R.I.P. M.J.

Berita kematian bintang pop Michael Jackson sebenarnya tidak terlalu mengagetkan saya seperti ketika berita kematian John Lennon yang ditembak orang di depan apartemennya di New York atau berita kematian Lady Diana yang kecelakaan lalu lintas di sebuah terowongan di kota Paris..

Begitu berita John Lennon ditembak mati orang, kalau tidak salah di tahun 1981, saya langsung menulis surat kepada Ibu (yang waktu itu masih ada) di Madiun “Bu..itu lho John Lennon yang suka saya gambar mukanya itu barusan meninggal ditembak orang di New York”. Sebulan kemudian ketika saya pulang ke Madiun, sambil menyeruput kopi “Bali Dancer” saya mengobrol dengan Ibu tentang masalah John Lennon yang lagu-lagunya begitu mendunia seperti Imagine

Begitu pula waktu Lady Diana diberitakan meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas bersama pacarnya Dodi Al Fayed yang anaknya Muhammad Al Fayed pemilik Toserba Harrod’s yang suka jadi latar belakang film-film Mr. Bean, esok harinya, hari Sabtu, rapat manajemen Binus yang diikuti Rektor, para Pembantu Rektor, para Dekan, dan para Kajur dipersingkat supaya para hadirin bisa memberikan penghormatan terakhir kepada Lady Diana, minimal lewat TV. Lagu “Candle in the Wind” pun dilantunkan oleh Elton John dengan syahdu….Begitu pula beberapa lagu “Megatruh” versi Inggris seolah memberi gambaran terang benderang begitu fananya dunia ini. Urip mung mampir ngombe

Namun ketika berita kematian Michael Jackson alias M.J. pertama terbaca oleh saya di Kompas Online (www.kompas.com), saya merasa biasa-biasa saja. Mungkin karena M.J. sudah lama terluput dari sorotan media kecuali ketika ia mulai merancang 50 Tour yang dimulai di London. Dan lagi saya juga menyadari, bahwa kesehatan M.J. sudah lama rapuh, mungkin karena ulahnya sendiri yang mengubah-ubah desain “perwajahan” yang diberikan Tuhan..

Tapi sebagai penyanyi, M.J. is superb. Saya begitu terhibur, dulu, sekarang dan mungkin di masa datan, mendengarkan lagu-lagu M.J. yang bagus-bagus macam “Ben“, “I’ll Be There“, “Going Back to Indiana” (yesss…karena saya kuliah di Indiana University), “Bad” lalu “Black and White“…

Tiga tahun dua bulan tinggal di Amerika, tentu berita tentang M.J. sudah terekam dalam di memory saya. Masa kecilnya yang tidak terlalu bahagia di tempat lahirnya di kota Gary, Indiana…yang berada tepat di Danau Michigan yang sebesar Jawa Barat ini karena kekerasan fisik yang dideritanya dari ayahnya. Besar sedikit, tergabung sebagai penyanyi termuda di kelompok Jackson 5, dimana kakak-kakaknya laki sudah mulai besar saat itu, ia sering merasa kesepian. Di banyak show Jackson 5 yang sukses di banyak kota Amerika di tahun 1970an, sehabis show kakak-kakaknya yang laki selalu dikerubuti cewek-cewek pengagum yang waktu itu disebut “Groupies” yang bersedia melakukan apa saja demi idolanya. Lha karena M.J. masih kecil, akhirnya ia hanya bisa melihat “horror” kakak-kakaknya tanpa busana di balik selimut, ditemani mbak-mbak pengagum itu…

Pernikahannya dengan anak tunggal mendiang Elvis Presley yaitu Lisa Marie Presley di tahun 1992 juga hanya berumur 2 tahun. Lisa Marie yang waktu itu terpaksa meninggalkan suaminya demi menikahi M.J. sebenarnya cocok sekali dengan M.J. dalam hal ketenaran sang ayah yang setara dengan ketenaran sang suami…

Tapi hidup bukanlah novel, ketenaran dan kekayaan ternyata tidak membuat M.J. bahagia, bahkan sebaliknya, masalah demi masalah menderanya satu per satu….yang menyita banyak pikiran, uang, dan mungkin energi sang maha bintang…

Dibanding bintang-bintang pop lainnya, usia M.J. terbilang panjang, 50 tahun. Ketika maut menjemput, ketika itu pula M.J. sedang dalam pikiran entah senang, bahagia, atau kalut…menyambut detik-detik peluncuran karirnya kembali di panggung hiburan. M.J. yang energik, di usia 50 tahun tentu tidak bisa energik lagi karena tubuh ini lebih kaku, lebih suka kena sakit, dan lebih lemes daripada sebelumnya… Lain halnya dengan The Rolling Stones yang nyanyi sambil santai, makanya sudah berumur 55-60an tapi tetap bisa manggung dengan enak..

Kabarnya M.J. akan dimakamkan di Neverland, sebuah tanah pribadi seluas 1.000 hektar yang hampir seluas Jatiwarna, Jatirahayu, dan Jatimakmur digabung jadi satu. Setelah itu, mungkin Neverland akan sepopuler makam Elvis Presley – yang notabene mertuanya – di Memphis, Tennessee sana…

Satu janjiku M.J., saya akan tetap mendengarkan lagu-lagumu yang tidak pernah bosan saya dengarkan itu…

So, Rest in Peace, Mr. Jackson…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: