Kesempurnaan pria Jawa

Entah dari mana awalnya saya baca hal ini, seingat saya sih dari salah satu novelnya Pramudya Ananta Toer. Katanya, pria Jawa itu baru sempurna jika memiliki 5 (lima) hal seperti : Wismo, Wanito, Turonggo, Kukilo, dan Curigo…

Wismo, artinya pria Jawa baru sempurna kalau bisa memiliki rumah

Wanito, pria Jawa mendekati sempurna jika sudah memiliki isteri….

Turonggo, pria Jawa baru sempurna jika memiliki kuda…..tapi itu di jaman dulu, kalau jaman sekarang mungkin memiliki Mitsubishi Kuda, Suzuki Karimun, atau bahkan Yamaha Mio…….sudah dapat menggantikan memiliki turonggo (mestinya tidak harus Mercedes Benz S-class, BMW Seri 7, atau Jaguar XJG….)…

Kukilo, pria Jawa yang sempurna semestinya memiliki burung…..tentunya bukan burung yang di dalam Hings, GTMan, atau Ryder itu, tapi burung yang bisa bernyanyi seperti burung Kutilang, Kepodang, Jalak….atau burung lucu macam Kakaktua atau Merak……tapi itu di jaman dulu, kalau di jaman sekarang Kukilo mungkin artinya “kesenangan” atau “entertainment”. Mungkin jadi pemain golf (baik di lapangan atau via Microsoft Golf seperti saya…hehe…) itu berarti sudah punya Kukilo… Atau bila anda punya kucing, anjing, ikan mas, ikan koki, atau bebek……asal membuat anda senang itu sudah memenuhi syarat mempunyai Kukilo…..

Yang terakhir, pria Jawa baru sempurna kalau mempunyai Curigo yang artinya keris……tapi itu di jaman dulu. Di jaman sekarang, mempunyai keris tentu sudah tidak relevan lagi….mungkin bisa diganti dengan mempunyai “sesuatu yang bisa diandalkan” misalnya ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai sumber kehidupan. Menjadi guru, dosen, akuntan, dokter, ahli hukum, termasuk ahli komputer…mungkin sudah sama dengan mempunyai curigo alias keris….

Apakah saya peduli dengan itu semua ? Sesungguhnya, saya tidak terlalu peduli. Cuman penasaran juga untuk mengetahui, apakah hidup saya sudah sempurna sebagai seorang pria Jawa ?

Bagaimana dengan anda ?

Apakah di suku-suku lainnya ada semacam “hard and fast rule” seperti itu ?

15 Comments (+add yours?)

  1. alris
    Jun 21, 2009 @ 23:39:44

    Boleh juga itu pak, sebagai pedoman dalam meraih kesempurnaan. Tapi kok gak ada anak atau cucu sebagai salah satu kesempurnaan?

    Uda Alris,
    Pertanyaan yang bagus ! Tapi kalau dipikir secara logika dan dengan pelan-pelan, jangan tergesa-gesa, semua yang lainnya adalah konsekuensi logis dari 5 hal yang sudah dipunyai pria Jawa itu…
    Lha, kalau sudah punya rumah, sudah punya isteri, sudah punya mobil, punya kesenangan, dan punya penghasilan, berarti si pria Jawa itu sudah merasa safe banget…
    Dengan merasa safe banget, yang perlu dilakukan adalah tinggal bersenang-senang dengan sang isteri, yang pada akhirnya bayi-bayi kecil itu akan lahir dari rahim isterinya…

    Ya nggak ?

    Reply

  2. Agung
    Jun 22, 2009 @ 11:05:18

    atuh,itu mah ga cm pria jawa Pak.
    semua Pria di dunia jg pasti hebat klo pny 5 itu.
    tp menurut saya msh kurang2 Pak.
    satu,anak2 kandung,klo bs lelaki buat terusin nama keluarga.
    dan yg kedua,celengan…
    ato kalo masa modernnya Depositi ato investasi miliaran rupiah.
    buat hari tua.
    hahahahahahahhaha..!!

    Gung,
    Konsep “Pria Jawa yang Sempurna” itu kan sudah dibuat beberapa ratus tahun yang lampau, mungkin sejak jaman Majapahit…
    Mana ada deposito segala waktu itu ? Orang Jawa juga tidak mempunyai “marga” jadi keharusan mempunyai anak laki-laki juga menjadi absurd karena tidak ada “marga” yang harus diturunkan. In fact, setiap pria Jawa (setahu saya juga Pria Sunda) setelah menikah ia berhak meng-invent family name masing-masing…. Dalam kasus saya, nama saya sudah panjang (ada 3 string) jadi saya tidak mau memperpanjangnya dengan last name Bapak saya, atau meng-invent last name yang baru…

    Reply

  3. simbah
    Jun 22, 2009 @ 21:40:03

    Yah… paling tidak, punya salah satu dari 3 kriteria sbb:
    Pertama: Wiryo
    Kedua: Harto
    dan yang terakhir: Winasis
    Bila tidak mempunyai salah satu dari syarat di atas, berarti hidupnya seperti daun jati kering, ngleyang tidak karuan, seperti tidak ada harganya. Itu tutur pujangga kita Raden Ngabehi Ronggowarsito….

    Reply

  4. edratna
    Jun 23, 2009 @ 06:10:40

    Hehehehe…itu memang aturan jaman dahulu, mungkin sekarang kesempurnaan itu dilihat dari:

    1) Wismo….punya rumah walau masih mencicil

    2) Wanito…..punya isteri atau calon isteri

    3) Turonggo….kalau sekarang bisa berupa sepeda motor, sepeda ontel, mobil

    4) Kukilo….ini mungkin hobby yang gaul ya…kalau dulu burung, mungkin sekarang peralatan golf, tennis…buku dll

    5)Keris….lha dulu kan orang semua punya kemampuan bela diri, yang merupakan sarana agar tetap hidup…sekarang tergantung dari pekerjaannya, bisa seperti komputer dsb nya

    Bu Edratna,
    Ya..hehehe….;-)

    Reply

  5. subhan
    Jun 24, 2009 @ 05:59:43

    wah itu kesempurnaan pria jawa, dibuatnya waktu jaman dulu y pak. mungkin sekarang kriteria2 seperti itu lebih kejam lagi tingkatannya.haha,,

    Subhan,
    Iya…mungkin….ngkaleeee….;-)

    Reply

  6. rumahagung
    Jun 24, 2009 @ 08:42:50

    iyah sih Pak.
    saya kan cm sdkt memberi bumbu cina.
    hahahahahhaha..!!
    klo di tradisi cina kan anak lelaki sangat berharga.
    soalny bs terusin marga.
    hehehehehhehehhehe..!!
    ga harus deposito sih.
    celengan ayam juga bole.
    hahahahahhaa..!!
    jaman dolo ud ada blm yah celengan ayam?!

    Agung,
    Yoi…sejak jaman dulu sudah ada tuh celengan “jago” (ayam jantan), terbuat dari terakota (tanah liat yang dibakar merah) atau dari keramik…

    Tapi nggak tahu ya, kalau di Amerika celengan ayam itu disebut “piggy bank” walaupun bentuknya belum tentu babi….hihihi….;-)

    Reply

  7. Agung
    Jun 25, 2009 @ 09:32:20

    hahahahahhaha..!!
    itu mah dari org cina jg Pak.
    klo mao nyelengin duit yah pake celengan bentuknya babi.
    kan celengan plg pertama bentuknya babi.
    makanya disebut “celeng”an.
    ehhehehehehehhehe..!!

    Agung,
    O iya ya….kalau tempat nabung pertama berbentuk ayam, pasti namanya “Ayaman” atau “Pitikan” atau “Chickenan”,……hahahaha….

    Reply

  8. Waiman
    Jul 10, 2010 @ 10:01:20

    Menurut saya kok masih relevan ya walaupun dengan pemaknaan yang sedikit disesuaikan dengan jamannya.
    Hakekat lelaki adalah pelindung yang lemah maka harus punya “cugriyo” maupun “wisma” tak mampu jalan sendiri maka membutuhkan pendamping “wanita”untuk mempermudah tugas kodratnya butuh “turangga” dan agar hiduplaki-laki menjadi semakin indah, dinamis tidak menjenuhkan maka perlu juga diisi dengan hiburan atau pengembangan bakat-minat “kukilo” nuwun.

    Terima kasih masukannya Mas Waiman…

    Reply

  9. Dewanto sinurat
    Oct 07, 2012 @ 08:28:53

    Kalau pria batak ,di tuntut hamoraon = kekayaan ,harta ,ilmu ,hagabeon =punya keluarga =hasangapon = kehormatan ,kedudukan ,pangkat ,derajat dlm upacar adat ,ahli adat.

    Reply

  10. Dewanto sinurat
    Oct 07, 2012 @ 08:30:12

    Kalau pria batak ,di tuntut hamoraon = kekayaan ,harta ,ilmu ,hagabeon =punya keluarga ,hasangapon = kehormatan ,kedudukan ,pangkat ,derajat dlm upacara adat ,ahli adat.

    Reply

  11. Dewanto sinurat
    Oct 07, 2012 @ 08:34:39

    Saya kira falsafah hidup ,agama ,dari negara lain yg banyak kita anut ,juga sudah ada di zaman nenek moyang cuma mungkin lebih menarik yang dari luar, untuk membangun semangat nasionalisme perlu kita gali faham budi pekerti ,yg di anut nenek moyang kita.

    Reply

  12. Alichwan Nutwiyono
    Aug 10, 2015 @ 17:06:25

    Saya lamat2 ingat 5 istilah ini saya dengar pd khutbah jumat saat saya SMP skitar 35 thn yll. 4 yg pertama ingat..tp kukilo mleset jd ukilo. yg curigo bnar2 lupa…baru ksli dpt info selengkapnya. Tks.

    Reply

  13. Rahadi Purwanto
    Feb 14, 2017 @ 21:00:34

    Sepertinya saya sangat memahami , dan saya yakin hal tersebut relevan degan era kekinian saat ini dan masa depan untuk semua insan.Terima kasih atas penjelasannya.

    Reply

  14. bagi pengalaman (ifoel)
    Apr 27, 2017 @ 15:39:44

    alhamdulillah ada panduan melengkapi tulisan saya, matur nuwun masbro/ mbak bro
    https://cintaicbmu.blogspot.co.id/2017/04/mencintai-cb-anda-bagian-dari-falsafah.html

    Reply

  15. Bambang Irawan
    Sep 20, 2017 @ 09:26:34

    Pria sejati atau Lanang sejagat, harus mempunyai 5 perkara tsb, tp arti diatas kurang sempurna :
    1. Wismo / rumah, wong kang kudu iso ngiyupi / ngayomi, baik lahir maupun batin.
    2. Kukilo / Aku Iki lilo / burung, terutama burung perkutut, kl bunyi lur ketekuk gung, kabur duwur ngegungno sing agung/Allah SWT. Manuk perkutut di gowo ngalor, ngidul, wetan, ngulon Yo manuk.
    Kl orang Jawa, di Jawa kebiasaan kl pagi, ngopi, ngudut, lan bercanda gurau karo manuk kutut.
    3. Turonggo / kuda / jaranan. Bahwa wong Lanang kudu nduwe kekuatan, bisa membantu sesama yg lain.
    4. Curigo / keris, bukan berprasangka.
    Bahwa laki laki harus punya Perbowo/wibawa. Tentu kl keris itu ampuh pasti empunya sakti, apalagi luknya 7.
    5. Wanito, bukan arti rogo perempuan, namun arti makna wani Noto dan ditoto. Laki laki hrs berani menatap dr lahir hingga batin. Ucapan dan perbuatannya hrs sama, juga hidup di masyarakat / negara pasti ada aturan, maka harus ikut aturan yg berlaku. Dimana bumi di pijak disitu langit di junjung. Mohon maaf bila penjabaran ini kurang sempurna.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: