Bab 26 – Yang bertanya kepada saya tentang penyakit jantungpun banyak

Sebelum “menulis buku” atau tepatnya “menulis serangkaian posting di Blog saya” ini saya sudah bertanya-tanya, mengapa Tuhan memilih saya untuk mengalami sakit jantung dan menjalani operasi bedah jantung untuk mengganti pembuluh darah aorta dan mengganti klep aorta saya – yang disebut Bentall procedure – ini ? Why me ? Kata saya di dalam hati. Sejenak kemudian, jawabannyapun bisa saya dapatkan, secepat grabbing oxygen from the air. Yaitu jawabannya, karena saya senang menulis Blog…sehingga kalaupun saya sakit jantung dan menjalani operasi jantung, semuanya akan saya tuliskan di serangkaian posting di Blog yang mungkin akan berguna bagi pembaca Blog saya…dan dengan demikian saya sudah melakukan salah satu tugas kemanusiaan – yaitu sharing dengan sesama…

Bahkan selama penulisan “buku” alias “serangkaian” posting ini saya sudah menerima berbagai pertanyaan tentang penyakit jantung. Tentu saja berasal dari teman-teman saya, teman dosen saya, mahasiswa atau ex mahasiswa saya, saudara saya, kenalan saya, atau bahkan dari teman-teman baru yang datang dari antah berantah yang sebelumnya tidak pernah saya kenal. Sayapun dengan senang hati mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, baik secara lisan, melalui comment di Blog saya, melalui Facebook message, melalui SMS, atau melalui e-mail. Bahkan dalam hati saya berpikir, semakin banyak yang bertanya semakin bagus, karena berarti Blog saya dibaca oleh banyak orang dan banyak orang pula yang memerlukan informasi seputar penyakit jantung dari sudut pandang pasien jantung yang awam seperti saya ini..

Tentunya jangka panjangnya…bercanda lho ini…siapa tahu rangkaian tulisan saya ini bisa saya tulis kembali di dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau saya terjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan nantinya bisa diterbitkan oleh penerbit Amerika sana dan suatu hari masuk ke dalam “Best Seller list dari The New York Times” ?   Siapa tahu ? ya nggak…ya nggak ?

Setiap ada pertanyaan tentang penyakit jantung, saya berusaha menjawabnya dengan baik melalui baca tulisan di internet, diskusi dengan sesama pasien, bertanya kepada perawat atau suster yang sedang merawat saya, dan untuk beberapa kasus saya bertanya langsung kepada dokter jantung. Demi simpelnya, beberapa pertanyaan tentang penyakit jantung yang saya harus jawab sebisanya saya tuliskan kembali di bawah ini dalam bentuk FAQ (Frequently Asked Questions) sebagai berikut :

Q1 :  Ada berapa tipe penyakit jantung ?
A1 : Ada tiga, yaitu penyakit jantung congenital (bawaan lahir), penyakit jantung karena kebiasaan, dan penyakit jantung karena faktor umur. Tipe pertama, penyakit jantung congenital misalnya klep bocor atau dinding jantung berlubang yang dibawa sejak lahir yang menyebabkan fungsi jantung tidak bisa berjalan sempurna. Tipe kedua, penyakit jantung yang disebabkan oleh beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, makan gorengan yang minyak gorengnya tidak diketahui asalnya (minyak goreng bekas pakai),  makan makanan yang banyak mengandung lemak (santan, lemak hewani), atau makan makanan yang mengandung kholesterol tinggi (kuning telur), yang berakibat pada penyumbatan pembuluh darah jantung (kardiovaskuler). Tipe ketiga, penyakit jantung karena faktor umur yang sudah semakin menua dan menyebabkan spare parts jantung kita menjadi kehilangan elastisitasnya (penggelembungan pembuluh darah aorta yang disebut “aneurisma” atau “dilatasi”, yang dapat menyebabkan rusaknya klep aorta, misalnya).

Q2 : Apa gejala-gejala awal penyakit jantung ?
A2 : Dari berbagai pihak yang pernah berbicara dengan saya, terutama si pasien sendiri, gejala awal penyakit jantung congenital adalah sejak bayi kalau menangis atau gelisah maka ujung kuku, bibir, kelopak mata bawah akan berwarna kebiruan. Sedangkan gejala awal untuk penyakit jantung kardiovaskuler adalah rasa nyeri di dada sebelah kiri, kesemutan dari bahu, lengan dan tangan di sebelah kiri, punggung serasa pegal, dan dada serasa dihimpit oleh batu besar. Yang terakhir gejala penyakit jantung pembengkakan aorta (aorta dilatasi, aneurisma) dan atau klep (salah satu atau lebih dari 4 klep jantung yang ada) adalah nafas sering ngos-ngosan walaupun mengerjakan pekerjaan yang ringan misalnya mengajar di depan kelas atau menaiki tangga kantor walau hanya 1 tingkat saja.

Q3 : Apa yang harus dilakukan jika terkena penyakit jantung ?
A3 : Menurut buku karangan seorang dokter jantung yang saya baca (saya lupa nama pengarangnya) yang berjudul “Sakit Jantung Kardiovaskuler : Pembunuh No. 1”, jika seseorang terkena penyakit jantung – apalagi serangan jantung – yang perlu dilakukan adalah menemui dokter secepatnya, lebih disukai dokter jantung. Biasanya dokter akan memberikan sejenis pil pengencer darah (nanti saya cek namanya) yang biasanya diletakkan di bawah lidah. Dengan pil pengencer darah ini maka darah akan menjadi encer dan untuk sementara cukup untuk pertolongan pertama bagi orang yang mengalami serangan jantung. Tapi harus segera dilarikan ke UGD rumah sakit – syukur bisa ke UGD RS Jantung Harapan Kita apabila memungkinkan. Bagi saya sebagai penderita klep bocor, kalau nafas habis atau ngos-ngosan sebaiknya segera batuk-batuk atau memasukkan jari ke dalam mulut sampai serasa mau muntah. Nah setelah mau muntah apalagi batuk-batuk, biasanya jantung akan bekerja normal lagi untuk sementara, makanya hal ini juga bisa dilakukan untuk pertolongan pertama.

Q4 : Bagaimana cara memilih dokter jantung dan rumah sakit jantung ?
A4 : Bila anda tinggal di daerah, misalnya propinsi NTB atau Papua atau Bangka Belitung yang pernah saya cari tahu dari pasien jantung yang share kamar dengan saya, di ketiga propinsi itu (mungkin juga kebanyakan propinsi-propinsi lainnya di Indonesia) jumlah dokter jantung sangat minim. Mungkin 1 propinsi hanya mempunyai 1 dokter jantung, untuk itu ya terpaksa bertemu dengan dokter jantung satu-satunya ini. Tetapi jika anda tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar…mungkin banyak terdapat dokter jantung sehingga anda bisa memilih mau diperiksa atau ditangani oleh dokter jantung yang mana. Di kota besar anda juga mempunyai lebih dari 1 pilihan rumah sakit jantung yang ada. Misalnya di Jakarta ada rumah sakit Abdi Waluya di seberang terminal Cililitan, atau langsung ke Pusat Jantung Nasional RS Jantung Harapan Kita. Khusus untuk RSJHK, pasien jantung akan dihubungkan dengan salah satu dokter jantung yang bekerja di RSJHK…

Q5 : Berapa biaya operasi jantung ?
A5 : Mungkin hal ini bisa ditanyakan langsung ke operator telpon masing-masing rumah sakit. Namun setahu saya untuk kasus di RSJHK, biaya pemasangan 1 sten (cincin) adalah Rp 36 juta (kalau dipasang 2 sten berarti biayanya 2 x Rp 36 juta dst.), biaya operasi by-pass adalah Rp 75 juta, dan biaya operasi ganti klep dan selongsong yang disebut “Bentall procedure” Rp 105 juta. Harga ini bisa bervariasi dari metode pembayaran yang anda lakukan : apakah cash, apakah pakai Askes, atau pakai Jamkesmas. Untuk jelasnya silahkan menanyakan ke bagian informasi masing-masing rumah sakit… Bagi saya yang PNS golongan IV/b, sebagian besar biaya operasi jantung akan dijamin/ditanggung oleh Askes dan kita sebagai pasien hanya membayar sejumlah kecil uang yang disebut “cost sharing”… Oh ya, biaya ini hanya biaya operasi, dan belum termasuk : biaya obat-obatan, biaya peralatan atau bahan (mis. tabung infus), biaya makan bagi penunggu pasien, dan untuk pasien luar kota belum termasuk biaya penginapan bagi penunggu pasien (ada Wisma semalam Rp 300 ribu, ada tempat kost seminggu Rp 800 ribu, dan sebagainya)

Q6 : Apa yang harus dipersiapkan sebelum operasi bedah jantung ?
A6 : Sebelumnya saya sudah menulis posting tersendiri dengan judul yang hampir sama, yaitu apa saja yang harus dipersiapkan sebelum operasi bedah jantung. Persiapan nok teknis : persiapan mental bahwa sebentar lagi akan dioperasi besar di daerah jantung, persiapan mental bagi keluarga yang mendampingi, persiapan uang sebagai biaya operasi, obat-obatan dan biaya penginapan+makan bagi penunggu pasien. Persiapan teknis : membersihkan karang gigi, memeriksakan Telinga, Hidung dan Tenggorokan – jika masih ada masalah di THT maka minta kepada dokter THT agar menyembuhkan sakit THT nya terlebih dahulu sebelum operasi jantung.

Q7 : Apa yang harus dilakukan untuk memulihkan kondisi setelah operasi bedah jantung ?
A7 : Sebaiknya ex pasien bedah jantung menjalani program rehabilitasi Fase I (senam jantung, jalan kaki, naik sepeda statis), Fase II (senam jantung, jalan kaki, naik sepeda statis yang pada titik tertentu diganti dengan treadmill untuk memperkuat kaki), dan Fase III (senam jantung, treadmill, senam beban dengan menggunakan dempel atau “dumble” yang tujuannya untuk memperkuat tangan). Pada saat sehabis operasi jantung dalam 1 bulan diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan apa saja, namun yang dipentingkan adalah makanan yang mengandung protein untuk memulihkan luka habis operasi jantung. Biasanya dalam 2-3 bulan pertama, pasien tidak diperbolehkan mengangkat barang yang beratnya lebih daripada 5 kg….

Q8 : Makanan apa saja yang cocok buat pasien jantung ?
A8 : Makanan yang mengandung gizi cukup untuk penyembuhan operasi jantung berupa karbohidrat yang cukup (nasi, ketela rebus, kentang rebus, mie), protein yang cukup (apa saja, kecuali kuning telur yang sangat dibatasi), gula (gula pasir, sirop, gula cair). Terus yang penting kalau makan gorengan sebaiknya menggoreng sendiri di rumah dengan minyak goreng berupa minyak kacang, minyak bunga matahari, minyak kelapa, atau minyak jagung. Susu sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, dan harap berhati-hati minum susu karena pasien jantung jenis obatnya banyak. Khasiat obat akan banyak berkurang atau tidak efektif bila pada saat minum obat kita juga minum susu.

Q9 : Olahraga apa saja yang diperbolehkan bagi pasien jantung ?
A9 : Olahraga “resmi” yang diperbolehkan bagi pasien jantung hanya ada 3 : aerobik, renang, dan gowes (bicycling) karena ketiga olahraga ini walaupun cukup berat namun “beban” terhadap fungsi jantungnya relatif stabil karena dari waktu ke waktu bebannya sama atau kalaupun ada perbedaan, perbedaannya akan sangat sedikit alias tidak signifikan. Bahkan sampai level yang kompetitifpun bagi pasien jantung (yang telah mengalami operasi jantung) bisa dilakukan untuk ketiga olahraga ini. Olahraga yang tidak disarankan untuk dilakukan oleh pasien jantung dengan alasan menghentak-hentak dan beban fungsi jantungnya bisa naik turun adalah : badminton, pingpong, tenis lapangan, dan tentunya…beladiri !

Q10 : Mengapa saya sebagai pasien jantung harus percaya dengan apa yang Pak Tri katakan ?
A10 : Karena Pak Tri sudah mengalami sendiri operasi bedah jantung itu seperti apa, jadi apa yang dikatakan Pak Tri berasal dari “first hand experience” yang patut disimak. Apalagi yang disampaikan Pak Tri itu dari perspektif pasien, menggunakan bahasa yang mudah, dan pengertian-pengertian kedokterannya disampaikan dalam bahasa awam…

Demikian pertanyaan-pertanyaan yang paling sering saya terima dari teman, saudara, kenalan, dan pembaca blog saya mengenai penyakit jantung. Mudah-mudahan walaupun ringkas daftar FAQ ini, dapat berguna untuk mencerahkan calon pasien jantung atau calon dokter jantung yang sedang mencari informasi pengertian penyakit jantung dari perspektif pasien…..(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: