“The Engineer”

Sebenarnya saya pernah menulis posting ini dengan judul “Musuh yang saya sangat benci” tapi pas menulisnya Speedy di rumah hidup segan mati tak mau. Nah, ini mumpung hari Sabtu pagi dan Speedy-nya lagi lancar car car, maka saya tuliskan ini..

Rumah saya merupakan perumahan yang tidak berdiri sendiri. Dalam arti antara rumah saya dan rumah tetangga saya ada nempel sekitar 6 meter tembok yang merupakan “tembok bersama”. Akibatnya antar rumah di perumahan saya hampir dempet-dempetan kelihatannya, yang memudahkan musuh utama manusia, yaitu tikus, untuk berkelana dan mengembara dari satu rumah ke rumah lainnya dengan relatif mudah..

Nah, tikus-tikus suka mendatangi dapur dan bagian rumah saya yang bagian belakang. Jika kita lupa mencuci piring sisa makan, dan lupa membuang tempat sampah yang penuh sisa makanan, maka banyak tikus akan datang : dari atap, dari saluran air di bawah, dan sebagainya…

Jelang mantu kemarin, atap saya sudah di-refurbish alias diperbaiki. Jadi sudah nggak ada “Den Bagus” (istilah ibu saya dulu untuk “tikus”) yang datang lewat atap. Sekarang tinggal lewat saluran air, yang lupa ditutup kembali dengan benar oleh pembantu saya waktu menggunakan mesin cuci.

Kebetulan mesin cuci yang sekarang merk LG, sudah saya pakai selama 10 tahun lebih dan masih enak dipakainya. Sayangnya, karena dekat dengan tempat pencucian piring maka logam di bagian bawah sudah karatan dan seal plastik di bawah mesin cuci sudah digerogoti oleh Den Bagus ini..

Tikus-tikus kecil biasanya mudah tertangkap oleh lem. Sebenarnya saya segan sekali membunuh tikus dengan lem tikus karena kasihan melihat mereka terjerat lem dan tidak bisa bergerak. Mungkin saya terlalu lama sekolah di Amrik dan ada lagu “Somewhere Out There” yang bercerita tentang seekor tikus kecil yang hilang di kota New York. Lagunya sangat menyentuh. Apalagi, saya juga lihat film kartun “Tom and Jerry” dan setiap kali saya memihak si Jerry, tikusnya, daripada si Tom, kucingnya. Selain itu, film-film tentang tikus kecil yang diadopsi sebagai anak angkat oleh Gina Davis di “Stuart Little” juga sangat mempengaruhi “pandangan politik” saya tentang tikus..

Sehingga, saya hanya menangkap tikus jika mereka sudah merajalela dan mengobrak-abrik rumah, membuat bau ook dan iiknya yang tidak sedap, dan mendeklarasikan perang terhadap saya, komandan rumah ini !

Nah, kalau tikus kecil mudah tertangkap lem, dan tikus besar mudah tertangkap perangkap tikus yang mirip lemari kecil dengan pintu berper di ujungnya itu, maka ada sekelas tikus yang sangat sulit ditangkap. Saya menyebut mereka itu “the Engineer” atau “Sang Insinyur”..

Sudah dua kali saya nemu tikus yang sebenarnya bisa lulus ITB dengan mudah ini saking pinternya. Pertama, ada seekor tikus yang selalu melubangi “tudung saji” alat penutup makanan saya. Setiap malam ia membuat lubang di tudung saji seluas 2 x 4 cm2. Esok paginya saya tutup lubang itu dengan isolasi warna coklat. Malamnya dia buat lubang lagi di sebelahnya, paginya saya tutup dengan isolasi. Begitu seterusnya, sehingga lubang yang ia buat lebih dari 25 lubang !!! Wow…pinter sekali. Setiap kali saya kasih lem, ia tidak mau lewat di atas lem, tapi temennya yang ketangkep. Terbukti, pembuatan lubang di tudung saji saya tetap saja terjadi. Akhirnya, pada suatu hari, ia tertangkap !!! Tikus jantan jenis clurut dengan muka panjang dan agak bau anyirpun menghuni kamar jeratan tikus saya. Iapun dihukum mati dengan dicelupkan ke air dingin sampai tidak bisa bernafas kembali..

Sekitar 2 minggu lalu, ada seekor tikus yang pinter seperti “the engineer” sebelumnya. Ia selalu lolos jebakan lem. Dan ia selalu menghuni mesin cuci saya. Celakanya, anak saya yang kecil begitu parno kalau melihat tikus. Setiap kali saya mandi di kamar mandi belakang, terdengar suara gludag-gludug si tikus bermain di lubang bawah mesin cuci. Walaupun isteri saya sudah beli lagi mesin cuci fuzzy logic yang bersuara indah itu (nyaris tanpa suara, tapi kalau cucian sudah selesai, ia “menyanyi”), tapi mesin cuci itu belum dipakai kecuali untuk men-spin baju aja.

Akhirnya, kemarin setelah gajian sayapun pergi ke toko “Go In” untuk beli dua perangkap tikus (perangkap tikus saya yang dulu entah kemana ketika rumah saya dipakai mantu). Satu perangkap harganya 12 ribu. Sayapun mampir warung padang langganan saya dan pesan nasi plus ikan kembung bakar. Sampai rumah, kepala dan ekor ikan kembung tidak saya makan, buat menjebak “the engineer”…

Sampai jam 12 malam, saya intip jebakan bikinan “Go In” itu belum mengena. Tapi tadi pagi waktu ambil wudhu buat shalat Subuh, saya lihat pintu jebakan yang saya taruh dekat mesin cuci “asrama” si engineer itu sudah menutup.

Gotcha !!!! Sebuah tikus kecil yang manis dengan warna kehitaman yang kelihatannya cowok, sedang meringkuk di dalamnya. Saya sebenarnya paling benci membunuh tikus karena tetap teringat si Jerry, Stuart Little, dan tikus yang ingin pulang karena rindu keluarganya dan menyanyikan “Somewhere Out There”…. tapi “the engineer” sudah mengganggu ketenangan saya selama 3 minggu terakhir ini dan menurut KUHPT (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Tikus) pasal 201, ia telah bersalah merusak ketenangan hidup manusia dan oleh karena itu dihukum mati dengan dihadapkan ke regu pencelup di sebuah ember…

Saya benar-benar tidak ingin melakukannya, tapi…..

17 Comments (+add yours?)

  1. totok
    Feb 28, 2009 @ 10:37:49

    WAH TUGAS SAMPEAN, JAWABANE TAK SELIPNE NANG POSTING IKI.

    1. In most way, my life is close to ideal (Pada umumnya, kehidupan saya mendekati ideal) (7)

    2. The conditions of my life are excellent (Kondisi kehidupan saya sangat baik) (5)

    3. I’m satisfied with my life (Saya puas dengan kehidupan saya) (5)

    4. So far I’ve gotten the important things I want in my life (Sejauh ini saya telah mendapatkan hal-hal penting yang saya inginkan di kehidupan saya) (7)

    5. If I could live my life over, I would change almost nothing (Jika saya dapat hidup kembali, saya ingin dilahirkan menjadi “saya” yang sekarang ini) (3)

    JADI SKOR SAYA 7, 5,5,7,3 JUMLAHNYA 27.

    Skor tinggi saya berikan di nomor 1 dan 4 dengan catatan: bahwa secara manusiawi saya sudah punya keluarga yang sampai sekarang baik-baik saja, trus sudah punya cucu. Sekarang pun hidup hepi-hepi wae. Jadi itu hal-hal penting yang sudah saya raih dan itulah yang ideal bagiku.

    Yang paling rendah no. 5, soalnya kalau dilahirkan kembali ya saya nggak pengin seperti sekarang. Harus lebih baik, jangan lebih jelek. dan yang paling penting punya pengalaman lain, nggak pengalaman yang itu-itu lagi. OK

    Cak Totok,
    Wah…nilai 27 ning Happiness Test-e Oprah Winfrey cukup menyedihkan lho, soale nilaiku 35 (kabeh pertanyaan tak jawab 7 alias “maksimal”)..

    Tapi uripmu nggak isok mbok ubah meneh, sejarahe wis koyo mangkono. Sing biso diusahakne, kon kudu berdamai karo dirimu sendiri. Alias, nrimo-o wae. Uripmu nggak usah digugat. Miturut aku, Tuhan YME sudah memberikan kepadamu kehidupan yang lebih bahagia daripada kebanyakan orang lain soale kon duwe keluarga sing rukun lan ekselen (bojomu pas kon pencilakan yo meneng wae, mbok jak dodolan pecel yo meneng wae, kowe ora duwe duwit lan arep utang neng wong2 yo meneng wae). Anakmu yo apik-apik, ora ono sing neko-neko, lan putumu lucu-lucu…

    Lan sing paling penting tinimbang harta, adalah kesehatanmu. Selain kesehatan matamu yang dari dulu sudah bermasalah, kesehatan badanmu saiki isih ok lan “orisinil”, durung nate ganti oli, opo maneh “di-operseis”. Buktine kon isih isok mangan 20 tusuk sate kambing lan 1 mangkok gule kambing. Jarang lho sak umure awake dewe wong wani mangan koyok ngono…

    Tapi pas SMP, aku yo ngaku salah. Pas kon ora isok moco mergo ora isok ndelok lan butuh kocomoto, mestine konco-konco sak kelas urunan lan nukokne kon kocomoto. Tapi itu tidak bisa dilakukan, dadi aku melu menyesal (tapi ojo mbok walik, mengko yen ketemu aku neng mBediyun terus mbok jaluki kocomoto sing frame-me merk Benetton lan kocone merk Ray Band…hehehe..)..

    Tapi Cak, nek iso 6 wulan maneh opo 12 wulan maneh kon ditest meneh Happiness Test iki, kesimpulane nilaimu tetep, mudun, opo mundak ?

    Reply

  2. Agung
    Feb 28, 2009 @ 13:54:20

    wah,emank sih Pak.
    masalah lawan tikus rmh kadang jd kyk perang lawan negara tetangga.
    mending berantem lawan tetangga sebelah beneran yg nota bene satu spesies dgn kita,drpd lawan yg beda spesies.
    hehehehehe..!!

    kalo di rmh saya,ud ga mao lagi ada pertumpahan darah.
    rumah saya cinta damai semua.
    hahahahaha..!!
    karena yg kami lawan ga cm tikus,tp jg kecoa,kadang2 kucing liar,dan lain sebagainya.
    dan fortunately senjata buat lawan smuanya itu sama.
    yaitu kapur barus (kamper) dan karbol.
    hahahahahaha..!!
    jadi kami menghindari pertumpahan darah dengan mengklaim wilayah kami,
    dan biologically dan chemically kami memukul mundur pasukan musuh.
    hahahahaha..!!
    cuma kalo lupa “ngreload” senjata,kadang2 kena serangan balik sih.
    hehehehehhehe..!!
    tp bnr deh Pak,
    kamper dan karbol itu ampuh bgt lawan Tikus,Kecoa,dll.
    dan berharap mereka2 ga berevolusi apa lg bermutasi sehingga kebal terhadap karbol dan kamper itu.
    hahahahahha..!!

    Agung,
    Wah…patut dicoba tuh kamper ama karbolnya buat ngelawan tikus, kecoa, dsb…
    Tapi kamper muahaaal, apalagi yang berwarna-warni 1 kotak sekitar Rp 6.000 di Indomart dan nggak sampai seminggu udah habis menyublim….
    Karbol emang udah lama punah dari rumah saya diganti dengan So Klin lantai karena tergiur nyanyian iklan anak kecil yang lucu… Wangi sih, tapi mungkin tikus jadi suka datang..

    Reply

  3. rumahagung
    Feb 28, 2009 @ 18:07:28

    betulll…
    karbol yg warna ijo dgn gambar2 cemara itu lho.
    kucing n anjing aj ga berani dkt2.
    apa lg kecoa ato tikus.
    yah,buat menggunakan 2 senjata itu perlu sdkt strategi.
    kyk naro kamper,
    hrs dititik2 yg benar.
    spt “celah” masuknya penyusup ato tmp2 yg berpotensi jd tmp persembunyian..
    nah,klo karbol sering2 di sirem ke kamar mandi ato sekitar lubang air.
    kadang di dpn rmh saya,saya ksh karbol.
    hehehehehhe..!!

    klo menurut ajaran sodara kita yg beragama Buddha,
    semua makhluk hidup berhak buat hdp.
    jd kita hrs menghormati hidup makhluk dhp apa pun,termasuk hewan.
    hahahahahaha..!!

    Agung,
    Saya juga menghargai setiap makhluk hidup walaupun saya muslim. Kecuali makhluk hidup yang nuisance, atau mengganggu, baru kita buat “perhitungan”..
    Tapi saran ngasih karbol di lubang air itu, ntar deh saya praktekkan siapa tahu cespleng…

    Reply

  4. totok
    Feb 28, 2009 @ 18:22:07

    he…he… bener kok cak, kalau dirunut-runut, sebenarnya uripku memang sangat lengkap.

    Pernah prehatin, lantarans ejak kecil sudah pisah sama orang tua.

    Ya Rahayu, alias slamet sampek saiki alkamdulilah isih sehat wal’afiat dan itu sangat berharga buat saya. Cobo nek aku sampek loro-loroen, mesti langusng koit, soale ora isok tuku obat.

    Ya pernah Santoso, alias kuat. Bayangno cak, ijazah formalku cumak SMA, tapi karierku menanjak koyok panahe Arjuno.

    Lha saiki siklus kehidupanku yo koyo ngono maneh. Pensiun soko JP, usahaku ambleg goro-goro modalku digowo minggat wong suroboyo. Jan-jane yo ora akeh cak, cumak 600 jeti. (iki ora sombong lho cak, inis ekadar kisah, siapa tahu bermanfaat bagi yang lain agar selalu berhati-hati dengan orang lain kalau berbisnis). Padahal iku tak klumpukne dari hasil tetesan keringat, gak korupsi, paling-paling yooo….. bookingan sing koyok tak critakne he….he. Dadi akhire aku Prehatin maneh.

    Tapi aku tetep Rahayu he….he. Aku isok ngentas anakku, paling tidak sekolahe ngluwihi awakku. Keluargaku yo slamet, masiyo biyen aku nakal ora karu-karuan. Putuku telu lucu-lucu, kurang opo maneh?

    Lha tahun 2009 iki, mugo-mugo siklus Santoso kembali lagi. Iki isih muntup-muntup cak, tapi yo sitik-sitik onok hasile. Iki ugo dongamu nang awakku (mergo ben ora diutangi he….he…).

    Mungkin jeneng iku yo malati cak, makane wong zaman biyen nek njenengke anakke mesti poso 40 dino 40 bengi.

    Aku yo wis berdamai karo uripku. Falsafah Jowo ”SUMELEH” tak pakai sejak dulu. Nek gak ngono cak, kiro-kiro aku wis kenek stroke.

    Dadi, yen aku biyen isih SD sampai SMA isin mergo jenengku PREHATIN RAHAYU SANTOSO, (koyok cewek) saiki malah bangga. Sebab nama itu berati, siap menghadapi keprihatinan dan selalu selamat sejahtera yang akhirnya jadi kuat sentosa ha……ha.

    Cak-e Totok,
    Yo syukur…yen akhirnya sampeyan menyadari, bahwa oleh Yang Maha Kuasa sampeyan dikasih “hidup”. Ya, diberi hidup dan kehidupan itu anugerah terindah dariNya..

    Selain itu, sampeyan ugo dikasih “sehat wal afiat”, harta yang paling berharga bagi orang hidup. Cobak nek hartamu bener Rp 600 jeti, njur sampeyan loro ora mari-mari, opo Rp 600 jeti mau nggak menguap dengan mudah ?

    Aku selalu berdoa awakmu isok nggolek kehidupan sing penak. Bagiku, luwih enak ndongakne sampeyan ben mantep uripe, tinimbang mbok utangi…hehehe…

    Jenengmu telu mau : Prihatin -> Rahayu -> Sentosa meh koyok Cokro Penggilingan : kadang di atas kadang di bawah. Tapi sing paling penting, ojok rumongso duwur yen kon pas neng nduwur, lan ojok rumongso rendah yen kon pas neng ngisor..

    Yo ngono tah cak ?

    Reply

  5. Agung
    Feb 28, 2009 @ 22:54:32

    tp hrs rutin Pak.
    plg ga seminggu sekali.
    hehehehe..!!
    dan pojok2 lemari atau laci2 juga pake kamper.
    hehehehehe..!!
    selamat mencoba.
    dan siapkan materai buat kesepakatan perjanjian damai.
    hahahahaha..!!

    Siiiaaaaap !

    Reply

  6. totok
    Mar 01, 2009 @ 11:47:53

    Memang aneh cak jenengku kuwi. Opo maneh cokropanggilinganku bener-bener koyo bumi dan langit. Nek pas nang nduwur, menurut kondisiku sing pinter ora, keduwuren. Bareng pas anjlok, kengisoren.

    Tapi semua itu tak lakoni dengan falsafah ”SUMELEH”. Dadi saiki aku isok ngrasakke, antara nang nduwur karo nang ngisor, podo nikmate. Tinggal bagaimana kita menikmati.

    Aku ora tau ngresulo, meski pernah ngalami, isuk utuk-utuk jam 3 budal nang pasar, blonjo gae dodolan bojoku. Terus ngewangi nang pawon, terus ngewangi bukak warung. Kiro-kiro enek 3 tahun aku ngalami, ning yo enjoy saja sampek anakku lulus nang Malang.

    Sori cak, nek blog sampean tak gae curhat. Soale aku isok blokosuto nang kene, blak-blakan, gak onok sing tak tutupi.

    Iki sekalian digae catetan sing gak bakal ilang (kecuali mbok hapus) engko nek aku sempat nulis biografi, kari mbukak catetan nang blog sampean he…..he. Jadi ini bisa dikatakan setengah biografi saya.

    Cak Totok,
    Orang Amrik bilang “don’t be too up when you are high, and don’t be too down when you are low” sing artine “jangan terlalu merasa bangga pas kita di atas, dan jangan terlalu merasa sengsara pas kita di bawah”. Intine, biasa-biasa wae, di atas, di bawah, itu hanya “one way or another” (kalau nggak gini, ya gitu)…

    Curhat di Blogku sini boleh-boleh aja nggak ada yang ngelarang kok. Bahkan aku sering curhat neng blogku, kecuali curhat masalah percintrongan sing aku durung wani…soale mbok tunggu-tunggu ceritane…hehehe…

    Sorry blog sampeyan gurung tergarap dengan baik, maklum Speedy di rumah bener-bener aneh : kalau malam kuenceeeng tapi nek siang lelet ngalahin siput…dadi yo ora sempat-sempat, soale nek bengi kan aku wis ngantuk. Kudu ndang turu, soale esuk jam 5.45 aku wis “hit the road” ngantor numpak Camry-un karo anakku sing gede lan sing cilik. Jarak saka omah nang kantor “ming” 34 km satu arah. Bojoku wis pindah kantor cedak omah, dekne ngantor nggawe “Simbah” (Suzuki si Dekik) sing jarake ming 17 km pulang-pergi…

    Reply

  7. totok
    Mar 02, 2009 @ 08:48:21

    Bener cak, soal urip nikmati aja apa adanya. Sing penting, selama nafas masih nyantol nang awak, segala kemungkinan masih bisa kita raih. Perjalan hidup memang terkadang perlu diceritakan, agar anak cucu kita, termasuk siapa saja yang sempat baca, mendapat pelajaran berharga, bahwa hidup harus hati-hati.

    Soal blog, aku gak mikir, soale aku lebih seneng ngblog nunut sampean. Nggawe blog dewe yo durung karuan dibukan uwong (setan kali….).

    Wah, umpomo omahmu cidek, mesti tak pasang Fasterku (he…he iki brand image internetku cak, dadi nek telkom duwe spidi aku duwe faster). Soale internetku awan bengi kuennnceng, opo maneh nek mbayare rodo okeh, misalnya 150 ewu.

    Wis, nek gak wani ngeblog soal percintrongan ojo dipekso. Salah-salah sampean dibedil karo nyonyah malah aku gak isok curhat nang sampean he….he.

    Nek aku ngantor saiki gak perlu camry-un, cukup kampretiun alias rodo loro. Soale jarak cumak 3 km. Lumayan gak perlu AC, saben dino entuk angin mamiri, dadi wis gak masuk anginan. Dadi bojoku wis gak sambat tak jaluki kerokan.

    Cak Totok,
    Wah..nek ditilik dari kata-kata sampeyan, saiki koyok-e wis betah mer-gawe. Padahal beberapa bulan yang lalu, isih golek-golek sopo sing isok digoleki utangan…hehehe….Ojo tersinggung, mengko ndak awet tuwo…hihihi…. 😉

    Reply

  8. _subhan_
    Mar 02, 2009 @ 09:41:21

    pak, saya juga benci skali sama tikus.

    tikus, ternyata dapat menaiki seutas kabel yang menjulang ke atas 10 Meter lho pak,…

    akhir2 ini saia membunuh dengan racun tikus, yach all hasil tikusnya mate… tapi caricarinya bingung dimana…. setelah itu kalo kelamaan tericum bau tak sedam aroma tikus mati…

    bwoeeek… 😀

    Mas Subhan,
    Dengan alasan seperti itu, aku nggak pernah menebar racun tikus. Pasti pakainya lem tikus, atau jebakan tikus yang seperti box.

    Tikus yang terkena lem, cukup tak lipat bersama kartonnya, lalu saya selotip coklat untuk packing itu. Terus tak bungkus plastik hitam, terus tak selotip coklat maneh..

    Tikus yang kena jebakan, saya masukkan ember selama 2 menit sampai nafasnya habis. Setelah mati saya “proses” seperti memroses tikus yang kena lem. Semua pemulung di tempat saya udah tahu kode, jika ada plastik hitam di luarnya ada selotip coklat, itulah jenazah tikus yang sehari kemudian biasanya sudah diangkut sama tukang sampah dari Dinas Kebersihan Bekasi…

    Reply

  9. simbah
    Mar 02, 2009 @ 16:49:42

    Urip kari nglakoni kira-2 Yo….??? Wah aku gak iso mbayangne nduwe duwit 600yeti….
    Mengenai ‘Den Baguse’, coba dik Yon pergi ke pasar Kecapi. Beli Pace atau Mengkudu yang sudah matang. Letakkan di mana banyak Tikus seliweran di ruangan atau Gudang, ditanggungg ngacir….cir…..gak percaya..??….ya dicoba….

    Simbah,
    Wah…yen ngusir tikus nganggo pace, ojok-ojok aku sing malah keusir soale uambuneee kuwi lho, juan mak sseeeenggggg…..

    Mungkin sik arep tak coba usule Agung, yakuwi sekitar tempat tikus liwat diguyur karbol ben tikuse ora wani lewat lan ngacir….pergi…..

    Reply

  10. totok
    Mar 02, 2009 @ 17:52:01

    He…he…aku seneng kok cak ketemu karo blog sampean, iso memberi spirit kerjaku. Soale ternyata modal kerja iku gak perlu utang, otak karo skill ternyata lebih berharga he….he… Umpomo sepeda, awake dewe iki termasuk sepeda onto merek Fongers sing saiki larang regane.

    Padahal aku yo ngerti, gak bakalan aku oleh utangan, lha wong ora duwe opo-opo. Bank yo wis gak percoyo, wong gak duwe sertipikat.

    SIMBAH :
    Sampean ojok mbayangke 600 jeti. Semua sudah tak lupakan, kerjo luwih seperempat abad, oleh pesangon plus tabungan hanya sekejab lenyap. Arep nangis yo diguyu uwong, jenenge wartawan kok isok diapusi uwong ha…..ha…

    Iku mono jenenge, sudah jatuh ketimpa tetangga ha….ha. Tapi aku bersyukur, nalarku ternyata lebih maju ketimbang perasaanku. Anak bojoku sempat shock, tapi akhire mereka menerima kenyataan juga. Cancut taliwondo, wong mbediyun terkenal sego pecele. Yo pecel iku sing tak gae ngragati anak-anakku.

    Padahal sebagian iku modale konco, dadi terpaksa omah mbediyun sing tak tuku nggae kringet katut amblas, ketimbang gegeran karo konco.

    Cak Totok,
    Lha iya, mulo iku. Sejak awal sampeyan wis tak kandani sing paling penting itu duwe “business plan” siji utowo loro lembar, sing isine etung-etungan “cash flow” bagaimana duwit masuk, bagaimana duwit keluar, lan kapan duwit masuk mau isok mbalik meneh yen perlu sak bungane utawa hasile nganti etungan “tahun kapan mbalike” (payback period). seberapa besar kecepatan untunge (IRR), lsp…

    Masalah duwit, Indonesia saiki masiyo krisis tapi kan sing duwe duwit okeh banget. Delengen wae mBediyun kutho cuiliiik sebesar kutu tapi jumlah mal-e luwih akeh tinimbang jumlah jari ing tangane awake dewe, motor lan mobil muewah yo puating sliwar-sliwer marahi silau matane awake dewe…Lha, wong-wong sing duwe duwit mau sing kudu kita yakinkan bahwa kita akan berbisnis secara jujur, dan disertai kerja keras, semangat pantang menyerah, lan donga sokok konco-konco…

    Reply

  11. totok
    Mar 03, 2009 @ 13:32:21

    Yes, semua saran sudah tak lakoni. Lha bisnis plan sing tak kirim nang bos Jawa Pos akhire entuk tanggapan positif. Malah saiki ditambahi gawean dadi perwakilan Jawa Pos Telecommunication, dodolan pulsa murah gae nyetoki konter-konter.

    Dadi dongo sampean mandi (dudu adus lho tapi cespleng) tenan. Engko neks ampean nang mbediyun isok tak pameri.

    Malah karo Indosat, soal CSR ugo entuk tanggapan positif. Bantuan Indosat nang sekolah-sekolah arep dilewatke usahaku. Jenenge simbiosis mutualis. Indosat gak isok ngedol bandwidth lewat 2,4, lha sing isok lak aku cak….he…he.

    Tengkiu banget saran-sarannya. Hanya dalam waktu beberapa bulan kita ketemu di dunia maya, sudah bermanfaat.

    Cak-e Totok-e,
    Wah..jan enake nduwe konco wartawan kuwi, dikandani sithik neng ditompone akeh…hehehe….

    Pantesan kon wis isok dalan dewe, walaupun ming diwenehi “clue” atau “petunjuk” sing minim. Terus wartawan kan ngrayune secara lisan lan tulisan kan ugo cespleng tho…sampek dari JP Group, Indosat podho “takluk” neng ngisore sikile sampeyan…hihihihi…

    Ya berarti, saiki uripmu wis rodho lumayan. Wis berubah dari status “prihatin” ke status “rahayu”. Berarti nek kon tahan 3 tahun meneh lan kon orak neko-neko, statusmu bakal mundak maneh soko status “rahayu” menjadi “sentosa”….hwekekekekek….

    Cak, aku numpang tanya nih, tapi jawaben sing jujur yo. Opo wartawan lanang kuwi cenderung “nakal” lan “main wedokan” ? Soale aku biyen meh dadi mantune…hehehe…

    Reply

  12. totok
    Mar 04, 2009 @ 11:54:23

    Pertama aku arep nanggapi soal wartawan lanag nakal opo ora. Jan-jane semua tergantung manusianya. Cuma, kesempatan untuk itu lebih luas ketimbang mergawe liyane.

    Opo maneh yen dadi wartawan koran gede, peluang selingkuh makin besar. Jujur cak yo, artis iku nek karo wartawan opo wae sing dijaluk diwenehke. Sing penting (zamanku biyen) isok dilebokno koran (soale durung akeh Tipi), apa yang kita minta pasti di ho’oh.

    Nah, soal saran sampean memang tak akoni cespleng cak. Aku kadang gak mikir sampek sak mono. Bareng aku nggae proposal, akhire bos JP luluh lantak he…he. Masiyo gak akeh, tapi menjanjikan. Sebab dia bilang gini : ”Jangankan sepuluh duapuluh juta, sak miliar pun aku bantu kalau usaha ini berhasil,”’ Waooooowwww, aku terbengong-bengong antara percaya gak percaya.

    Trus, aku ndelok foto sampean, sambil ngedumel ”Jangkrik Tridjoko iki yo pinter tenan ngasih pandangan ha……ha….

    Lha iki soko Indosat yo entuk garapan ngonekke jaringane Perhutani nang Indosat lewat Wifi juga.

    Yo saiki isih Rahayulah pokoke, tapi aku tetep nyekel saran sampean. Tetep andap asor, dimana pun kita berada. Padahal biyen waktu aku jaya yo gak tau sombong cak, biasa-biasa wae. Dadi nek saiki nang ngisor, yo ora kaget, wong tau dadi kaum proletar. Tapi aku gak koyo kere munggah bale, masih seperti totok yang dulu.

    Cak-e Totok-e,
    Yo saiki sing penting kepercayaan orang kuwi ojo mbok ilangno. Jujur cak, aku biyen dadi pengurus OSIS neng SMA 1, dadi Sekretaris Jurusan neng kampusku, bahkan dadi Dekan, itu gara-gara pertemanan. Termasuk pertemanan dengan boss besar sing duwe keputusan final. Soale dekne percoyo neng aku, mungkin pikire “Wah..TriDjoko iki bocahe ueleeek koyok Sukrosono, ning sakjane dekne kuwi sekti, misale aku njaluk tulung dekne nggawe Keputren sing megah rung onok neng ndonya sakdurunge, pasti dekne biso. Opomaneh ketoke areke isok dipercoyo…”. Ngono, kiro-kiro. Tapi mboso jabatan duwur ngangklik-ngangklik, “angine” yo juan guedhenneee..kudu kuat mental, tapi sing paling penting kuat fisik, soale mulihe njur jam setengah sewelas wengi terus meh ben ndino, gurung termasuk Sabtu lan Minggu sok-sok dikon mlebu…

    Terus aku mikir, lha opo kuwat awakku nek koyo ngene. Akhirnya aku resign (dengan berharap boss menolak, eh..ternyata mengiyakan…).. Untunge sak wulan sak durunge, bojoku yo wis tak critain bab aku arep resign iku. Mbosok jabatanku nggak diperpanjang, aku lego lilo, lan bojoku yo lego lilo…Saiki aku dadi menungso bebas koyok manuk alap-alap neng udoro, isok nglakokne opo wae (sing durung isok : nglakekne sopo wae…hehe…)..

    Reply

  13. totok
    Mar 04, 2009 @ 21:49:28

    Lha nek nglakekne sopo wae aku wis tau cak, wektu dadi pengasuh rubrik kontak jodoh.

    Pancen bener, semakin tinggi pohon angine luwih banter. Bahkan terkadang kena puting beliung.

    Pancen jabatan iku bayare yo tambah, tapi rekosone yo tambah. Tapi nek sampean wis duwe keputusan ngono, tentu wis melalui banyak pemikiran.

    Paling enak bebas. Masiyo gaweane yo ora berkurang, tapi sing penting gak dadi kongkonan uwong. Makane nek wis pangsion balik wae nang mbediyun. Kota kita masih perlu uluran tangan orang-orang sekelas sampean cak. Paling tiodak bagaimana memajukan adik-adik kita, khususnya did esa, agar tidak terlalu kalahd engan yang di perkotaan.

    Gak opo sekolah nyeker, tapi sing penting otake ora ceker ayam

    Cak-e Totok,
    Sekolah nyeker ? Wah…aku dadi kelingan pas SD neng SD Mojorejo I mergo koncoku sak kelas podho nyeker kabeh, orak nggawe sandal lan orak nggawe sepatu. Sak jane wektu iku aku yo nduwe sepatu neng omah, tapi karena alasan “solidaritas” aku sekolah melok-melok nyeker. Untung otakku nggak melu ceker-emes (sejenis makanan koyok sermiyer…hehehe..)…

    O ya cak, berita penting iki. Mau awan aku dikandani koncoku sing arep ngejak jalan-jalan neng Suroboyo dino Rabu-Jumat tanggal 11 s/d 13 Maret iki. Budhale nganggo pesawat. Yen isok, mengko aku tak izin ben isok mampir mBediyun. Biasane aku nyekar nang makam Bapak-Ibu lan ngendangi omahku neng Ngrowo lan ngecek ini itu onok sing kurang rak. Yen sido bali mBediyun, mengko tak kandani. Sopo ngerti isok ngobrol-ngobrol sedelo…hehehe..

    Reply

  14. totok
    Mar 05, 2009 @ 08:34:11

    Nah, ini bukan berita penting lagi, tapi bener-bener sangat penting. Pasti tak tunggu kedatanganmu dan saya sambut dengan kehangatan khas Madiun (wah, aku kudu cepet-cepet ngapalke salam SMP 2 sing mbok ajarke he…he).

    Malah nek isok ojo sedelo, awake dewe isok cangkruk ngopi karo nggoleki Kledek Ngamen nang Sleko-Slovakia. Engko anakku tak kenalke sampean, biar bisa sharing he…he.

    Engko tak pameri perangkatku sing sangat sederhana tapi berguna ha…ha…ha

    Cak-e Totok,
    Iyo mengko tak usahakno mampir neng mBediyun, soale bossku sing ngajak jalan-jalan neng Sorbojeh iki uwonge rodok strik, dadi aku yo ora wani nembung kecuali dekne nawari yen aku arep mulih neng mBediyun. Detik iki aku yo durung ngerti opo tiket pesawate Jkt-Sby pp wis ditukokne…

    Reply

  15. totok
    Mar 05, 2009 @ 14:15:04

    Strik gak opo-opo cak, pokoke gak sirik he…he

    Reply

  16. rumahagung
    Mar 08, 2009 @ 23:32:26

    Pak,rmh saya dpt musuh br nih.
    CICAK…
    hahahahaa..!!
    yg ini sulit dilawan nih.
    tiba2 ada di meja makan n meja air.
    suka msk2 ke makanan pdhl ud ditutupi.
    dan msk2 jg ke gelas.
    ampe2 klo mao minum mlm2 suka kaget.
    kok ada makhluk di dlm gls.
    aduhhh..
    sulit nih lawannya..
    mungkin Bapak ada tips??
    hehehehee..!!

    Agung,
    Cicak yang sudah “mengganggu” dan “kuat motivasinya” untuk mencampuri urusan manusia begitu, lebih mudah menanganinya. Ambil selembar karton, lumuri dengan lem tikus (bisa beli di Indomart), lalu kasih umpan makanan kesenangan cecak (saya suka kasih makanan kucing yaitu Friskies), nah cecak-cecak nakal itu bakalan datang dan kena lem. Karton dilipat, dilem pakai lakban besar berwarna coklat itu, ditaruh di plastik hitam, dilakban coklat lagi, dan ditaruh di tempat sampah. Beres !

    Biasanya kalau ada temannya yang kena lem, cicak-cicak lain akan menjadi “well behaved”, dan masalah anda dengan cicak udah selesai…

    Reply

  17. rumahagung
    Mar 09, 2009 @ 09:56:53

    ooo…
    ok deh Pak.
    wah,berarti hrs pake cara keras nih lawan cicak.
    hahahahaha..!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: