Self Censorship

Bukan karena adanya peristiwanya mbak Prita Mulyasari yang sampai berurusan dengan hukum hanya karena menulis e-mail keluhan pelayanan sebuah Rumah Sakit, yang menyebabkan saya akhir-akhir ini jarang nulis di Blog…

Alasan pertama karena “self censorship” alias saya menyensor tulisan saya sendiri. Ada beberapa tulisan yang sempat “tayang” barang 5-10 menit atau barang 1-2 jam di Blog ini, namun karena pertimbangan “keselamatan bersama” akhirnya satu atau dua tulisan terpaksa saya cabut dari postingan blog ini…

Mengapa mesti perlu “self censorship” ? Ya karena membuat blog ini kan ada misinya (please lihat “About Me”) yaitu blog ini menghindari hatred, bigotry, dan sebagainya. Jadi kalau tulisan saya yang sempat saya buat dan saya posting di blog ini dan happened to be melanggar asas yang telah saya set up dari awal itu…maka posting bersangkutan terpaksa diturunkan dari posting dan terpaksa tinggal di folder \temp saya…

Alasan lainnya, produktivitas saya dalam menulis posting menurun drastis karena begitu mulai menulis posting…..ada tereakan “Mas…..”, “Masssssss….” atau “Muaaaassss…” tanda isteri saya minta tolong sesuatu, sehingga keasyikan menulis jadi sedikit terganggu. Yah, demi keutuhan rumah tangga….hahaha….

Tapi sabar saja, sooner or later….kegiatan tulis-menulis posting di blog ini akan menemukan waktu yang tepat dan tulisan saya akan kembali mengalir seperti derasnya air di sungai Madiun…..hehehe….

Tunggu saja tanggal mainnya !

Nilai UAS AI 04PKT, 04POT, 06PAW dan Nilai UAS Sispak 08PAV

Barusan saya sudah menyelesaikan grading nilai UAS AI dan Sispak untuk kelas-kelas 04PKT, 04POT dan 06PAW (untuk AI) dan kelas 08PAV (untuk Sispak). Tapi karena alasan teknis, tidak sempat diumumkan di blog ini. Jadi..sabar ya, paling 1-2 minggu sudah muncul di Binusmaya…

Namanya ujian, ada yang sukses dan tidak. Namanya kuliah sepanjang semester, ada yang rajin masuk, ada yang ogah-ogahan dan ada yang malas keterlaluan sampai kuliah 200 jam cuman masuk 5 menit saja !

Bagi anda yang rajin masuk kuliah dan nilai UTS dan TM nya sudah bagus, mungkin UAS hanya formalitas..

Kebanyakan mahasiswa mendapat nilai A dan B. Namun di “kelas spesial” yang mahasiswanya kurang semangat, beberapa mahasiswa juga mendapatkan nilai C..

Good news is, semuanya lulus. Bad news is, mungkin grade yang anda peroleh tidak sesuai dengan harapan. Menurut prosedur standar di Binus, mahasiswa bisa protes nilai namun kalau dosen tidak bersalah dalam grading kertas ujian, nilai si mahasiswa dikurangi 20 point…

Begitu aja, pengumuman ini…sampai jumpa di semester-semester selanjutnya….;-)

Kumaha atuh Teh Ivanna ?

Ivanna Lie, adalah salah satu mantan pemain bulutangkis putri Indonesia yang paling saya kagumi. Selain permainan bulutangkisnya di masa lalu yang mengagumkan, Ivanna juga berwajah super manis. Mungkin setara dengan Yuni Kartika, Rosiana Tendean, Sarwendah, dan Deyana Lomban super manis wajahnya…

Tiga hari terakhir ini Ivanna Lie bersama Broto Hippy dari majalah Bola dan Adi Nugroho mantan presenter AFI yang penuh tangis itu, bertiga memandu hajatan Indonesia Open 2009..

Apa yang dikatakan Bung Broto Hippy standar wartawan Bola lah, penuh informasi. Apa yang dikatakan Adi “Ryan Secrest” Nugroho juga standar presenter, tapi surprisingly apa yang dikatakan Teh Ivanna bagi saya perlu digarisbawahi dengan tinta merah…karena mengganggu teh…

Pas memandu Final Indonesia Open 2009 Minggu siang dan sore tadi, Ivanna berkali-kali bilang “Tinggi badan Saina Nehwal yang lebih pendek dari Wang Lin mungkin akan membuatnya kesulitan melawan Wang Lin”. Apakah benar ? Wrong !! Di layar TV Trans7 saya lihat tinggi Wang Lin 170 cm, dan tinggi Saina Nehwal yang dilatih mantan pemain bulu tangkis Indonesia Atik Jauhari itu juga 170 cm. Tingginya sama, makanya Teh Ivanna….lain kali sebelum berkomentar sebaiknya teh apa yang ditulis di TV dibaca betul….karena penyiar olahraga TV luar negeri selalu melirik ke layar TV sambil berkomentar….

Begitu juga waktu pasangan putri Malaysia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty bertemu di final dengan pasangan putri China Cheng Shu/Zhao Yunlie. Sekali lagi Teh Ivanna membuat blunder “Pasangan ganda putri Malaysia ini mempunyai tubuh yang lebih pendek daripada pasangan ganda putri China, jadi saya kira pasangan ganda putri Malaysia akan kesulitan melawan pasangan ganda putri China yang jangkung-jangkung”…

What ? Mengenai tinggi badan ? Again ?

Sebaiknya Teh Ivanna lebih percaya kepada ranking dunia pasangan ganda putri, daripada melihat secara fisik ke tinggi badan mereka. Ternyata sebelum bertemu di final Indonesia Open 2009 tadi, pasangan ganda putri Malaysia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty adalah Ranking No.1 dunia sedangkan pasangan ganda putri China Cheng Shu/Zhao Yunlie kalau tidak salah Ranking No.3 dunia. Ranking dunia itu tidak dibuat dengan ujug-ujug, tapi dengan perhitungan matang hasil peraihan point di beberapa Grand Slam/Super Series. Jadi, ranking juga menunjukkan “Odd” alias “kans” mereka menang satu terhadap yang lain, yang semestinya lebih dipercaya daripada sekedar melihat tinggi badan…

Benar, akhirnya Saina Nehwal menang atas Wang Lin, dan pasangan ganda putri Malaysia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty yang dibilang “pendek” oleh Teh Ivanna itu menang atas pemain ganda putri jangkung China Cheng Shu/Zhao Yunlie. Apa yang dikesankan Teh Ivanna dari awal, tidak terjadi. Mestinya Teh Ivanna malu lho….

Saya bukan pemain bulutangkis dan bukan pengamat bulutangkis, saya hanyalah orang IT biasa yang punya blog dan kebetulan…blog saya ini banyak dibaca oleh komunitas bulutangkis di tanah air…makanya saya menulis posting ini…

Setahu saya, di permainan bulutangkis yang sangat diperlukan bukan tinggi badan, tapi speed, endurance, dan power. Speed adalah kecepatan melangkah, endurance adalah ketahanan tubuh terhadap kecapaian karena main bulutangkis, dan power…nah ini yang paling sulit dijelaskan. Pemain bulutangkis yang punya power besar biasanya hanya perlu satu gerakan sederhana untuk melakukan hal-hal yang sulit. Pemain putri Indonesia yang mempunyai ketiga hal ini yakni speed, endurance dan power sudah tentu adalah Susi Susanti. Malahan Susi Susanti punya kelenturan tubuh yang luar biasa, dicirikan dengan mampunya Susi melakukan split, yaitu kaki menyilang berlawanan arah lurus ke depan dan satunya lagi lurus ke belakang…

Jadi teori tinggi badan memperbesar “odd” atau “kans” menang itu salah Teh Ivanna…. Kalau teori Teh Ivanna benar, berarti pemain bulutangkis putri Indonesia yang paling berprestasi pasti Verawati atau Rosiana Tendean yang benar-benar jangkung. Nyatanya, pemain putri Indonesia yang paling berprestasi adalah Susi Susanti. Jadi “teori tinggi badan” ini sudah gugur sejak awal…

Saya masih ingin melihat Teh Ivanna di TV lagi menjadi komentator, tapi dengan syarat…pengetahuan Teh Ivanna ditingkatkan seiring dengan semakin kritisnya penonton bulutangkis di Indonesia sekarang ini…

Gitu kan Teh ?

Istora Senayan : Hall Badminton Terbising Se Dunia

Istora Senayan is the loudest, the craziest, and the most annoying badminton hall in the whole world with the most fanatic spectators“, kata seorang pemain badminton asing yang pernah main di Istora Senayan dan tidak mudah melupakan pengalaman unik, mengagumkan, tapi mengganggu yang disebabkan main di Istora Senayan…

Coba bandingkan penonton badminton All England di Wembley, Inggris sana di tahun 1970-an dan 1980-an jaman dahulu waktu Rudy Hartono dan Liem Swee King masih “The King of England”. Penontonnya begitu sopan, tidak bernafas dan tidak bertepuk tangan sampai rally-rally bola panjang atau smash yang menghunjam mengakhiri sebuah permainan. Ya..kalau di All England penontonnya sopan ibarat menonton Classic Music Performance, dan itu terus berlanjut setelah stadion Wembley tidak digunakan lagi buat All England karena telah dipindahkan ke Birmingham, di Istora Senayan penontonnya begitu urakan….ibarat menonton sepak bola !!!

Apakah pemain badminton asing yang main di Istora Senayan menjadi terganggu karenanya ? Tentu sebagian merasa terganggu terutama saat akan melakukan serve penonton Istora masih bersorak sorai tanpa henti. Tapi beberapa di antaranya malah merasa senang main di Istora Senayan karena fanatisme penonton yang “get into it” yang nyaris tidak bisa disamai oleh Badminton Hall lainnya di seluruh dunia… More

Kesempurnaan pria Jawa

Entah dari mana awalnya saya baca hal ini, seingat saya sih dari salah satu novelnya Pramudya Ananta Toer. Katanya, pria Jawa itu baru sempurna jika memiliki 5 (lima) hal seperti : Wismo, Wanito, Turonggo, Kukilo, dan Curigo…

Wismo, artinya pria Jawa baru sempurna kalau bisa memiliki rumah

Wanito, pria Jawa mendekati sempurna jika sudah memiliki isteri….

Turonggo, pria Jawa baru sempurna jika memiliki kuda…..tapi itu di jaman dulu, kalau jaman sekarang mungkin memiliki Mitsubishi Kuda, Suzuki Karimun, atau bahkan Yamaha Mio…….sudah dapat menggantikan memiliki turonggo (mestinya tidak harus Mercedes Benz S-class, BMW Seri 7, atau Jaguar XJG….)…

Kukilo, pria Jawa yang sempurna semestinya memiliki burung…..tentunya bukan burung yang di dalam Hings, GTMan, atau Ryder itu, tapi burung yang bisa bernyanyi seperti burung Kutilang, Kepodang, Jalak….atau burung lucu macam Kakaktua atau Merak……tapi itu di jaman dulu, kalau di jaman sekarang Kukilo mungkin artinya “kesenangan” atau “entertainment”. Mungkin jadi pemain golf (baik di lapangan atau via Microsoft Golf seperti saya…hehe…) itu berarti sudah punya Kukilo… Atau bila anda punya kucing, anjing, ikan mas, ikan koki, atau bebek……asal membuat anda senang itu sudah memenuhi syarat mempunyai Kukilo…..

Yang terakhir, pria Jawa baru sempurna kalau mempunyai Curigo yang artinya keris……tapi itu di jaman dulu. Di jaman sekarang, mempunyai keris tentu sudah tidak relevan lagi….mungkin bisa diganti dengan mempunyai “sesuatu yang bisa diandalkan” misalnya ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai sumber kehidupan. Menjadi guru, dosen, akuntan, dokter, ahli hukum, termasuk ahli komputer…mungkin sudah sama dengan mempunyai curigo alias keris….

Apakah saya peduli dengan itu semua ? Sesungguhnya, saya tidak terlalu peduli. Cuman penasaran juga untuk mengetahui, apakah hidup saya sudah sempurna sebagai seorang pria Jawa ?

Bagaimana dengan anda ?

Apakah di suku-suku lainnya ada semacam “hard and fast rule” seperti itu ?

Balikpapan kota yang indah..

Bila Tuhan tersenyum, lahirlah sebuah kota di tengah-tengah hutan diapit laut dan bukit. Itulah Balikpapan !

Terakhir mengunjungi Balikpapan pada tahun 1995 yang lalu, waktu itu saya sempat terkesan dengan kota Balikpapan yang rimbun, rapi, dan jalannya mulus sebagai layaknya kota minyak (jadi ingat Cirebon tahun 1976 yang lalu). Tapi di tahun 1995 itu saya hanya mampir saja ke Bandara Sepinggan Balikpapan karena tujuan saya dan teman waktu itu adalah pergi ke Samarinda yang berjarak 120 km di sebelah utara Balikpapan…

Awal Juni 2009 kemarin ini saya, isteri mengantarkan anak pertama saya pindah ke kota Balikpapan mengikuti suaminya yang sudah terlebih dahulu tinggal di Balikpapan. Insya Allah, 2,5 bulan lagi akan lahir cucu saya di kota minyak ini. Intro perjalanan saya dan isteri ke Balikpapan sudah saya tulis di “Operation Otong”… More

American Warung di Kampus Anggrek

Setelah gedung parkir berlantai 8 sudah siap digunakan sebentar lagi di Kampus Anggrek, mulai minggu ini waktu mengajar saya “membaui” bau-bau yang aneh tapi enak di kampus Anggrek…

Eh…ternyata di lantai dasar kampus Anggrek yang dulunya Food Court itu sudah ada American Warung berdiri. Pucuk dicinta ulam tiba, karena sejak tahun 1991 waktu saya masih mengajar di Institut Sains dan Teknologi Al Kamal di Kedoya, saya sudah suka mampir di American Warung cabang Kedoya..

Makanan yang paling saya suka adalah Chicken Breast sandwich yang rasanya sangat maknyuuuzzz… apalagi dengan minuman American Wedang berupa sarsaparila (root beer) yang di atasnya ada yang mengapung, yaitu es krim rasa vanilla. Anak sekarang menyebutnya “float”…

Jangankan makan di American Warung itu, baru membaui makanannya saja perut ini serasa lapar….sayang saya harus segera masuk kelas, sayang kalau pas jam istirahat antriannya panjang sekali (mungkin barang baru, masih banyak dikerumuni), dan sayang….uang saya sekarang tidak banyak-banyak amat…dan gajian masih 2 minggu lagi…

Uuuhh…lappaaaaaaarrr !

Previous Older Entries