Sebuah serial cerita

Waktu saya divonis oleh dokter saya sakit jantung “struktural” dan harus diambil tindakan operasi “Bentall procedure”, awalnya saya agak berpikir panjang dan mengapa Tuhan memilih saya untuk menderita sakit ini, why me ?

Secara perlahan-lahan, sayapun menyadari kebesaran Tuhan dan berterima kasih kepadaNya bahwa saya telah dipilih untuk menderita penyakit jantung jenis ini (aorta dilatasi + regurgitasi klep aorta). Mungkin karena Tuhan tahu saya suka menulis Blog dan suka bercerita kepada siapa saja tentang apa saja, maka mungkin oleh Tuhan saya ditugaskan untuk bercerita tentang seluk-beluk riwayat sakit jantung saya itu agar para pembaca dapat membacanya dengan leluasa dan mengambil manfaat dari tulisan saya tersebut…

Oleh karena itu, saya bermaksud menulis satu serial cerita dari A sampai Z tentang penyakit jantung yang saya derita itu…yang garis besar bab-babnya mungkin seperti ini :
1. Awalnya saya sehat-sehat saja
2. Divonis sakit jantung struktural
3. Masuk UGD dan perawatan pertama
4. Kembali ngantor dan ngajar, bagai hidup di dua dunia
5. Mencari tanggal operasi yang tepat
6. Bertemu dokter yang akan membedah jantung saya
7. Persiapan operasi
8. Masuk ruang Pre Ops dan ritual yang dijalani
9. Diantar masuk ruang operasi
10. Apa yang terjadi selama saya belum sadar ?
11. Sadar pertama dan kena halusinasi
12. Lulus dari ICU, masuk ruang Intermediasi IWB
13. Nafsu makan di IWB tidak ada
14. Lulus dari IWB, masuk ruang perawatan
15. Nah di sinilah keteledoran saya
16. Hanya semalam di rumah, esoknya pingsan di kamar mandi
17. Masuk UGD lagi, untuk perawatan pendarahan lambung
18. Badan, tangan dan muka sampai bengkak-bengkak di IWM
19. Aku mendengar suara di IWM
20. Lulus dari IWM, masuk ruang perawatan
21. Ikut rehabilitasi fase I
22. Setelah sebulan di RS, sayapun boleh pulang
23. Ikut rehabilitasi fase II
24. Masih ada masalah keenceran darah dan detak jantung
25. Kembali ngantor dan ngajar lagi
26. Yang bertanya tentang penyakit jantungpun banyak
27. Terinspirasi “Scar Trek”
28. Penutup

Mudah-mudahan saya sempat menuliskan semuanya sesuai rencana.  Dimohon sabar, karena saya menulisnya secara pelan-pelan. Maklum Blogger amatir, bukan penulis professional…

Salam,
– Tri Djoko

Ucapan Terima Kasih

Dalam kesempatan yang sangat baik ini izinkanlah saya untuk mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semua yang selama Pre Ops, Ops, dan Post Ops “Bentall procedure” Jantung saya pada tanggal 10 Februari 2011 di RS Harapan Kita beberapa hari yang lalu telah menyumbangkan moril dan materiilnya kepada saya dan keluarga. Sumbangan anda tidak hanya menyembuhkan sakit jantung yang saya derita, tetapi juga memberi “hidup baru” bagi saya.

Untuk itu, saya sangat berterima kasih kepada :
1. Para mahasiswa dan dosen Universitas Bina Nusantara, yang telah beramai-ramai datang ke RS untuk menyumbangkan darah beku ataupun darah segar sewaktu operasi jantung saya (konon sampai 40 orang mahasiswa menyerbu RS untuk menyumbangkan darah);
2. Para pimpinan dan staf perekayasa BPPT dan Kantor Kementerian Riset dan Teknologi, yang telah beramai-ramai dalam 1 bus penuh datang ke RS untuk menyumbangkan darahnya kepada saya;
3. Rekan-rekan dari “Blood for Life” dan Kantor Pusat BRI serta peserta PPS BRI Angkatan 60, yang telah menyumbangkan darahnya kepada saya;
4. Rekan-rekan dari Ditkumad TNI-AD (termasuk Pusdikkum dan STHM), yang telah menyumbangkan darahnya kepada saya;
5. Rekan-rekan dari Pertamina EPTC, yang telah menyumbangkan darahnya kepada saya pada saat operasi dan pada saat perawatan setelah operasi;
6. Rekan-rekan dari Adira Insurance, yang telah menyumbangkan darahnya kepada saya;
7. Rekan-rekan dari PLN Pusat dan PLN Kanwil Kalimantan Timur, yang telah menyumbangkan darahnya kepada saya;
8. Rekan-rekan Alumni SMA 1 Madiun Angkatan 1975 : Ening, Kikiek dan isteri, Yayuk Kasnam, Tutik, Nuri, Budi dan Yetty, yang telah menyempatkan diri menjenguk saya di rumah sakit;
9. Rekan-rekan Alumni SMA 1 Madiun SMASA IKBA, yang telah banyak mendoakan kesembuhan saya dari jauh;
10. Rekan-rekan Astagian (Alumni IPB Angkatan 13 Tahun 1976) : terutama Gayatri, Anna Maria, Dessy, Aska, Mulia Siregar, Asep Saefudin, Gun Gun Gunawan, Haryono, Bahtiar Saleh Abbas, Amril Aman, Reynold Tambunan, Balaman Tarigan, Asmah Purba, dan yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, yang telah menggalang mahasiswanya untuk menyumbangkan darah via PMI Bogor, memberi perbekalan kepada penunggu saya di rumah sakit, dan memberi dorongan moril yang tiada putusnya;
11. Para tetangga di Kompleks Pondok Melati Indah, Jatiwarna, yang telah berduyun-duyun menjenguk ke rumah sakit;
12. Rekan-rekan lain yang tidak mengenal saya secara pribadi, tetapi datang ke RS karena dihubungi via Facebook, Tweeter, ataupun Milis sehingga menyumbangkan darahnya;
13. Rekan-rekan “organizer” milis yang membangunkan banyak orang di tengah malam sehingga rekan-rekan datang menyerbu RS untuk menyumbangkan darah, misalnya rekan Entang Sastraatmaja (Alumni IPB Angkatan 14), dan rekan Hanny Santoso (Alumni Binus, Melbourne);
14. Para pembaca Blog saya ini https://triwahjono.wordpress.com/  yang telah memberikan semangat sebelum operasi saya, dan memberi doanya selama operasi saya dan selama masa penyembuhan saya pasca operasi;
15. Saudara-saudara saya dan saudara-saudara isteri saya, yang telah dengan tulus dan ikhlas ikut bergantian piket menjaga saya selama operasi, setelah operasi, dan selama perawatan saya;
16. Rekan-rekan lainnya yang tidak sempat saya sebutkan satu per satu…

Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa membalas budi rekan-rekan sekalian….

Jakarta, 24 Maret 2011
ttd
Tri Djoko Wahjono

Saya menuju kesembuhan…

Terima kasih atas doa teman-teman semua pembaca blog ini, sehingga operasi jantung saya yang disebut “Bentall procedure” pada hari Kamis tanggal 10 Februari 2011 kemarin berjalan lancar. Walaupun ada pendarahan hebat waktu operasi, karena bantuan darah dari teman-teman….saya bisa melewatinya…

Pada hari ke-15, saya sudah diperbolehkan pulang. Tapi tanpa disadari, waktu saya pulang, ternyata saya sudah mengalami pendarahan lambung karena faktor obat pengencer darah yang cukup “keras”. Sehingga esok harinya di rumah, saya pingsan di kamar mandi dan kemudian oleh isteri saya dibawa kembali ke RS Harkit.

Pada hari ke-29 setelah operasi, saya diperbolehkan pulang oleh dokter. Jadi tadi malam saya sudah bisa tidur nyenyak di rumah kakak di Cilandak. Walaupun jalan saya masih seperti robot R2D2 atau seperti jalannya Neil Armstrong di permukaan bulan, tapi saya sudah bisa jalan dan tidak pusing lagi…

Mudah-mudahan dengan doa dari teman2, saya bisa melakukan “rehabilitasi” terhadap mobilitas saya sendiri sehingga bisa jalan dengan lebih normal seperti orang yang sehat…

Doakan ya….