Mahasiswa Binus berambut merah, biru, hijau

Pada suatu hari, Ibu Th. Widia (alm) memanggil saya secara mendadak ke dalam ruang kerja beliau. Yang meminta saya segera datang adalah sekretaris beliau. Sayapun segera tergopoh-gopoh keluar dari kamar kerja saya untuk segera masuk ke kamar kerja beliau, yang berjarak sekitar 25 meter jauhnya. Rupanya beliau sudah menunggu di dalam ruang beliau sejak lama, sayapun memasuki ruang beliau dengan tertib dan sedikit merasa tenang karena muka beliau memang selalu terlihat tenang, duduk di kantor yang dominan berwarna hijau tosca itu…

Sayapun segera duduk setelah mengucap salam ketika memasuki ruang beliau. Lalu terdengar beliau bertanya :
“Pak Tri Djoko, apakah mahasiswa yang berambut merah, biru, hijau itu mahasiswa Pak Tri Djoko ?”, tanya beliau.

Sayapun agak gelagapan dan mencoba mencari-cari logikanya dimana kok Ibu Rektor bisa tahu kalau ada mahasiswa berambut merah, biru, hijau adalah mahasiswa saya. Sayapun ingat, bahwa sebagai Dekan Fakultas Teknik saya membawahi empat jurusan yaitu : Teknik Industri, Teknik Sipil, Arsitektur, dan jurusan termuda adalah Desain Komunikasi Visual atau yang biasa disingkat DKV ini. Nah, sebagai jurusan baru DKV ini bersifat “paling nyeni” di antara jurusan lainnya yang sudah ada di Binus, yang kebanyakan berbau “techy”. “Techy” vs “Nyeni” terlihat sangat kontras…..dan sayapun tersenyum membayangkan, karena sekarang komposisi jurusan di Binus sudah mirip ITB….walaupun tentu saja minus Gedung Aula Barat, Gerbang Utama, dan Aula Timur yang sangat berseni tinggi itu. “Techy” vs “Nyeni” juga terlihat dari sikap, perilaku, tata busana, dan kebiasaan baik para dosennya maupun para mahasiswanya. Diam-diam sayapun menduga-duga bahwa mahasiswa yang berambut merah, biru, hijau itu tentu dari jurusan Desain Komunikasi Visual…maka sayapun menjawab pertanyaan Ibu Rektor itu :

“Iya Bu, yang berambut merah, biru, hijau itu mahasiswa saya dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Bu..”, kata saya seraya tersenyum.
“Lho memang mengapa Bu ?”, tanya saya.
“Kan Pak Tri Djoko tahu sendiri, Binus ini seperti apa. Jadi menurut saya maksimal berambut kuning rambut jagung lah tidak apa-apa..”, kata beliau dengan tenang..
“Baik Bu, akan segera saya umumkan..”, kata saya sambil tersenyum dan segera memohon diri…

Sebentar kemudian, sayapun mengumpulkan teman-teman dari jurusan DKV. Ada Pak Yongky, Bu Gayatri, Pak Lintang, Bu Mitha, Bu Jean, dan Bu Rina.
“Bad news atau good news..?”, kata saya menawarkan mana dulu yang akan dibahas.

“Bad newssssss……”, kata teman-teman hampir serempak, persis ketika mahasiswa saya tanya antara bad news atau good news yang akan dibahas, pasti mahasiswa milih bad news terlebih dahulu…

“Bad news is…..Ibu Rektor kurang berkenan ada mahasiswa yang berambut terlalu mencolok seperti warna merah, biru, hijau…”, kata saya dengan kalimat yang sangat tertata, mungkin sedikit terpengaruh oleh gaya bicara Ibu Rektor.
“Jadi mulai besok pagi, saya tidak mau melihat ada mahasiswa yang berambut merah, biru, hijau lagi….soalnya kalau besok masih terlihat…saya pasti dipanggil Ibu Rektor lagi nih…”, kata saya dengan nada setengah perintah setengah mengiba..
“Tapi rambut kuning jagung alias pirang masih boleh….”, kata saya sambil berdiri dan menutup pertemuan kecil itu….

Sejak hari itu, mahasiswa Binus sudah tidak ada lagi yang berambut merah, biru ataupun hijau. Kalau rambut pirang seperti Marylin Monroe atau Brad Pitt sih masih banyak terlihat di sekitar kampus….

 

1 Comment (+add yours?)

  1. kids party
    Apr 03, 2012 @ 16:10:08

    namanya juga anak gaulll…hehehehe…:P

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: