Mr. Belo and Mrs. Sawiyah

Pagi ini sewaktu saya mandi, saya perhatikan seekor anak cecak sepanjang 3 cm terperangkap di bagian bawah kamar mandi. Mengingat pagi itu saya akan keramas menggunakan shampoo yang cukup banyak, saya tidak yakin anak cecak itu akan berumur panjang. Langkahnya juga sudah gontai…maka anak cecak itu saya ambil dan saya selamatkan, minimal selamat dari terjangan banjir shampoo saya…

Sambil mandipun saya teringat pelajaran Bahasa Daerah yaitu Bahasa Jawa semasa SMP. Sebagai murid kita diwajibkan menghapalkan sebutan bagi “anak binatang”. Misalnya, sawiyah adalah anak cecak, sedangkan belo adalah anak kuda. Anak ayam adalah piyik, dan anak kambing adalah cempe. Wah…menarik juga pekerjaan hapal-menghapal di SMP ini…karena yang perlu dihapal sekitar 100 binatang, dan menghapalkan sebutan bagi anak 100 binatang ini tentu tidak mudah…dan sering kebalik-balik : belo adalah anak cecak, dan sawiyah adalah anak kuda….hahahaha….kayak di film kartun aja, semuanya serba mungkin, termasuk kemungkinan terbalik !

Belajar bahasa Inggrispun kita juga harus menghadapi hal ini. Apa anak dari kuda ? What is the child of a horse called ? Pony ? No, pony is another type of horse, a small one, but pony is not the child of a horse…

Menarik bukan ? Apalagi kalau disuruh menghapalkan kata “sekelompok” yang dihubungkan dengan binatang. Bagaimana kita menyebut “sekelompok ikan” ? A school of fish. “Sekelompok sapi” ? A herd of cattle. “Sekelompok burung” ? A flock of birds….dst…dst…

Bicara bahasa….menjadi lupa, kalau sekarang sudah tanggal tua…hahaha…

5 Comments (+add yours?)

  1. alrisblog
    Apr 25, 2010 @ 01:07:58

    Lama tidak berkunjung, apa kabar pak Tri?
    Inilah istimewanya bahasa jawa, kalau dikampung saya tidak ada sebutan khusus untuk nama anak binatang. Sukses.

    Kabar baik Uda. Iya bahasa Jawa ternyata setara dengan bahasa Inggris yang ada sebutan khusus untuk anak-anak binatang….

    Reply

  2. Albert
    May 27, 2010 @ 23:09:44

    salam pak, numpang nanya pak dari terminal damri bogor ke hotel mirah naik taksi apa dan ongkosnya berapa ??

    Albert,
    Naik taksi Express atau Bluebird yang ada deket terminal bis Damri situ. Ongkosnya antara Rp 10-15 ribu saja…

    Reply

  3. Benny
    Jun 09, 2010 @ 09:43:00

    hahaha… lucu pak ceritanya…
    saya baru tau klo Pony itu bukan anak kuda…
    hmm…

    Oh ya, Ben ?

    Reply

  4. Johan Setiawan
    Jul 20, 2010 @ 14:07:31

    Wah Pak Tri masak tanggal 16 sudah tanggal tua?

    Pak Johan,
    Lho Pak Johan, kan saya suka berkata “Di Binus gaji saya 8 koma”….itu artinya bukan “Di Binus gaji saya Rp 8,7 juta” tapi “setelah tanggal 8, koma”….hehe

    Tanggal 8 aja sudah koma, apalagi tanggal 16 Pak. Makanya bagi saya pribadi, tanggal 16 mah sudah termasuk golongan “tanggal tua” Pak…

    Kecuali, “jaman keemasan” Binus di tahun 1996 dulu…waktu itu tidak ada yang namanya tanggal tua, karena bagi dosen ibarat tanggal muda terus…masih ada : Konsultasi Judul Skripsi, Ujian Proposal Skripsi, Ujian Pendadaran Skripsi…semuanya bisa “mengasapi dapur”…hehe…karena proses berulang…berulang…dan berulang terus, dan Skripsi mahasiswa masih perorangan dan masing-masing dibimbing oleh 2 dosen pembimbing…

    Good old days….:)))

    Reply

  5. Alris
    Sep 09, 2010 @ 04:07:21

    Assalamualaikum ww,
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin.
    Salam sukses selalu.

    Terima kasih Uda, sama-sama…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: