Eigenmann Lounge dan “Sang Kumbakarna”

Lounge di asrama saya waktu di Bloomington, Indiana dulu selalu tidak pernah sepi kegiatan. Lounge yang dipenuhi sofa empuk terbuat dari fabrics yang exotic itu kira-kira seluas 1000 meter persegi dan terletak di lantai 1 dari asrama mahasiswa graduate yang saya tinggali, Eigenmann Hall…

Lounge yang sangat nyaman ini paling banyak dipakai teman-teman untuk ngobrol dengan santai dan suara rendah. Kadang-kadang dipakai juga oleh teman-teman Indonesia maupun internasional untuk belajar membaca buku. Tapi hati-hati, jangan sampai tertidur di lounge ini karena Ibu Manajer Asrama akan segera menegur anda dengan bahasa Inggris yang sangat ketus yang membuat yang ditegur itu akan kapok selamanya…hahaha !

Di ujung lounge yang luas ini terletak sebuah grand piano yang kualitasnya sangat baik. Piano dan space di sekitar piano ini sering digunakan oleh mahasiswa kulit hitam untuk melatih Chorus paduan suara mereka. Dan…kalau orang kulit hitam sudah nyanyi, suaranya akan sangat mantap ! Kami yang sedang ngobrol dengan suara pelanpun akan menghentikan obrolan dan mulai mendengarkan Black Chorus ini. Wow….mulut sampai menganga mendengarkan bagusnya kualitas suara mereka. Tone, pitch, tempo…semuanya serba perfect dan nggak ada yang namanya “off beat” !

4 Comments (+add yours?)

  1. edratna
    Dec 29, 2009 @ 14:22:42

    Pernah mencoba piano itu..atau ada yang setiap kali mau memainkannya?
    Kayaknya asrama di luar negeri ada lounge nya, yang membuat para penghuni asrama bisa berinteraksi..beda dengan di asrama2 di Indonesia…

    Mbak Enny,
    Di Eigenmann ada 2 piano, 1 piano di Lounge yang nggak sembarangan dimainkan, jadi yang jago aja yang berani main di situ. Yang di lounge ini aku nggak pernah memainkannya..

    Satu lagi piano ada di basement, yang di basement ini saya sering mainkan lagu “Child in Time” nya Deep Purple…haha…

    Reply

  2. simbah
    Jan 04, 2010 @ 09:21:56

    Lha…Kumbokarno-ne endi dik Yon….??

    Mas Didik,
    Sorry…iki cerita yang kepotong kok…memang baru cerita tentang piano dan belum cerita Kumbokarnone…hehe…

    Sabar ya mas, nanti cerita ini aku lanjutkan kok…

    Reply

  3. subhan
    Jan 04, 2010 @ 23:43:43

    wah kyk nya bapak udah ga sabar pengin nyanyi ya pak, hehe…
    btw bapak suka juga kah memainkan alat musik?

    Reply

  4. Maheswara Mahendra
    Jul 10, 2010 @ 09:59:11

    Saya pengin kirim naskah Ronggolawe dan Ratna Manggali mau terrima nggak ?

    Ada di FB ku (Note)

    Gak usah deh, takutnya gak ada waktu buat membacanya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: