Cerita tentang profesi yang ideal

Entah dari mana pertama kali saya mendengar cerita ini, tapi yang jelas sudah lama sekali. Mungkin dari majalah Reader’s Digest yang saya suka baca sejak tahun 1970an.. Konon, dunia ini akan ideal sekali bila Kokinya orang Perancis, Polisinya orang Inggris, dan tentaranya orang Jerman. Mengapa begitu ? Karena koki Perancis terkenal enak masakannya, pinter mengkomposisi masakan di atas piring, dan memasak dengan penuh seni dan hati. Pokoknya tidak ada koki di dunia ini yang melebihi artistiknya koki Perancis dalam memasak. Polisi Inggris juga sangat ideal banget : suka membantu kalau lagi ada orang tersesat atau mencari arah, sangat profesional dalam mengatasi tindak kriminal, dan siap mati-hidup jadi polisi. Pokoknya kondisi ideal bagi seorang polisi yang senantiasa “protect and serve” masyarakat itu ada pada diri polisi Inggris.  Yang terakhir, tentara Jerman terkenal sangat tough bertempur maupun berpindah dari satu tempat ke tempat lain, jago bermain olahraga militer, dan mempunyai skill untuk hidup di kondisi apapun juga termasuk cuaca dingin ataupun pegunungan yang terjal.

Nah, bila koki Perancis, polisi Inggris, dan tentara Jerman dapat membuat hidup anda merasa enak (makan terus yang enak-enak), aman (dilindungi terus sama polisi), dan nyaman (tidak punya rasa khawatir karena bisa hidup tenang dilindungi tentara yang terampil). Koki Perancis, polisi Inggris, dan tentara Jerman benar-benar membuat hidup kita sangat ideal….

Lalu, apa jadinya bila ketiga profesi turun-temurun tersebut kita tukar ? Misalnya koki Inggris, polisi Jerman, dan tentara Perancis ? Atau kombinasi yang lainnya ?

Jawabnya : itulah yang dinamakan kiamat !!!!!

14 Comments (+add yours?)

  1. di2xt
    Feb 18, 2009 @ 21:00:32

    tentara jerman? wah musti nonton film Tom Cruise yg baru tuh pak, Valkyrie… besok saya baru mo nonton c di pelangi, denger2 c bagus…
    kalo gak nonton Benjamin Button aja, brad pitt kwerennn bgt lha… promosi 21 terselubung ;-P

    Adit,
    Wah…udah lama sekali saya nggak nonton film. Mal dekat rumah ada sih 21 nya. Kapan-kapan mo nonton di situ ah…

    Reply

  2. alris
    Feb 19, 2009 @ 03:02:39

    Saya belum mau dunia ini kiamat. pak tri. Setelah saya punya Wismo, Turonggo, Kukilo, Curigo dan mantu serta cucu ditambah naik haji ke tanah suci, maka kalo kiamat rasanya udah legowo,…hehehe….

    Uda,
    Masih kurang : harta yang cukup untuk 7 turunan…hahaha…

    Reply

  3. totok
    Feb 19, 2009 @ 16:17:35

    PRO MAS ALRIS
    Kurang satu lagi, wanita lain-lain ha….ha…ha

    Hwekekkekkekkek…. 😉

    Reply

  4. alris
    Feb 19, 2009 @ 21:09:28

    pro Pak Totok
    Mending kayak Syech Puji, pak. Yang penting halalan thoyiban. wakakaka… *saya bukan pedophilia, lho*

    Reply

  5. rumahagung
    Feb 20, 2009 @ 09:54:51

    klo org Amerika,Jepang,n Italia.
    cocoknya jd apa Pak??
    hehehehehhe..!!

    Saya sudah tahu jawabannya, tapi pura-pura tidak tahu….hehehe….

    Reply

  6. totok
    Feb 20, 2009 @ 12:25:51

    PRO MAS ALRIS
    OK-lah, yang penting thoyib-thoyib halal, gitu aja kok repot

    Reply

  7. simbah
    Feb 22, 2009 @ 20:13:48

    Dik Yon,…menurutku profesi yang ideal sangatlah relatip, kalau seuai dengan bakat dan minat kita dan kita sangat menikmatinya, kenapa tidak..?
    Eh,…nyambung gak ya….?
    Contone Aku iki, keluar SMA semua obsesi kandas ditengah jalan, yang ada di benak hanya bagaimana segera lepas dari tanggungan orangtua. Cari makan dan duit sendiri, idealisme dibuang jauh-2, seolah-olah ma’af ‘melacurkan-diri’, betapa tidak. Kalau masih nggondeli idealisme, gak makan. Makanya kadang-2 kalau lagi nerawang sendiri, aku termasuk egois, hanya mikirin keluarga dan diri sendiri. Saya pernah baca di PS seorang bapak seumuran kita di daerah Nganjuk, mantan lurah. Di rumahnya menampung orang-2 gila dan sakit ingatan, diurusnya sampai sembuh baru dilepas ke masarakat…tanpa memikirkan untung rugi…
    Memang di lingkungan cangkulanku diberikan doktrin, dimana Aku tinggal seharusnya memberi manfaat bagi lingkungan sekitar….tapi kayaknya masih kurang dibanding mantan lurah tadi…..malu kadang-2…tapi suka lupa…he..he..

    Simbah,
    Yoo…sakjane rodo ora nyambung..hehe…
    Maksude tulisanku, kalau istilah matematike…”pemetaan” satu-satu dari kebangsaan orang dengan pekerjaan, sehingga didapat efektivitas yang maksimal. Mengapa ? Ya karena secara turun-temurun bangsa tersebut bagus di hal tersebut. Misalnya, bangsa Perancis, bukankah jagoan masak kabeh ? Pokoke kalau ada houte cuisine (tulisane bener rak yo ?)..mestilah berasal dari Perancis.. Terus masalah profesi Polisi, opo enek bangsa lain yang melebihi bangsa Inggris dadi polisine ? Soale bener-bener “to protect and to serve” dijalankan secara bener. Terakhir, opo onok bangsa di dunia ini lebih hebat dadi tentara kecuali bangsa Jerman (walau katanya ada sih, yokuwi bangsa Yugoslavia) ? Tapi ojo diwolak-walik, soale akan menjadikan “persamaan matematik” tadi nggak maksimal meneh…

    Yen miturut aku, pekerjaan yang kita sandang itu “kecelakaan sejarah” semata. Aku dewe berusaha masuk Sipil ITB jebul ora ketompo, dadine malah dadi wong statistik lan saiki wong IT. Ngono wae, mengalir seperti air. Kikiek biyen pengine dadi ahli Fisika, jebul di tengah jalan mothol lan pindah ke FISIP lan saiki malah dadi doktor..Coba kalau dekne isih neng Fisika ? Pasti termehek-mehek..

    Tapi bab terakhir iki bukan seperti sing tak maksud dalam tulisanku “Profesi Ideal”..

    Reply

  8. simbah
    Feb 23, 2009 @ 10:43:56

    Wah…..suwun lagi mudeng aku, kalo gitu prefesi tentara yang sempurna berarti orang Gurkha..?
    Soale jaman agresi ke 2 dulu, kita belum lahir. Katanya yang nyerang negara kita tentara Gurkha yang disewa oleh Belanda….

    Simbah,
    Bener mbah, untuk ukuran Asia bangsa yang cocok jadi tentara adalah Gurkha dari negara Nepal sana yang konon tahan berdiri 24 jam sambil jaga dan menyandang senapan, soalnya tangan 1 lagi megangi rokok menyala dan kalo rokoknya sudah membakar jari, baru ia bangun. Tentara Gurkha selalu diandalkan Inggris untuk membuka serbuan ke negara-negara Asia (termasuk Indonesia). Sedang tentara Belanda cuman “ngintil” di belakang tentara Inggris saja. Senjata tentara Gurkha seperti kujang yang disebut “kari”…

    Reply

  9. totok
    Feb 23, 2009 @ 12:42:49

    Wah, kalau saya yang paling pas jadi tentara ya orang Indonesia. Coba bayangkan, bongso walondo, bongso inggris, karo gurkha pisan, kalah karo wong indonesia sing cumak nggawe bambu runcing.

    Persoalannya kan tentara kita belum diujicoba melawan jerman. Jadi sing terkenal yo jerman.

    Kalau sukhoi dikunci, itu sih kecil. ntar kita turunkan brigade nenek lampir, pasti beres he…he

    hehehe…. 😉

    Reply

  10. rumahagung
    Feb 23, 2009 @ 14:50:27

    yah,ga seru nih si Bapak..!!
    hahahaha..!!

    Pak,nilai Bapak kok blm keluar??
    saya dan teman2 harap2 cemas nih..
    hahahahhaha..!!
    soalny nilai yg lain pd jelek2.
    hahahaha..!!

    Agung,
    Lho saya serahin nilainya sudah sejak jaman kapan-kapan (jaman kuda gigit besi). Masak sampai hari ini belum keluar ?

    Tanyakan pada rumput yang bergoyang, kenapa ?

    Seingat saya hampir semuanya dapat A, yang B ada 3 orang, itupun karena nilai Lab-nya terlalu rendah dan tidak bisa ditolong

    Reply

  11. rumahagung
    Feb 23, 2009 @ 15:28:57

    bnr deh Pak.
    belom keluar nih.
    hahahahhaha..!!
    pdhl niali TMnya uda keluar.
    tp nilai UASnya ga keluar..

    haduhhh…
    jgn2 saya yg kebagian dpt B.
    habis,nilai praktikum saya kelewat jelek nih.
    hahahahhaa..!!

    Pak,saya sungguh menyesali kalau mata kuliah RPL saya smstr 8 ini ga diajar Bapak.
    haduhhhh…
    pdhl byk desas desus kalo Bapak yg ngajar.
    hualahhh

    Agung,
    Gak apa-apa RPL diajar dosen lain. Dosen Binus pada bagus-bagus lho !!! Lagian ganti dosen biar ganti suasananya supaya mahasiswa tidak bosan dan dosen juga tidak bosan….

    Reply

  12. rumahagung
    Feb 23, 2009 @ 16:54:11

    wah,Pak.
    nilainya baru aja keluar nih.
    terima kasih banyak yah Pak atas bimbingannya selama ini.
    sampai ketemu lagi di lain kesempatan.
    kalo saya sih pasti minta Bapak buat jd dosen pembimbing skripsi saya nti.
    hehehehehe..!!

    Kembali….. 😉

    Reply

  13. alris
    Feb 23, 2009 @ 21:47:22

    Kalo di kita kari asosiasinya ke kuliner. Bambu runcing diadu ama jerman? Saya pegang bambu runcing.

    Reply

  14. enmo
    Oct 06, 2014 @ 20:49:14

    kalo di kita asosiasinya ke kuliner
    😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: