Nilai akhir dan grade “Konsep Bahasa Pemrograman” kelas 02PAT sem Genap 2010/2011

Hallo Students,

Saya sudah menyelesaikan grading kertas UAS kalian, dan dengan ini saya umumkan :

bahwa dari 47 orang siswa semester 2 di kelas 02PAT “Konsep Bahasa Pemrograman“,

34 orang (72%) mendapat grade “A“, 12 orang (26%) mendapat grade “B“, dan 1 orang (2%) mendapat grade “F” (alias TL = Tidak Lengkap).

Detail selengkapnya tidak bisa saya muat di sini.

 

Salam,
– Tri Djoko Wahjono

 

 

Bab Epilog 3 – Maaaaaaaaas…!

Hari-hari sekarang ini, panggilan dengan suara keras dan panjang :

“Maaaaaaaaaass !”

sering saya dengar. Tidak hanya dari isteri saya, tetapi juga dari saudara-saudara saya dari keluarga besar. Rupanya pernah kejadian 2 kali pingsan itu dianggap sebagai “vonis” yang “cukup berat” karena artinya saya akan bisa pingsan ke-3, ke-4, ke-5 dan seterusnya. Entah atau benar persepsi ini tidak peduli, yang jelas korbannya adalah saya… More

Lowongan Kerja

Apakah anda orang yang dapat melakukan SmartCardBase programming ?

Jika Ya, silahkan anda mengirim Surat Lamaran dan CV ditujukan kepada :  recruitment@indopat.com

Kapan ?

Segera !  Sesegera mungkin….

Mami, kaki saya kecil karena….

Tinggal di asrama co-ed (laki & perempuan tinggal bersama) macam asrama saya waktu sekolah di Amerika itu banyak untungnya (mula2), tetapi juga banyak ruginya (belakangan baru tahu). Asrama saya yang merupakan gedung 14 tingkat adalah gedung setinggi Sarinah di Jalan Thamrin Jakarta. Cuman bedanya, asrama saya itu bentuknya “X” sedangkan Sarinah hanya berbentuk “I” saja. Kalau asrama saya mempunyai 4 wing, maka Sarinah hanya mempunyai 2 wing saja…

Setiap lantai dihuni kira-kira 100 orang, jadi dari lantai 1 sampai lantai 14 kira-kira dihuni 1.400 orang. Ruang makan di lantai ground konon bisa menampung 500 orang yang dining sekaligus, 250 orang di sisi kiri (utara) dan 250 orang di sisi kanan (selatan). Di sebelahnya terdapat lapangan tennis 4 band (4 court). Di belakangnya ada lapangan tempat parkir mobil yang bisa menampung sekitar 200-300 mobil sekaligus. More

Kaya itu adalah pilihan

Saya teringat pada jamannya Friendster lagi top-topnya dulu, ada adik temannya anak saya yang menerima “testimonial”..”Hallo, X yang tajir, apa kabar ?”. Dalam hati saya merenung dalam membaca testimonial untuk X yang cowok itu. Mengapa dia dibilang “tajir” alias “kaya” ? Dalam hati saya merasa sedih dan kasihan kepada X, karena dengan hanya menyebut X tajir, maka X pastilah tidak mempunyai kata sifat lain misalnya “pinter” atau “ganteng”…

Padahal menurut pendapat saya pribadi, kata sifat “pinter” atau “ganteng” itu lebih “cool” dibandingkan dengan “tajir”. Mengapa ? Karena menjadi tajir atau kaya itu jauh lebih mudah (believe it or not) dibandingkan dengan menjadi pinter atau ganteng. Orang yang tidak pinter dan tidak gantengpun bisa menjadi orang tajir, mohon maaf..bahkan bila pendidikannyapun tidak terlalu tinggi…. More

Bab Epilog 2 – Jangan kerja keras dulu ya Pak

Wah…saya mau bilang apa, ternyata komentar teman-teman atau saudara-saudara tentang operasi jantung saya yang sudah berumur 4 bulan ini rupanya hampir mirip-mirip, yaitu “Jangan kerja keras dulu ya Pak”. Dalam hati saya tersiksa banget lho tidak boleh kerja keras, padahal setelah operasi jantung mestinya saya kan dianggap orang “normal” kembali dan bukan pesakitan…eh orang sakit ding. Kayaknya operasi jantung itu membuat orang malah lemah, padahal sebenarnya dan kenyataannya setelah menjalani operasi by-pass (CABG) atau operasi pergantian klep (Bentall procedure) itu kecenderungan si pasien bertambah sehat seiring berjalannya waktu…

Tapi apa mau dikata. Kan kita tidak mungkin menjawab “nasehat gratis” itu satu per satu. “Iya mbak, saya nggak akan kerja keras kok”. “Iya Pak, saya nggak kerja keras kok”. “Iya Bu, matur suwun nasehatnya, saya akan selalu mengingat nasehat ibu supaya tidak bekerja keras”. Prettt ! More

Bab Epilog 1 – Bertemu dokter yang dulu pertama mendiagnosa saya

Dalam bab sebelumnya saya sudah menulis bahwa sebenarnya hasil operasi bedah jantung yang saya alami untuk mengganti selongsong aorta dan klep aorta (disebut “Bentall procedure”) yang saya alami cukup sukses. Tetapi seperti yang pernah ditulis oleh orang Amerika yang pernah mengalami double valve open heart surgery, “The problem is not the open heart surgery itself, but after that…”. Jadi biasanya operasi bedah jantung itu tidak menjadi masalah – bermasalah hanya jika “modal” pasien tidak fit untuk dioperasi jantung seperti : sepuh, punya darah tinggi, punya gula, dan ginjalnya sudah gagal – yang menjadi masalah justru setelah operasi jantung itu. Sayapun bisa merasakan sendiri hal ini, dan diam-diam sayapun setuju dengan apa yang dikatakan oleh kawan Amerika ini….

Setelah operasi jantung ada 2 masalah besar yang masih menghantui saya, yaitu keenceran darah dan irama detak jantung yang tidak beraturan. Masalah keenceran darah ini bahkan menyebabkan saya pingsan di kamar mandi pada hari H+16 setelah saya dioperasi jantung. Padahal saya baru saja keluar dari RS Jantung Harapan Kita dan sudah pulang ke rumah saya sendiri, namun karena darah saya yang terlalu encer (mungkin INR sekitar 5.0 !!!!) menyebabkan pendarahan di lambung saya, atau usus saya, atau di lubang penglepasan saya. Akibatnya, sayapun terpaksa masuk lagi ke UGD RS Jantung Harapan Kita dan selama 2 minggu saya dirawat dengan perasaan yang lebih sakit daripada selama operasi jantung. Namun dengan kesabaran saya dan atas petunjuk dokter yang merawat saya – dr. Aryo Suryo – saya rajin menjalani tes darah, bahkan sampai 2 x seminggu untuk menghitung berapa nilai INR saya yang idealnya harus di antara 2.00 – 2.50 itu… More