Binusian 2013

Pagi ini tadi ketika menjelang masuk ke kelas untuk mengajar sebuah mata kuliah Semester Pendek, dari escalator yang saya naiki dan dari hallway di depan ruang kelas lantai 2 saya memandang ke bawah para Binusian 2013 sedang mengambil jaket almamater Binus berwarna burgundy red yang mirip jaket almamaternya Boston College itu…

Menarik sekali melihat para student volunteer menawarkan 3 ukuran jaket almamater : S, M dan L kepada setiap Binusian 2013 baik putra ataupun putri. Masing-masing Binusian 2013 kemudian mencoba jaket itu dan bila ukurannya dirasa cocok, iapun mengatakan ukuran itu kepada student volunteer yang menungguinya. Menarik karena kadang tinggi badan si student volunteer terlalu mini dibandingkan ukuran Binusian 2013 yang dilayaninya yang seperti salah satu dari “Two Towers” dalam film “Lord of The Rings” itu. Sebaliknya kadang si student volunteer yang menjulang tinggi seperti Monas sedangkan Binusian 2013 yang dilayaninya seperti Frodo Balgins the hobbit dari Yorkshire itu…

Binusian 2013 adalah sebutan bagi mahasiswa/i baru Binus Angkatan 2009. Sejak 10 tahun yang lalu sebutan mahasiswa Binus “dimundurkan” sesuai dengan masa lulusnya nanti. Jadi mahasiswa/i Binus Angkatan 2009 akan dinamakan Binusian 2013 karena mereka diharapkan lulus tepat waktu 4 tahun kemudian yakni di tahun 2013. Oleh karena itu NIM atau Nomor Induk Mahasiswa mereka yang 10 digit dimulai dengan 13, misalnya 1300000001. Sehingga bagi dosen, staf akademis, maupun pejabat kampus terutama Dekan, Kajur dan Sekjur jika ada mahasiswa bermasalah nantinya yang akan dicek adalah nomor 13 ini. Jika di tahun 2014 nanti masih ada mahasiswa dengan NIM dimulai dari 13, 12, atau bahkan 11, maka mahasiswa-mahasiswa ini adalah mahasiswa “expired” yang masa studinya hampir berakhir di Binus.

Di tahun 1999 dulu semasa saya masih menjabat sebagai seorang Dekan di Binus, para pejabat teras Binus meliputi Rektor, Pembantu Rektor dan para Dekan merapatkan sehari penuh tentang kode Nomor Induk Mahasiswa ini. Selain 10 digit nomor, waktu itu juga diputuskan ditambahkan 5 digit lagi berupa “/” dan “kode jurusan”. Jadi mahasiswa dengan NIM 1300000001/IF adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika (singkatan IF diambil dari singkatan Teknik Informatika bagi mahasiswa ITB), dan NIM 1300000002/MTIF adalah mahasiswa jurusan ganda Matematika-Teknik Informatika…

Bagi dosen seperti saya, melihat mahasiswa baru selalu menarik perhatian. Soalnya kampus ibarat hotel, setiap saat tamu datang dan pergi, tamu lama keluar dan datanglah tamu baru yang menghuni kamar yang sama. Di kampus juga begitu, mahasiswa yang sudah lulus akan meninggalkan kampus dan meja kursinya akan diganti oleh mahasiwa baru..

Kalau semua itu tadi bisa dianggap sebagai “good news“, sebenarnya juga ada “bad news” nya. Konon jumlah mahasiswa baru yang masuk Binus di tahun 2009 ini menurun jumlahnya dibandingkan mahasiwa baru Binus di tahun 2008, 2007 dan tahun sebelumnya. Walaupun persentase penurunannya tidak diketahui persis, tapi yang jelas menurun, katanya. Maka beberapa dosen di ruang dosenpun mempunyai analisisnya sendiri-sendiri. Ada yang bilang ini bukan khas Binus, tapi juga melanda hampir semua Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, yaitu jumlah mahasiswa baru menurun. Jika di tahun 2008 dan 2007 jumlah mahasiswa baru Binus mendekati angka 6.000 orang maka di tahun ini mungkin hanya sekitar 5.800 orang saja.

Di antara analisis dosen itu yang paling masuk akal adalah: jumlah mahasiswa baru mencerminkan situasi ekonomi negara yang sampai saat ini diakui masih dalam keadaan krisis akibat dihantam gelombang sub prime mortgage Amerika Serikat satu dua tahun belakangan ini. Akibatnya banyak bisnis yang bangkrut, minimal lesu, melanda seluruh wilayah nusantara. Akibatnya para orangtua di daerah yang direncanakan bisa mengirim putra-putrinya ke Binus sekarang sudah tidak bisa lagi, dan sebagai gantinya menyekolahkan putra-putri mereka di STMIK atau STIE yang ada di kota mereka baik di Sumatera maupun Kalimantan..

Analisis lainnya, sebagian calon mahasiswa yang mestinya sekolah di Binus mengalihkan buruannya untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri yang memang sudah dibuka “pintu sampingnya“. Dan analisis yang layak dipercayai, beberapa orangtua calon mahasiswa yang cukup berada, tidak jadi mengirimkan putra-putrinya untuk sekolah ke Binus dan mengalihkan buruannya ke universitas-universitas luar negeri, utamanya ke Malaysia..

Binus memang sekolah mahal, kedudukannya sudah nomor 2 termahal di Jakarta setelah UPH. Mungkin ini yang menyebabkan beberapa orangtua calon mahasiswa cukup “keder“…

“Kemahalan” ini juga yang menyebabkan saya dan beberapa teman dosen lainnya, masih tetap mengajar di universitas ini. “Jer basuki mawa beya“, pepatah orang Jawa bilang yang artinya “Harga membawa rupa“. Jika bapak-ibu sekalian menyekolahkan putra-putri Bapak-Ibu ke sekolah mahal, sebagai gantinya putra-putri Bapak-Ibu akan mendapatkan mutu pendidikan yang bagus pula, yang pada gilirannya akan menjamin masa depan putra-putri Bapak-Ibu sendiri..

The sky is the limit ! Jika putra-putri Bapak-Ibu punya kemampuan berlebih, bukan tidak mungkin 4-5-6 tahun dari sekarang putra-putri Bapak-Ibu akan dapat bekerja di bidang IT ataupun di bidang lainnya di sebuah negara makmur di permukaan bumi ini, sebagaimana telah dibuktikan oleh ratusan bahkan ribuan alumni Binus yang sekarang ini telah bekerja di luar negeri…

Oleh karena itu, sekolahkan putra-putri Bapak-Ibu ke Binus, dan jangan ragu-ragu. Kami para dosen ini yang akan menjamin masa depan putra-putri Bapak-Ibu sekalian seperti bunyi sepenggal bait lagu “Gaudeamus Igitur“….Vivat academica…..vivat profesoris….

Kehidupan akademis di kampus itu ada, ya karena para profesor atau para dosennya….

10 Comments (+add yours?)

  1. subhan
    Aug 12, 2009 @ 09:19:26

    iya sy berfikir jg sepertinya krisis ekonomi yg membuat para orangtua, enggan mengkuliahkan anaknya di kampus yg lebelnya mahal.

    padahal di BINUS smua fasilitas untuk mengembangkan skill (hard/soft) sudah tersedia smuanya. apa lg hampir sluruh prosedur sudah menggunakan sistem terkomputersasi.

    jadi untuk Bapak/ Ibu yang ingin meng-kuliahkan anak2xnya menjadi IT Leader, silahkan kunjungi BINUS.AC.ID

    “A World-class university
    … In continuous pursuit of innovation and enterprise”

    /* maap pak klo comment nya panjang, hihi..

    Reply

  2. simbah
    Aug 13, 2009 @ 16:04:34

    Iya…benar dik Yon, anak Boss saya sebenarnya sudah diterima di Binus. Tapi di UGM dia juga diterima. Akhirnya memilih UGM dengan alasan Negeri, juga sekalian deket rumahnya di Temanggung….

    Simbah,
    Oooo…gitu ya, makanya itu termasuk analisis saya….;-)

    Reply

  3. rumahagung
    Aug 13, 2009 @ 16:09:21

    hahahahahahha..!!
    buat saya Binus sungguh ga mahal Pak.
    ga ke2 Pak.
    masih ada UMN,SGU,PrasMul,dan sejenisnya yg saya berani jamin lbh mahal.
    hehehehehehhehehehe..!!
    mahal tapi worthed lah,
    lagi pula mahal cm buat nutupi bikin gedung baru,gedung parkir,ama binus square.
    smua demi mahasiswa.

    mahasiswa baru turun juga karena mulai byk pesaing baru.
    contohnya UMN,yg ud mulai geliat2 di tangerang.
    byk anak tangerang milih UMN karena lbh deket,dll.
    dan mungkin hal serupa terjadi di kota lain.
    ini analisis saya sih PAk.

    klo soal kualitas,klo msh ada Bapak2 dosen seperti Pak Tri Djoko,Pak Don,Pak Wi,Pak Djunaedi Santoso,PAk Rudi Tjiptadi,Pak Ngarap,dan lain sebagainya,
    saya mah yakin,kualitasnya masih OK.

    tunggu saya 7thn lg PAk,
    saya jg mao ngajar di Binus.
    bareng si Ronald.
    hahahahahahahhahaha..!!

    Reply

  4. Agung
    Sep 16, 2009 @ 08:45:02

    wah.. sabtu kmrn saya datang ke pameran pendidikan di SMA saya..
    ternyata benar dugaan saya,binus punya saingan baru yg cukup impresif bidang ITnya.
    yaitu UMN..
    hehehehehhehehehhehehe..!!
    dengan catatan..
    UMN lebih murah di uang gedung alias BP3..
    tapi uang pangkal (yg dibayar awal berdasarkan grade) dan per SKSnya,lbh murah Binus..
    hehehehhehehehehhehe..!!
    ini ud mulai orange to orange yah PAk?!

    Agung,
    Wah…nggak bisa komen nih Gung…hehehe…

    Yang jelas, jika ada universitas selain Binus yang maju pesat, kita tidak harus bersedih tapi harus terpacu untuk memperbaiki Binus supaya tetap bisa bersaing di persaingan yang semakin ketat…

    Reply

  5. Agung
    Sep 21, 2009 @ 13:09:57

    betul…
    kita hrs improve terus.. sayah sih ga “kesel” klo ada saingan..
    justru kita perlu punya saingan,spy kita improve trus..
    hehehehhehehehehehe..!!
    so,let’s compete them in an even playing field..

    Agung,
    Setujuuuuuuu !

    Reply

  6. trap
    Sep 30, 2009 @ 16:43:13

    Pendidikan yang berkualitas tidak harus mahal…
    Kenapa selalu melihat dari materi kalau toh ada mahasiswa yang cerdas dan menginginkan kampus yang baik…

    Binus mungkin terlalu eksklusif di mata saya. Tapi tolong untuk tidak melulu membanggakan suatu universitas yang mahal saja, tapi universitas yang berkualitas serta peduli terhadap pendidikan bangsa.

    Bangsa Indonesia saat ini sedang terpuruk, dibutuhkan kepedulian dari kita untuk memperbaikki keadaan. Orang-orang di luar sana lebih senang memikirkan diri sendiri ketimbang peduli dengan orang banyak. Padahal semakin banyak kita peduli maka semakin banyak orang yang bisa kita tolong untuk memajukan bangsa ini.

    Trap,
    Pengalaman saya berkecimpung hampir 30 tahun di dunia pendidikan, baik sebagai dosen, sebagai orang tua wali,sebagai pengurus BP3, maupun sebagai Kajur dan Dekan, menyimpulkan bahwa bentuk ideal sebuah universitas adalah gabungan antara menjual sekolah dengan harga tinggi (untuk menutup biaya operasi, sekaligus untuk tambahan investasi) di samping itu masih memberikan beasiswa bagi mahasiswa pintar tapi secara ekonomi kurang mampu…

    Dan ini selalu dilakukan di SMA tempat saya jadi Ketua BP3 dulu, dan juga di Universitas Bina Nusantara…

    Kalau pendidikan dijual murah, dosen digaji seadanya, maka cepat atau lambat universitas itu akan menggali kuburnya sendiri….apalagi universitas swasta yang 100% biaya operasinya dari hasil usahanya sendiri dan tanpa minta bantuan dana dari pemerintah…

    Reply

  7. raditya
    Mar 04, 2010 @ 03:22:43

    kuliah di binus gmn ya? Apakah ada senioritasnya gak. Saya nanya, sebab, dari pengalaman kuliah saya tahun kemaren itu akibat adanya senioritas nilai saya sangat rendah. Karena tidak ada waktu belajar. Dan hasil dr senioritas itu tidak ada, yg ada hanya merugikan saya. Jadi, tolong share ttg perkuliahan di binus itu bagaimana? Thanx. . . 🙂

    Reply

  8. raditya
    Mar 04, 2010 @ 03:26:19

    ada senioritasnya gak di Binus? Sebab senioritas itu sangat mengganggu perkuliahan. Dan yg ada hanya merugikan saja.

    Radit,
    Di Binus tidak masalah senioritas, dan tidak ada “bullying” mahasiswa senior kepada mahasiswa yunior. Semua mahasiswa dianggap derajatnya sama..

    Tapi Binus universitas bagus, anda harus bekerja keras, semangat tinggi, untuk bisa bersaing di universitas ini…

    Reply

  9. keyla
    Aug 31, 2010 @ 01:38:10

    Mau tanya dong dkv binus biaya per sksnya berapa yah?? aku mau coba tes masuk binus, untuk lihat rincian biaya dimana ya??

    Keyla,
    Wah…saya juga tidak hapal tuh…tapi ada kok infonya di website Binus http://www.binus.ac.id/

    atau klik link ini http://www.binus.ac.id/Admissions/Financial.Matters/Course.Fee/English

    Murah kok DKV Binus, kalau Keyla ujian masuknya dapat grade A cuman membayar : Rp 20 juta uang gedung (contribution fee) + Rp 10 juta (BP3+SPP) = Rp 30 juta saja..

    Selain itu, di Jakarta sekarang ini DKV Binus adalah DKV terbesar karena mempunyai 9 kelas paralel (@50 orang), bandingkan dengan universitas tetangga di Karawaci (2 kelas paralel) atau 2 universitas tetangga di bilangan Grogol (2 kelas paralel).

    Asyik kan, kalau temennya banyak ?

    Reply

  10. dajjalralf dajjal (@dajjalralf)
    Sep 19, 2011 @ 14:47:58

    masak si binus kan sekolah terbaik di bidang IT, walaupun d bandung juga ada yg paling baik yg dekat kampus UNPAD Dago…tapi kalo mahal relatif, kan semua anak yg kuliah di situ orang mampu toooh

    kasih.hati2011@gmail.com
    http://www.youtube.com/watch?v=we5P3hbdbcA mengejar mimpi anak binusian

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: