mbrojol di jalanan, lak bikin susah orang.

    Apalagi ketika lahir bobotnya 4 kg, woooowwww, kelahiran normal lagi, gak pake sesar.

    Cak Totok,
    Oooo…ngono yo rasane arep duwe putu. Iki aku yo rasane deg degan terus soale usia kehamilan masih di bawah 4 bulan yang menurut orang-orang masih masa rawan. Apa meneh anakku terlalu capek lan kurang istirahat, mulane yen rodo pusing sulit ngobatine. Anakku ora gelem ngombe obat lan aku ming deleg-deleg wae…
    Mudah-mudahan semuanya lancar. Untung anakku ngantor neng lantai 13 nanging onok lift-e. Gak opo-opo yen perlu mengko tak antar jemput nang kantore dewekne. Tapi suaminya kerjane neng Balikpapan, dadi mungkin mengko sekitar usia kehamilan 5 bulan anakku arep nyusul suaminya ke Balikpapan ben mbesuk lahire putuku sebagai Putra atau Putri Kalimantan…hehehe…. (mungkin aku kudu siap-siap baju Dayak untuk anak kecil…hehehe….sing warna-warni dan cantik sekali itu lho…)…

    Reply

  15. alris
    Feb 08, 2009 @ 03:51:30

    Saya berdoa semoga dikasih kesehatan prima, umur panjang, rejeki akeh, supaya bisa merasakan jadi kakek seperti Pak Totok dan segera menyusul Pak Tri.
    Pengalaman saya, juga selalu diingatkan oleh mertua dan saudara-saudara jika usia kehamilan belum melewati 4 bulan emang harus hati-hati menjaga calon baby. Dan penting diingatkan untuk selalu makanan yang bergizi cukup.

    Dianjurkan memakan makanan dari laut, -ingat jangan berlebihan- dan belut adalah sumber protein dan mineral yang punya keistimewaan tersendiri. Soal valid tidaknya masukan saya ini silahkan tanya pada Prof. Ali Khomsan pakar gizi dari IPB itu. *kalau Pak Ali Khomsan baca komentar ini, tolong jelaskan ke pembaca, supaya rakyat Indonesia doyan makan belut :D*

    Uda Alris,
    Wah…ini kok jadi iklan terselubung http://www.marimakanbelut.com
    Hwekekkekkek….. 😉

    Reply

  16. Donny
    Feb 08, 2009 @ 18:56:15

    Pak, Saya sudah buat blog di http://donz88.wordpress.com/
    Di blogRoll ya pak…Thx

    Ok ntar di blogroll ya…. 😉

    Reply

  17. totok
    Feb 14, 2009 @ 00:40:44

    Nah kalau lahirnya di kalimantan, ntar pasti dipanggil Kaik…kaik Joko he…..he…

    Kaik Djoko ? Biasanya sih Yang Yong…hehehe…
    Masih ingat, di kalangan keluarga dekatku namaku “Yono” ?
    Kaik Djoko sih kedengarannya aneh, soalnya harus dipasangkan dengan Naik Susi ya ?
    Hwekekkekkekkek…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: