Bab 27 – Terinspirasi oleh “Scar Trek”

Sebelum saya menjalani operasi bedah jantung yang disebut “Bentall procedure” yang lalu, saya sudah survai ke berbagai sumber terutama melalui Google, YouTube, dan terutama http://books.google.com  untuk mencari tahu buku-buku dalam bahasa Inggris yang menulis tentang penyakit jantung atau pengalaman pasien penyakit jantung sebelum, selama, dan sesudah operasi. Tentu saja saya menemukan beberapa buku yang berguna dan sesuai dengan apa yang saya cari, namun karena di Google Book itu tidak semua chapter buku bisa saya lihat – biasanya yang bisa saya lihat hanya Chapter 1, 2 dan 3 saja – maka saya masih memandang menulis serangkaian posting di Blog ini sebagai “fill in the blank” alias menuliskan apa yang belum dituliskan oleh orang sebelumnya. Apalagi tulisan saya ini kan ditulis di dalam bahasa Indonesia – bahasa yang digunakan oleh 250 juta orang Indonesia – siapa tahu barang 10 orang atau 100 orang secara tidak sengaja akan membaca blog saya ini ?

Sayapun membaca banyak buku dalam bahasa Inggris di Google Book, antara lain dari ex pasien operasi klep jantung dobel, yaitu ia telah mengalami operasi “klep aorta” dan operasi “klep mitral”. Namun yang mengagumkan dari kawan yang menulis buku ini….ia menceritakan pengalamannya dengan semangat, yang tentu saja maksudnya untuk memberi semangat kepada para pembaca buku kelak, terutama kepada orang-orang yang akan segera menjalani operasi jantung, yang biasanya selalu diliputi keragu-raguan apakah operasi bedah jantung akan dijalani apa tidak…yang menurut saya keragu-raguan itu berasal dari kurangnya informasi yang ia dapatkan selama ini… Hanya sayang, buku bagus yang saya maksud ini hanya nampak Chapter 1, 2 dan 3 nya saja sedangkan Chapter lainnya ditutupi di Google Book sehingga sayapun penasaran dengan buku ini. Sebenarnya bukan harganya yang USD 20,- tapi bagi orang Indonesia membeli buku di Amazon.com kan tidak mudah, terutama bagi pemilik kartu kredit dari bank pemerintah seperti saya ini. Mudah, mungkin bagi pemilik kartu kredit bank asing yang berasal dari bank di Amerika sana (you know what I mean)…

Selain buku, blog yang baguspun banyak ditulis di internet tentang operasi jantung atau pengalaman operasi jantung ini.

Kembali ke hal-hal yang diceritakan oleh orang Amerika yang telah mengalami “double heart valve surgery” ini, bahkan setiap ex pasien bedah jantung harus sesegera mungkin dibangkitkan lagi kemampuannya untuk menjalani hidup dan rutinitas sehari-hari tanpa ada halangan. Kalau dulunya dosen, maka setelah operasi bedah jantung si pasien jantung juga harus mampu mengajar dengan baik di depan kelas – tanpa nafas ngos-ngosan yang merupakan ciri khas penderita klep jantung bocor. Sebenarnya banyak anggota masyarakat umumnya, bahkan keluarga pasien jantung, yang selalu mewanti-wanti pasien jantung agar “tidak capek”, “tidak memforsir diri (ngoyo…)”, “tidak berkegiatan yang berat-berat” dan sebagainya. Namun bagi telinga saya nasehat-nasehat seperti itu sangat tidak mencerahkan dan nadanya cuman discouragement belaka. Tetapi sayangnya hidup di Indonesia ini jarang sekali orang yang memberi encouragement yang memadai kepada pasien ex operasi bedah jantung seperti saya ini. Mungkin yang bisa memberi encouragement hanyalah pasien bedah jantung yang sudah lama sembuhnya….

Nah, saya pernah lihat di internet orang Amerika yang kembali beraktivitas “berat” setelah sekitar setahun ia menjalani operasi bedah jantung untuk menggantikan 2 klep jantungnya yang bocor. Aktivitas itu adalah “surfing” di Hawaii ! Luar biasa !  Dia malahan bilang kalau bekas operasi jantung (di Amerika) tidak akan banyak berbekas di dadanya karena bekas luka akan terlihat sangat halus dan hampir-hampir nggak bisa dibedakan antara orang normal dengan orang yang pernah mengalami operasi jantung terbuka. Setelah 4 bulan saya mengalami operasi bedah jantung seperti saat sekarang ini, kalau saya perhatikan bekas luka operasi bedah jantung saya di dada juga cukup mulus – terutama di bagian dada atas. Hanya saja, begitu bekas luka turun ke bagian diafragma (orang biasa menyebutnya “perut atas”) maka luka itu sedikit nampak tidak mulus karena yang terlihat adalah sejenis koloid (scar)…

Dari internet saya tahu bahwa ex pasien operasi bedah jantung yang berbuat “paling gila” adalah sekumpulan ex pasien yang tinggal di negara bagian California, Nevada dan Oregon, karena mereka pernah melakukan kegiatan gila-gilaan yaitu lari marathon sambung menyambung dari San Fransisco di negara bagian California langsung menuju kota di negara bagian Nevada di sebelah timurnya, terus ke utara-barat menuju negara bagian Oregon dan berakhir di San Fransisco kembali. Kumpulan orang ex pasien bedah jantung “gila” ini menamakan diri mereka “Scar Trek”. Mungkin dari kata bekas luka (scar) yang melakukan lari marathon (trek), yang dari bunyinya saja membuat orang tersenyum simpul karena kesannya sangat dekat dengan “Star Trek” – film Hollywood yang sangat terkenal itu…

Jadi bayangkan, sekumpulan orang yang kebanyakan sudah cukup sepuh antara 40-60 tahun lari marathon sejauh 1.000 km apa nggak “gila” itu ? Kalaupun ada orang yang berusia muda di sana – tetapi tetap mengagumkan karena semua mereka ini dulunya adalah pasien bedah jantung yang telah berani menjalani “tindakan” yang paling berani – yaitu jantungnya dibedah !

Diam-diam sayapun mengagumi kelompok “Scar Trek” ini dan dalam hati sayapun mengamini sikap mereka yang pantang menyerah dan berusaha untuk melupakan handicap masing-masing untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi yaitu “disebut dirinya sehat”. Walaupun hal ini harus mereka lakukan dengan berlari marathon sejauh 1.000 km, yang untuk setiap anggota “Scar Trek” paling hanya berlari sejauh 5, 10, 20, 30, ataupun 50 km saja…

Sayapun bertekad meningkatkan kebugaran tubuh saya sehingga pada saatnya nanti para tetangga, saudara, teman, dan mahasiswa saya tidak sadar bahwa saya ini pasien bedah jantung. Alangkah nikmatnya kalau tidak seorangpun bertanya tentang apakah saya pernah dioperasi bedah jantung atau tidak….dan kalau hal ini tercapai saya pasti dianggap sebagai orang sehat seperti yang lain-lain….(bersambung)

1 Comment (+add yours?)

  1. Alris
    Jul 13, 2011 @ 07:10:11

    Mantap pak. Memang memotivasi diri sendiri adalah lebih baik. Kebanyakan orang memang memberi nasehat yang kelihatannya baik, padahal tidak baik untuk kesehatan kita. Semoga cita-cita Pak Tri, segar bugar seperti sebelum operasi jantung, tercapai. Amin.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: