Mengapa kampus Anggrek berbentuk Mal ?

Pada suatu hari sebulan yang lalu kira-kira, adik sepupu saya mengirim sms ke saya, “Mas, Binus itu bagus nggak Markomnya ? Saya mau masukkan anak ke Binus nih..”. Sayapun terperangah tidak percaya, adik sepupu yang kemarin masih gadis kecil yang saya kirimin mangga yang saya gambari dan tulisi macem-macem itu (mangga dari kebun sendiri) ternyata sudah mempunyai anak laki sulung yang akan memasuki Markom Binus. Setelah itu, mungkin puluhan sms dipertukarkan antara kami berdua, bertanya macam-macam dari keamanan kampus, kebersihan kampus, “kebersihan” kampus, kekuatan jurusan, kekuatan dosen, filosofi dibangunnya kampus ini, dan sebagainya. Saya sampai capek membalasnya, serasa jari saya jadi keriting….tapi yah, semua pertanyaan terjawab dengan baik menurut saya sih. Akhirnya pertanyaan terakhir cukup menohok saya, “Emang dibandingkan dengan sebuah kampus terkenal di Cikarang, lebih murahan mana Binus dengan kampus itu, soalnya anak saya dapat keringanan sekian juta kalau jadi memasuki kampus di Cikarang itu….”

Sayapun garuk-garuk kepala, soalnya Binus dibandingkan dengan kampus lain…dalam hal biaya lagi, artinya satu faktor yang saya tidak bisa apa-apa….lha wong semuanya bermula dari sono, iya nggak…..biaya geetooo looooh…!

Perlu diakui sekitar tahun 1990-2000 jika seorang mahasiswa baru kita “tangkap” di gang kampus dan kita tanya, alasan utama apa anda memilih memasuki kampus Binus ini ? Hampir 90 % jawabannya pasti karena faktor biaya, “Biayanya murah…”, “Terjangkau sih….”, “Yah…masih lebih murah dari kampus sebelah…”, “Best buy !!! (wow I like it very much to this answer and wanna give her a *big hug*…hehe) “, dan ada juga sih sekitar 10 % menjawab sesuatu yang tidak standar, “Saya suka arsitektur kampusnya….homy gitu….(baru tau dia, Kampus Syahdan itu a masterpiece of Atelier 6).”….tapi dari tadi saya tunggu-tunggu gak ada yang menjawab begini, “Saya suka dosen-dosennya sangat profesional, berpendidikan tinggi, dan sedikit ganteng kayak Pak Tri Djoko in….(hehehe….ini mah pitnah euy !!!!)”…hehehehe…

Kembali ke topik kita tentang mengapa kampus Anggrek berbentuk Mal ? Kira-kira di tahun 1990 sepulang saya dari studi ke Amerika, saya sudah bercerita di Blog ini (kalau gak salah judul postingnya “Melamar lagi menjadi dosen”) bahwa saya langsung kembali ngajar di Binus dan mendapatkan kembali no kode dosen saya yang sudah selama 3 tahun terakhir tidak saya gunakan. Waktu itu terasa kampus Syahdan semakin padat. Semakin padat lagi terasa 2 tahun kemudian yaitu di tahun 1992 jumlah mahasiswa yang kuliah di Binus (disebut “student body”) telah mencapai angka 2.500 mahasiswa. Suatu jumlah yang terasa luar biasa banyak….mahasiswa lalu lalang di koridor, menggunakan sandal dimana-mana, dan merokok !!!!! . Bahkan pemandangan ini masih dilengkapi dengan pemandangan “unofficial pet” di Binus yaitu seekor anjing betina di Binus berwarna coklat dari jenis Terrier, yang selalu duduk dan tidur di depan ruang M1A. Anjing betina ini merupakan kesayangan dari banyak mahasiswa Binus….

Pada tahun 1992 itu saya sudah bergumam dalam hati, “Wah…bakalan kiamat nih kampus…mahasiswa bertambah terus tapi kampus tidak mungkin lagi dikembangkan ke kanan, ke kiri, apalagi ke belakang, apalagi ke depan yang berupa Jalan K.H. Syahdan…”. Akhirnya di tahun 1994 saya mendengar kabar selentingan bahwa ada 2 tanah cukup luas yang bakal menjadi kampus Binus setelah Syahdan ini, satu terletak di dekat lampu merah Batusari seluas 1,5 Ha dan satunya lagi terletak di Jalan Anggrek Cakra seluas 2,0 Ha. Entah bagaimana, akhirnya di tahun 1996 kalo tidak salah, pembangunan kampus Anggrek dimulai. Tapi sebelum kampus Anggrek terlihat bentuknya, Binus mempunyai kampus baru di Kijang yang mulai dibangun pada tahun 1996 kalau tidak salah, tapi arsiteknya adalah Bapak Theo Salim, M.Arch, walaupun Kijang ini dulunya khusus dibangun untuk Binus School, yaitu SMA Binus. Mungkin perlu saya jelaskan di sini, baik Binus maupun “pesaing sekaligus kawan”nya yaitu Gunadarma sama-sama bercita-cita sebagai “Konglomerat Pendidikan”, hanya bedanya jalur yang dilalui berbeda, kalau Binus ekspansinya lebih vertikal (dari Univ ke SMA-SMP-SD-Kindergarten-Preschool-S2-S3), tetapi kalau Gunadarma ekspansinya horizontal (semua kampus Gundar menawarkan S1, S2 dan S3)…

Ternyata…eh ternyata….daerah sekitar Anggrek Cakra itu menurut Rencana Tata Ruang DKI hanyalah diperuntukkan bagi perumahan (Apartemen) dan perniagaan (Mal), jadi tidak termasuk pembangunan Kampus. Maka Binuspun dengan mengucap Bismillah akhirnya membangun kampus Anggrek itu, tapi juga berantisipasi kalau Rencana Tata Ruang DKI tidak bisa “ditawar” dari Perniagaan (Mal) ke Kampus….ya Kampus Anggrek didesain seperti halnya Mal saja, kalau-kalau nanti ijinnya ternyata ya hanya untuk Mal. Maka seperti anda ketahui, kampus Anggrek di tengahnya ada “void” (ruang kosong) yang besar, mirip Mal Ciputra atau Mal Taman Anggrek atau Mal Ambassador. Cuman bedanya, kalau di Mal beneran di sisi kiri dan sisi kanan dari “void” berjajar toko-toko, maka di kampus Binus Anggrek di sisi kiri dan sisi kanan dari “void” berjajar ruang-ruang kelas….

Jangan heran, kalau selama kalian kuliah di Binus Kampus Anggrek….selama anda kuliah dan dosen mengajar dengan serius, akan terdengar dentaman lagu-lagu hip-hopnya Linkin Park, atau lagu manis menghentak “Californification” dari Red Hot Chili Pepper….atau celoteh-celoteh ringan Cindy dari B-Voice menyapa anda…dara penyiar yang pernah “nembus” Prambors selama seminggu itu….

If you teach at Binus, you are not only urged to educate students, but also to entertain them as well…..”, masih terngiang kata mentor saya ngajar, mantan Pembantu Rektor IV Binus 1996-2002, Dr. Jos F.P. Luhukay…. Jadi kalau anda mengambil kelas saya, terus setiap 15 menit saya ngocol kesana-kemari…..sekarang anda tahu siapa yang menyuruh saya seperti begitu…..hahahahahaha….

16 Comments (+add yours?)

  1. ezra
    Mar 08, 2012 @ 08:41:34

    setelah sekian lama di update pak…
    kesan saya pertama dateng ke angrek…
    “koq mirip mangga dua tempat jualan komputer ya?–a”
    kesan setelah bertemu bapak…
    “yes dpt A”

    Ezra,
    Hahahaha…..

    Reply

  2. dokter anak
    Mar 08, 2012 @ 10:49:52

    salam persahabatan slalu yaa…:)

    Terima kasih. Sama-sama….:)

    Reply

  3. Andi Balaviro Huang
    Mar 08, 2012 @ 18:25:41

    Hahahaha baru tau ternyata asal usul binus anggrek kayak mall gara2 tata ruang kota , Sehat Selalu Pak :))

    Andi,
    Iya Ndi…betul begitu….

    Reply

  4. Ikhsan
    Mar 09, 2012 @ 09:43:46

    sayang ya pak pembangunan kampus tidak didukung pembangunan daerah sekitarnya, satu hal yang paling saya sesali di jalan Syahdan yang tingkat kepadatanya luar biasa yaitu ketiadaan trotoar, wal hasil pejalan kaki berebut jalan dengan pengendara, entah ini emang salah siapa, tp saya harap sih suatu saat nanti ada tunel (terowongan) yang menghubungkan kampus anggrek dan syahdan demi mengurangi tingkat kepadatan pengguna jalan raya

    Ikhsan,
    Wah…saya setuju tuh kalau mau dibangun tunnel menghubungkan kampus Anggrek dan Syahdan….tapi pasti campur dengan kabel-kabel fiber optik yang menggelantung antar dua kampus itu…hehe

    Sebenarnya walaupun pejalan kaki tidak diberi trotoar di jalan Syahdan, tapi sekarang ini sudah mending banget. Dulu mobil berpapasan aja harus ngalah salah satu, sekarang ini dibandingkan dulu jalannya sudah diperlebar dengan ongkos mempersempit lebar got….

    Reply

  5. Suhendro
    Mar 09, 2012 @ 21:24:27

    Hi Pak Tri, dosen terkaya di binus dengan mobil camry(un).ny! Hope you’re doing well and fine. Gaya nulis.ny selalu asik dibaca apalagi klo bs dengerin live, psti lebih asik lagi. Hmm…perhaps bapak bs consider jd stand up comedian (setelah ngajar tentunya lol). Anyway…kangen jg ikut kelas bapak. 😀

    Suhendro,
    Wah…terima kasih compliment-nya…

    Suatu saat saya juga rindu ngajar di depan Tika, Hendro, Agung, Santi, Dea, dan kawan-kawan….hhehehe

    Reply

  6. Krishna Nugraha (@krishnanugraha)
    Mar 29, 2012 @ 16:54:02

    kampus binus memang nyaman, fasilitas lab dll oke. hanya sangat disayangkan dari semester 1-6 dosen yang menurut saya (dan kawan2) kompeten dalam mengajar tidak sampai 6orang pak. kami bingung kok bisa ya orang tidak bisa mengajar dan menjelaskan tapi bisa jadi dosen, apa di universitas lain juga seperti itu yang artinya tenaga pengajar indonesia memang payah? atau hanya di binus saja? ada juga yang pendidikannya sampai ke luar negeri tapi kok mengajar nya gk jelas. Haduh haduh semoga saja masalah ini bisa cepat diselesaikan kalau tidak binus hanya akan menjadi BOM WAKTU di mana para mahasiswa/i nya lulus dan gak bisa ngapa2in di dunia kerja. demikian pendapat saya maaf kalo menjurus ke uneg2.

    Khrisna,
    Mmmm….sebaiknya mengenai komplain ini, Khrisna dan kawan-kawan bisa menempuh 2 cara :

    1. Memasukkan komplain resmi ke QMC (Quality Management Center) Binus c.q. Ibu Cuk Tho, ceritakan alasan, data pendukung, dsb dsb yang mensupport pendapat anda dan teman-teman bahwa dosen Binus tidak bermutu itu. Supaya bisa diambil tindakan secara management untuk memperbaiki keadaan, jika apa yang anda dan teman-teman komplain-kan itu memang benar apa adanya…

    2. Mencoba menemui Manajemen di Jurusan Anda (Kajur atau Sekjur) dan menanyakan hal ini secara langsung dan lihat apa jawaban beliau-beliau itu.

    Menurut pendapat saya, kalau anda dan teman-teman sudah memutuskan masuk Binus mestinya juga sudah bisa menerima Binus sepenuhnya di hati anda, baik gedungnya dan fasilitas lainnya, juga dosen-dosennya. Karena menurut saya, anda mau masuk ITB, UI atau UGM pun tidak semua dosen yang ada di sana “bermutu” menurut anda. Dosen yang sudah lulusan luar negeri itu membuktikan bahwa dosen itu memang pinter dan bisa atau berhasil lulus dari sekolah luar negeri, dan belajar ke luar negeri tidak menjamin dosen yang bersangkutan “pinter ngajar” seperti definisi anda, soalnya kan itu memang 2 hal yang berlainan..

    Begitu menurut saya…

    Reply

  7. lifeman
    Oct 21, 2012 @ 22:28:30

    bagus gtu dah pak.. buat ngurang”in jumlah mall yang selalu bertambah..

    Lifeman,
    Oooo…iya ya…hehehe

    Reply

  8. Ika Tri Munawaroh
    Nov 27, 2013 @ 12:20:30

    saya seperti orang gila bapak, tersenyum-senyum sendiri baca postingan panjenengan yang ini.hehehehe

    Muna,
    Hahahaha….asal jangan jadi gila beneran aja Muna…hehehe….:)

    Reply

  9. Erika
    Nov 27, 2013 @ 21:32:27

    wahahahaa… tnyata critanya gitu ya pak? 😀
    tp saya akui…pada saat milih2 universitas swasta, saya pilih binus… tp bukan karena mutu dkk yg katanya bagus di komputer… namun lebih kepada kampusnya yang bersih dan nyaman.. kata mama saya jaman dulu : WC nya kayak hotel :))

    sy agak2 geli seliweran di univ yg WC nya jorok n lantenya item >.<

    Erika,
    Iya….begitulah ceritanya…
    Memang sih perlu diakui WC-nya Binus termasuk terbaik dibanding WC-WC universitas lainnya termasuk kantor-kantor pemerintah.
    Mungkin Pak Joseph Wibowo (pendiri Binus) pernah bertemu dengan orang-orang Korea yang pada umumnya (dan orang Jepang tentunya), bahwa “sparkling restroom is the sign of a healthy company“….hehehe…
    Who knows ?

    Reply

  10. Adnan Qurais
    Nov 28, 2013 @ 20:44:37

    Pak Tri.. Kapan ngajar di Alam Sutera lagi pak??? Lalu bagaimana pendapat Bapak tentang desain kampus Binus Alsut yang nanti akan direalisasikan??
    Soalnya desainnya aneh pak.. banyak pohon gitu.. kaiak gedung2 di film2 yang latarnya masa depan ketika para Alien menyerang dan bumi terlantar..

    Adnan,
    Sementara ini saya belum akan mengajar di Alam Sutera dulu sebelum saya punya sebuah BMW 318i terbaru….hehehe…bercanda…
    Gedung Alam Sutera itu desain-nya niru sebuah gedung terkenal di Bangkok yang masuk 10 Best Building yang dapat juara Architecture Aga Khan Award karena gedung tersebut dingin namun tanpa AC sama sekali, persiiiiis dengan desain gedung kampus Alam Sutera yang baru, di dekat Mal Alam Sutera….setiap 3 lantai juga ada ruang terbuka tempat pohon-pohon tumbuh dengan bebas…
    Cuman bedanya gedung di Bangkok itu berwarna merah bata campur putih, sedangkan gedung kampus Alam Sutera yang baru berwarna hijau biru ya ????

    Reply

  11. jam tangan original
    Feb 19, 2014 @ 02:09:09

    mantap banget infonya,jadi tau 😀

    Reply

  12. des
    Oct 01, 2014 @ 17:21:13

    Pak, aku mau nanya dong. Kampus binus ada apa aja sih?

    Reply

  13. mohammad_andito
    Oct 02, 2014 @ 17:07:44

    Ooohhhh… Begitu toh pak? Tapi saya tetep ngerasa masuk mal. Soalnya ada American Warteg alias A&W dan iStore di bawah 😀

    Reply

  14. Aulia Irza
    May 18, 2016 @ 22:12:10

    Pak lokasi kampus mana kira” yang lebih bagus saya mau masuk binus nih. tolong kasih kelebihan dan kekurangannya ya tentang lokasi kampusnya

    Aulia,
    Pilih yang dekat dengan rumah anda/rumah kost anda aja.
    Semua kampus keren kok….

    Reply

  15. Dizzy Miss Listy
    Aug 05, 2016 @ 11:05:36

    Saya nemu blog ini karena lagi cari-cari info tentang Binus… Saya bukan anak SMA yang lagi cari referensi sih… Perkenalkan, saya Listy. Saya sudah semester 5 di Binus dan selama ini cuma kebingungan kalo ngeliat “ITC Binus Anggrek” Hehe. Akhirnya hari ini saya dapet jawaban 🙂 Ngomong2 saya jurusan Marcomm nih Pak, kayanya kita ngga bakal ketemu ya:( Padahal keliatannya Bapak asik nih ngajarnya… Saya pernah jadi penyusup ke kelas AI tapi kebetulan bukan Bapak yang ngajar hehe

    Dizzy,
    Hahahaha….kapan kapan Dizzy nyusup di kelas saya aja.
    Tapi jadwal semester depan baru saya dapat hari Jumat tanggal 2 Sept ini.

    Reply

  16. Ferry
    Sep 27, 2016 @ 23:58:19

    Wah, begini toh crita nya tentang binus anggrek..
    Sampai saat ini , sdah semester 9 , (maklum anak double degree)
    baru tahu alasan arsitektur binus anggrek..
    Saya cuman cari iseng2 artikel,, tahu nya bs membaca blog bapak.. 🙂
    Salam kenal pak,, bapak sudah dosen senior yah di binus,, sama seperti dosen sekarang saya, pak menara,, pasti pada kenal semua. Hehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: