Bab Epilog 2 – Jangan kerja keras dulu ya Pak

Wah…saya mau bilang apa, ternyata komentar teman-teman atau saudara-saudara tentang operasi jantung saya yang sudah berumur 4 bulan ini rupanya hampir mirip-mirip, yaitu “Jangan kerja keras dulu ya Pak”. Dalam hati saya tersiksa banget lho tidak boleh kerja keras, padahal setelah operasi jantung mestinya saya kan dianggap orang “normal” kembali dan bukan pesakitan…eh orang sakit ding. Kayaknya operasi jantung itu membuat orang malah lemah, padahal sebenarnya dan kenyataannya setelah menjalani operasi by-pass (CABG) atau operasi pergantian klep (Bentall procedure) itu kecenderungan si pasien bertambah sehat seiring berjalannya waktu…

Tapi apa mau dikata. Kan kita tidak mungkin menjawab “nasehat gratis” itu satu per satu. “Iya mbak, saya nggak akan kerja keras kok”. “Iya Pak, saya nggak kerja keras kok”. “Iya Bu, matur suwun nasehatnya, saya akan selalu mengingat nasehat ibu supaya tidak bekerja keras”. Prettt !

Menurut pendapat saya yang sudah mengalami sendiri rasanya operasi bedah jantung yang cukup berat ini, sebenarnya pasien jantung itu tergolong “sakit” ketika sudah menderita sakit jantung, sudah didiagnosa (apakah “cardiovascular” apakah “klep bocor”), dan sudah diobati oleh dokter – baik dengan perawatan di rumah sakit maupun “berobat jalan”. Bener, itu masa-masa si pasien jantung belum sepenuhnya sehat karena untuk sehat 100% si pasien harus menjalani “tindakan” selanjutnya yaitu apakah operasi by-pass (CABG) apakah operasi pergantian klep jantung (Bentall procedure)..

Soalnya pasien jantung yang belum menjalani “tindakan” akan terlihat pucat, lemah, badan kurus (khusus untuk kebocoran klep) atau menderita sesak nafas kadang-kadang (untuk cardiovascular). Walaupun si pasien yang belum menjalani “tindakan” ini sudah diberi beberapa obat oleh dokter jantung seperti : diuretik (supaya kencing banyak), beta blocker (yang membuat serpihan sumbatan menjadi satu), anti-angina (supaya tidak sesak nafas), anti-aritmia (kalau ada, yaitu supaya detak jantung jadi teratur), anti darah tinggi, anti kolesterol, dan sebagainya (sorry, di sini saya tidak sebutkan merk obatnya, takut salah, dan karena pabrik obat itu belum bayar “iklan” ke saya…hahaha)…

Maksud saya, ucapan “Jangan kerja keras dulu ya Pak” itu sangat cocok diucapkan kepada pasien jantung yang baru berobat jalan saja dan belum menjalani “tindakan” yaitu belum menjalani operasi by-pass (CABG = Cardio Artery Bypass Graft) atau operasi Bentall procedure untuk mengganti klep jantung atau selongsong jantung. Saya sangat setuju jika komentar itu diberikan pas di point ini, yaitu pasien belum menerima “tindakan”…

Tapi bagi pasien yang sudah menjalani “tindakan”, artinya sudah menjalani operasi bedah jantung yang disebut “operasi by-pass (CABG)” ataupun operasi ganti klep atau selongsong yang disebut “Bentall procedure”…kayaknya kurang tepat lah kalau dinasehati seperti itu, “Jangan kerja keras dulu ya Pak”. Soalnya, kayaknya gimanaaa gitu…

Tentu saja sulit untuk meng-educate teman sekantor atau teman sekampus untuk hanya mengucapkan “Jangan kerja keras dulu Pak” kepada pasien jantung yang belum menjalani “tindakan” karena waktu yang kita punya terbatas dan kita dikomentari seperti itu kan waktunya juga random – kadang pagi, kadang siang, kadang sore, kadang malam. Tapi menurut pengalaman saya, teman sekantor cenderung bernada discouraging (mengerem) namun teman sekampus – alias dosen – cenderung encouraging (mengegas)…. Itu pengalaman pribadi saya lho, siapa tahu pembaca blog ini juga punya pengalaman seperti itu…

Yang jelas, yang sudah pasti nadanya encouraging adalah dokter, perawat, petugas rehabilitasi medis, dan pelatih senam jantung di pusat rehabilitasi jantung. Bahkan di lingkungan rumah sakit ini kita sebagai pasien operasi bedah jantung akan didorong sampai ke batas limit agar dapat melakukan apa saja yang sebelum operasi bedah jantung bisa dilakukan : menyopir mobil, mengendarai motor, ataupun menaiki sepeda..

Yang lebih jelas lagi, internet kebanyakan nadanya juga encouraging. Minimal ada suasana “jujur” di tulisan yang dimuat di internet. Yaitu kalau sakit dibilang sakit, sedangkan kalau sehat dibilang sehat… Bukannya sehat dibilang sakit, ataupun sakit dibilang sehat… Saya baca di internet, ex pasien jantung yang habis menjalani operasi klep jantung seperti saya banyak yang tetap melakukan olahraga kompetitif seperti marathon, mendaki gunung, surfing di pantai yang ombaknya besar, dan bahkan…saya dengar ada dokter jantung yang habis mengalami operasi penggantian klep jantung bisa kembali menyopir mobil sejauh Jakarta-Semarang…

So, please treat me as healthy person. Saya ini sudah sehat lho…mestinya sudah boleh kerja keras seperti anda-anda yang sekarang ini dalam keadaan sehat wal afiat….

 

3 Comments (+add yours?)

  1. Alris
    Jul 13, 2011 @ 07:17:17

    Menurut saya kita jawab aja nasehat gratis itu dengan aktifitas normal seperti yang dilakukan sebelum tindakan operasi. Lha, wong sudah sehat, kok. Maju terus buat kesehatannya, Pak Tri.

    Reply

  2. Emi Zhang
    Jul 12, 2013 @ 05:52:00

    Senang sekali membaca blog Anda, sy calon pasien yg akan opresai penggantian katup jantung, sgt memberi semangat utk menghadapi operasi, yes… tq

    Emi,
    Operasi itu tidak perlu ditakuti kok, peluang suksesnya 98 %.
    Lagian pas dioperasi kita sama sekali tidak merasa kok, sementara tidur biasa.
    Terus, obat-obatan jaman sekarang sudah canggih, kalaupun ada rasa nyeri, itu hanya di hari pertama pas di ICU aja. Setelah itu hampir tidak terasa nyeri sama sekali.
    Ayo semangaaaat….

    Reply

  3. diahandinisoerjopoetri
    Sep 07, 2015 @ 20:50:14

    Serius pak? Saya malas menghadapi pasca operasi, dada dibelah pasti tdk nyaman untuk beberapa minggu. Betul begitu pak?

    Mbak Dinie,
    Ah…sakit nyerinya paling cuman hari pertama di ICU…setelah itu sumprit deh….gak terasa sama sekali….terasa gak nyaman karena 10 selang itu masih nempel di tubuh sampai sekitar 1 minggu setelah itu. Itu aja, kalau selang di leher dan di perut sudah dicabut, rasanya bebas bas bas….
    Believe it or not…saya sekarang tidak merasa sama sekali kalau dada saya pernah dibelah….malah saya merasa kasihan teman-teman saya yang harus mendahului karena tidak berani dioperasi.
    Be positive mbak Dinie….and everything will be ok….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: