Nama-nama yang hilang dari ingatan

Dengan giatnya saya di bidang per-Facebook-an alias Perpacebokan, banyak teman2 lama yang muncul kembali ke dalam ingatan terutama teman-teman SMA. Tidak hanya teman-teman SMA sekelas, tapi juga teman-teman SMA dari kelas yang lain. Tidak hanya dari kelas IPA saja, tapi juga dari kelas IPS..

Ketemu lagi dengan konco lawas – an old buddy – tentu berita yang menggembirakan. Jika saja, saya bisa ingat semua teman yang ada. Tapi di usia yang udah “beberapa tahun” melebihi 50 tahun (“usia hampir expired”, kata seorang teman), tentunya mem-popup lagi nama dan wajah lama dari suatu stack yang sudah ditimbun selama 34 tahun tentu bukan perkara mudah.

Dan itulah kasusnya dengan saya. Berkali-kali saya mengamati foto teman2 sekelas waktu kelas 3 SMA. Ada beberapa wajah yang kebetulan di setiap foto “nempel terus kayak perangko” dengan saya. Celakanya, saya sudah memijit-mijit dahi saya dan siapa nama arek itu, aku ora ngerti. Padahal di blog ini di laman “Friends” ada daftar teman sekelas saya semuanya. Berbekal nama itu, saya mulai mencocokkan alias menggunakan algoritma pattern matching untuk mengetahui nama-nama teman yang ada pada foto.. Ini baru teman sekelas, apalagi teman yang lain kelas ! Makanya dalam kosakata bahasa Inggris ada beberapa sebutan untuk teman yaitu : friend, pal, partner, buddy, dude, dan yang lain. Maksudnya, kalau teman waktu SMA itu pernah mengalami hal yang sangat teramat sulit dengan kita dulu – misalnya juga teman latihan silat atau karate – kita pasti ingat. Tapi kalau teman yang sekedar ketemu di kelas hanya untuk belajar, dan sekeluar dari kelas nggak pernah bergaul sama sekali, tentu saja mudah lupa…

Ada teman SMA lain kelas yang dulu teman SMP juga tapi juga lain kelas. Setiap pulang sekolah dari sejak SMP, saya selalu beriringan dengan dia naik sepeda. Hampir setiap hari, selama hampir 3 tahun. Dia say Hi di Facebook saya dan menyebutkan nama, alamat, dan status dia sebagai teman SMP dan SMA saya. Tapi karena lain kelas, dengan segala hormat saya terpaksa lupa dan belum ingat siapa dia itu. Padahal foto dia sewaktu “dewasa” sudah saya taut di Facebook..

Ada lagi teman SMA tapi lain kelas, anak ini dulunya termasuk anak golongan “nerd” yang terkenal pinter. Tidak seperti saya yang “bosen jadi orang pinter” sehingga kerjanya cuman begadang, main gitar di tengah malam, dan mengganggu ketenangan tidur tetangga terus. Orangtua saya tidak pernah complain dengan kelakukan saya itu, karena pagi hari jam 5.00 saya pasti bangun (walau baru tidur jam 03.00 atau 04.00), mandi, makan, dan berangkat sekolah setiap hari. Tidak ada istilah “cutting class” alias membolos, sehingga orangtua saya tidak pernah complain. O ya kembali ke teman golongan “nerd” ini, walaupun sudah disertai nama, foto masa SMA dan foto masa “dewasa” sekarang….saya masih tetap penasaran siapa sih dia sebenarnya…

Untuk kasus pertama dan kasus kedua ini, saya benar-benar harus menggaruk kepala saya yang tidak gatal lebih dalam…untuk merefresh long term memory saya…

Untungnya, kasus itu hanya berlaku untuk teman cowok saja. Teman-teman cewek SMP dan SMA, tanpa terkecuali, saya ingat satu per satu…

Long term memory ? Short term memory ? Saya kira teman-teman cowok ditaruh di short term memory dan teman-teman cewek ditaruh di long term memory saya, makanya saya ingat terus…

Hehehe…..;-)

4 Comments (+add yours?)

  1. simbah
    Jul 19, 2009 @ 10:25:40

    Lah…tentu saja dik Yon,…wong wajahnya saja berubah drastis…coba kalau saya nggak melihat namanya dulu di fb, meskipun ketemu berhadap-hadapanpun ya…gak mengenali lagi..seperti Edy Asmanto, contohnya…, jangankan teman. Wong Ibu saya sendiri yang ‘mbrojolkan’ di tinggal 4 tahun di Makasssar pangling….lho….sama anak sendiri….(?) hopo tumon juga…..???

    Mas Didiek,
    Iyo…sing tak maksude kuwi Supriyono soko 3Pas1 lan Heru soko 3Pas3. Lha yen Supriyono kan soko SMP 1 sing dudu SMP ku, tapi yen Heru kuwi alumni SMP 2 barakane awake dewe lan ben ndino barengan mulih numpak sepeda, kenapa iso lali karo deweke ?
    Wah…nek ono Ibu lali karo anake kuwi ora gumun….ning nek ono anak lali karo Ibune sing wis mbrojolne deweke iku…lha iku sing jenenge “terlaluuuu”…hahaha…

    Reply

  2. ALRIS
    Jul 21, 2009 @ 22:22:38

    Kalo sama anak cewek kenapa long term memory bisa bekerja secepat prosesor intel core 2? Sebagai orang IT pak Tri pasti lancar menjelaskannya 🙂

    Uda Alris,
    Gotcha !!!!
    Ya…karena ini cowok, ya toh ? Makanya long-term memory kita banyak menyimpan nama-nama dari “lawan jenis”….sedangkan nama-nama dari jenis sendiri….malahan poho euy….lupa !
    Mungkin bagi cewek, mengingat nama cowok…bahkan dalam waktu yang relatif lama….lebih mudah….kayake gitu sih…

    Reply

  3. luna lovegood
    Dec 07, 2010 @ 17:39:53

    aku sih errr , bodo amat
    aku mah orangnya masa bodoh,
    gak nama guru , temen waktu sd !
    ya tapi semua baek2 ja…

    Reply

  4. luna lovegood
    Dec 07, 2010 @ 17:41:42

    iih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: