Puisi Malam..

MALAM (I)

malam
peluklah aku erat-erat
pejamkanlah mataku
aturlah nafasku
berikan mimpi terindahmu
hantarkanlah aku melalui subuh
menyongsong esok pagi yang cerah
menemui duniaku yang hilang kembali ke pangkuangku
oh malam, kabulkanlah

MALAM (II)

malam
aku menyukai kelammu
aku menyukai sunyimu
aku menyukai cengkerikmu
aku menyukai aturan nafasmu
aku menyukai suara burung malammu
aku menyukai embun jatuhmu
aku menyukai keabadianmu
aku menyukaimu malam
peluklah aku di dalam kelammu
antarkan aku menjemput mimpiku

MALAM (III)

malam
kelam
sendu
rindu
malang
terbenam
syahdu
terpaku
meratap
sirna
pudar
abadi
menanti
tidurku nanti


Eigenmann Lounge dan “Sang Kumbakarna”

Lounge di asrama saya waktu di Bloomington, Indiana dulu selalu tidak pernah sepi kegiatan. Lounge yang dipenuhi sofa empuk terbuat dari fabrics yang exotic itu kira-kira seluas 1000 meter persegi dan terletak di lantai 1 dari asrama mahasiswa graduate yang saya tinggali, Eigenmann Hall…

Lounge yang sangat nyaman ini paling banyak dipakai teman-teman untuk ngobrol dengan santai dan suara rendah. Kadang-kadang dipakai juga oleh teman-teman Indonesia maupun internasional untuk belajar membaca buku. Tapi hati-hati, jangan sampai tertidur di lounge ini karena Ibu Manajer Asrama akan segera menegur anda dengan bahasa Inggris yang sangat ketus yang membuat yang ditegur itu akan kapok selamanya…hahaha !

Di ujung lounge yang luas ini terletak sebuah grand piano yang kualitasnya sangat baik. Piano dan space di sekitar piano ini sering digunakan oleh mahasiswa kulit hitam untuk melatih Chorus paduan suara mereka. Dan…kalau orang kulit hitam sudah nyanyi, suaranya akan sangat mantap ! Kami yang sedang ngobrol dengan suara pelanpun akan menghentikan obrolan dan mulai mendengarkan Black Chorus ini. Wow….mulut sampai menganga mendengarkan bagusnya kualitas suara mereka. Tone, pitch, tempo…semuanya serba perfect dan nggak ada yang namanya “off beat” !