Border town

Masih ingat film seri yang diputar saban sore di RCTI sekitar tahun 1993-an dulu yang berjudul “Border Town” ?

Film seri itu menarik karena beberapa hal. Musik temanya sangat terkenal dan sering dinyanyikan oleh anak2 kecil waktu itu walaupun dengan kata-kata “Teng…teng..teng…teng…teng..teng…”. Lokasi ceritanya di sebuah kota perbatasan (border town) antara Amerika Serikat dan Kanada yang walaupun negara tetangga, tetapi kondisi dan pemandangannya sangat kontras..

Kanada yang pada masa itu (menurut film) masih jajahan Inggris, semuanya serba rapi : kotanya rapi, penduduknya pakai baju-baju rapi, dan bahkan polisi perbatasannya memakai seragam polisi berwarna merah cerah (saya nyebutnya “Merah Ferrari”) dengan selempang warna kuning emas, dan tidak lupa topinya yang Inggris banget deh..

Nah, di perbatasan di sisi Amerika Serikat ada pos polisi dengan Sheriff-nya yang berbaju cowboy dengan nuansa putih kekuningan alias dekil, dengan sepatu dekil, dengan pistol dekil, dan topi cowboy yang juga dekil..

Tapi kemampuan Amerika Serikat dibandingkan dengan Kanada pada waktu itu (menurut film) sudah sangat kontras. Si polisi perbatasan Kanada selalu menemui kesulitan bila menemui hal-hal aneh seperti penjahat kambuhan (biasanya berpakaian ala cowboy) yang menyeberang perbatasan. Sebaliknya, Sheriff di sisi Amerika Serikat sangat cekatan dalam mencabut pistol dan penjahat yang mendekatpun dipastikan bakal keteter sama sheriff yang satu ini. Memang rekrutmen sheriff di Amerika Serikat jaman dulu didasarkan kepada kemampuan pribadi si sheriff yang bersangkutan terutama dalam menghadapi penjahat (saya ingat film masa SMA yang sheriff terpilihnya dibintangi oleh Joe Namath yang berbadan besar yang selalu bersenjatakan tongkat pemukul baseball).

Apakah “perbedaan” kedua negara yang kontras ini dahulu menyebabkan saya lebih memilih melanjutkan sekolah ke Amerika Serikat dibandingkan dengan Kanada ? Kayaknya sih enggak, karena waktu kantor saya menawarkan saya sekolah pada waktu itu, saya boleh mengambil bidang studi apa saja di 14 negara..

Sayangnya, selama saya sekolah di AS saya belum pernah menyeberang ke Kanada. Selain faktor duit (itu yang terutama) yang cekak, menyeberang ke Kanada juga dimungkinkan jika di musim Summer saja karena salju tidak ada. Musim-musim lainnya, sudah dipastikan perbatasan AS-Kanada akan tertumpuk salju jalan-jalannya…

Kabarnya Kanada mempunyai alam yang indah (terutama Banff), cewek-cewek yang lebih cantik serta ramah walaupun pucat dan lugu, serta harga makanan yang murah (soalnya waktu itu 1 dollar Kanada hanya bernilai 60% alias 60 cent dollar Amerika)..

Oh “Border Town”, anda kau diputar lagi di TV Indonesia, saya pasti akan menontonnya kembali…

11 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Feb 27, 2009 @ 02:26:24

    Wah kayaknya Pak Tri fans ferrari, nih. Saya fans mclaren, siapapun pembalapnya.
    Kanada bagi saya menarik, kok bisa turunan Perancis sering jadi perdana mentri disana? Apakah turunan perancis mayoritas? Masa sih pak cewek Kanada lugu?

    Wah…masalah mengapa keturunan Perancis yang sering jadi PM Kanada saya juga nggak ngeh. Setahu saya hanya Quebec satu-satunya Propinsi di Kanada yang berbahasa Perancis…Mungkin lain kali nanya teman yang dari Kanada…

    Cewek Kanada lebih lugu ? Itu kesan saya lho… Dulu waktu sekolah, berteman dengan cewek Kanada jauh lebih mudah daripada cewek AS yang cenderung agak jual mahal….hehehe…

    Reply

  2. adhiguna
    Feb 27, 2009 @ 15:10:06

    Really cewek Kanada lebih ramah pak ? sepertinya Kanada adalah next destination saya šŸ™‚

    Kalau pengalaman saya, cewek US lebih cablak, berani, dan ekspresif. Tergantung daerah juga, yang dari selatan/tengah katanya masih banyak yang lugu-lugu dan pious. Teman saya yang tinggal di pernah di Eropa dan US malah bilang lebih gampang cari cewek baik di US dibanding di Eropa (di tengah/selatan, bukan east atau coast).

    Mas Adhiguna,
    Wah…selamat “berburu” di Kanada kalau gitu, saya ini serius lho dan nggak bluffing….. šŸ˜‰

    Cewek AS di East Coast/West Coast kayaknya lebih sulit didekati, mereka lebih bebas. Begitu juga menurut pengalaman saya cewek Midwest (bagian tengah, tapi di utara sekitar Chicago) juga secara relatif “jinak-jinak merpati”. Nah kalau cewek selatan (Texas, Oklahoma, Tennesse, Lousiana) katanya agak ramah-ramah, kalau kita beli di toko-toko kelontong di sana sama penjaganya selalu disapa “Hi Honey..may I help you ?”

    Cewek Eropa, apalagi cewek Jerman, paling sulit didekati. Ini sudah menjadi joke di berbagai film Hollywood yaitu “sesulit mendapatkan cinta cewek Jerman” ….hahahaha…

    Reply

  3. edratna
    Feb 27, 2009 @ 16:05:30

    Saya cuma membayangkan dinginnya aja….hidup di Kanada…

    BU Edratna,
    Entah bagaimana ceritanya, Kanada sebenarnya “lebih hangat” daripada di Wisconsin, Michigan, Iowa dan sebagainya. Setiap hari di laporan cuaca TV-TV AS (NBC, CBS, ABC) hal ini selalu digambarkan.

    Kalau di Indiana, pas Desember 1989 jelang saya pulang (dan diundang Graduation, tapi nggak datang) suhunya minus 50 derajat Fahrenheit alias minus 40 derajat Celcius. Salju di jendela sudah membeku ku ku, 9 dari 10 mobil mogok nggak bisa distarter dan masuk mobil harus menyiramkan termos berisi air panas ke pintu mobil. Yang menjadi pertanyaan, setelah mobil jalan bagaimana nanti di tujuan apa harus bawa air termos juga. Mobil truk AAA keliling terus karena membantu mobil2 yang mogok di tempat parkir kampus…

    Reply

  4. adhiguna
    Feb 27, 2009 @ 23:54:30

    -40 derajat celcius??? gile saya gak bisa bayangin gimana dinginnya itu, waktu saya main ski di Alps saja -20 saya sudah menggigil berat.

    Saya memang tertarik juga pak Tri untuk coba tinggal dan kerja di Canada, terutama French speaking region-nya. Sepertinya menarik sekali bagi jiwa petualang saya..

    Oh iya pak Tri, based on my experience sebenernya cewek Jerman termasuk yang mudah didekati di Eropa pak hihi.. kenapa ? karena cowok Jerman kaku2, sehingga mereka fascinated dengan cowok2 non Jerman yang cool dan asik.

    Yang paling sulit di Eropa, tetap menurut saya cewek Perancis. Romanticism itu identik dengan culture Perancis sehingga bila kita tidak mengerti culture mereka, ya gak akan pernah bisa attract cewek Perancis…

    Mas Adhiguna,
    Ya mas, -40 degrees C itu duingiiin banget. Tapi ingat, selain “temperature” juga ada “wind chill”. Nah misalnya -40 degrees C itu sudah dingin, kadang-kadang kalau di TV Amerika juga diberitahukan “wind chill”nya -50 derajat C misalnya, maka yang “terasa di badan” adalah “wind chill”-nya tadi, dan biasanya “wind chill” itu sekitar 10 derajat C lebih rendah daripada temperature-nya…

    Saya pernah bekerja semalaman mbikin program komputer di sebuah computer cluster yang ada di gedung School of Education dan saya pulang jam 03.00 pagi. Saya sudah pakai jaket ski, balaclava untuk menutupi kepala, dan sarung tangan kulit, tapi begitu saya keluar gedung jalan kaki menuju asrama saya yang jaraknya 500 meter, saya serasa ada di Siberia dan nyaris mati kedinginan. Tiupan angin yang menerpa wajah begitu dingin, padahal wajah sudah saya tutup dengan sarung tangan dari kulit !!! Wah, sejak itu saya kapok kerja bikin program komputer di luar asrama dan saya minjem dumb terminal dan beli modem supaya bisa kerja dari kamar saya di asrama yang jauh lebih hangat tentunya…hahaha..

    Rencana Mas Adhiguna buat kerja di Kanada saya dukung banget. Kanada negaranya indah (apalagi Banff…wow !), penduduknya ramah, dan cewek-ceweknya juga ramah luar biasa (dibanding di AS). Cocok dah untuk petualangan…hahaha…

    Mengenai cewek Jerman, beberapa tahun yang lalu pernah ada sebuah cerpen dimuat di Kompas, yang intinya ada seorang cowok Indonesia berkenalan dengan cewek Jerman, dan malam itu apa yang seharusnya tidak terjadi, terjadi. Eh, besok paginya si cewek Jerman tadi kalau ketemu….pura-pura tidak tahu. Jadinya si cowok Indonesia tadi penginnya mati aja… hahahaha…. Dan cerita ini, ternyata diulang di beberapa film Hollywood bahwa “mendapatkan cinta cewek Jerman is a mystery” atau “as difficult as getting the love of a German woman” itu sudah merupakan “peribahasa”… hahaa… Yang saya amati dari cewek Jerman yang tinggal di AS dulu, mereka senengnya malah sama cowok yang masih “asli”, misalnya cowok-cowok Afrika yang hitam legam kulitnya…

    Ah masa, mendapatkan cinta cewek Perancis sulit ? Bukankah mereka itu so petite, so cute ? Ataukah “jinak-jinak merpati”…kelihatannya jinak, tapi kalau didekati….mabur !! Hahaha… Mungkin Mas Adhiguna harus bisa mengucapkan bahasa Perancis dan memraktekkan budaya adiluhung Perancis secara perfect seperti Alain Dellon, baru bisa dapetin cewek Perancis. Tapi kalau cakep seperti Sophie Marceau…wah jantung saya juga berhenti berdegup sekarang mas…. Wow, cantiknya !

    Reply

  5. adhiguna
    Mar 02, 2009 @ 14:59:13

    Iya pak, Canada itu sepertinya masih luas sekali, makanya menarik untuk diexplore..

    BTW cewek-cewek yang mukanya mirip Sophie Marceau itu bertebaran di seantero Perancis! So saya nggak heran kalau cewek semacam Mariana disana seperti invisible padahal di Indonesia jadi model ternama.

    Cewek Perancis memang ramah-ramah dan jinak-jinak merpati, bahkan jauh lebih ramah daripada cewek Indonesia.. Untuk jalan bareng relatif mudah, tapi untuk dimiliki, sulit banget hehehe… mereka senang bebas, tidak terlalu senang pacaran dan diiket-iket, apalagi menikah.. (makanya pertumbuhan penduduk Perancis asli minus).

    Mas Adhiguna,
    O begitu ya mas, sifat cewek Perancis pada umumnya : ramah, baik hati, tapi tidak mau terikat dan tidak mau repot. Kalau yang seperti Sophie Marceau banyak di Perancis, wah mau dong saya mau mengadakan audisi untuk film saya selanjutnya “From France with Love”..;-)

    Kalau kesan tentang cewek Inggris bagaimana mas ? Saya dengar cewek Inggris (dan orang Inggris pada umumnya), sangat atentif terhadap apa yang kita bicarakan, tidak peduli seberapa “pating pecototnya” kita ngomong Inggris yang belepotan. Lha menurut mas yang orang asing pernah tinggal di Inggris, bagaimana cewek Inggris itu ? Baikkah ? Ramahkah ? Bisa nggak diajak berteman ? Siapa tahu nanti setelah menjawab pertanyaan2 saya ini Mas Adhiguna bisa menulis buku seperti yang Andrea Hirata lakukan…..;-)

    Reply

  6. alris
    Mar 03, 2009 @ 00:39:09

    PRO mas adhiguna
    Cewek Perancis ramah-ramah dan jinak-jinak merpati? Asik dong ya, kalo di Perancis sini. Kalo di Jakarta cewek-ceweknya sekarang lagi dijangkiti penyakit mata. Matanya cuma mau melihat cowok-cowok tajir. Kalo punya tampang pas-pasan dan kere gak bakalan laku, hehehe…

    Reply

  7. adhiguna
    Mar 03, 2009 @ 15:21:18

    Mas Alris, berdasar pengalaman saya sebagian besar cewek Perancis itu tidak matre (Kecuali di Paris ya, wajar itu ibukota mode dunia, tapi saya pernah di Paris ditolongin cewek cantik yang tidak saya kenal 2 kali).

    Malah kalau jalan bareng mereka sering tidak enak sendiri karena saya terbiasa membayari semua, sementara bagi mereka harus 50:50.

    Beberapa alasan mereka tidak matre adalah :

    1. Social security dan taraf penghidupan disana sudah sangat layak.

    2. Transportasi umum yang sudah sangat nyaman.

    3. Emansipasi yang sangat tinggi dan beneran (bukan emansipasi maya dimana perempuan menuntut persamaan hak tapi hidupnya minta dibayari cowok juga)

    3. Mereka tidak merasa cantik/istimewa, karena semua cewek disini cantik. Beda dengan di negara yang ada satu cewek agak cantik aja, yang ngejar ada 1000 cowok ditambah produser sinetron dan modeling agency, gimana nggak jadi besar kepala ?

    Tapi kita jangan keterlaluan seperti cowok Perancis yang kalau ke supermarket bareng cewek/istrinya, belanjaannya dipisah (cowok Arab lebih parah lagi pelitnya). FYI cewek Perancis lumayan surprised dengan ke-gentle-an dan ke-murah-hatian cowok Asia. Gentle-nya cowok Asia beda sama cowok Perancis, kalau cowok Perancis dengan kata-kata dan basa basi, kalau cowok Asia dengan pengorbanan dan tindakan real.

    Pak Tri, cewek Inggris di daratan England, relatif kurang ramah dan cantik dibanding yang di Scotland, walaupun secara umum sih ramah.

    Cewek-cewek di Scotland, Wales, Ireland itu cantik-cantik dan ramah, tapi tetap masih dibawah Perancis.

    Orang Inggris masih agak terkesan sedikit aristokrat dan arogan dibanding Perancis, lebih sulit jalan bareng atau berteman dengan cewek Inggris dibanding Perancis.

    Mas Adhiguna,
    Wah…trims banget nih infonya, bisa menambah “perbendaharaan” saya…

    Tapi cewek Ireland bahasa Inggrisnya paling mirip dengan orang Amerika. Saya tahunya dari nonton film “Ronin” yang seru itu..

    Tapi katanya, setidaknya saya nonton dari film “Gone with The Wind”, di situ digambarkan cewek Ireland melalui tokoh Scarlet O’Hara mempunyai sifat yang keras kepala dan maunya sendiri (lebih menuruti kata hatinya sendiri daripada menggunakan pikir dengan otaknya). Tapi itu stereotype yang benar atau nggak, saya juga nggak tahu…

    Saya baru tahu dari Mas Adhiguna, bahwa cewek Inggris lebih merasa Aristokrat daripada umumnya cewek Perancis. Emang cewek Inggris itu ada gelar kebangsawanannya semacam “Duchess of Chelsea” atau “Duchess of Liverpool” ? Jangan-jangan dia cuman “abdi dalem” yang ngaku sebagai bangsawan, padahal cuman “bangsawan” = bangsa tangi awan…hehehe…

    Reply

  8. alris
    Mar 05, 2009 @ 23:51:42

    Paparan dari Mas Adhiguna menambah informasi saya tentang percewekan di daratan Eropa.
    Nah, ini yang baru saya tahu kalo belanjaan suami istri dipisah di Perancis sini. Benar-benar aneh. Kalo di Indonesia kejadian kayak gitu mungkin begitu pulang dari supermarket sampai di rumah langsung terjadi perang lokal. Arab emang pelit, liat aja di Tanah Abang Jakarta.
    Ngomong Paris saya jadi ingat pelukis Salim, apakah beliau cukup dikenal gak di negeri penghasil anggur ini?

    Reply

  9. Rizky
    Apr 24, 2009 @ 09:14:45

    punya website yang ada download soundtrack Bordertown ga’ Mas. Saya juga nge-fans banget ma film itu!!!

    Rizky,
    Wah…sayang saya tidak tahu anda sekarang umurnya berapa. Film “Bordertown” edisi 2007 yang dibintangi Martin Sheen, Jennifer Lopez dan Antonio Banderas memang ada, dan soundtrack filmnya mudah didapatkan di You Tube (klik di Google “YouTube Bordertown”)…

    Tapi yang saya maksud “Bordertown” di postingan saya itu adalah film serie cowboy di RCTI tahun 1985-1986 yang lalu……musiknya sangat menarik, instrumentalia tapi sangat bagus..

    Reply

  10. didik
    Nov 12, 2009 @ 19:20:43

    Ayo kirimi surat kepada TVRi untuk mutar lagi film bordertownnya

    Reply

  11. didik
    Nov 12, 2009 @ 19:22:39

    Ayo kirimi surat kepada TVRi untuk mutar lagi film bordertownnya atau upload di internet

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: