Bab 2 – Divonis sakit jantung

Dan ternyata….saya sakit jantung. Yang mendeteksi pertama kali menggunakan stetoskop dan dapat menangkan “murmur” yang aneh di stetoskop dan menyimpulkan saya sakit jantung dan bukan sakit paru-paru adalah Dr. dr. Hertati, dokter tetangga saya. Padahal dua dokter lainnya yang praktek dekat tempat tinggal saya menganggap saya hanya sakit maag dan sakit pernafasan saja…

Setelah saya keluar dari Rumah Sakit waktu perawatan pertama saya dari 6-18 Nopember 2010, banyak teman dan saudara yang menanyakan kepada saya apa sih gejalanya orang sakit jantung itu. Saya jawab, khusus untuk saya, ada beberapa gejala yang menonjol. Gejala pertama, biasanya saya bisa menuju tempat parkir kantor di lantai 5 dengan menggendong backpack berisi penuh buku dengan mudah, tapi waktu itu setelah mendaki ke atas 1 tingkat saja saya sudah ngos-ngosan dan harus beristirahat dulu. Gejala kedua, biasanya kalau lagi ngajar saya bisa berkata-kata beberapa menit tanpa terputus, tetapi waktu itu saya berbicara sekitar 5 menit saja sudah ngos-ngosan. Saya ingat waktu itu sedang mengajar mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi (PTI), dan saya merasa berat banget mengajarnya, kaki gemetar dan nafas ngos-ngosan. Gejala ketiga, tangan suka kesemutan (“gringgingen” bahasa Jawanya). Gejala keempat, punggung saya pegalnya bukan main…dari pinggang ke atas sampai leher serasa pengin dikerokin, biasanya dengan minum Paramex semua pegel sudah ilang keesokan harinya, tapi kali ini pegel masih sangat terasa…

Belakangan berkat diskusi dengan para penderita jantung lainnya, dari informasi internet, dan dari mengikuti seminar di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, saya jadi tahu bahwa penyakit jantung itu ada 3 macam :
1. Penyakit jantung bawaan (congenital heart failure), yaitu sejak lahir seseorang sudah menderita jantung bolong atau  klep jantung lemah/bocor
2. Penyakit jantung koroner, yang bisa disebabkan karena seseorang suka merokok, makan makanan yang banyak berlemak/berkolesterol tinggi
3. Penyakit jantung “struktural” (ini istilah saya sendiri lho), yaitu perubahan struktur jantung karena faktor umur yang menua, seperti pembuluh darah jantung membengkak atau klep yang melemah/bocor

Dan ternyata….saya menderita sakit jantung jenis ketiga yaitu penyakit jantung “struktural” (sekali lagi, ini istilah saya sendiri)..

Pada waktu itu saya menderita “gagal nafas” sebanyak 3 kali dalam 2 hari. “Gagal nafas” (ini juga istilah saya sendiri) itu saya mengisap udara dan ternyata tidak ada udara yang masuk ke hidung. Sama sekali tidak ada ! Secara refleks sayapun masuk ke kamar mandi dan memasukkan jari telunjuk saya ke ujung lidah yang di belakang. Akhirnya sayapun batuk-batuk sambil muntah…dan setelah itu nafas saya kembali ada. Karena saya sudah mengalami “gagal nafas” 3 kali, isteri saya menyarankan agar saya diperiksa Dr. dr. Hertati..

Dan tadi sudah saya sebutkan di depan kalau akhirnya Dr. dr. Hertati menemukan bahwa sakit jantung. Sebuah surat pengantar untuk diperiksa oleh dokter jantung di RS Haji Pondok Gedepun dibuat, dan bersama isteri saya masih sempat menyetir mobil menuju RS Haji Pondok Gede..

Setelah mendaftar di bagian pendaftaran pasien di RS Haji Pondok Gede, sayapun antri untuk diperiksa oleh dokter jantung di Poly Jantung. Setelah menunggu 1/2 jam sayapun diperiksa oleh dokter jantung di sini. Pertama yang dilakukan oleh suster yang ada di sini adalah memasang 11 sensor EKG (ElektroKardioGram), yaitu 2 di pergelangan kaki, 2 di pergelangan tangan, dan 7 di dada seputar jantung. Setelah menunggu 1 menit akhirnya…cekrek… cekrek…cekrek… EKGpun menghasilkan sebuah Grafik yang segera dibaca oleh dokter jantung yang memeriksa saya.

“Hmmm…kamu menderita Aneurisma”, kata dokter jantung yang memeriksa saya, tanpa saya tahu apa yang disebut Aneurisma itu. Dokter jantung itupun mengajak saya ke ruang EchoKardioGrafi. Sayapun berbaring terlentang dan di dada saya diberi semacam jelly dan dokter jantung menggunakan sebuah “mouse komputer” yang berbentuk seperti ulekan makanan dan “dijalankan” di dada saya. Sedikit-sedikit dokter jantung itu mendesis….”Hmmm…sudah parah ini jantung yang kamu punya. Nih lihat, ada pembengkakan pembuluh darah yang sudah besar sekali hampir sebesar jantungnya. Nih juga lihat ada kebocoran klep jantung yang menyebabkan darah yang sudah dipompa ke atas jatuh lagi ke bawah”..

Jantung sayapun tambah berdebar-debar mendengar dokter jantung yang mendiagnosa saya dan memvonis saya bahwa saya sakit jantung kronis. Oooh tidaaaak, kata batin saya. Bukankah saya selama ini sehat-sehat saja ? Bukankah saya sering nggowes sepeda 4 kali seminggu ?

Akhirnya dokter jantung itu mengajak saya ke ruang Rontgen. Sayapun masuk ruang Rontgen, membuka baju, menempelkan dada saya ke plat logam, dan jepret….sinar Xpun menembus dada saya. Dalam waktu kurang dari 5 menit hasil Rontgenpun keluar dan langsung dipegang oleh dokter jantung itu dan diterangkan kepada saya – walaupun sebenarnya saya tidak tahu what he is talking about. “Nih lihat, aortamu sudah membengkak besar sekali dan sudah hampir sebesar jantungmu. Saya sebenarnya bisa mengobati kamu, tapi nanti kamu balik lagi dan balik lagi ke saya, jadi percuma”. Entah kenapa, saya suka sekali dengan gaya bicara dokter jantung ini yang pakai bahasa “lu gue” begini…

“Udah, kamu segera ke UGD Rumah Sakit Jantung Harapan Kita saja”, kata dokter jantung ini menutup pembicaraan. Dokter jantung inipun menulis sesuatu di nota dokternya, ditujukan kepada UGD RSJ Harapan Kita. Sayapun membawa serta hasil EKG dan Rontgen yang barusan. Setelah membayar semuanya Rp 690 ribu dengan kartu kredit, sayapun memutuskan untuk segera menuju ke UGD RSJ Harapan Kita.

Ternyata malam itu anak saya Ditta menelpon mamanya dan menanya papa dan mama ada dimana ? Dijawab isteri saya, di RS Haji Pondok Gede. “Saya tidak membawa kunci nih, bagaimana bisa masuk rumah ?” kata anak saya Ditta. Isteri sayapun memutuskan untuk pulang ke rumah dengan menyopir mobil yang tadi saya sopirin supaya anak saya Ditta bisa masuk ke rumah. Dan sayapun mengalah pergi ke UGD RSJ Harapan Kita dengan menggunakan taksi Pusaka dari Blue Bird Group yang sedang antri menunggu penumpang di Rumah Sakit Haji Pondok Gede…

Sayapun masuk mobil….”Ke RS Harapan Kita Bang”, kata saya kepada sopir taksi. Mobilpun meluncur di malam minggu yang sebenarnya agak sepi itu…menuju ke UGD RS Jantung Harapan Kita yang berjarak sekitar 20 km jauhnya dari RS Haji Pondok Gede……(bersambung)….

5 Comments (+add yours?)

  1. Alris
    May 03, 2011 @ 22:06:39

    Jelas nambah ilmu saya setelah baca posting ini. Informatif. Bikin saya makin sayang sama jantung. Walau bukan perokok, tapi abis makan saya sering merokok dengan asap tidak masuk paru-paru dan hidung, hanya isap dimulut aja. Saya akan kurangi merokok.

    Reply

  2. endang
    Mar 18, 2012 @ 18:09:17

    Terima kasih atas sharing ini. Baru saja paman saya meninggal karena ” angin duduk ” atau bahasa keren nya SSJK , Sindrom Serangan Jantung Koroner akut.
    Semoga anda seterusnya baik baik saja.

    Mbak Endang,
    Terima kasih, mudah-mudahan info dan sharing di Blog ini berguna bagi kebaikan sesama…

    Reply

  3. Cha D' Lover
    Apr 08, 2012 @ 10:43:06

    subhanallah,,,,
    semoga ini menambah pengetahuian saya ttg penyakit jantung,,,
    krn trnyta ade saya juga divonis bahwa jantung dy jg tdk dalam keadaan sehat,,,,

    Cha,
    Banyak bayi, anak kecil, anak tanggung, remaja, yang sakit jantung.
    Tidak perlu khawatir, yang penting diagnosa dilakukan dengan benar, misalnya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.
    Kalau pendapat dokter jantung didengarkan dengan baik, tentunya adik Cha akan baik-baik saja…

    Reply

  4. purwa
    Oct 04, 2012 @ 02:51:52

    senang dapat info yang sangat bermanfaat…. terima kasih mbak

    Reply

  5. Denicha Alviana Natali
    Nov 19, 2016 @ 18:11:19

    Dokter hertati praktek dimana ya

    Denicha,
    Kalau gak salah di RS UKI.
    Kalau praktek di rumah, di Jatiwarna.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: