Kenangan jadi pemantau pemilu

Di dua pemilu sebelum Pemilu 2009 ini, saya bertugas sebagai Pemantau Pemilu dari Forum Rektor di Pemilu 1999 dan Pemilu 2004..

Di Pemilu 1999 sebagai mantan Ka Biro Kemahasiswaan di kampus saya, saya ikut terlibat sebagai Pemantau Pemilu dari Forum Rektor. Di wilayah Jakarta Barat waktu itu, Universitas Trisakti adalah Ketua Simpul, dengan Sub Simpul di Universitas Mercu Buana. Jadi rekan2 Biro Kemahasiswaan kampus saya sangat dekat bekerja dengan rekan2 Pemantau Pemilu dari Trisakti dan Mercu Buana..

Pemilu 1999 bisa disebut Pemilu yang penuh euphoria, walaupun saya tidak mencatat, tapi dari sudut pandang pengamatan saya seluruh rakyat berbondong-bondong membanjiri TPS dan semuanya dapat panggilan memilih bagi yang berhak. Terutama di Kecamatan Palmerah, daerah kerja saya yang terbentang dari kampus saya di sebelah barat sampai Kali Banjir Kanal Barat dekat Pasar Tanah Abang..

Di Pemilu 1999 di Jakarta itu, hampir di semua TPS di Kecamatan Palmerah kecuali 2 TPS di kompleks Polri Petamburan, pemenangnya adalah PDIP sedangkan di 2 TPS itu pemenangnya adalah Golkar. Pemenang kedua dst saya sudah lupa, tapi kalau tidak salah Golkar hanya menduduki No.3 setelah PDIP dan PPP. Dari memantau beberapa TPS di Kecamatan Palmerah tahun 1999 itu, saya bisa merasakan bagaimana Metode Quick Count dilakukan. Karena dengan mengamati 3-10 TPS di Kecamatan Palmerah saja kita sudah bisa menebak siapa pemenang pemilu di kecamatan ini, apalagi jika TPS nya ditarik dengan metode Sampling tertentu seperti stratified random sampling…

O ya, di Pemilu 1999 itu saya bekerja sama memantau Pemilu dengan para pejabat Biro Kemahasiswaan di kampus saya dan sekitar 250 mahasiswa. Waktu itu Pak Sosro Adimarwoto sebagai Purek III Bidang Kemahasiswaan masih sugeng, dibantu oleh Ka Biro Kemahasiswaan Pak Dafris Arifin, dan saya sendiri, Pak Elidjen, Pak Paulus, Pak Besar, Bu Nonny, dan Pak Fernandes. Ikut mendaftar 250 orang mahasiswa sebagai relawan Pemantau Pemilu Forum Rektor yang diberi uang saku kalau tidak salah Rp 10.000 saja. Tapi seluruh pejabat Kampus kami dan para mahasiswa sangat antusias sebagai saksi di TPS-TPS…

Pada Pemilu 2004 saya terlibat lagi sebagai Pemantau Pemilu Forum Rektor. Suasana Pemilu 2004 hampir sama antusiasnya dengan Pemilu 2004, walaupun kemeriahannya sedikit berkurang karena kampanye pawai terbuka seperti tahun 1999 sudah tidak kelihatan.

Seperti Pemilu 1999, Pemilu 2004 kami ikut Pemantau Pemilu Forum Rektor simpul Jakarta Barat yang diketuai oleh Universitas Trisakti, dengan Sub Simpul Universitas Mercu Buana. O ya, di kedua Pemilu tersebut sebenarnya Forum Rektor sudah menggunakan metode Quick Count yang dirancang rekan-rekan dari ITB tapi karena pada tahun-tahun itu handphone masih berupa barang langka, maka Quick Count tidak bisa dilakukan secepat yang dilakukan oleh LSI, misalnya. Tapi seperti saya katakan sebelumnya, quick count untuk Jakarta bisa dilihat dengan melihat beberapa TPS saja dan kita bisa segera menyimpulkan kira-kira partai apa yang menjadi Pemenang Pemilu..

Baik untuk Pemilu 1999 dan Pemilu 2004, Pak Sosro Adimarwoto sebagai Purek III bidang Kemahasiswaan masih sugeng, jadi team kami dipimpin oleh tokoh sesepuh yang disegani.

Beda Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 tentang perhitungan suaranya. Di Pemilu 1999 perhitungan suara dimulai pukul 13.00 dan selesai dalam waktu 2-3 jam saja. Jadi mahasiswa saya yang jumlahnya ratusan itu dari pemantauan kami bisa pulang dengan senyum lebar pada pukul 15.00 atau paling lambat 16.00, menyerahkan hasil laporan perhitungannya ke kampus.

Pemilu 2004 entah mengapa perhitungan suara molor sangat lama. Mungkin karena ada pilihan baru yaitu pemilihan anggota DPD. Di Pemilu 2004 perhitungan suara dimulai jam 13.00 sampai jam 19.00 bahkan sampai jam 21.00. Pada jam 22.00 masih ada beberapa mahasiswa yang belum melapor ke kampus yang artinya perhitungan suara di TPS yang diamatinya belum selesai.

Banyak cerita suka dan duka yang dialami oleh para mahasiswa saya. Suka bagi yang diperlakukan seperti Raja, terutama di Pemilu 1999 yang penuh dengan euforia, sampai mahasiswa ditawari makanan dan minuman oleh penduduk setempat secara “mbanyu mili” yaitu mengalir terus-menerus seperti air. Dukanya, bagi para mahasiswa yang sudah mengenakan jaket kampus berwarna “burgundy” itu masih juga dicuekin oleh penduduk setempat, sehingga makanan dan minumanpun ada yang harus beli sendiri. Mengenai lokasi TPS, ada yang di kantor kelurahan atau di dekat rumah mewah. Tapi ada juga TPS yang didirikan di sebelah kandang ayam yang tentunya baunya tidak dijamin…hahaha…

Di Pemilu 2009 ini Biro Kemahasiswaan sudah tidak ada karena berubah nama dan berubah misi. Entah karena alasan itu atau bukan, di Pemilu 2009 ini kampus tidak  ikut memantau pelaksanaan pemilu…

Kenangan yang indah di tahun 1999 dan 2004 yang lalu, terutama di tahun 1999. Saya dan para mahasiswa yang berjalan dengan rompi “Pemantau Pemilu Forum Rektor” dan topi putih yang disponsori UNDP, sangat dihormati oleh penduduk setempat, dan begitu muncul di TPS langsung disediakan kursi oleh rakyat yang sedang bersemangat itu…

Pemilu 2009 ?

I’d rather submit myself to ignorance…

(Apapun artinya itu)…

4 Comments (+add yours?)

  1. rumahagung
    Apr 09, 2009 @ 11:00:53

    wah…
    saya br pulang nyontreng nih PAk.
    sepi yah TPSnya.
    tak tau pd ke mana warga sini nih..
    hehehehehee..!!

    Agung,
    Kayaknya para tetanggamu yang tajir-tajir itu pada nyontreng di Orchard Road, Kowloon, atau di Putra Jaya…hahaha…

    Reply

  2. heri koesnadi
    Apr 09, 2009 @ 12:27:32

    wah bangga euy nama mercu buana dibawa2..

    Heri,
    Ya di Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 dulu kalau mau lapor tentang hasil pemantauan Pemilu, saya dan teman2 Binus selalu ke Mercu Buana. Ada Pak siapa dan Ibu Ir. siapa itu (isterinya Pak Landjono BPPT) yang selalu menemui saya..

    Jadi dulu Binus di-BKO-kan di bawah Mercu Buana, dan Mercu Buana di-BKO-kan di bawah Trisakti..

    Reply

  3. rumahagung
    Apr 10, 2009 @ 10:31:26

    hahahahaha..!!
    emank di orchard ada TPS apa??
    hhaahahhahaa..!!!

    btw,di tmp saya ini jg ngitung suara ampe jem 8mlm Pak.
    kok lama yah?!
    ato kita ksh usulan,pemilu secara digital??
    jd tinggal pake touch screen gt.
    kan mantab Pak?!?!?!?!
    hahahahahahahhaha..!!

    Reply

  4. Suep
    Jul 26, 2011 @ 21:12:58

    Kenangan yang indah bersama Pak Sosro ya Pak?

    Hallo Suep,
    Apa kabar my man ? Kalo mau komunikasi terus, add saya FB saya…

    Iya Ep, tidak hanya kenangan indah bersama Pak Sosro, tetapi juga kenangan indah bersama Pak Dafris, Pak Elidjen, Pak Besar, Pak Paulus dan Ibu Nonie…juga Wiwid di Sekretariat Biro Kemahasiswaan…

    Sekarang tinggal dan kerja dimana Ep ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: