Pakemnya adalah…Notonagoro !

Bagi penduduk Indonesia dari etnis Jawa, “masa depan” kadang-kadang bisa dibaca dari apa yang telah dituliskan oleh para pujangga Jawa jaman dahulu kala. Konon, pada suatu waktu Raja Joyoboyo dari Kadhiri meramalkan bahwa Nusantara (baca : Indonesia) nanti akan dipimpin oleh para pemimpin yang kalau dituliskan suku kata paling belakang dari namanya, akan membentuk kata “Notonagoro”…

Dalam bahasa Jawa, “Notonagoro” berarti “menata negara”. Siapa yang menata negara atau mengoperasionalkan negara  ? Siapa lagi kalau bukan pemimpin tertinggi atau Presiden, menurut UUD kita…

Presiden pertama kita, Soekarno, suku kata belakangnya “No”. Jadi theorem tersebut hold. Presiden kedua kita, Soeharto, suku kata belakangnya “To”, jadi theorem Joyoboyo hold, dan kini sudah membentuk string “Noto”. Presiden ketiga Indonesia yang keturunan 50% Bugis Pare-Pare dan 50% Jawa bernama Habibie, yang artinya “yang tersayang” dan kalau dibahasaJawakan namanya berubah menjadi “Sutrisno” atau “Sutrisna” dengan suku kata belakang “No” atau “Na”, jadi theorem Joyoboyo hold, kini dengan string “Notona”…

Selanjutnya, Presiden RI keempat adalah Gus Dur, yang kalau ditulis dengan ejaan Soewandi Menteri P&K tahun 1947 akan menjadi “Goes Doer”, jadi memenuhi suku kata “Go” dalam kata “Goes”, jadi theorem Joyoboyo so far hold, dan string yang dibentuk sekarang sudah “Notonago”..

Selanjutnya lagi, Presiden RI kelima adalah Megawati Soekarnoputri, yang nama belakangnya “Soekarnoputri” sebenarnya bisa juga ditulis “Soekarnoputro” yang artinya “anak Soekarno”, dengan demikian penggalan suku kata paling belakangnya adalah “Tro” atau “Ro”, jadi theorem Joyoboyo hold dan sekarang sudah membentuk “full string” yaitu “Notonagoro” !

Holly cows !

Bagaimana setelah string “Notonagoro” itu “fully traversed” menurut Turing Machine ? Karena program “Notonagoro” itu program yang selalu loop, maka string “Notonagoro” akan diulang kembali dari awal..

Nah, Presiden RI keenam adalah SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono, yang suku kata terakhirnya adalah “No”, jadi theorem Joyoboyo hold, dan sekarang terbaca string “No”…

Siapa Presiden RI selanjutnya setelah SBY sekurangnya menurut Theorem Joyoboyo yang harus membentuk string “Notonagoro” ?

Mestinya seseorang dengan akhiran suku kata “To”…

[Disclaimer : penulis blog ini adalah non-partisan dan tidak memihak satu partai manapun, percaya atau tidak dengan posting ini sepenuhnya adalah terserah anda. Begitu juga interpretasi anda masing-masing. Anda yang punya pikiran, anda yang gunakan…]

8 Comments (+add yours?)

  1. totok
    Apr 06, 2009 @ 18:26:30

    Nah, kalau ”to” bisa juga Wiranto. Tapi paling enak Noto Santoso waelah, gitu aja kok repot.

    Reply

  2. alris
    Apr 06, 2009 @ 23:25:27

    Sumpah mati “to” yang berikutnya bukan saya, karena nama yang gak nyambung. Kecuali nama saya diubah jadi alristo, bisa jadi saya kepilih. Sopo nyono… Ya, minimal kepilih jadi suami dari istri saya yang sekarang wakaka…

    Bisa jadi lho, ini jadi bisa mana kita tau “to” berikutnya adalah wiranto, Prabowo Subianto, suTiyosO (maksa yang penting ada “to” nya), megawati karena anak sukarno tho, SBY to, Yusuf kalla to, Sutrisno Bachir to, Sultan HB X to, Deddy Mizwar to, atau to yang lainnya masih banyak yang antri untuk jadi presiden. Atau kita jadiin aja Dedi Petet to untuk memimpin negeri impian supaya hidup gak ruwet. Ayo pak Totok dukung saya…hahaha…

    Reply

  3. heri koesnadi
    Apr 06, 2009 @ 23:59:58

    waduh… gimana klo no lagi? kyk suharto yg memimpin selama 32 tahun, klo harus diurutkan jadinya totototo… terus ampe abis dunk… he..he..

    Reply

  4. rumahagung
    Apr 07, 2009 @ 09:42:24

    hahahahahhahaa..!!
    pdhl saya berharap “gie” ikut masuk dlm PAKEM.
    hahahahhahaha..!!
    yah uda lah…
    sapa pun jg,saya mah pasrah..

    Reply

  5. edratna
    Apr 08, 2009 @ 12:55:28

    Hahaha…setiap kali pemilu, pakem ini muncul…entah siapa yang memproklamirkan pertama kalinya.

    Yang menemukan singkatan itu pertama kalinya, ya …… Pak Notonagoro, namanya….;-)

    Reply

  6. r purwo
    Apr 09, 2009 @ 06:45:54

    wah jangan2 saya nech pak 😀 r purwo wijayanTO. Tapi menurut saya singkatan itu terlalu dipaksakan ya.. kalau istilah jawa ilmu gatuk

    Mas Rudhi,
    Iya mas…gothak-gathik mathuk tok….hehehe…

    Selain ilmu gatuk, juga untuk menghibur orang-orang yang suku kata belakangnya No, To, Go, dan Ro, termasuk saya Tri Djoko WahjoNO….hahahaha….

    Reply

  7. Rino wasito
    Apr 17, 2009 @ 18:13:07

    Waduh nama saya berakhiran to, tapi mungkinnya mana lha wong saya nyaleg enggak martai juga tidak.

    Reply

  8. takdir ali mukti
    May 24, 2011 @ 14:06:58

    NOTO NAGORO = Mitologi Berbasis Bahasa JAWA
    NO=SoekarNO
    TO=SoeharTO
    NA= alih bahasa dari Bahasa Arab, yakni HABIBIE dalam Bhs Indonesia adalah CINTA dan Bhs Jawa-nya adalah TrisNA
    GO=GOesdur
    RO=ROro atau Wanita Bangsawan, yakni Megawati SP

    Lalu Kembali lagi ke AWAL Notonagoro, yakni;
    NO=Susilo Bambang YudoyoNO

    maka, Tahun 2014 menurut mitologi ini adalah TO….
    Nah, muncullah nama-nama Prabowo SubiayantTO, atau TO dari Kata NOTO atau RAJA, yakni Sultan Hamenghubuwono X, atau Hatta RAJAsa,
    atau WiranTO?….. Mari ditunggu saja.. atau DIUPAYAKAN!!!

    Iya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: