Small crimes

Tinggal di kota Jakarta yang sibuk dan metropolis, setiap hari saya selalu melihat apa yang saya namakan “kejahatan kecil” atau “small crimes”. Kejahatan kecil ini tentu saja dalam pengertian saya sendiri, dan untuk saya sendiri, bukan dalam pengertian ilmu hukum dimana kejahatan itu adalah tindakan yang telah melanggar pasal-pasal hukum pidana..

Menurut saya, orang yang tidak mengindahkan atau tidak peduli terhadap orang lain dapat dipandang melakukan kejahatan kecil. Sekali lagi, ini menurut saya pribadi, dan untuk saya pribadi..

Sering saya lihat, mobil-mobil mewah sekalipun, baik itu Mercedes Benz atau BMW yang lalu lalang di kota Jakarta tapi lampu setopannya mati, baik mati satu atau dua-duanya mati sehingga pengendara di belakangnya, yaitu saya, tidak tahu kalau ia ngerem yang menyebabkan saya mengerem dengan sangat keras agar mobil saya bisa berhenti. “It’s a small crime !”, sayapun berteriak dari dalam mobil saya yang kacanya tertutup..

Di saat yang lain, terutama di pertokoan, pasar tradisional atau bahkan di perumahan, saya sering melihat mobil-mobil yang berhenti seenaknya di pinggir jalan sehingga menyita separuh lebar jalan yang menyebabkan mobil-mobil lainnya dengan susah payah dan antri satu persatu harus melalui sisa lebar jalan yang biasanya cuman tinggal satu lajur. Sudah begitu, mobil itu diparkir begitu saja di pinggir jalan tapi sopirnya hilang entah kemana sehingga ketika mobil-mobil lainnya menyalakan klakson dengan keras karena kesal, mobil yang bermasalah itu tetap saja nongkrong di pinggir jalan. “It’s  a small crime !!”, tereak saya kesal dari dalam mobil kadang sambil memukul batang kemudi mobil…

Sebenarnya masih banyak contoh lain yang saya sebut “small crimes” tapi saya tidak akan membahasnya habis-habisan di sini. Tapi intinya, hal itu bisa membuat kita kesal walaupun mood kita di hari itu sedang bagus-bagusnya…

Jika anda, sebagai warganegara, care terhadap orang lain dan tidak ingin orang lain kesulitan karena ulah anda, hindarilah perbuatan atau tindakan anda yang tidak disukai oleh orang lain seperti saya contohkan di atas..

Dengan begitu, we will live in a world as better place for all of us….

Bukankah begitu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: