Passport belum dibuat, besok mau berangkat

Hati saya berdebar-debar, karena keasyikan “packing”..tidak terasa waktu untuk pergi ke luar negeri sudah mepet. Hari ini sudah sore, padahal besok pagi saya dan tiga teman sekantor lainnya sudah mau berangkat. Akhirnya sayapun menghitung-hitung bagaimana kalau besok pagi saja mampir kantor, untuk membuat surat exit-permit yang diperlukan seorang PNS seperti saya untuk ke luar negeri (baca : data di KTP saya kan saya PNS alias pegawai negeri)…

Saya sudah selesai “packing” tapi passport sebijipun belum kelihatan. Perlu diketahui, saya mempunyai 2 macam passport. Passport biru atau “service passport” untuk keperluan dinas, dan passport hijau untuk keperluan partikelir. Seingat saya, kedua passport saya itu masih di dalam almari, tapi disimpan di sebelah mana….itu yang menjadi masalah..

Masalah passport tidak terlalu mengkhawatirkan saya, karena salah satu pasti ketemu. Namun tanggal berlakunya itu lho, yang mungkin sudah expired. Maklum, passport biru saya terakhir dipakai tahun 1993 dan passport hijau saya terakhir dipakai 1992. Anehnya, dan ini yang membuat saya menggerutu terus, 3 orang temanyang mau berangkat sama-sama ke luar negeri, tidak seorangpun yang mengingatkan saya bahwa saya harus membuat passport yang baru. Tahu begitu, dari hari kemarin-kemarin ini, mungkin sejak 2 minggu sebelumnya, saya harus pergi ke Immigrasi Cikarang untuk membuat passport…

Ya…saya hanya menyesal sekali, mengapa teman-teman tidak mengingatkan untuk membuat passport sebelum berangkat ke luar negeri…

Dada saya sesak…dan kamar saya seolah anginnya semakin besar, bunyi kipas angin bertiup penuh di siang yang panas itu…

Dan sayapun terbangun ! Rupanya saya ketiduran to !

Saya tidak jadi ke luar negeri, tapi saya lega….rupanya ini hanya mimpi….;-)

[Anehnya, saya sering bermimpi mau keluar negeri, tapi tiket atau passport, dsb belum diurus padahal besok pagi-pagi benar mau berangkat…hahaha…]

6 Comments (+add yours?)

  1. tutinonka
    Jul 06, 2009 @ 08:42:52

    Wah! Suami saya pernah lho Pak, waktu mau ke Singapore tahun 2001, baru tahu paspornya expired ketika sudah sampai di loket check in bandara Soekarno Hatta. Bayangkan bagaimana paniknya kami, lha wong pesawat sudah mau berangkat, kok baru tahu kalau paspornya expired. Langsung tiket dikansel, dan dia lari pontang-panting mengurus paspor di Jakarta.

    Suami saya bikin paspor baru dengan KTP Jakarta, padahal kami tinggal di Yogya. Dengan bantuan beberapa kenalan dan surat sakti seorang pejabat, akhirnya dalam setengah hari paspor itu selesai. Saya nunggu di bandara dengan kopor-kopor besar kami, dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Untunglah kami masih bisa terbang dengan Garuda sore itu juga, dan sampai di Singapore malam hari.

    Pengalaman tak terlupakan yang sungguh melelahkan lahir batin, dan semoga tidak terulang lagi …

    Bu Tuti,
    Wooooo….jadi rupanya Bu Tuti ini bakat juga sebagai porter penjaga koper juga to ? Ckk ckk ckk…mengapa nggak menginap di Sheraton Bandara saja Bu selama menunggu itu ? Dari Bandara-nya ke Sheraton naik Silver Bird….ditanggung Ibu mirip dengan Lady Tuti von Keraton Ngayogyakarta…hehehehe….

    Suami lupa mbikin passport baru ? Hehe Bu, kabarnya kalau orang lupa itu dipentungi atau dikasih duwit 1 Milyar ya ia tetap lupa aja….

    Yah, semoga nggak berulang lagi Bu “kesalahan fatal” seperti itu, soalnya kalau berulang lagi saya jamin jantung Bu Tuti bisa copot karenanya…hahaha…;-)

    Reply

  2. simbah
    Jul 06, 2009 @ 19:15:12

    Berarti di bawah sadar dik Yon, masih berminat pigi-pigi keluar negri….donk….

    Mas Didiek,
    Hehehe…bawah sadar itulah terletak keinginan-keinginan terpendam kita…
    Ya saya sudah lama bermimpi pergi ke luar negeri lagi (dengan biaya “abidin” tentunya)…
    Lain dengan Mas Didiek yang setiap 2 minggu sekali ke luar negeri ke Malaysia…hahaha…

    Reply

  3. [Gm]
    Jul 06, 2009 @ 21:03:26

    Ya…saya hanya menyesal sekali, mengapa teman-teman tidak mengingatkan untuk membuat passport sebelum berangkat ke luar negeri…

    Hihihihi… yang mau keluar negeri dan yang punya paspor kan Pak Tri… kok yang disuruh ngingetin temen2nya Pak Tri? :D…

    Mas Goyo,
    Iya ya…yang mesti inget memang saya sendiri, tapi “teman” di sini maksudnya 3 teman lainnya yang bakal jadi teman seperjalanan ke luar negerinya nanti…
    Yah…namanya juga mimpi, logika kadang-kadang terbalik-balik kayak film kartun…hehehe…..;-)

    Reply

  4. edratna
    Jul 12, 2009 @ 16:49:54

    Untung cuma mimpi….
    Kayak si bungsu, tahu2 SIM udah expired…ini paspor juga udah diingatkan karena jangan sampai mendadak mengurus perpanjangan…

    Reply

  5. [Gm]
    Jul 12, 2009 @ 16:58:57

    Bu Enny,

    kalo soal SIM, tenang sajah. Berdasarkan pengalaman saya, SIM itu punya ‘masa tenggang’ selama satu tahun. Setelah satu tahun baru hangus dan harus ujian lagi. Kalo masih kurang dari setahun, cukup diperpanjang hehehehe.

    Reply

  6. simbah
    Jul 16, 2009 @ 17:20:25

    Iya….cuman nglangkahi thok…nggak tahu lah kapan-2 pengin juga keluar…mosok paspor hijau…kosong mlompong….padahal ganti-2 buku melulu…he..he….

    Mas Didiek,
    Ya..sekali-sekali lah mampir ke Singapore, toh dengan Air Asia dari Jakarta pp kan harganya tidak seberapa. Apalagi katanya dengan kartu NPWP yang berwarna kuning itu, katanya bea fiskalnya Rp 0. Dan di Singapore bisa milih nginep di Youth Hostel yang murah. Pasti dengan Rp 3-4 juta sudah bisa melihat negara Singa…hahaha..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: