Bab 18 – Badan, tangan, dan mukapun bengkak di IWM

Mungkin ini untuk pertama kalinya tubuh saya ditransfusi dengan 5 jenis cairan yang berbeda yaitu darah, makanan, obat, antibiotic, dan cairan tubuh. “Ini berkejaran dengan turunnya Hb dan tekanan darah Pak, jadi kami harus melakukan hal ini…”, demikian kata seorang dokter, Selain diberi 5 selang infus yang bias masuk ke tubuh saya, sebuah selangpun dipasang di alat kencing saya yang gunanya agar saya tidak perlu turun tempat tidur kalau mau kencing, dan agar kencingnya bisa diukur berapa keluarnya…(prinsip perawatan sakit jantung sebenarnya mudah, yaitu menyeimbangkan cairan yang masuk ke tubuh dan cairan yang keluar dari tubuh..)…

Sayapun juga diminta untuk bed rest, artinya istirahat total di tempat tidur. Di Sabtu malam itu menjelang tengah malam, sayapun dipindahkan ke ruang Intermediate IWM (Intermediate Ward Medis). Sesampai di ruang IWM, seperti biasa tubuh sayapun “ditransfer” dari tempat tidur UGD dan tempat tidur ruang Intermediate yang walaupun merk tempat tidurnya sama tetapi berbeda model itu. Saya ditransfer melalui sebuah papan yang mirip dengan papan meja setrikaan…

Setelah saya beringsut sedikit ke atas tempat tidur di ruang Intermediate IWM, sayapun dipesan untuk tidak bangun dari tempat tidur walaupun sekedar mendongakkan kepala. Saya sebenarnya agak keberatan dengan perintah yang satu ini, namun mengingat gawatnya kondisi saya, sayapun mengiakan saja di dalam hati…

Sehari kemudian yaitu pada hari Minggu siang menjelang sore, dengan dimasuki 5 macam cairan yang berbeda maka tubuh sayapun menampakkan reaksinya. Tangan, kaki, dan muka sayapun bengkak. Bahkan belakangan ketahuan kalau tangan saya yang bengkak “mendorong” gelang pasien yang terbuat dari kertas di tangan kanan saya, sehingga kulit saya seperti ada bekas terbakar. Celakanya lagi, Hb saya menurun dari 5.6 di hari Sabtu menjadi 5.0 di hari Minggu ini. Dengan menurunnya Hb, maka gerakan kepala saya walaupun sedikit saja akan menyebabkan saya menderita pusing yang amat sangat.

Sayapun cukup sedih melihat para suster gagal atau agak terlambat memasukkan cairan ke tubuh saya. Mau tidak mau saya ingat akan ibu saya yang menjelang meninggalnya beliau, cairan infus sulit untuk dimasukkan ke tubuh Ibu. Terus terang, yang saya ingat hanyalah meninggalkan dunia yang fana ini. Dengan pikiran seperti itu terus terngiang-ngiang di benak saya, sayapun melakukan zikir dan memohon doa kepada Allah agar saya diberi kesehatan seperti sediakala. Yang bisa saya kerjakan hanyalah memejamkan mata, atau memicingkan mata sedikit sambil berdoa…

Posisi tidur sayapun saya atur menyerupai “buaya tidur”, yaitu tidur tanpa menggerakkan tangan dan kaki sedikitpun. Ruangan IWM yang saya rasa cukup dingin membuat saya menarik selimut ke atas sehingga sampai batas dagu saya. Di hari Minggu pagi, sayapun ingat kalau di hidung saya dimasukkan selang plastic diameter 0.5 cm yang menembus ke lambung saya, dengan maksud untuk memantau apakah di lambung saya masih ada pendarahan.

Maka, minum air, minum susu, dan minum obatpun oleh suster disarankan melalui selang di hidung ini, dengan cara memasukkan cairan ke sejenis gelas ukur kecil yang tersedia di meja kecil samping tempat tidur saya. Hal ini perlu dilakukan karena kalau saya minum air atau susu melalui mulut, maka air atau susu itu akan terkena selang plastic tadi sehingga terasa sakit kalau mau ditelan. Makanya lebih baik minum air atau obat melalui hidung…

Mengapa minum susu ? Rupanya dalam kondisi Collaps dengan Hb serendah ini, dokter jaga di ruang intermediate pun memerintahkan suster agar kepada saya diberikan makanan berupa susu saja. Setiap 4 jam saya akan diberi susu (belakangan saya tahu merknya Entrasol atau Nephrisol) segelas besar, yaitu pada jam 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, 22.00, dan 02.00. Dalam hati saya bersyukur diberi makanan berupa susu karena ini jauh lebih baik daripada dipaksa makan makanan rumah sakit yang bagi orang sakit seperti saya serasa hambar itu…

Pada Minggu malam, sayapun dibesuk oleh Pak RW dan para tetangga dari RT 07. Seperti diketahui saya tinggal di RT 04, dan para tetangga dari RT 07 ini sedang ada di RS Jantung Harapan Kita karena ada warganya yang juga baru saja selesai dioperasi by-pass, yang kamarnya (ruang IWB) persis berada di sebelah kamar saya (IWM) di Lantai 3 Gedung I..

Dengan tekanan darah belum sepenuhnya normal, dengan Hb yang menjadi lebih rendah lagi yaitu 5.0, dan dengan 5 jenis cairan secara bersamaan ke dalam tubuh saya, sayapun merasa lemas dan hampir putus harapan.  Untunglah Pak RW yang juga Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid di RW saya itu, beserta para tetangga mengajak saya dan isteri berdoa untuk kesembuhan saya. Sayapun mengikuti ajakan doa itu dengan bersungguh-sungguh mohon ampunan dan mohon kesembuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa…

Sewaktu dokter jaga menghampiri tempat tidur saya dan saya tanyakan kapan tubuh saya bisa kempes dan tidak bengkak lagi, dokter menjawab, “Besok Pak….”. Sayapun lega mendengar jawaban yang membesarkan hati ini…..(bersambung)

4 Comments (+add yours?)

  1. Alris
    May 15, 2011 @ 22:06:24

    Gak kebayang deh memasukkan makanan, walau hanya susu, melalui hidung. Saya dipasang selang di alat kencing aja rasanya udah ampun-ampunan…

    Reply

  2. fatah
    May 24, 2011 @ 05:09:27

    Saya baca dari 2 jam lalu sampai skrng jam 1.05 wkt turkey
    saya ingin sekali membacanya sampai habis tapi mata saya tidak bersahabat hari ini
    dan terima kasih atas tulisan bapak atas pngalaman bapak dalam hal ini
    sehingga kita para calon dokter bisa mengikuti perkembangan dari seorang pasien..jika kita mnanganinya dalam keadaan ini semakin membuat saya bersmangat untuk bisa lolos ujian nnti agar bisa masuk kedokteran jantung dan pembuluhdarah sini
    wassalam

    Hallo (Dokter) Fatah,
    Terima kasih juga kepada (Dokter) Fatah yang telah sudi mampir di Blog saya ini…saya senang karena blog saya ternyata banyak berguna bagi calon pasien…dan ternyata juga berguna bagi calon dokter…

    Saya sarankan (Dokter) Fatah mengambil spesialisasi jantung dan pembuluh darah aja, di propinsi2 di Indonesia hanya tersedia 1 dokter jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) untuk 1 propinsi, contohnya NTB. Jadi peluang masih sangat banyak…

    Memang tujuan saya menulis blog dari perspektif pasien yang awam, pakai bahasa sederhana sehingga mudah dimengerti, dan akrab….karena kalau dokter yang nulis, pasti penuh dengan istilah teknis kedokteran yang memusingkan….

    Selamat menikmati Turki…negara terindah di dunia (I wish I were there)…dan good luck untuk pencapaian Dokter Fatah selanjutnya….

    Reply

  3. Kang Sudik
    Aug 10, 2012 @ 10:46:44

    Adik saya karena gula, sekarang ginjalnya kurang berfungsi. Akibatnya cairan memenuhi banadan hingga paru2.
    Kira2 bisa sembuh kah penyakit adik saya ini?
    barangkali ada yg pernah tau, apa obatnya.
    Terimakasih sebelumnya.

    salam,
    sudi

    Mas Sudik,
    Saya bukan ahli kedokteran dan bukan penderita gula.
    Kalau ginjal kurang berfungsi dan tubuh sudah dipenuhi cairan, itu ya satu-satunya cara dengan “cuci darah”.
    Untuk penderita gagal ginjal seperti adiknya Mas itu kadang diperlukan 2 x cuci darah per minggu, yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.

    Menurut saya yang paling penting adalah doakan saja adik Mas Sudik supaya cepat sembuh, ditambah dengan meningkatkan kualitas hidup adiknya Mas Sudik, dengan memberikan perhatian kepada dia yang sepenuhnya. Terutama menghiburnya. Siapa tahu mukjizat akan datang….insya Allah..

    Reply

  4. rita mukti
    Oct 15, 2012 @ 02:28:28

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: