Bab Epilog 5 – Tatoo terindah…

Saya masih ingat, tanggal 9 Februari 2012 saya memasang status FB “Terima kasih kepada Yang Di Atas, kepada keluargaku, kepada keluarga besarku, serta teman-teman semua…hari ini saya merasa sangat bersyukur karena ternyata hari ini adalah tepat setahun saya menjalani operasi bedah jantung yang sukses…sehingga saya bisa menikmati setahun umur baruku dalam kehidupan baruku….”. Tak kurang dari 35 komentar well wishes pun saya terima di status FB itu, dan sekitar 130 orang yang me-Like status FB ku itu. Jari tanganpun cukup pegal untuk mengetik ucapan terima kasih satu per satu di bawah status FB itu….sebagai tanda betapa banyaknya teman-teman saya dan sebagai tanda betapa besarnya support mereka dulu baik secara moril (doa) dan materiil (darah, dan sebagainya).

Jadi rasanya hati ini sangat merasa berterima kasih, terutama kepada Tuhan saya yang telah memberi perkenan akan umur baru dan kehidupan baru ini. Hampir tidak dapat dibayangkan sesaat setelah saya sadar dari operasi dalam keadaan lemah, putus asa, dan hampir tanpa harapan. Melihat orang dipindahkan keluar dari ruang ICUpun rasaya sudah iri sekali, begitu pula orang dipindahkan dari ruang intermediate bedah ke ruang perawatan biasa juga sudah membuat iri sekali. Di ruang rehabilitasi melihat seorang bapak dengan pakaian bersepeda, rasanya juga sudah sangat tidak mungkin. Tapi hari itu, setelah setahun saya menjalani operasi bedah jantung yang sukses, ternyata semua itu bisa dialami sendiri : naik sepeda, naik motor, nyopir mobil, memperbaiki genteng di atap, memperbaiki lampu neon di tiang listrik di pinggir jalan, mengajar dengan beban “full” – bahkan semester lalu yang dimulai 7 bulan setelah saya operasi – saya mendapat beban mengajar sebanyak 22 sks di program S1 plus 6 sks di program S2. Suatu total sebanyak 28 sks atau 28 jam per minggu !! Bukan main, di masa paling sehatpun saya belum pernah mendapatkan beban seberat itu. Dan saya bisa melaksanakannya dengan sukses sampai di akhir semester !

Memang ibarat kata, orang yang setelah menjalani operasi bedah jantung itu, apakah operasi by-pass (CABG : Cardiac Artery Bypass Graft) ataukah operasi pembetulan klep jantung atau yang terberat seperti yang saya alami yang disebut “Bentall procedure” – yaitu mengganti pembuluh darah dan mengganti klepnya sekalian, setelah operasi kondisinya pasti membaik….sangat membaik. Dalam kasus saya karena waktu itu terjadi penggelembungan pembuluh darah sehingga jantung bekerja memompanya sangat berat (karena terjadi regurgitasi, yaitu darah yang sudah dipompa ke atas sebagian terjatuh kembali) sehingga tubuh saya jadi kurus sekali. Logikanya, jumlah peredaran darah ke seluruh tubuh per satuan waktu mungkin berkurang sekitar 30 % sehingga tubuh sayapun kurus sekali. Kelihatannya slim, ramping, sehat begitu….tetapi sebenarnya di tubuh saya ada sesuatu yang sangat serius..

Makanya, setelah saya sukses dioperasi maka peredaran darah ke seluruh tubuh bisa berjalan normal kembali. Akibatnya, banyak makanan yang menjadi “daging” dan menimbun ke dalam tubuh saya. Dalam waktu setahun setelah operasi bedah jantung….berat sayapun naik 10 kg !!! Kalau pas masih sakit jantung berat badan tidak mungkin lewat dari angka 61 kg…maka setelah operasi ini berat badan saya tambah 10 kg jadi sekarang berat saya 71 kg !! Oh my God…itu gendut sekali !   Sayapun tidak terlalu happy dengan berat badan yang seperti pemain rugby ini, sehingga rajin berolahraga supaya  tubuh saya kembali normal, setidaknya sampai 65 kg lah. Tapi itu tidak mudah terjadi, sehingga sayapun terpaksa mengganti semua hem (baju) saya yang bertipe “baju kantor” merk Stanley Adams atau Arrow….menjadi baju batik….karena bisa dikeluarkan dari ikat pinggang…hehehe….(sebenarnya ketawa sedih nih !)…

Badan saya serasa fit, walau agak overweight. Semuanya ok, dan kalaupun ada yang berubah sekarang adalah detak jantung yang serasa lebih keras terdengar oleh telinga saya sendiri….dan adanya bekas luka pembukaan dada walaupun 80 persen dari luka itu terlihat halus sekali (berkat penggunaan laser sebagai pisau bedah). Beberapa koloid kecil juga terlihat di sana, tetapi saya tidak menghiraukanya….bagi saya itu adalah lukisan tatoo terindah….karya dokter-dokter RS Jantung Harapan Kita di dada saya….sebuah “lukisan seni” yang dibuat dalam waktu tidak kurang dari 11,5 jam….yang diikuti dengan pendarahan hebat…dan kelihatannya saya tidak mungkin menghirup kehidupan baru ini jika Tuhan tidak berkenan…..

Saya merasa sebagai salah satu orang yang sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa……

3 Comments (+add yours?)

  1. Best Hv
    Feb 24, 2012 @ 00:56:07

    Sekali lagi..congratulation ya Pak..ternyata hari ini adalah ultah pertama (ultah versi yg lain), semoga diberi kesehatan terus menerus…, dan semoga dietnya sukses, yg penting gak sampe ganggu kesehatan juga… En….semoga tetep mao ngajar di Binus 🙂

    Btw itu maksudnya 22 sks program S1 dan 6 sks di program S2 kali ya pak? May be salah ketik…

    Best,
    Makasih masukannya. Iya tuh, ternyata salah ketik. Alasan klasik yang dikemukakan oleh setiap blogger adalah, “Tulisan itu saya ketik dengan kecepatan 50 km per jam” jadi kalau ada salah tidak sempat dibetulkan…hehehe

    Reply

  2. demam anak
    Mar 01, 2012 @ 17:04:21

    nice experiance…thanx for share…semoga sehat selalu yaa

    Terima kasih….

    Reply

  3. tutik mawarni
    Apr 12, 2012 @ 21:18:51

    pak tri.sehat sll ya pak sy.jg sm op seperti bpk.cm beda tgl ,sy op 24 feb,dan sy sk bc bloknya sbg mtvs ,utk perkebgn

    Mbak Tutik,
    Wah…operasinya tanggal 24 Feb 2011 kemarin ya mbak ? Kalau gitu, pasti sekarang mbak Tutik sudah sehat seperti sediakala.

    “Tatoo terindah” di dada kita itu yang bisa menghargai pasti kita sendiri, atau sesama pasien ex operasi jantung, atau suster/perawat, dan juga dokter jantung, serta pasangan kita masing-masing…

    Mbak bisa tulis pengalaman pribadi apa yang mbak alami yang belum saya tulis di Blog ini, nanti buat kita share sama-sama. Di luar sana kan banyak pasien jantung yang membutuhkan informasi ini. Makanya ada rencana dari saya untuk membuat versi bahasa Inggris dari cerita ini biar mendapat tanggapan dari pasien-pasien jantung mancanegara…

    Salam untuk mbak, semoga sehat selalu…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: