Bab 4 – Kembali ngantor dan ngajar, bagai hidup di dua dunia

Akar masalah mengapa saya pingsan itu sebenarnya hal sepele. Pertama, saya belum terlalu fit setelah menderita “hilang nafas” dan akhirnya dibawa ke RS Jantung Harapan Kita. Kedua, karena belum fit maka saya masih memerlukan respirator di hidung yang membantu pernafasan saya. Ketiga, saya agak lemas setelah pagi itu diajak ke ruang Echo dan Vasculer yang keduanya perlu antri dan ruangannya agak sempit. Keempat, saya sudah kadung kebelet BAB sehingga tidak ada waktu untuk mempunyai “second thought” tentang apa yang akan saya lakukan…

Siang itu walaupun saya kadung kebelet BAB, tapi sebenarnya saya tidak terlalu kuat buat melakukan BAB di Toilet. Semestinya saya minta diambilkan “kursi toilet” sehingga saya bisa BAB di dekat tempat tidur saya. Tapi karena saya agak “merasa jagoan” – ini penjelasan suster kepada isteri saya – sayapun langsung menuju ke Toilet, menutup pintu, mencopot celana pasien dan duduk di toilet. Itu saja yang saya ingat….

Tapi beberapa detik kemudian yang terdengar di telinga saya adalah “Pak..Bapak…Pak…Bapak… sadar Pak…sadar Pak…ambil nafas Pak…ambil nafas Pak…ayo Pak sadar…ayo Pak sadar”…ketika saya dinaikkan ke tempat tidur saya semula dan dikelilingi oleh 4 perawat laki dan perempuan dan 2 dokter laki dan perempuan. Pokoknya persis di ruang ER (Emergency Room) seperti yang terlihat di film serial tv itu…

Belakangan saya baru memperhatikan bahwa jika ada seorang pasien yang gawat karena pingsan (pass-out) atau yang lain (passed away), perawat yang pertama kali mengetahui akan teriak sekeras-kerasnya, “Daruraaaaaaaaat !!!!”  dan semua perawat dan dokter jaga yang mendengarnyapun akan segera menuju ke arah teriakan itu. Makanya saya bisa “diselamatkan” dari pingsan di Toilet dan disadarkan kembali ke tempat tidur saya semula…

Setelah pingsan di kamar mandi itu saya masih menderita beberapa kali gagal nafas. Dan setiap kali gagal nafas saya dipandu oleh perawat untuk menarik nafas dan menutup mulut – sebelumnya saya mengeluarkan nafas dengan keras dan menarik nafas dengan keras pula mirip pernafasan di Merpati Putih – tapi itu rupanya prosedur yang salah untuk orang yang lagi sakit jantung dan menderita sesak nafas kayak saya tersebut…

Sejak pingsan itu, lubang kencing saya di “jumper” dengan memasang selang yang dihubungkan dengan sebuah kantung kencing plastik yang dipasang di bawah tempat tidur pasien, sehingga bila si pasien ingin pipis maka tanpa terasa – karena secara otomatis – kencing akan masuk ke kantung kencing plastik yang disediakan. Dengan cara ini, pasien akan dapat dimonitor “balance” antara jumlah minuman yang masuk dengan jumlah kencing yang keluar…

Sayapun sehari-hari diberi asupan susu sebanyak 6 kali sehari yaitu jam : 8, 12, 16, 20, 24, dan 4 pagi. Susu yang diberikan setelah saya tanya ke petugas dapur bermerk Entrasol atau Nephrisol. Bagi saya minum susu lebih enak dan lebih mudah daripada makan makanan padat yang disediakan oleh rumah sakit – yang rasanya hambar-hambar saja.

Selama perawatan pertama saya ini saya diberi berbagai obat-obatan yang fungsinya untuk memelankan detak jantung, mengurangi kholestorol dan asam urat, dan mengatur irama jantung agar teratur. Setelah 12 hari di ruang intermediate medik (IWM) di Gedung I Lantai 3, maka setelah dipandang kesehatan saya stabil sayapun dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung II Lantai 5. Di ruang perawatan ini saya sudah punya nafsu makan yang cukup besar sehingga makanan yang disediakan Rumah Sakit saya santap dengan nikmat. Di hari terakhir sebelum saya pulang, saya sekali lagi diambil “tindakan” berupa Kateterisasi untuk melihat adanya penyumbatan pembuluh darah di jantung saya, dan terutama untuk melihat seberapa lebar pembuluh darah saya sudah mengembang, dan seberapa buruk klep aorta saya mengalami “regurgitasi” – atau darah yang sudah dipompa ke atas jatuh lagi ke bawah sehingga menghantam klep aorta.

Setelah dirawat selama 2 minggu dari tanggal 6-18 Nopember 2010 maka dokter yang merawat sayapun memutuskan saya boleh pulang. Sayapun ditetapkan selanjutnya akan dirawat oleh dr. BRM Aryo Suryo. Setelah mengurus surat-surat Askes, isteri saya ditunjukkan rekening sebesar Rp 40,4 juta tetapi karena saya ditanggung Askes maka isteri saya hanya diminta membayar sebesar Rp 125 ribu saja. Thanks God !

Walaupun badan saya terlihat semakin kurus – ketika keluar dari rumah sakit berat badan saya berkurang 5 kg, tetapi saya memutuskan untuk segera ngantor dan ngajar. Kedua kegiatan ini – ngantor dan ngajar – akan cepat memulihkan sakit saya sehingga saya bisa sehat seperti semula. Selain kurus, teman-teman saya mengatakan bahwa saya juga terlihat pucat pasi dan muka saya agak bernuansa pucat keputihan.

Rupanya ada sikap yang berbeda antara teman-teman kantor dan teman-teman kampus dalam menyikapi sakit saya barusan. Rata-rata teman kantor akan berkata, “Pak Tri, jangan masuk kantor dulu. Lebih baik Bapak istirahat di rumah, jangan pikirkan kantor dulu deh. Nanti kalau Bapak sudah 100% sehat baru ngantor” yang bagi saya komentar ini agak discouraging dan mungkin saya akan lambat sembuhnya kalau begini. Sebaliknya teman-teman dosen dan para mahasiswa saya di kampus rata-rata akan berkata, “Pak Tri, semoga cepat sembuh ya, sehingga bisa mengajar kembali seperti sedia kala” yang bagi saya komentar teman-teman kampus ini agak encouraging dan menurut saya akan mempercepat sembuhnya sakit jantung saya…

Karena kurus dan pucat….ternyata saya tidak bisa pergi ke kantor atau ke kampus sendirian….kemana-mana harus disopiri dan dikawal….(bersambung)

1 Comment (+add yours?)

  1. Alris
    May 03, 2011 @ 22:36:10

    Rupanya perlu juga sesekali mengalah supaya “tidak jagoan” ya, Pak Tri.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: