Bab 22 – Setelah sebulan di RS, sayapun boleh pulang

Pulang – kata-kata dengan enam huruf ini ternyata yang amat sangat didambakan oleh seorang pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Selain pulang, mungkin “makan” adalah kata-kata yang sangat bermakna bagi pasien…

Bila hari-hari terakhir di ruang perawatan sehabis saya menjalani operasi jantung saya jalani dengan berolahraga pagi dalam rangka rehabilitasi, makan enak yang mengandung protein tinggi untuk menyembuhkan luka hasil operasi saya, dan tidur yang nyenyak. Maka pada masa perawatan kedua – yaitu perawatan sejak saya terkena pendarahan lambung – hari-hari terakhir adalah hari-hari yang menegangkan…

Selama masa perawatan saya yang kedua, di ruang perawatan di gedung II Lantai 5 saya ditempatkan berdua dengan pasien lainnya di dalam 1 kamar perawatan. Lumayan lah, sebagai PNS golongan IV/b saya ditempatkan di ruang perawatan kelas I. Kawan sekamar saya juga berganti-ganti. Bila pada perawatan pertama tetangga saya – Pak Saleh – adalah orang Papua dari Kaimana yang selalu berbahasa Indonesia, baik dia dan isterinya. Maka pada perawatan kedua tetangga kamar saya adalah Pak Jonardi dari Lombok, dan Pak Zahedi dari Bangka.

Sebenarnya hari-hari di ruang perawatan ini – terutama pada masa perawatan kedua saya – dilalui dengan cukup menegangkan serta menyedihkan. Menegangkan karena pertanyaan kapan pendarahan di lambung saya sembuh itu adalah pertanyaan besar. Untuk itu, saya harus memakai pampers untuk menampung BAB saya dan setiap habis BAB harus dilihat dulu “warna”nya, kalau tidak mengandung warna hitam atau kehitaman berarti pendarahan lambung saya sudah sembuh. Maka dari hari ke hari suster di lantai ruang perawatan saya selalu berargumen dengan saya tentang “warna yang benar” dari BAB saya. Saya bilang warnanya hijau daun atau hijau tua, tetapi suster menganggap itu warnanya masih hitam.

Setelah beberapa berargumen, susterpun memberi jalan tengah yaitu saya diminta untuk menyerahkan “sampel” BAB saya untuk diperiksa di Lab. Sorenya saya dapat kabar menggembirakan : bahwa BAB saya tidak sebersitpun atau setitikpun mengandung darah. Berarti, pendarahan lambung saya sudah sembuh ! Sebentar lagi saya akan diperbolehkan pulang oleh dokter saya – dr. Aryo Suryo.

Selama 2 minggu di masa perawatan saya yang kedua akibat pendarahan lambung, saya hanya diperbolehkan meminum segelas susu untuk makanan saya sehari-hari. Tetapi untuk memenuhi jumlah kalori sebanyak 2000 kalori per hari, maka segelas besar susu diberikan kepada saya setiap 4 jam yaitu jam 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, 12.00 dan jam 02.00. Segelas susu biasanya diberikan oleh seorang petugas dapur yang memasuki ruang perawatan saya, menaruh susu di atas meja kecil saya dan meneriakkan, “Susu !”. Sayapun biasanya tergopoh-gopoh meraih susu saya itu – dengan bantuan isteri saya atau penunggu saya tentu saja – agar susu bisa segera diminum dalam keadaan panas atau hangat. Soalnya sangat tidak enak minum susu dalam keadaan dingin…

Karena hanya diperbolehkan minum susu, maka ketika saya melihat iklan makanan di televisi di ruangan saya – baik itu hamburger, ayam goreng, pizza, bahkan indomie, sayapun cukup ngiri dan ngiler karena saya kok tidak boleh makan makanan seperti itu sekarang ini. Bolehnya hanya susu, susu, susu…dan susu saja….

Berubahnya warna BAB saya menjadi warna hijau tua dari sebelumnya hitam pekat – adalah kemajuan yang sangat berarti bagi kesehatan saya. Apalagi setelah hasil test Lab dari sampel BAB saya sudah keluar, bahwa BAB saya sudah tidak mengandung darah, maka rasa sehatpun menyergap hati saya. Alangkah enaknya untuk sehat !

Sayapun menghitung-hitung sendiri kapan saya diperbolehkan pulang oleh dokter. Saya hitung paling 2-3 hari lagi saya diperbolehkan pulang, karena sebelum saya diperbolehkan pulang pasti makanan yang hanya berupa susu ini akan diganti dengan makanan padat tapi lunak, seperti bubur dan sebagainya. Setelah itu baru meningkat ke makanan padat seperti makanan orang yang tidak sakit…

Ternyata dugaan saya salah, walaupun saya masih minum susu dalam sehari-harinya yang menyebabkan badan saya secara relatif serasa lemas, maka pada suatu Rabu sore yang cerah sayapun mendapat kabar bahwa dokter saya – dr. Aryo Suryo – sudah membolehkan saya pulang. Maka suster di lantai perawatan sayapun segera menyiapkan Laporan Medis dan perincian pelayanan rumah sakit yang diberikan kepada saya untuk dihitung harganya di loket pembayaran di Gedung I Lantai 1, yaitu loket Askes.

Setelah isteri saya membayar bill perawatan saya yang kedua dengan “cost sharing” sebanyak Rp 1,6 juta, maka surat penglepasan saya (discharge letter) dari RS Harapan Kitapun saya dapatkan. Saya boleh pulang !  Sore itu mobil isteri saya dipenuhi dengan barang-barang yang sebelum ini ada di rumah sakit, termasuk bantal, selimut dan tikar. Dan karena mbak yang ikut di rumah kakak ikut menjemput pakai mobil lain, maka sayapun memutuskan pulang ke rumah kakak saya di Cilandak dengan menggunakan mobil kakak yang disopiri sama si mbak…

Karena badan serasa lemas – karena selama ini tidak bisa bangkit dari tempat tidur dan hanya minum susu sebagai makanan sehari-hari, maka untuk menambah tenaga untuk perjalanan pulang sore itu; saya, isteri dan si mbak pun makan bubur ayam di Jakarta Fried Chicken yang gerainya ada di sebelah Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Bubur ayam itu sebenarnya tidak terlalu istimewa rasanya….tetapi saya memakannya dengan lahap. Setelah makan, mobilpun bergerak pelan…ke arah Cilandak….(bersambung)

5 Comments (+add yours?)

  1. Alris
    May 18, 2011 @ 20:17:04

    Yang jelas saya menikmati posting Pak Tri ini. Ternyata untuk sehat itu membutuhkan biaya tidak sedikit. Tapi kalau sudah sehat menjaga kesehatan itu sebenarnya tidak mahal. Saya baca tulisan dianjurkan untuk jalan kaki sejam diwaktu pagi hari sudah membuat tubuh bugar asal diimbangi dengan asupan gizi yang memadai dan istirahat cukup.

    Uda Alris,
    Memang Da…kesehatan itu harta yang paling mahal. Makanya, meskipun saya tidak dikaruniai banyak harta tetapi waktu itu saya sangat bersyukur kepada Tuhan YME karena selama 54 tahun saya dikaruniai sehat walafiat, waras-wiris, sampai akhirnya saya divonis menderita pelebaran aorta dan gagal klep aorta itu….

    Jadi, selamat berolahraga di tengah hutan di Kalimantan sana Da….hahaha

    Reply

  2. akladah
    Oct 04, 2015 @ 12:05:02

    saya akladah.umur saya 36th.saya bln des kmrn sesar anak pertama dan seminggu stlh sesar saya masuk icu dr.soetomo sby krn sesak.stph 15hr d icu saya d pindah k ruang orwtn.alhmdulilah bsoknya saya blh plg tp tetap kontrol tiap bln
    2x saya kontrol d rs.dr.soetomo.krn pake bpjs dan aturan berubah bln k3 tdk bsa kontrol langsung k sana.tp d rsud soewandi faskes k2.saat d rs.dr.soetomo saya pasien DC MR.betapa kagetnya saya saat bln k6 kontrol d soewandi wkt echo MR saya sembuh tp ternyata hsl echo saya moderate AR (PHT 385ms).6bln lg dievaluasi dg echo lg klo jantung fungsinya msh bgs katae tetep kontrol d soewandi aja tp klo dah menurun ya d rujuk k rs.dr.soetomo munngkin evaluasi utk operasi katup.apa Moderate AR bsa smbuh spt MR saya.klo mang operasi operasi perbaikn katup ato diganti katupnya pak.jujyr saya sgt risau krn anak saya msh kcl msh 9bln pak.smg saya bsa survive spt p.tri.blig ini sgt.membantu saya utk lbh smbgt n optimis bsa smbuh n insyaAlloh pasrah n siap jk mang jln trbaik operasi.terimakasih pak

    Mbak Akladah,
    Arti “moderate” sebenarnya mirip “mild” atau “sedang, kecil” jadi sebenarnya menurut saya keluhan mbak masih bisa diobati dengan herbal atau dengan urut jantung (dipliritin) atau dengan doa kepada Yang Membuat Hidup, mudah-mudahan diberi kesembuhan.
    Menurut dokter jantung RSJHP Jakarta, selama mbak tidak pusing, tidak muntah, dan tidak pingsan, sebenarnya penyakit jantung mbak masih dalam kategori “observasi” dan “belum perlu diambil tindakan”….
    Tapi kalau salah satu dari 3 hal tersebut sudah mbak alami, mau tidak mau harus kontrol terus dan kalau perlu diambil tindakan, dengan BPJS Kesehatan sekalipun.
    Demikian mbak, bagi saya dan bagi mbak, rasa optimis itu sangat sangat perlu….

    Reply

  3. choirul akladah
    Aug 14, 2016 @ 20:20:37

    terima.kasih pak atas pnjls annya.smg orang2 spt qt selalubd beri kekuatan dan keberanian utk mnjalani hidup.ini amin

    Reply

  4. choirul akladah
    Aug 14, 2016 @ 20:27:46

    slmt mlm pak,terimakasih atas pnjlsn bpk.ohya pak kmrn saya echo lg kata dokternya secara keseluruhan jantung saya msh baik.tp hsl kesimpulan moderate AR (ERO 3,0cm2) dan AR RV 95ml.apa itu artinya ya pak????apa ERO itu area lubang regurgitant dan RV itu regurgitant volume????terima kasih pak

    Reply

  5. choirul akladah
    Aug 17, 2016 @ 23:08:45

    terimakasih pak tri.ohya pak klo blh saya minta email ato kontak bpk.kmrn saya echo.dan hasilnya grs bsar jantung saya baik.tp pak pd hsl echo tertulis.AR ERO 3,0cm2 (persegi) dan AR RV 95ml.apa ero itu area lubang katup saya ya pak dan apa RV itu regurgitant volume????saya harap.scptbya bpk membls tulisan saya ini pak.tb 140cm bb 57kg.umur 37 bln nov nanti.saya dbri obat concor dosis 1,25 micardis 40mg dan spironolactone 25 mg sama vit b complex

    Mas Choirul,
    WA saya nol-wol-ji-ro-wol-ji-ngo-ngo-wol-ro-ji-mo

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: