Toples Krupuk dan Dua Cangkir Kopi

[Terima kasih kepada Teh Erna Aska Lokollo, teman sekelas di Dept Sosek IPB dulu, yang telah mengirimkan cerita ini jauh-jauh dari Cornell University, Ithaca, New York…]

Jika terlalu banyak hal yang harus anda tangani di dunia ini ketika 24 jam sehari tidak cukup, maka ingatlah cerita tentang “Toples Krupuk dan Dua Cangkir Kopi” ini..(mohon maaf, sumber cerita asli “The Mayonnaise Jar and 2 Cups of Cofee” ini tidak diketahui)..

Begini ceritanya…

Seorang profesor mengajar di depan kelas Filsafat dan mempunyai beberapa benda ditaruh di meja kelas. Ketika kuliah dimulai, ia tanpa berkata-kata mengambil satu toples krupuk terbuat dari kaca yang besar dan mengisinya dengan bola-bola pingpong. Ketika ia bertanya ke para mahasiswanya apakah toples krupuk itu sudah penuh ? Semuanya menjawab sudah.

Pak Profesor kemudian mengambil satu boks kelereng dan mengisinya ke dalam toples kerupuk. Ia sedikit mengocok toples itu, sehingga kelereng-kelereng itu mengisi ruang-ruang kosong di antara bola-bola pingpong. Ia kemudian bertanya kepada mahasiswanya apakah toples sekarang sudah penuh ? Para mahasiswanyapun menjawab, sudah.

Pak Profesor kemudian mengambil satu boks pasir dan menuangkannya ke dalam toples kerupuk itu. Sudah pasti, pasir itu akan mengisi ruang-ruang kosong yang masih tersisa. Ia kemudian bertanya sekali lagi kepada para mahasiswanya apakah toples ini sudah penuh ? Para mahasiswapun menjawab, sudah Prof.

Setelah itu Pak Profesor mengambil air panas dan menuangkannya ke dalam 2 cangkir yang kosong, dan ke setiap masing-masing cangkir dituangkan kopi sebanyak 1,5 sendok teh. Setelah mengaduknya rata, Pak Profesorpun segera menuangkan kedua cangkir kopi itu ke dalam toples kerupuk, yang tentu saja segera mengisi ruang-ruang kosong yang disisakan oleh pasir tadi. Semua mahasiswanyapun tertawa..

“Sekarang”, kata Pak Profesor ketika ketawa para mahasiswanya telah reda, “Saya ingin anda mengenali bahwa toples kerupuk ini menggambarkan kehidupan anda. Bola-bola pingpong adalah hal-hal yang paling penting dalam kehidupan anda – keluarga anda, anak-anak anda, kesehatan anda, teman-teman anda dan hobby-hobby anda – dan jika selain itu semuanya hilang, kehidupan anda masih tetap penuh.

Kelereng-kelereng itu menggambarkan hal-hal lainnya yang juga penting seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil anda.

Pasir menggambarkan hal-hal lainnya – yaitu hal-hal kecil. “Jika anda memasukkan pasir pertama kali ke dalam toples”, ia menambahkan, “maka tidak akan ada ruang kosong buat bola-bola pingpong dan kelereng-kelereng. Hal yang sama berlaku bagi kehidupan anda. Jika anda meluangkan banyak waktu hanya untuk memikirkan hal-hal kecil dalam kehidupan anda, maka tidak akan ada ruang untuk hal-hal yang penting bagi kehidupan anda”.

“Perhatikan hal-hal yang sangat penting bagi kebahagiaan anda. Luangkan waktu untuk anak-anak anda. Luangkan waktu dengan orangtua anda. Kunjungi kakek-nenek anda. Ambil waktu luang untuk melakukan cek kesehatan. Ajaklah pasangan anda untuk makan malam di luar rumah. Kerjakan 18 hal penting lainnya, seperti membersihkan rumah dan membuang sampah. Perhatikan bola-bola pingpong terlebih dahulu – yaitu hal-hal penting yang benar-benar perlu. Tentukan prioritas anda. Hal-hal lainnya hanyalah pasir”.

Salah satu mahasiswa Pak Profesor pun mengangkat tangan dan bertanya melambangkan apa kopi itu ? Pak Profesor tersenyum dan berkata, “Senang anda telah bertanya”..

“Kopi itu hanya menunjukkan kepada anda bahwa tidak peduli seberapa penuh pun kehidupan anda kelihatannya, selalu ada ruang untuk satu dua cangkir kopi untuk diminum bersama teman-teman”.

Silahkan ceritakan posting ini dengan teman-teman anda yang terdekat.

Saya, di blog ini, baru saja melakukannya…

9 Comments (+add yours?)

  1. rumahagung
    Mar 15, 2009 @ 10:04:25

    hahahaha..!!
    bgs Pak.

    Reply

  2. gun gun
    Mar 15, 2009 @ 17:33:08

    Canggih Mas ..! Salam

    Nuhun kang…..;-)

    Reply

  3. Sodik
    Mar 15, 2009 @ 20:31:22

    ijin copy paste ke blog saya ya Pak…
    tks.

    Mas Sodik,
    Monggo mas, dipersilahkan….. 😉

    Reply

  4. Trackback: Toples Krupuk dan Dua Cangkir Kopi - Meidianto
  5. Asmah purba
    Mar 16, 2009 @ 15:43:04

    Bener juga ya, seringkali kita sibuk tak menentu alias STM dan lupa pada hal yang paling penting.
    Kita harus bisa pisahkan mana yang genting dan
    mana yang penting………….yes3x. Sering2 aja…
    Aska kirim2 ……ya

    Itok Asmah,
    Horas bah ! Gimana nih kabarnya di Medan ?
    Iya kita harus tetap ingat hal terpenting seperti keluarga kita, termasuk orangtua kita…
    Ya mudah-mudahan Aska sering kirim tulisan yang bagus-bagus macam begini…
    Salam ya, untuk teman2 yang di Medan..

    Reply

  6. alris
    Mar 16, 2009 @ 23:59:56

    Sangat memberikan pencerahan, pak. Selama ini terlalu banyak mengisi pasir ke dalam kehidupan sehingga lupa akan akan bola-bola pimpong dan kelereng. Ntar saya copy paste.

    Ya, silahkan Uda….;-)

    Reply

  7. Aska
    Mar 21, 2009 @ 20:55:05

    Dear mas TDW and all…..eh Asmah di Medan juga haloo…trims istilah “STM” sibuk tak menentu” nya…..OK boss TDW I’ll send you again stories like above just to remind ourselves (including me) to stay focus on what’s important in life. Many times we get side-track by little tiny things we thought are important. Sebenarnya saya punya buku wajib (must-read) philiosophers judulnya Golden ways, tapi saya lupa naruh dimana….maklum wis tuwek…Disitu banyak cerita spt diatas. Nek ketemu via web atau nang rak buku ta kbri yo mas….salam buat semua….Jadi neeh ke Ithaca Juni reuni Astagian……jadi dong…..hehehe…spring is on the air now…..it’s pretty in Washington (cherry blossom)…just got back y’day from DC

    Mbak Erna,
    Waduh…jauh-jauh ke DC hanya buat nonton cherry blossom ? Asyik dong… diambil foto-fotonya nggak ? Sayang Mbak Erna belum ikutan Facebook (FB) ya, coba ikutan wah gambar kejatuhan bunga cherry nya pasti kelihatan di FB. FYI, banyak teman2 Astaga yang sudah punya FB, tapi “banyak” itu cuman 15 orang saja lho..hehehe…
    Iya deh mbak Erna, ditunggu kalau bukunya “Golden Ways” yang ketlingsut sudah ketemu. Yang jelas terjemahan tulisan dari mbak Erna yang sekarang berjudul “Toples Kerupuk dan 2 Cangkir Kopi” itu sudah banyak dicopy+paste ke banyak blog lho…

    Sekali lagi, terima kasih dan sukses selalu nun jauh di Ithaca, NY sana…

    Reply

  8. suci
    Oct 02, 2009 @ 11:23:49

    ijin kopas pak saya mau share di fb saya, thanks

    Mbak Suci,
    Monggo aja mbak….silahkan….:-)

    Reply

  9. mahisaajy
    Apr 07, 2014 @ 08:00:19

    Ceritanya bagus dan menginspirasi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: