Sumber : http://fath102.wordpress.com/2008/01/07/raket-yonex-asli-dan-palsu/
Sekarang ini musim liburan sekolah dan musim panas. Pasti lapangan badminton dekat rumah anda sudah dicat dan dirapikan untuk menyambut liburan dan menyambut 17 Agustusan 2008 nanti. Ajaklah pasangan anda, putra-putri anda, bapak-ibu anda, saudara-saudara anda, dan tetangga-tetangga anda semua untuk bermain badminton !
Berikut daftar harga raket badminton Yonex asli yang saya ambil dari sumbere mase di atas. Untuk mudahnya, sudah saya urutkan dari harga termurah Rp 260.000,- sampai yang termahal sekitar Rp 1.550.000,-. Harga ini adalah harga tanpa senar. Harga senar Yonex sekitar Rp 60.000- – Rp 75.000,- berikut masangnya..
Isometric 65 Light : 260 rb
Isometric 65 LT : 265 rb
MusclePower 22 : 265 rb
MusclePower 8 : 270 rb
MusclePower 23 : 285 rb
MusclePower 25 : 300 rb
MusclePower 27 : 325 rb
MusclePower 9 : 345 rb
Carbonex 8 : 360 rb
MusclePower 28 : 365 rb
Carbonex 9SP : 375 rb
MusclePower 29 : 390 rb
Carbonex 10 : 425 rb
MusclePower 33 : 535 rb
Carbonex 21 : 620 rb
Carbonex 25 : 630 rb
MusclePower 45 : 750 rb
NanoSpeed 5000 : 780 rb
NanoSpeed 6000 : 880 rb
NanoSpeed 7000 : 1.255 rb
MusclePower 100 : 1.290 rb
Armotech 700 : 1.350 rb
Armotech 800 : 1.350 rb
MusclePower 99 : 1.350 rb
NanoSpeed 7700 : 1.380 rb
NanoSpeed 8000 : 1.400 rb
Armotech 900 : 1.550 rb
NanoSpeed 9000 : 1.550 rb
Selain Yonex, tentunya banyak raket badminton yang juga bagus untuk pemain yang sudah bisa. Anda bisa beli raket ASTECH (singkatan dari Alan Budikusuma-Susi Susanti Technology) dengan harga kisaran antara Rp 300.000 – Rp 500.000 berikut tas dan kaos badminton. Begitu juga merk RS (Reinforced Speed) dengan harga kisaran sama, antara Rp 300.000 – Rp 500.000. Kedua jenis raket ini banyak dipakai tetangga saya di rumah..
Bagi adik-adik yang belum bisa, di GIANT, MACRO atau HYPERMART bahkan INDOMARET dan ALFAMARET banyak dijual raket dengan kisaran harga Rp 20.000 – Rp 70.000..
Di Gramedia atau Gunung Agung di banyak kota juga dijual raket-raket badminton merk Dunlop, Carlton, Head, Bard dan sebagainya dengan kisaran harga Rp 50.000 – Rp 250.000. Ini barangkali untuk remaja yang sudah mulai bisa dan pengin enak mainnya, namun belum menjadi pemain tetap yang membela RT. Kalau menjadi pemain tetap membela RT, disarankan beli raket dengan kisaran harga Rp 300.000 – Rp 500.000 berikut senar seperti yang saya sebutkan di atas. Maaf, mungkin ini RT di kota besar macam Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan sebagainya..
Tapi apapun raket badminton yang anda beli, yang penting mari bermain olahraga satu-satunya kebanggaan Indonesia ini !!!
Sekali lagi, terima kasih kepada mase yang telah menulis posting di blog di atas…
Sekali merdeka tetap merdeka…
eh..salah ding…
Sekali main badminton, selama hidup main badminton !
Nah gitu kan..
205 responses so far ↓
edratna // June 28, 2008 at 10:31 am |
Duhh yang siap-siap mau lomba….
tridjoko // June 28, 2008 at 11:04 am |
–> Bu Edratna :
I ya nih, mau beli raket Yonex yang kira-kira harganya Rp 300 rb berikut senar. Soalnya buat pertandingan Ganda Campuran di RT saya nanti..
(dan…supaya nggak kalah sama mbak Lis yang raketnya Yonex Muscle Power 99 seperti punyanya Sonny Dwi Kuncoro…)..
papaza // August 13, 2008 at 11:29 am |
salam kenal pak tri
pak tri. saya mau tanya tentang raketnya toppro.
menurut bapak gimana tentang raket ini?
minggu lalu saya beli raket ini toppro titanium ti 400.
kira2 berat 83, saya pake tarikan 29 snar gosen lx 200.
kata yg jual ini lebih bagus dari bg 66.
waktu saya beli raket ini sebenarnya dari rumah mau beli yonex, tp dia blg yonex banyak yg palsu, dia jujur kalo dia ga jual yang asli, selain harga relatif mahal untuk yang asli.
saya dikasi pilihan astech sama toppro ini,
fyi: saya new player untuk permainan ini
tridjoko // August 13, 2008 at 3:08 pm |
–> Papaza :
Anda tidak tinggal di Jakarta ya ? Kalau di Jakarta cari raket Yonex asli banyak kok. Di setiap toko Gramedia yang besar juga ada. Dijamin asli. Memang yang harganya Rp 450 ribu baru kebanyakan Made in Japan (asli). Ingat, lihat plakat Authorized Dealer pasti asli raket Yonex yang dijualnya..
Saya dengar raket-raket Astec, RS (Reinforced Speed), Gosen, dan TopPro banyak yang bagus-bagus lho.Tapi saya denger TopPro itu raket asli tapi bentuk, berat, dan karakteristiknya mirip banget dengan Yonex…
Coba aja mas, kalau permainan anda berkembang pesat, pasti raket yang anda gunakan sudah tepat. Coba cek juga banyak forum tentang raket yang menarik lho di internet ini, tapi saya nggak ingat semuanya..
arfin // August 22, 2008 at 8:28 am |
salam kenal pak tri, saya pernah tanya harga raket merk wilson, saya kurang tau juga tipenya, katanya harganya 200ribu tambah pasang senar. saya mau tanya apa raket merk wilson ini asli dan bermutu bagus? saya tinggal di makassar.
tridjoko // August 22, 2008 at 10:39 am |
–> Arfin :
Salam kenal juga. Wah, di bagian mana dari Makassar anda tinggal ? Saya banyak tahu daerah-daerah : Somba Oppu, Karebosi, Panakkukang, Talamanrea, dsb lho !
Untuk memilih raket, pertama pastikan dulu anda itu tipe pemain pemula (novice) atau sudah pemain lanjut (advance). Menurut saya pribadi, raket-raket Inggris dan Amerika macam : Wilson, Prince, Dunlop, Carlton, dsb itu buat tipe pemula. Kalau anda belinya di tempat yang bisa dipercaya seperti Gramedia, Hypermart, Giant, dsb tentunya ya barangnya asli. Atau tanya teman2 di Somba Opu, pasti mereka tahu toko kecil tapi barang2nya asli punya…
Kalau di Jakarta dengan harga Rp 200 ribu anda sudah dapat Yonex Carbonex 1 (biru) atau Carbonex 2 (merah) berikut senar, tapi belum berikut tas. Kalau mau yang berikut tas, dengan harga Rp 200 ribu anda sudah dapat frame Yonex asli Made in Taiwan dari tipe Yonex Isometrix 65 GT (warna merah menyala…pokoknya cool banget)..
Kalau anda sudah advance, saya sarankan mencoba raket asli macam ASTEC atau RS (soalnya kedua merk ini nggak ada palsunya). Atau beli raket Yonex bikinan Jepang di Gramedia Makassar dengan harga sudah sekitar Rp 450 ribu ke atas…
Selamat bermain !
Powi // September 19, 2008 at 9:43 am |
Salam kenal ya Pak Tri, perkenalkan dulu nama saya powi saya berasal dr Bangkalan madura
saya mengenal permainan dan bermain Badminton sejak SMP, tp bisa dibilang jarang (gak rutin) sekarang usia saya 29, dan saya berencana akan rutin main badminton menurut anda apakah raket wilson cocok buat saya ?
terima kasih
Powi // September 19, 2008 at 9:48 am |
Maaf Pak Tri ada yang lupa,
sepengetahuan Pak Tri untuk merk ASTECH di surabaya bisa dapat di mana ya ? dan Toko Mana yg bisa buat rekomendasi raket yonex aslidi raket ada tulisan 3U-5G dan 3 1/4 – 2SL
terima kasih
tridjoko // September 19, 2008 at 1:12 pm |
–> Powi :
Salam kenal juga…..
Wah, saya sebagai orang kelahiran Jatim malu juga sih belum sempat mengunjungi pulau anda, Madura…
Kalau anda mau mulai lagi dari awal bermain badminton, mungkin raket Wilson sudah cukup bagus. Nanti kalau permainan anda meningkat (sudah bisa ngalahin yang agak jago dikit) anda bisa beralih ke raket ASTEC atau YONEX…
Saya tidak tahu di Surabaya yang menjual raket ASTEC dimana, tapi nggak usah khawatir, soalnya kalau mereka jual raket ASTEC itu pasti asli soalnya ASTEC belum ada dipalsu orang (begitu juga raket RS = Reinforced Speed, semuanya asli)…
Kalau mau beli raket Yonex asli di Surabaya saya sarankan di Toko Buku Gramedia aja yang tokonya besar dan lengkap. Ciri-ciri asli, di Tokonya pasti ada semacam Sertifikat ditempel di dinding, kata-katanya mirip “Authorized Dealers” dari Sunrise, Singapore. Dan di raketnya ada tempelan putih bertuliskan “MG Sport” (MG adalah salah satu distributor dari produk2 Yonex Sunrise di Indonesia)…
Ciri-ciri raket Yonex asli, klik aja ke Posting ini di bagian link-nya…
Ok Good Luck dan selamat bermain badminton…
habib // September 21, 2008 at 9:48 pm |
salam kenal pak….
saya adalh remaja umur 16 tahun yg sedang cari raket yonex baru ne…saya sudah bermain sejak 1 smp (sekarang 3 sma) secara rutin….
tapi saya kebingungan dengan model2 yonex seperti armortec, muscle power,nano speed serta arcsaber……jadi tolong bapak berikan penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan masing2 model….
terima kasih atas bantuannya…….
tridjoko // September 22, 2008 at 8:22 am |
–> Habib :
Wah..kalau anda remaja 16 tahun yang baru bermain badminton dan ingin cari raket Yonex, ya carilah raket yang “kelas permulaan” terlebih dahulu…. Nanti setelah permainan anda berkembang membaik dan anda sedang berusaha untuk mengalahkan pemain-pemain yang lebih kuat, nah di situ anda memerlukan raket Yonex yang agak canggih…
Ini ide saya : carilah raket Yonex Isometric 65LT yang harganya Rp 189 rb di Toko Buku Gramedia yang besar di kota anda, itu cuman harga frame raket doang kalau mau senar yah ditambah sekitar Rp 60 rb…
Kalau anda tinggal di Jakarta, anda juga bisa pergi ke toko Trio di bilangan Jatinegara yang terletak di pertigaan Jalan Kampung Melayu – Stasiun Jatinegara, adanya di bawah jembatan penyeberangan persis di depan tempat orang jualan buah-buahan. Di sana saya lihat ada raket Yonex Carbonex 1 (warna biru) dan Carbonex 2 (warna merah) dengan harga Rp 200 rb berikut senar, tapi belum termasuk tas (kalau di Gramedia, Rp 189 rb frame saja tapi sudah dikasih tas Yonex keren dengan tulisan “World #1 Badminton”)…
Pokoknya apapun raket Yonex pilihan anda : Armotex, Muscle Power, Nano Speed, atau Arc Saber itu sama saja. Pilih yang seri-seri awal yang harganya masih di bawah Rp 300 rb – Rp 400 rb dan nanti kalau permainan anda sudah berkembang, baru belilah raket yang ada di atasnya…
Mungkin jelas ya Habib ? Anda juga bisa diskusi dengan teman2 anda seumur tentang raket ini… (dan biarlah temanmu beli dulu, lalu kamu ikut nyoba, kalau enak ya ikutan beli, kalau tidak ya coba tipe Yonex yang lain)…
Ok ?
Powi // September 24, 2008 at 11:00 am |
mas, maaf nanyak lagi neh
kalo menurut sampean ASTECH VS RS bagus mana?
kira2 yang cocok buat saya merk ASTECH apa RS? Terus Type apa ?
tk’s
tridjoko // September 24, 2008 at 1:28 pm |
–> Powi :
Wah…pertanyaan yang sulit : pilih ASTEC atau RS ?
Well….kalau dilihat dari para pemain badminton di RW dimana saya tinggal, kayaknya yang punya raket ASTEC masih sedikit (salah satunya isteri saya yang punya raket ASTEC) sedangkan yang punya raket RS buanyaaaakkk sekali….termasuk yang main badmintonnya bagus-bagus…
Jadi, jawaban saya pilihlah RS… (sorry Alan dan Susi…..)…
Tipe apa ? Tergantung berapa banyak dana yang anda punyai, tapi di toko2 Jakarta harga raket RS berkisar antara Rp 300.000 – Rp 600.000…
Tipe apapun yang anda pilih, asal menarik modelnya, warnanya, dan harganya, tentu bagus buat anda….
Ok Powi, selamat bermain badminton !!!
liswari // September 25, 2008 at 4:10 am |
hehehe wah kalau aku di Jakarta, aku mau dech Om main badminton di daerah rumahnya Om..:-p
Kalau disini, raket Nanospeed 8000 kok agak mahal yah .. diatas $200, tapi ada salah satu temen Thailand yg sama2 main di club, pulang ke negaranya trus bisa nitip raket ke dia.. lumayan harganya jadi lebih murah 40-50%… :-p. Katanya yg beda hanya gripnya, kalau buatan asia lebih kecil dan buatan US lebih besar..
liswari // September 25, 2008 at 4:25 am |
Hehehehe Iya Om, aku jadinya ganti raket…. Sekarang makainya Nanospeed 8000, gara2 kok temen2 raketnya kalo gak Nanospeed, arcsober ya.. trus nyoba pinjem dulu dan suka.. jadi beli dech hehehe… nanti kayaknya pas pulang ke Indo, bagasiku isinya koleksi raket2ku nich :-p….
Wah kalau masih umur dibawah 10 thn, bisa di seriusin jadi proffesional nich huehuehue *ngayal mode = on
tridjoko // September 25, 2008 at 9:22 am |
–> Mbak Lis :
Wah…kalau Nanospeed 8000 berarti itu high-end banget mbak kalau di kampungku sini sih…
Jangan-jangan kalau mbak makai raket itu di sini, dikiranya “pemain pelatnas Cipayung”…hehehe…karena raketnya “beda”…
Memang raket-raket high-end sangat ringan dan sangat kuat dan sangat enak dipakai. Pemain RT saya yang sudah diberi raket badminton oleh pemain pelatnas (ada yang saudaranya pemain ganda putra nasional terkenal), pada saat kalah bermain maka ia ganti raket ringan tersebut…dan akhirnya menang !!!
(Kalau saya dulu di Indiana, badminton nggak terlalu populer dan yang lebih populer adalah pingpong makanya saya sempat beli bat pingpong seharga $ 65 yang pada waktu itu sudah cukup mahal….)
Powi // September 25, 2008 at 9:27 am |
wah………. kayaknya mb liswari pemain handal neh mas tri nah bayangin aja latihannya aja di Thailand
jd penasaran neh
tridjoko // September 25, 2008 at 12:19 pm |
–> Powi :
Mbak Lis ini kakak-kakaknya jagoan badminton semua waktu tinggal di Jakarta dulu. Sekarang si mbak sedang bekerja di Amerika yang kalau latihan badminton orang-orangnya dari berbagai negara (thailand, jamaica,korea, china, dsb)…
hendry // September 25, 2008 at 12:41 pm |
salam kenal pak tri,
saya mau tanya ulasan mengenai raket merk hart…
tryus raket yg saya pakai hart tipe infinite kick 700
sementara saya baru kira2 3-4 bulan main badminton lagi…menurut bapak gimana ?,oh ya sebelumnya saya pakai yonex mp 9 yg made in taiwan… thanks
tridjoko // September 25, 2008 at 10:34 pm |
–> Hendry :
Horas ! Salam kenal juga….
Wah sorry, “radar” saya kok belum menangkap ada raket badminton merk-nya Hart, mungkin selama saya mencari-cari berbagai merk raket badminton di hampir semua toko Jakarta, saya jarang melihat raket merk Hart…
Kalau sebelumnya anda pakai raket Yonex Muscle Power 9 ex Taiwan lalu berubah ke Hart Infinite Kick 700, berarti anda sadar sesadar-sadarnya dong kalau menurut anda Hart lebih bagus dari Yonex untuk kelas itu ? Lalu apa alasan anda beralih ke Hart ?
Kesan saya yang pengamat amatiran ini, kalau raket badminton harganya masih di bawah Rp 750 rb secara permainan sih masih sama saja. Kecuali anda “naik kelas” ke kelas raket Rp 750 rb ke atas dan itu artinya kalau Yonex ya sudah Made in Japan bukan Made in Taiwan lagi. Nah, kalau sudah begitu permainan anda pasti sudah meningkat pesat ….
Itu pengamatan saya, artinya kalau anda berubah dari Yonex MP 9 ke Hart Infinite Kick 700 berarti secara level permainan anda masih sama dengan yang dulu, apalagi selama 3-4 bulan ini anda baru main badminton lagi. Jadi secara “touch” pasti ada yang berkurang dari diri anda…
Sekali lagi, ini hanya pandangan dari pengamat amatir…
Believe it or not……
irest // October 9, 2008 at 2:45 pm |
Saya beli raket Carbonex 25 Sp, MP 99, dan Armortech Limited Edition semuanya 600rb karena lagi banting harga…..
tridjoko // October 9, 2008 at 4:19 pm |
–> Irest :
Ya..mudah-mudahan 3 raket yang anda beli “asli” semua, dan mudah-mudahan anda bisa membedakan “raket asli” dan “raket tiruan”..
Soalnya 3 raket seharga Rp 2,5 juta..anda beli hanya Rp 600 rb..
Dan mudah-mudahan 3 raket yang anda beli masih baru, bukan raket bekas…
Atau penjualnya bukan Saudara anda…hahaha…
(soalnya anda begitu beruntung, tapi kalau “too good to be true” biasanya ada yang perlu dicurigai…)..
adit // November 4, 2008 at 2:52 am |
haloo pak tri..
wah suka badminton juga ya??
kapan2 sparing yuk di dket kampus.hehe..
saya baru beli nanospeed 5000 nih pak.
lumayan murah dapet 650rb.
skalian mau cari tas yonex nih,
kl ada yg jual murah (baru pastinya)
kabar2in saya aja..
Wah..saya bisanya cuman double atau mixed double tapi khusus orang yang sudah 50 tahun ke atas…hehehe.. Tas Yonex nggak usah dicari sebenarnya, kalau anda beli raket Yonex-nya dari tempat bagus macam Gramedia pasti udah termasuk dikasih tasnya…
Leon // November 5, 2008 at 12:04 pm |
hallloo.. Mas Tri..
lam’z knal
Badminton adalah salah satu pilihan hobby ku
aku mo tanya mas, kira2 raket merk ProAce type apa yang cocok buat aku yang kata temen2 aku sih, type bermain ku offensive..
ProAce ya mas, bis yang lain aku krang percaya, taku di bo’ongin…
kasih saran ya mas…
Leon-Cilegon
Kabarnya raket ProAce adalah “tiruan sempurna” dari raket Yonex. Saya juga kurang jelas buatan negara mana raket ProAce itu. Di RT saya tidak ada seorang pemainpun yang menggunakan raket ProAce, bahkan di RW saya sekalipun. Kebanyakan menggunakan Yonex, Gossen, Astec atau RS (Reinforced Speed)..
Tapi di toko-toko Jakarta sekarang ini saya semakin banyak ketemu yang jual raket ProAce. Mana raket ProAce yang cocok untuk permainan ofensif ? Mungkin anda bisa coba dulu pinjam dari beberapa teman anda yang punya raket ProAce dari berbagai tipe. Kuncinya : mana yang paling nyaman anda pakai itulah yang anda pilih. Saya tidak bisa menyarankan karena itu pilihan yang sangat personal…
Ok ? Good luck dengan permainan badminton anda. Semoga banyak meningkat…
andy n sundawa // November 18, 2008 at 2:57 pm |
salam kenal pak tri.
saya mau tanya raket Toppro itu ada yang palsunya gak? soalnya waktu saya beli itu ditawari merk tersebut. kira2 pasaran harganya berapa ya.Terima kasih
Salam kenal juga…
Setahu saya raket Toppro itu tiruannya Yonex, dalam arti design-nya Yonex dibuat raket dan diberi merk Toppro, mungkin sepengetahuan Yonex dan dalam rangka lisensi…
Jadi saya duga Toppro tidak ada palsunya, sama juga dengan raket RS (Reinforced Speed) dan Astec yang tidak ada palsunya alias semuanya asli..
Range harga, saya pribadi tidak pernah ngecek sih, tapi dugaan saya setara dengan harga raket RS dan Astec, jadi termurah mungkin Rp 300 ribu dan termahal mungkin Rp 700 ribu..
Khusus harga Rp 300 ribuan, merk Yonex yang paling bawahpun ada yang segitu seperti seri Isometric LT 69 (Rp 250 rb dengan tas) atau seri Carbonex 1 atau Carbonex 2 (hanya berbeda warna, di Jakarta harga Rp 200 ribu belum termasuk tas)…
Ok ? Selamat memilih raket dan selamat bermain badminton..
leon // November 20, 2008 at 10:13 am |
mas trii…..
hari ini aku selesai pasang senar baru bg66, biasany aku trik 28, trus aku coba skrang 29,
alhasil kenapa krang enak yah mas, seperti bantat..
apakah pengruh tarikan atau senar ini palsu ya??
bagaimana pengruh tarikan pada tenaga yang kita keluarkan sih, mang nya klo tarikan kencang-tenaga juga harus xtra yah mas…
thank’s ya mas tri ku yang baik hati dan tidak sombong …..
Leon,
Mudah-mudahan frame raket anda juga asli ya ? Jika ya, berarti sekarang tinggal masalah senar dan masalah pemasangan senar…
Senar anda sebaiknya juga diyakinkan asli…karena belinya di dealer yang ditunjuk (mis. Gramedia sebagai agen dari Sunrise Singapore). Anda bisa beli BG66 atau BG65T, mestinya 2 tipe senar ini sudah jenis Top dan mainnya pasti enak…asal senarnya asli lho…
Setelah itu masalahnya tinggal dimana anda masang senarnya itu ? Di sekitar tempat tinggal saya ada banyak pemasang senar, tapi yang jagoan cuman satu. Dan biasanya di tokonya itu antri setengah mati, mungkin perlu ditinggal pulang baru besok diambil saking larisnya. Namanya Naryo, tokonya di Jalan Jatiwaringin ujung jalan Gamprit di sebelah utara Giant. Kata teman-teman, kalau Naryo yang narik, dijamin raket siap untuk pertandingan kejuaraan dunia…hahaha…
Anda tinggal dimana ? Tanya aja ke teman-teman dimana tempat pasang senar yang paling jago, nah ke sanalah anda harus memasangkan senar…
Ibarat balap motogp, walaupun setiap orang pakai motor Yamaha tapi pemenangnya adalah yang mempunyai seorang “tuner” mesin yang handal (begitu pula di Motoprix di Indonesia, pemenangnya diback-up sama tuner yang handal)…
Kalau anda suka permainan menyerang, tarikan senar harus kencang yaitu 28-30, tapi kalau anda suka permainan bertahan senar justru harus agak dikendorkan dengan tarikan 24-26..
Ok ? Selamat bermain yak …..
ardhy // November 24, 2008 at 3:39 pm |
menurut saya raket mahal tidak permainan jadi jago,kalo taufik hidayat pake mp 27 lawan amatiran yang pake arcsaber 10 ya dah tau dong sapa yang menang.raket mahal tidak identik dengan kenyamanan,berat ringan juga tergantung tipe permainan,kalo beli raket harga selangit yang beratnya ringan tapi tipe mainnya ternyata menyerang ya sia-sia lah raketnya,seballiknya pun juga begitu.tarikan kencang buat menyerang???wedew musti masuk pelatnas dong,berasa mukul pake triplek tuh cocknya.tarikan kencang cenderung untuk bertahan sebab control bola akan sangat baik di net.tarikan agak kendor bagus buat serang karena akan memberikan daya pantul bagi cock itu sendiri.selain itu teknik penyenaran juga penting,YONEX sendiri merekomendasi tarikan senar antara main dan cross harus beda 10 persen dan biasanya menjadi 4 sambungan.bagi yang memang maniak bulutangkis anda pasti tau dengan raket merek APACS..coba anda cari informasi raket APACS apabila berminat…bisa hubungi saya di 081.700.5000.1…soal kualitas 11-12 dengan YONEX.soal harga seperti langit dan bumi..sebagai perbandingan YONEX ARCSABER 10 dijual dengan harga 1,5 juta ke atas(kira2)sementara APACS EDGE SABER 10 sekitar 500 rb.
Ini bukan Ardhy…Ardhy Wiranata kan ? Yang ceweknya cakep itu, saking cakepnya doi ampe berani minum “minuman keras”, pingsan, dan ama ceweknya yang cakep itu terus dibawa lari ke RS buat ditolong ?
Membaca komentar anda, saya jadi tertawa. Soalnya, awalnya seolah anda “melarang saya jualan”….tapi ujung-ujungnya anda sendiri yang jualan…hahaha….sesama penjual dilarang saling mendahului, Bung !
Memang saya bukan ahlinya badminton, saya cuman nonton aja. Tapi saya sudah banyak diskusi dengan berbagai pemain, pelatih, yah cuman lingkungan kecil-kecilan paling sebatas daerah TMII, Kampung Rambutan, dan Pd. Gede. Senar kencang untuk menyerang dan senar kendor untuk bertahan itu saya dapatkan dari salah satu teman, tapi itu memang belum tentu benar, karena style saja seperti itu…
Cerita main badminton memang tidak bisa terlepas dari raket (frame), senar, dan setelan senar. Tapi itu juga belum cukup, ternyata besar pegangan raket (grip), cara megang raket (di ujung pegangan atau dekat ke bulatan) itu juga ngaruh banget. Juga sudut megang raket, kadang harus straight 90 derajat, kadang harus 45 derajat. Belum speed, endurance, dan power ! Belum footwork yang mesti dilatih…
Banyak deh, mungkin blog ini tidak cukup untuk cerita tentang itu semua…
Masalah “pemain kacangan beli raket mahal”, jangan dilarang bung !!!! Ntar toko-toko raket pada nggak laku nih !!! Sekarang jaman orang kaya, kalau dia punya duwit buat beli raket Rp 2,5 jeti mengapa dilarang, “Oooo…beli raket murah aja Carbonex 1 cuman Rp 200 rb toh permainan anda belum maju betul…!!!”..wah jangan-jangan digampar orang ntar kita !
Walaupun setahu saya, dari pemain se RW saya mereka beli raket yang semakin mahal jika permainan telah meningkat (banyak di antaranya punya Yonex second bekas pemain nasional – saya tidak sebutkan namanya, soalnya tidak etis)…Ternyata raket second, bekas pemain nasional, juga membuat bulu kuduk lawan jadi berdiri. Nah lho !!!
Catatan terakhir, ternyata harga raket badminton itu tidak semahal bat pingpong yang harga “blade” dan “rubber” bisa sampai Rp 5 jeti. Kalau ada waktu, coba cek posting saya “Daftar Harga Bat Ping Pong” dan “Daftar Harga Bat Ping Pong II”…
Mengenai raket APACS, baru pertama kali ini saya dengar….
Anyway, trims untuk komentar anda…. I really appreciate it…
andy n sundawa // November 28, 2008 at 12:57 pm |
Hallo Pak Tri, maaf ganggu terus nih saya mau beli lagi raket untuk istri saya. Kebetulan di tempat saya main ada toko olahraganya. Tapi kebetulan raket yang di jual kebanyakan merk Plypower.Kira2 raket merk itu bagus gak menurut Pak Tri.Terima Kasih
Hallo Pak Andy, wah..sayang anda nggak menyebutkan di kota mana anda tinggal nih..
Menurut saya raket apa saja yang dipegangnya enak dan dibuat main badminton juga enak, itu sudah cukup…termasuk dalam kasus isteri anda Pak. Bila Ibu mainnya enak dan bisa main dengan enak, apalagi kalau masih bisa menang lawan teman2 ibu lainnya…wah pasti itu raket sudah cukup enak dan…memang cukup Pak… Nanti seiring dengan perkembangan permainan Ibu dan seiring dengan lawan2 yang harus dihadapi (lawannya pakai raket apa ?)…bisa diusahakan raket lain yang “pantas”..tentunya harus seiring dengan kemampuan dompet Bapak dan Ibu juga dong…
Masalah raket merk PLYPOWER (bila benar menulisnya begini) terus terang saya belum pernah dengar pak. Saya search di Internet juga belum ada posting tentang raket merk itu…jadi saya nggak ada komentar lho Pak, kecuali nanti jika saya sudah mendengar raket merk itu…
Sementara ini saja, kalau raket PlyPower itu enak dipakainya, saya tebak diambil dari disain Yonex klasik lalu dibuat di sini (biasanya di Surabaya), di China, atau di Taiwan. Jangan-jangan itu merk raket yang baru dimunculkan oleh ex pemain nasional ???
andy n sundawa // December 6, 2008 at 12:47 pm |
Maaf ya Pak Tri, Saya tinggal di daerah Pusdiklantas Serpong Tangerang. Saya Main di Sport Center Perumahan Graha Raya Bintaro.Terima Kasih Infonya Pak Tri jangan bosan2 ya kalo saya banyak tanya.
tridjoko // December 6, 2008 at 5:51 pm |
Andy N Sundawa,
Ya..saya tahu daerah Pusdiklantas itu soalnya kalau mau ke Tangerang atau ke Anyer saya selalu lewat situ. Main di Sport Center ? Wah…asyik banget dong. Di daerah tempat tinggal saya ini Sport Center yang cukup representatif bisa dibilang kurang…
Nanya apa saja…saya nggak bosan kok…hahaha….
Lia // December 18, 2008 at 9:10 pm |
Salam kenal pak tri..
Saya mau tanya, kira” raket yg cocok untuk saya apa??
Saya umur 14thn..
Sebenarnya dari umur 8-11thn, saya rutin bermain bulutangkis..
Namun, karena berbagai alasan, saya jadi tidak pernah main bulutangkis lagi selama 3-4thn..
Tetapi, sudah 4 bulan ini saya kembali bermain rutin..
Kira” saya cocok memakai raket merek apa??
Dan, apa saya masih punya kesempatan untuk masuk ke klub” bulutangkis, seperti Tangkas, Jayaraya, dll??
Terima kasih…
Lia,
Salam kenal juga…
Wah…bagus sekali anda sudah main bulutangkis sejak umur 8 tahun. Juara dunia bulutangkis (dan juga pingpong) itu biasanya dididik main yang benar sejak umur 8-9 tahun. Sayang anda sempat berhenti 3 tahun. Tapi kalau sekarang dimulai lagi, wah itu bagus banget…
Mengenai raket yang cocok, saya tidak bisa merekomendasi merk tertentu dan tipe tertentu. Apapun raket yang anda anggap baik dan enak buat main dan sesuai dengan permainan anda, itu sudah baik banget. Mungkin anda bisa mulai dari raket-raket ASTECH-nya Alan & Susi atau raket RS, karena anak-anak di RT saya yang serius pakai yang itu dengan alasan mutu bagus tapi harga terjangkau. Kalau anda sudah meningkat pagi permainannya bolehlah beralih ke Yonex…
Jadi pemain yang baik itu kuncinya : speed, endurance, dan power. Selain skill dan teknik yang benar tentunya. Speed, bisa dilatih dengan latihan beban (jaman dulu di kaki diberi karung pasir 1 kg di kaki kiri dan kaki kanan). Endurance, bisa dilatih dengan anda banyak lari (keliling RT, keliling stadion beberapa kali). Tapi Power, nggak setiap orang mempunyainya… kalau punya hanya sedikit gerakan hasilnya sudah smash yang menghunjam deras ke bidang lawan ! Terakhir, skill dan teknik bisa dilatih oleh pelatih yang “bener” yang bisa melihat bakat-bakat muda yang ada…
Apakah anda punya kans untuk bergabung dengan Jayaraya, Tangkas, Jarum, Suryanaga, dsb ? Mengapa tidak ?
Kalau anda merasa permainan anda sudah pas dengan anak-anak klub terkenal itu, apalagi bisa mengalahkan pemain mereka yang seusia anda, itu tandanya anda bisa masuk klub itu. Saya pribadi mendorong anda untuk masuk klub di kota anda. Bahkan kalau anda sangat serius, anda bisa tinggal di Kudus dan ikut klub Jarum Kudus…
Good luck ya !
sued // December 23, 2008 at 8:50 pm |
Salam kenal pak tri
Saya barusan 3 kali main bulutangkis saya masih bingung untuk cari raket yang pas dengan saya kemarin saya dikasih sama adik saya Carlton Carbontec 505, Nano speed 999 dan Carbonex 8 sp menurut pak tri bagaimana spesifikasi dan karakter dari masing2 raket tersebut
makasih pak tri
Salam kenal Mas Sued,
Wah…ketiga raket yang diberikan oleh adik anda kelihatannya dari kelas middle-end ke high-end semua alias dari kelas medium sampai kelas atas !
Saya malahan pengin nanya ke anda, kalau anda disuruh milih salah satu dari ketiga raket tersebut….anda bakal milih yang mana ?
Soal raket memang harus disesuaikan dengan gaya permainan, ada yang bertahan dan ada yang menyerang. Itu bisa diakali tidak hanya dari frame raket, tapi juga dari jenis senar dan cara masang senarnya (kencang atau kendor)….
Nah,…pasti salah satu dari raket yang diberi oleh adik anda tadi sangat nyaman anda gunakan….ya itulah raket yang cocok bagi anda…
Masih bingung ? Anda bisa lihat diskusi di badmintonalley.com…
Salam…;-)
sued // December 23, 2008 at 9:54 pm |
kalau disuruh milih kemarin yang rada nyaman dengan saya yg Carlton carbontec 505 yang nano speed 999 tarikan senarnya kurang kencang kl menurut pak tri gimana
Ya kalau gitu sudah jelas, sebaiknya anda milih Carlton Carbontec 505 itu atau pakai Yonex Nanospeed 999 pakai senar 65BGTi yang ditarik agak kencang…
Yang jelas, apapun yang anda mau kan harus ada di pasaran, ya nggak ?
Ok ? Selamat memilih dan selamat bermain badminton…
nata // December 29, 2008 at 12:08 am |
salam kenal saya mau nyari carbonex 9 kira2 masih ada ga yah kasih infonya dong pak tri kalo tau..buat di bawa ke saudi arabia dan kebetulan bulan december ini udah terbentuk badminton indonesia club ( BIC) di al khobar saudi arabia
Salam kenal,
Wah…sayang anda tidak memberitahu dimana anda tinggal. Jenis raket Yonex di toko-toko Jakarta macam Gramedia Matraman suka berubah-ubah tipenya. Waktu itu saya lihat ada Carbonex 8 dan Carbonex 9, saya belum bawa uang dan besoknya mau balik lagi ke sana. Eh…ternyata besoknya sudah dibeli orang !
Jadi rajin-rajin saja mengunjungi Toko Buku Gramedia setempat di bagian sport-nya dan nanya terus, ada nggak raket Carbonex 9. Atau anda mesti ke Pasar Pagi atau ke Pertigaan Pasar Jatinegara, di sana banyak toko sport..
Wah…di Arab Saudi ada klub badminton juga ? Pasti asyik tuh mas. Hati-hati lho, biasanya orang Indonesia dianggap jago-jago main badmintonnya. Nanti kalau mainnya jelek, pasti orang asing akan ngrasanin “Perasaan Taufik Hidayat mainnya gak kayak gini…”
Lha iya lah !
Mimi // January 9, 2009 at 9:37 pm |
Hallu P’ Tri
salam kenal,
aq mo tanya donk.
boleh ya?
aq kan br mulai bermain main lg dgn badminton. hbs terakhir main SD atw SMP mungkin.
habis kantor lg iseng ngasih waktu bwt main badminton.
yg aq mau tanyain, kira2 ada referensi ga tipe raket yang bisa aq pake…
tq oom….
Hallo Mimi,
Waduh..udah ngantor nii yee….
Salam kenal juga. Bagus lho mulai main badminton lagi. Itu berarti anda akan menjadi semakin sehat badan, sehat jasmani, dan semakin positif melihat dunia ini, melalui olahraga yang merakyat dan murah (bandingkan dengan golf dan balap F1…hahaha…)..
Sebenarnya raket apa saja untuk memulai badminton ok. Mau Bard, Prince, Carlton, dsb ok ok saja. Anda bisa pergi ke Java Mall di bawah Jakarta Theater dekat Sarinah, kalau anda tinggal di Jakarta. Di sana banyak raket berikut senar seharga max Rp 150.000. Coba aja. Atau yang paling murah sih, sementara ini anda minjem punya teman aja, boleh Yonex, RS atau Astec (3 merk paling banyak dipakai di Indonesia…mungkin lho..)..
Nah, kalau raket pinjeman itu sudah cocok dengan tangan anda, dan permainan anda jadi enak…ya udah beli persis seperti punya teman itu saja. Di Gramedia seluruh Jakarta dan seluruh negeri biasanya juga ada corner yang namanya MG Sport yang menjual raket merk Yonex “asli” berikut sertifikat. Sayangnya, harganya cukup mahal (tapi asli lho) atau anda nunggu aja kadang2 ada diskon 20% lho ! Sayangnya lagi, senar harus kita pilih sendiri (pilih aja yang anda suka, tapi max harga senar hanya Rp 60 rb-an) dan mesti disenar selama 1 hari baru raket bisa kita ambil besoknya (bandingkan dengan di Java Mall yang kita pulang sudah bawa raket yang sudah disenar)..
Setelah itu mainlah dengan senang hati, terus kalau permainan anda sudah meningkat (anda nggak nyebutin main untuk hobby atau untuk kompetisi) anda bisa memilih senar dan raket (frame) yang levelnya di atasnya…
Ok Mimi ? Selamat bermain ya…
Wawan // January 13, 2009 at 4:14 pm |
Salam Kenal Pak,
Saya baru mulai main badminton dan kemaren beli di jatinegara, tadinya mau beli astec tapi diberi arahan ke Pro Ace Stroke 318 dan pakai senar power race DG66 ditarik 29, bagaimana menurut bapak mengenai raket tersebut, terimaksih sebelumnya.
Mas Wawan,
Salam kenal juga…
Wah..mau beli raket Astec, terus sama bakulnya ditawarin raket Pro Ace. Lha kok situ ya mau ?
Tapi raket itu sama aja kok mas, jadi don’t worry be happy. Astec dan Pro Ace sama saja. Yang penting anda memakai raketnya nyaman, dan permainan anda bisa bagus sementara ini…
Lha nanti kalau sudah permainan anda meningkat, mau beli raket baru lagi ya tidak apa-apa…
Tapi saya saran anda minjem raket punya teman dulu, coba dirasakan. Nah, di antara raket teman itu yang menurut anda paling nyaman dipakai apa ? Dan raket mana yang cocok dengan gaya permainan anda (bertahan atau menyerang) ? Kalau sudah cocok dengan tipe raket tertentu, ya beli aja lagi di Jatinegara…
Ok mas Wawan ? Selamat bermain badminton yo…
yudi // January 14, 2009 at 1:41 pm |
Mohon Maaf Sebelumnya,
Saya mau beli Raket RS (yang tarikannya 27-29/20 Lbs), tapi bingung mana yang bagus, soalnya saya ngga tahu tipe nya, barangkali Pa’ Tri bisa bantu saya.
Budget nya (500rb-700rb)
Terimakasih banyak atas informasinya.
Mas Yudi,
Sayang anda nggak nyebutkan di kota mana anda tinggal. Kalau budget anda Rp 500rb-700rb berarti itu sudah mendekati jenis raket RS yang termahal. Silahkan datang ke toko raket yang terpercaya (kalau di Jakarta sekitar pertigaan di bawah jembatan penyeberangan Jatinegara ujung barat dari Jalan Bekasi Timur). Nah, kemukakan aja keinginan anda…
Tapi paling siiip kalau anda membandingkan harga raket RS dari beberapa toko lalu beli di toko yang harganya termurah tapi kualitas dan servis terbagus. Kalau di bilangan Jatiwaringin, silahkan datang ke Toko Naryo 3 toko di sebelah utara Jalan Gamprit dekat Giant Pondok Gede.
Ok mas, selamat bermain !
Sugiarto // January 29, 2009 at 2:48 pm |
Salam kenal pak tri, saya baru pingin main raket usia saya 45 tahun pingin cari raket yang 700 s.d 1 juta yonex tipe apa yg cocok. trima kasih
Sugiarto // January 29, 2009 at 3:01 pm |
lam kenal om tri kasih tau dong toto reket yonex asli di wilayah pejompongan. trus tipe apa yang bagus dgn duged 1 jt, thank
Mas Sugiarto,
Wah…salut juga anda “baru” 45 tahun dan mulai bermain badminton….
Raket Yonex-nya cari saja di Gramedia Plaza Semanggi mas….itu tempat terdekat dengan Pejompongan… Cuman yang tersedia kadang-kadang nggak tentu tipe raket Yonex-nya. Ada baiknya dicek terus ke toko itu kalau-kalau ada raket baru….
O ya, nunggu disenar selama 1 hari karena Gramedia cuman jual frame-nya saja…
Selamat bermain mas…..
Yudha // February 2, 2009 at 1:06 pm |
mas Tri tolongkasih tahu Tip &trik main net,soalnya saya kalo main net sering nyangkut(kalonggak cocknya ya raketnya padahal sudah -+ 3 tahun main.
Mas Yudha,
Waduh…ngebetnya main net…
Wah..sebenarnya sulit diceritakan dengan kata-kata nih. Tapi intinya mas harus belajar “foot work” yaitu mengatur posisi kaki satu di depan dan satu di belakang mirip kuda-kuda di silat itu. Lalu ayunkan raket sehingga cock bisa menyeberang tipis di depan net…
Supaya mahir, harus latihan dengan pelatih atau teman yang sudah pintar. Nah, pelatih atau teman tadi yang mengumpan cock ke depan kita lalu kita mengembalikannya dengan netting. Kalau di RT saya pelatih atau teman yang melatih sekali melatih netting memegang 5-10 cock sekaligus jadi yang dilatih main netting lama-lama mahir juga…
Coba aja mas…. selamat bermain dah !
wahono // February 3, 2009 at 4:41 pm |
salam kenal
Mas, saya barusan beli raket pro ace sting 168 , gmn menurut mas try raket tsb bagus atau tdk ,terus terang sy kl main suka nyemes yg pantas buat sy raket yg gmn,,,,?
makasih sblmnya
wahono // February 3, 2009 at 4:51 pm |
salam kenal
Mas, saya barusan beli raket pro ace sting 168 , gmn menurut mas try raket tsb bagus atau tdk ,terus terang sy kl main suka nyemes yg pantas buat sy raket yg gmn,,,,?umur 36 th
makasih sblmnya
Mas Wahono,
Salam kenal juga…..
Baguslah mas kalau mulai bermain badminton lagi. Raket Pro Ace Sting 168 saya belum pernah nyoba. Tapi kalau melihat dari namannya Sting yang artinya “Entup” mestinya bagus untuk bermain gaya menyerang. Kalau raket Sting 168 itu enak mas pakai buat nyemes, ya udah pakai raket itu aja mas…
Nanti kalau permainan mas sudah meningkat, misalnya pengin ikut kejuaraan dsb dan belum puas dengan raket tsb bisa kok nyoba-nyoba raket teman, nanti lama-lama kan mas tahu mana raket yang paling cocok…
Saya mau nyaranin pakai Yonex Muscle Power atau Arc Saber belum berani. Karena sebenarnya yang ideal sebelum beli raketnya, nyoba pinjem raket teman dulu. Ya jenis framenya, ya jenis senarnya…
Sekian mas, selamat bermain badminton….
kididy // February 10, 2009 at 8:44 am |
Pak Tri…saya mau tanya nih? tapi sebelumnya salam kenal dulu….
Kapan itu saya beli yonex MP27+senar BG 66=total400rb,waktu maen,dipake ga sampe 1bulan,pas benturan ama raket temen,raketku jadi patah.Waktu itu aku ga tau tarikan berapa, solanya aku ga ngerti masalah tarikan.
Skg aku mo beli lagi raket baru,nitip temen yg lg ke JKT(oh ya posisiku di Manokwari)
1.Kira2 raketku MP27 itu asli ga ya?
2.Saya mau beli RS, kira2 seri/tipe brapa ya?Oh ya, pengennya aku maen offensive!
3.Tarikan berapa, senar jenis dan tipe apa?
4. Saya pengen raket non Yonex aja. Coz yonex dah punya brand, pikir saya 2 raket kualitas sama-laen merk,pasti yonex lebih mahal. Kira2 selain RS, menurut pandangan bapak yang mengaku hanya sebagai “Pengamat” saja kira2 merk dan seri/tipe apa?
oh ya, batas maksimal anggaran beli raket+senar,maks 400rb…ya mentok2nya 500rb lah..tp kl bisa dibawahnya.
Makasih atas masukannya………….
Mas Didik,
Kalau raket anda patah, ditarik dengan senar tegangan berapapun…dugaan saya sih raket Yonex anda palsu ! Kalau barangnya masih ada, sekali lirik saya tahu itu raket Yonex palsu atau asli…
Kalau di Jakarta, semua raket RS adalah asli. Demikian pula semua raket Astec adalah asli. Kalau yang merk lain, saya tidak bisa menjamin. Anda tinggal nitip pesen temen anda itu untuk pergi ke toko raket yang bagus, dan membelikan anda raket RS atau Astec. Kalau budget anda cuman Rp 400 rb, ya itu dapat raket RS atau Astec antara low end (versi termurah) atau medium (versi harga sedang)…
afri PB.CBC JOGJA // February 11, 2009 at 12:45 pm |
alo Pak salam kenal saya dari Jogja ni baru 14 tahun
mau cari raket yang enak buat smash harga sekitar 200-350 ribuan yang bagus apa????
balas ok
Afri,
Kalau di Jakarta dengan uang segitu (Rp 200 rb – Rp 350 rb)..Afri sudah bisa beli raket Yonex tipe Isometric 65 LT, atau Yonex tipe Carbonex 1, atau Yonex tipe Carbonex 2…
Tapi kalau di Yogya saya tidak tahu. Coba aja datang ke Mal terkenal dekat tempat tinggal anda, dan tanyakan di Toko Buku Gramedia yang ada bagian alat-alat sport di dalamnya…
afri PB.CBC JOGJA // February 11, 2009 at 12:47 pm |
Pak Tri orang mana nih???
Fly pOWER special editioN bbagus gak tu pak???
Hallo Afri,
Saya orang Jakarta yang tinggal di sebelah timur dari Jakarta Timur….
Fly Power Special Edition bagus atau tidak ?
Jawabnya, tergantung. Kalau raket itu anda pakai dan enak dipakainya dan cocok dengan tipe permainan anda (bertahan, menyerang, gabungan bertahan dan menyerang), maka ya itulah tipe raket yang terbaik bagi anda…
Makanya kunci beli raket adalah pakailah atau pinjamlah raket kepunyaan teman anda. Kalau enak dipakainya, beli. Itu cara termudah…
Ok ? Selamat bermain badminton…
kididy // February 12, 2009 at 9:49 am |
Pak Tri…
. Coz, di tempatku aku pake raket temenku merk Hart(ato Smart ya bacanya) INFINITIVE CONTINUOS, lebih enak daripada semua raket temen-temen lainnya….mulai Yonex MP22, MP22light,MP99sp, Astec ada 6 raket, carbonex 25 sp, carbonex 21(batangnya hitam agak kehijau2an),Toalson (lupa serinya), carbonex 8sp, carbonex 9…
saya mo tanya masalah tarikan senar:
1. Semakin kenceng tarikan senar, apa efeknya terhadap laju kok?
2. Bener ga tarikan 24 ato kebawah lebih kenceng laju kok-nya dibanding tarikan 26 ato keatas?
3. Masalah Low end or High end, bagi saya ga masalah pak. Yang penting dapat raket yang cocok dengan hati namun juga bersahabat dengan dompet
Saya juga mau tanya masalah raket Hart(ato Smart ya bacanya)…itu raket gmana???
makasih pak………
Mas Didik,
Saya ini hanya “pengamat” permainan badminton lho, bukan pemain, apalagi ahlinya….cuman saya kebetulan punya blog..jadi bisa membahas masalah ini :
1. Saya mengamati dari anak2 RT saya main, diajari main net dengan cara tegangan senar dikendorkan. Kesimpulan saya : senar kendor untuk bertahan, senar kencang untuk menyerang. Tapi ada komentar pembaca blog ini yang membantahnya. Ya sudah, terserah situ wae, lha wong saya cuman pengamat kok….
2. Tegangan senar 24 lebih kencang laju cock-nya daripada tegangan senar 26 ke atas ? Wah…mungkin perlu diteliti tuh di UNJ, UPI, UNES, UNM, UNY dsb di jurusan Pendidikan Olahraga. Tapi setahu saya, laboratorium olahraga di Indonesia tidak semaju Singapore, Jerman (waktu itu Jerman Timur), dsb. Jadi, kesimpulannya saya tidak tahu. Yang ada sekali lagi hanya teori-teori anak-anak di RT saya…
3. Kalau Mas Didik bilang raket merk HART seri Infinitive Continuous paling enak dipakai, ya monggo saja. Karena teori saya : raket yang paling enak dipakai, itulah raket yang cocok bagi pemain yang mendukung tipe permainannya (penyerang, bertahan, kombinasi). Tapi sebagai teman “penjual” raket, saya juga punya teori : semakin mahal harga raket, maka bahan yang dipakai semakin mahal (titanium, composite) dan semakin tahan lama (tidak mudah patah) dan semakin enak buat dipakai. Anda di sini bicara pernah pakai raket yang harga barunya Rp 1,5 juta – Rp 2,0 juta, tapi anda bilang “nggak enak dipakai”. Lah, apa benar begitu ? Kalau di tingkat RT saya mah, siapa pegang raket dengan harga termahal (semua orang tahu), banyak pemain lain yang menghormatinya (kayaknya bukan menghormati orangnya, tapi menghormati raketnya). Ibarat di jaman dulu, kalau ada orang pegang keris Nagasasra atau Sabukinten, maka semua orang menoleh dan membicarakannya. Bukankah begitu, Mas Didik…
Yang penting, nikmati permainan dan jangan sampai kantong anda kobol-kobol…hehehe…
Andriz // February 17, 2009 at 4:52 am |
Salam kenal mas Tri…
Waahh… saya salut sama situ.. sangat antusias sekali menjawab pertanyan2.. udah gitu, bahasannya jelas banget lagi…
Semoga umur anda panjang deh… jarang2 soalnya nemu yang kayak gini…
Hehehe…
Saya Andriz, tinggal di Cijantung, Jakarta.
Saya main badminton mulai 3 th lalu bersama teman2 yang kesemuanya warga baru dan pasutri baru.
Kebanyakan pemula, hanya 2-3 org saja yang mahir. Makanya perkembangan saya agak lamban.
Tahun lalu, saya mulai serius mempelajari tehnik barmain secara otodidak. Buka2 Internet, ngeliatin tehnik dari youtube, tanya2 sama yang lebih mahir, sampe memperhatikan permainan orang yang lebih mahir.
Dulu sih saya oke2 saja dengan raket saya. Belakangan, saya merasa raket saya ayunannya agak “ngambang”..
Raket saya, Flypower – Champion 1.0.
(Raket pemula saat itu) Hehehe…
O iya, senar RG 65, tarikan 29 (menurut toko tempat nyenar).
Setelah saya baca2 blog ini dari awal, tampaknya makin menguat keinginan saya ganti raket.
Permainan saya cenderung tidak spesifik.
Kadang nyerang, kadang maen penempatan bola.
Saya sih belum banyak coba pake raket temen2, seperti yang disarankan mas Tri.. Nanti deh saya coba2 raket lain.
Tapi sebagai gambaran saya, kira2, saran raket buat saya apa ya mas Tri..?
Thanks mas Tri..
Mas Andriz,
Salam kenal juga….
Hehehe…mas, sampeyan bener soal saya ini manusia langka, yaitu manusia pengamat. Yang udah banyak itu orang pinter yang bicara badminton dengan teori-teori yang sampai mulut berbusa-busa, atau orang yang pinter main badminton beneran (tapi nggak pernah nulis). Lha saya ini pengamat saja, istilahnya mungkin wartawan lokal atau blogger yang senang berdiskusi dengan mereka-mereka yang sering berpeluh-peluh di lapangan badminton. Jadi istilahnya, saya ini cuman mengangkat diskusi lapangan badminton di RT saya saja. Tapi ya diskusi itu nggak bisa disepelekan lha wong rumah saya dengan Pusat Pelatnas PBSI Cipayung kan paling cuman 3 km.
Teori saya tentang “raket terbaik adalah raket yang paling enak dipakainya dan cocok dengan gaya permainan kita” patut dicamkan. Lha raket anda Fly Power seri Champion 1.0 sudah nggak memuaskan karena permainan anda sudah semakin maju, berarti anda perlu ganti raket…
Kalau berkaca lagi dari pemain-pemain di RT saya, sebelum jago sekali mereka jarang yang pakai Yonex dan kebanyakan pakai raket RS (Reinforced Speed) yang konon nggak ada tiruannya (semua asli) itu. Harga raket RS kalau nggak salah antara Rp 300 rb – Rp 750 rb. Anda tinggal pergi ke toko raket langganan anda (yang dijamin raketnya pasti asli, dan harganya dijamin cukup miring). Tanya aja raket RS yang sesuai dengan kantong anda apa. Coba beli, coba dimainkan. Saya yakin permainan mas Andriz akan berkembang…
Tapi sekali lagi, kalau sudah semakin berkembang lagi, ya raketnya harus diganti ke level yang lebih tinggi. Itu aja saran saya..
(Ibarat main pingpong, kalau belum jago jangan pakai blade Butterfly Gergely, entar malah nggak bisa main…)..
Ok mas, selamat bermain badminton !
Sugiarto // February 26, 2009 at 9:18 am |
Salam kenal pak tri. akhirnya saya beli at900sp harga 1.3 kemahalan tidak ya? ternyata bagus utk yg suka smas. pak tri boleh dong diulas carakter ti-10 makasih
Mas Sugiarto,
Salam kenal kembali….
AT900SP (Armotec 900 SP) harga Rp 1.3 jt kalau menurut daftar harga di posting saya di atas kan Rp 1.55 jt, jadi harga yang anda dapatkan sudah “good price” lah..
Dengan harga raket segitu, emang biasanya sudah enak banget dipakai smash-smash an..
Karakter TI-10 bagaimana ? Wah..maaf saya tidak tahu semua jenis raket lho. Kadang-kadang ada yang baru diedarkan di Indonesia jadi saya belum sempat “mengenal”-nya…Yang jelas, kalau cocok dengan permainan anda dan raket itu enak dipakainya, ya itulah raket terbaik dengan anda, pada posisi kemampuan bermain anda saat ini…
Kalau permainan anda nantinya meningkat, disarankan untuk membeli lagi raket yang kategori di atasnya…
Ok, selamat bermain badminton, yang TI-10 boleh minjem nggak ? hehehe…soalnya di RT saya belum ada pemain yang makai raket itu…nggak tahu kalau 17 Agustusan 2009 ini…
sued // February 28, 2009 at 8:50 am |
Pak trie >>>>>>>>
Mau tanya lagi nich beda senar BG 66 ama 65BGTi
beserta karakternya aq bermain type kombinasi
makasih pak
Sued,
Saya baca di http://www.badmintonalley.com/ tenang perbedaan 2 senar tersebut dan ini jawabannya :
Yonex BG-66 String
Description
High repulsion and ultra-thin gauge. An ultra-thin 0.66 gauge providing excellent repulsion and shock-absorbing performance.
Features
* Gauge: 0.66mm / 22 gauge
* Length: 10 Meter ( 33 Feet )
* Color: White
* Made in Japan
* ==================
* Staff Rating
* Power: 4
* Touch: 5
* Durability: 2
Yonex BG-65 Ti String
Description
BG65Ti is designed to deliver more power and less shock. High-quality titanium gives it high-power repulsion and excellent shock-damping performance. It is the ideal string for high-tension stringing and aggressive tournament play.
Features
* Gauge: 0.70mm / 22 gauge
* Length: 10 Meter ( 33 Feet )
* Color: White
* Made in Japan
* ==================
* Staff Rating
* Power: 3
* Touch: 3
* Durability: 4
Jadi bedanya menurut pabriknya, BG66 cocok untuk permainan bertahan sekaligus menyerang, tapi kalau mau disetel tarikan senarnya yang agar kuat dan pengin main dengan agresif, jawabannya lebih baik pakai BG65Ti…
Yang jelas, di Jakarta saya sudah cari-cari BG66 mudah didapat tapi BG65Ti agak sulit didapat, makanya pemain badminton di RT saya kebanyakan pakai BG66 semua dan jarang yang pakai BG65Ti. Tapi kalau anda nemu yang BG65Ti, itu satu strip lebih baik daripada BG66…
Mimi // February 28, 2009 at 11:56 pm |
oom….
mimi, nongol lg ni….
kmrn smpt beli raket”an, hehehe….
di MGna GUNUNG AGUNG…
eh, pas smp rmh koq framenya mlh miring, mang belinya yg murah seh Muscle Power 5, hbs kan cm bwt main”an…
yawda karena framenya dah ga bener jd pake punya temen.
oom…. ada referensi raket ga plus toko yg jual sktran pasar rebo ga jauh dr cijantung tp ga lbh dr “GOPE” hehehe…
tQ ya oom……
Mimi,
Wah…kalau beli raketnya Yonex Muscle Power 5 dan belinya di MG-nya Gunung Agung, itu authorized dealer dari Sunrise, Singapore lho ? Emang miringnya frame setelah dipakai berapa lama ? Biasanya ada garansinya kok…anda bisa langsung komplain dan tukar tuh raket. Cuman, harus dipastikan dulu Frame raket itu juga “disenar”-nya di MG GA juga, soalnya beberapa raket tertentu (terutama yang dibawah Rp 1 juta) akan melengkung, miring, bahkan patah kalau dipasang senar dengan tegangan lebih dari 28 (jadi 29 atau 30). Nah, kalau beli frame-nya di MG GA, tapi masang senarnya di luar, maka MG GA gak bertanggung jawab dong (logika sederhana)…
Kalau beli raket di sekitar Cijantung, saya tahunya di sekitar Pondok Gede Mal. Di Lantai 3 (di atas Matahari) ada Toko Sentra, yang di dalamnya ada MG juga. Saya beli frame raket Yonex di sini dan ok ok saja. Alternatif lain, pergilah dari PG Mall ke Jalan Jatiwaringin, setelah Giants dan setelah Jalan Gamprit (pertigaan macet, banyak ojek, pasti anda bisa mengenalinya) 3 toko di sebelah utara Jalan Gamprit menghadap ke barat ada toko olahraga punya Mas Naryo. Raket-raket di sini kualitasnya bagus dan harga cukup miring. Kalau budget anda Rp 500 rb, beli aja raket RS atau Astech karena dijamin asli dan harganya cocok segitu, selain itu enak dibuat main badminton…
Ok ? Selamat berburu raket ya…
Mimi,
Ini jawaban terbaru saya….
Tadi sore saya sempat jalan-jalan ke beberapa Mal. Rupanya yang dulunya MG dan Authorized Dealer dari Sunrise, Singapore, ternyata beberapa sudah “mencopot” papan nama (sekitar ukuran 25×35 cm) itu. Makanya ada cerita Muscle Power 5 frame-nya sampai melengkung. Ternyata itu Muscle Power 5 bikinan China (bukan Japan atau Taiwan) maka kualitasnya tidak terlalu bagus, mungkin juga anda masang senarnya terlalu kencang (padahal 22 sudah cukup, katanya). Saya cek sendiri, tidak ada sticker PBSI di gagang raketnya, jadi memang raket itu aspal dan KW2, makanya harganya juga agak miring sudah pakai bonus 2 senar dan 1 tas. Mengenai raket Yonex asli, silahkan klik link di posting saya ini, di situ diterangkan ciri-ciri raket Yonex asli. Tapi kalau harganya di atas Rp 1 juta, itu pasti raket Yonex asli yang bahannya mungkin dari Titanium, Graphite atau serat komposit lainnya yang cukup kuat untuk ditarik senar sampai 28, 29 atau 30…
roby // March 5, 2009 at 12:03 am |
pak aku punya carbonek 6,aku beli harga nya 250000,kira2 asli nggak ya pak,tempat tinggal saya di bkl
Roby,
Kalau raket Carbonex 6 dengan harga hanya Rp 250 rb, saya duga itu Carbonex 6 aspal. Kecuali ada yang membawa dari kapal, dan anda beli langsung dari dia. Sebenarnya saya bisa mengenali apakah sebuah raket Yonex palsu atau tidak, hanya dengan meraba dan melirik tanda-tandanya. Soalnya saya belajar dari yang ditulis oleh Kang Fath yang link-nya ada di posting ini (coba dilihat lagi)…
Kalau di Jakarta sih jika budget anda hanya Rp 250 rb saya sarankan beli raket versi termurah (low end) dari Astech atau RS karena kedua raket itu tidak ada palsunya (semua asli). Harga termurah mungkin sekitar Rp 300 rb – Rp 350 rb (tergantung dimana anda tinggal di Indonesia)…
Sekian dulu, mudah-mudahan bisa nabung lagi dan beli Astech atau RS.. Yang penting, sekarang nikmati dulu bermain badminton….;-)
weli // March 6, 2009 at 11:13 am |
saya mau tanya harga raket arcsaber 10 berapa????
Weli,
Saya cek harga Arc Saber 10 di link ini : http://www.badmintonalley.com/SearchResults.asp
harganya adalah salah satu yang termahal dari raket Yonex, yaitu $ 227.95
Raket Yonex yang agak sebanding dengan Arc Saber 10 adalah Nano Speed 9000 (NS9000) $ 228.95, Muscle Power 100 $ 219.95, dan Nano Speed 9900 $ 238.95
candra // August 13, 2009 at 9:24 am |
untuk mas weli ascaber 10 itu seharga 1.500.000 di lenteng agung
Cikgu // March 11, 2009 at 10:18 am |
Selamat untuk semua..sy dari malaysia….
pd 18/3/2009 ini sy mau bercuti ke indonesia dan dalam perancangan mau ke jakarta dan bandung…
ramai teman-teman di malaysia bilang harga raket badminton di indonesia jauh lebih murah dari malaysia…
jd sy mau nanya org-org di indonesia bisa kasi tau ngak harga raket-raket dalam uang rupiah…
ramai teman-teman nanya harga arcsaber,amrtech dan nano…kalau di malaysia arcsaber di jual pd harga rm980 ringgit..
Cikgu Famieyda,
Mungkin Cikgu benar, harga raket Yonex ArcSaber 10 di Malaysia dijual seharga RM 980 (sekitar Rp 3 juta), tapi dengan harga tinggi seperti itu Cikgu sudah beroleh keyakinan bahawa raket yang Cikgu beli adalah aseli (original, Made In Japan)..
Di Jakarta harga ArcSaber 10 dijual dengan harga antara Rp 2.5 juta – Rp 2.7 juta, tapi Cikgu harus yakin dimana toko yang menjual raket tersebut dan apakah raket yang dibeli asli. Saya sarankan kalau Cikgu ke Jakarta atau Bandung, lebih baik membeli raketnya di Toko Gramedia dan perlu ditanyakan apakah raket yang dijual benar asli Made in Japan. Biasanya raket yang dijual di toko-toko Jakarta berupa frame-nya saja, setelah dipilih dan dibeli dan dibayar, baru Cikgu pesan senarnya (string) biasanya ambil yang merk Yonex BG-66 atau BG-65Ti (Titanium) seharga Rp 60 ribu, dan perlu sehari untuk diberi string dan baru esoknya boleh raket dijemput di toko…
Cikgu // March 11, 2009 at 11:32 am |
3 juta ???kalau di malaysia udah bisa buka store barang badminton he he he….
skrang sy pkai nanospeed200..harga di malaysia lbh kurang rm150 aje..di malaysia ada made in taiwan dan japan..kalau taiwan murah la berbanding japan
Cikgu,
Ya kalau punya RM 3 juta, bisa buka store barang badminton la…
Tapi ini kan Rp 3 juta (3 juta rupiah) ya setara dengan RM 980…
Ya lebih baik beli yang Made in Japan, soalnya sangat mantap dipakainya (boleh tahan)…bisa meniwaskan Taufik Hidayat la kalau pakai raket badminton tu…
Cikgu // March 11, 2009 at 2:03 pm |
waaaah bisa kalahkan taufik mana mungkin pak ha ha ha ha…
bapak tau jgk ngak harga kasut badminton?kalau bapak tau bleh tolong kasi tau ngak kasut Yonex SHB-57 di sana berapa Rp?kalau ditukar dgn RM kalau lg murah sy jgk mau beli kasut…
Cikgu,
Wah…biasanya di Indonesia toko yang menjual perlengkapan badminton seperti racket dan string, berbeza dengan toko yang menjual kasut badminton (ini reality walau agak weird). Jadi saya belum cek berapa tu harga kasut Yonex SHB-57 di sini. Tapi nanti kalau ada waktu saya cek…
Cikgu // March 12, 2009 at 2:18 pm |
kpd orang2 indonesia boleh kasi tau ngak senarai harga kasut badminton di sana?
Cikgu,
Harga “kasut”, maksudnya harga shock badminton ? Yang dipakai sebelum memakai sepatu ? Harga shock badminton di sini hanya Rp 30.000 – Rp 50.000 (RM 10 – RM 15)
iqbal // March 18, 2009 at 8:03 am |
Abang pengen nanya nich…..
kalo sekarang di gramedia bandung ada ga raket yonex yang harganya 200 rb? apa aja?
Iqbal,
Saya nggak tahu kalau di Gramedia Bandung ya, tapi sekitar 6 bulan lalu saya di Toko “Trio Sport” di Jatinegara Jakarta, masih nemu raket Yonex Carbonex 1 (warna biru) dan Yonex Carbonex 2 (warna merah) berikut senar harganya Rp 200 ribu. Dari bentuk fisiknya itu Yonex asli, namun harga tersebut belum termasuk tas raket berwarna hitam dengan tulisan “Yonex, World Badminton #1″..
Lokasi Trio Sport, kira-kira 500 m di sebelah barat Stasiun Jatinegara..
randy // March 20, 2009 at 3:01 pm |
pak tri…
bagai mna!!!cra na spya racket tetap baik
Randy,
Wah…pertanyaanmu susah nih : bagaimana caranya agar raket badminton kita tetap baik ?
Berdasarkan pengamatan saya ke pemain-pemain badminton di RT saya, ada beberapa cara sih…
Pertama, setelah dipakai raket harus ditaruh di tas khusus raket agar tidak terkena debu, air, dan larutan yang bisa merusak raket (cuka, dsb)..
Kedua, yang paling penting dari raket adalah senarnya, jadi pastikan agar senarnya tetap baik dan bila senar mau putus atau tegangan senar sudah tidak sesuai lagi dengan awalnya, usahakan membeli senar dan memasangnya kembali sesuai tegangan yang anda harapkan, selain itu mengganti senar juga menjaga agar dalam waktu kritis misalnya saat pertandingan, senar anda tidak putus..
Ketiga, kalau anda menggunakan karet grip tambahan di gagang raket anda, pastikan karet grip itu masih bagus atau tidak sobek, dan jika karet grip atau handuk grip sudah usang, gantilah dengan yang baru karena grip yang bagus akan membuat permainan badminton anda semakin mantap
Keempat, untuk raket yang mahal (misalnya Yonex yang harganya di atas Rp 1 juta), kadang-kadang karena dipakai untuk permainan yang keras dan mati-matian, frame-nya suka retak dan hampir putus, untuk kasus ini pergilah ke toko raket yang dipercaya untuk meng-klem kembali frame raket yang nyaris putus ini sehingga raket bisa dipakai kembali..
Kelima, jika anda pecinta badminton sejati, maka jumlah raket anda pasti lebih dari satu karena biasanya kalau anda memenangkan pertandingan antar RT misalnya, maka Pak RT atau siapapun yang agak kaya di RT itu dan concern dengan badminton akan membelikan anda raket baru,sebagai contoh di RT saya setiap remaja yang memenangkan pertandingan 17 Agustusan tahun kemarin, saya belikan raket Yonex Isometric 66SP yang harganya sekitar Rp 250 rb..Maksud saya, kalau ada masalah dengan raket yang lama ya sebaiknya beli raket yang baru, mungkin tidak perlu beli sendiri, bilang aja ke Pak RT atau sponsor di tingkat RT, pasti dibelikan deh…saya jamin !
Jashiovan IVA // March 29, 2009 at 4:00 pm |
Hmmm…
Menarik juga ya mengamati begitu banyaknya dari berbagai kalangan yang mulai dan sedang belajar tentang Badminton…
Setelah sama amati dari berbagai coment di atas, ternyata rata2 sama keluhannya..yaitu seputar pengetahuan dasar memilih raket yang benar…
Hmmm…sesuai apa yang telah saya alami selama ini, pada dasarnya seorank pemain badminton itu memank bener2 harus jeli mengetahui karakter/type permainan kita sendiri…baru kemudian kita menentukan jenis yang raket yang cocok untuk kita gunakan…
Maaf…saya sudah hampir 18 tahun berkecimpung di sekolah Badminton, walau masih dalam kategori amatiran…
Sesuai dengan jumlah koleksi raket yang pernah saya gunakan ada sekita 45-50 jenis raket dari mulai Yonex type Carbonex 9 yang waktu itu masih kisaran harga 65.000,- s/d Yonex Hight Jet 120 yang sekarang kisaran harga 6.400.000,-
Pada dasarnya…harga sebuah raket tidaklah begitu signifikan dalam kita mengembangkan kemampuan bermain pada diri kita sendiri, tetapi yang bagaimana kita mengerti type permainan kita..Salah satu contoh yang yang pernah saya alami…Saya lebih cocok makai Yonex MP 88 ketimbang makai Hight Jet 120 yang hargany sangat jauh beda…karena type permainan saya adalah type menyerang…
Aeropoint FG 70 yang harganya cuman 150.000,- bagi saya juga lebih enak n cocok ketimbang Hart Power One 700 yang harganya sekitar 800.000,-
Makanya buat semua temen2 pecinta olahraga badminton diseluruh tanah air…alangkah baeknya kita mengetahui karakter permainan kita sebelum memilih jenis dan type raket yang mau kita…
Bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang jenis dan type raket yang cocok untuk karakter permainan kita yang baik yang cenderung defensif, ofensif maupun kedua2nya…bisa dilihat di blok saya…www.mekarjaya.badmintonschool.com
Bang Jashiovan,
Trims infonya….
Untuk posting tentang harga raket badminton saja, setiap hari ada 100-200 orang yang setia mengunjungi posting ini saja…
Berarti banyak orang yang tertarik dengan badminton dan permainan badminton…
Mengenai tipe permainan kita, mungkin perlu orang yang mengamati dengan seksama. Kadang2 kita nggak tahu permainan kita lebih defensif, ofensif, atau kombinasi…
Tapi saya mau bilang jujur. Jaman sekarang nih jaman banyak orang mampu, beli motor saja seperti beli kacang goreng. Jadi kemungkinannya, orang akan BELI RAKET lebih dahulu daripada mengetahui TIPE PERMAINAN yang ia mainkan. Menurut saya hal ini sah-sah saja, yang penting toko olahraga kebanjiran duwit karena menjual raket dan cock..
Masalah setelah beli 5 raket baru nemu RAKET YANG COCOK maupun TIPE PERMAINAN yang ia mainkan, itu biarkan saja…
Mengalir seperti air, itulah yang saya maksudkan dengan berdiskusi tentang badminton ini. Ujung-ujungnya, biarlah nanti badminton populer di Indonesia kalau perlu semua orang tua muda laki perempuan kaya miskin…semuanya main badminton…
Di toko2 yang ada umumnya di Jakarta, saya belum nemu harga raket yang melebihi Rp 3 juta (USD 250). Kalau anda sebutkan ada raket harga RP 6,4 juta, mungkin hanya konglomerat ya yang beli ?
sugeng // April 9, 2009 at 11:29 am |
tegangan tuk raket tipe serang
Sugeng,
Wah…mengenai tegangan raket untuk tipe serang, terjadi pendapat yang berseberangan nih. Ada yang bilang tegangan 22 cocok, tapi ada yang bilang 26 cocok..
Saya sebagai pengamat yang awam, ya semakin bingung. Mungkin tanya aja tukang senar yang berpengalaman di sekitar rumah anda, dan coba sendiri apakah tegangan yang dipasang di senar sudah cocok dengan tipe serang anda. Semacam eksperimen lah…
Herson // April 14, 2009 at 10:49 pm |
Salam kenal Pak Tri..
Maaf saya mau tanya kalau merk ASTEC atau RS yang spesifikasi yang sama dengan Yonex MP 45 itu apa ya pak? soalnya kalau pake MP 45 kan harganya lumayan.
Tks ya Pak Tri…
Mas Herson,
Salam kenal kembali….;-)
Saya kira raket ASTEC atau RS yang setara dengan Yonex MusclePower 45 itu ASTEC atau RS kelas “high end” atau jajaran raket dengan harga termahal. Saya kebetulan tidak hapal tipenya, tapi mas Herson bisa mendatangi toko raket yang dipercaya. Seingat saya kodenya 6000,7000, atau 9000 begitu, tapi saya lupa kode di depannya apa…
Selamat berburu raket…
lena // April 18, 2009 at 11:44 am |
aloo pak tri…??salam kenal ya…??q remaja usia 16thn.
q berasal dari kota banjarnegara jawa tengah, I love badminton??kelas 6 sd aku pernah ikut clab badminton.dalam berlatih aku pakai raket yonex MP 24 bentuknya lonjong dan sangat enak dipakai.aku sigle dengan temanku laki-laki yang sama-sama kuatnya ,aku jarang kalah.setelah lulus sd aku berhenti latihan.waktu kelas 1 sma q kembali masuk clab untuk menghadapi popda tahun depan.aku berlatih memakai dunlop max 450 titanium.q merasa permainanku sekarang tidak seperti dulu sd.memang raket dunlop yang saya pakai sekarang yang bentuknya bundar bukan favoritku lagi pula lebih pendek dan berat dari raket yonex ku dulu.padahal dalam melangkah q masih selincah dulu.akhirnya popda kemarin q kalah di final…??apakah bentuk raket juga mempengaruhi kualitas permainan…??mohon pendapatnya ya pak …?/
Lena,
Wah…seneng mendengar anda sangat mencintai permainan badminton. Tapi ikut sedih waktu anda kalah di final Popda…
Menurut pendapat saya pribadi, so pasti raket yang anda gunakan mempengaruhi permainan anda..
Anda tinggal di Banjarnegara, pasti sudah tahu dong cerita Jawa tentang pertempuran antara Sutawijaya dengan Arya Penangsang ? Sutawijaya bisa mengalahkan Arya Penangsang karena menggunakan tombak Kyai Plered dan kuda betina, sebagai lawan Arya Penangsang yang pakai tombak dan kuda laki-laki. Akhirnya kuda betina Sutawijaya bisa menarik perhatian kuda laki-laki Arya Penangsang jadi waktu bertempur Arya Penangsang tidak bisa konsentrasi karena kudanya juga kalah konsentrasi…
Walaupun level RW, pertandingan badminton antar RT di tempat saya sangat berlangsung seru. Dari baju, sepatu, minuman (KratingDaeng), sampai raket dan cock mempengaruhi..
Jadi lain kali, coba deh untuk meningkatkan permainan anda, anda memilih raket yang dulu disenangi waktu SD dulu. Kalau tidak ada di Banjarnegara, anda bisa ke Purwokerto, Yogya, Semarang atau bahkan ke Jakarta untuk mencari raket dimaksud..
Ok Lena, yang penting anda tetap mencintai badminton, kan ?
tino // April 22, 2009 at 8:25 am |
Saya baru ikut rekan-rekan di kantor maen badminton.
raket yang saya gunakan MP22 taiwan(ga tau asli ato palsu)..
dan saya minat beli raket carbonex 24 SP.. tlg ciri-ciri yg orisinil..
oiya, saya domisili di banjarbaru kalsel..
Tino,
Saya tahu ciri-ciri raket Yonex yang orisinil (bisa baca juga di link awal di posting ini), apalagi kalau disandingkan dengan raket palsu atau aspal nya. Ciri-cirinya antara lain ada lambang PBSI agak dof (tidak mengkilat) dan nomor seri yang tajam, serta ada hologram dari Sunrise bergambar orang menari (orang menari akan kelihatan bila dikenai cahaya di hologramnya)..
Yang lebih jelas lagi, kalau harganya di atas Rp 1 juta, itu sudah pasti orisinil Made in Japan. Kalau masih di bawah Rp 150.000 itu raket Yonex bikinan Surabaya, dan yang sekitar Rp 200.000 – 450.000 itu raket Yonex bikinan Taiwan.
Yang penting anda bisa memilih raket yang terbaik, tidak harus Yonex. Jika di Banjarbaru ada raket RS (Reinforced Speed) atau Astec (Alan-Susi Technologi), mendingan beli itu saja karena tidak ada yang tidak asli (semuanya orisinil) dengan kisaran harga Rp 350 rb – Rp 700 rb bila di Jakarta.
Lebih baik lagi anda atau saudara anda sempat mencari di Pasar Pagi – Jakarta, kata pembaca blog ini Toko Kharisma di Pasar Pagi menjual raket orisinil dengan harga pantas…
budi // April 22, 2009 at 10:00 pm |
lam nal ya p.tri, ni mo numpang nanya bntar…ak kmrn bl raket astec magic power…menurut p.tri bgmna raketnya? bisa d tarik sampai brp y?
Budi,
Salam kenal juga…;-)
Selamat, anda sudah beli raket Astec Magic Power, mestinya raket itu raket asli karena Astec nggak ada palsunya katanya. Raket itu cukup bagus lho, coba aja dibawa main, enak nggak ?
Astec bisa ditarik sampai 22 saya kira, kalau lebih dari itu tolong tanya langsung aja toko raketnya, biasanya mereka punya pengalaman-pengalaman..apa bisa ditarik sampai 24 atau 26…
Miko // April 30, 2009 at 10:30 am |
Salam kenal mas Tri,…..1 bln yg lalu saya beli raket yonex Mp 33, ciri2 nya ada logo sunrise yg baru ( seperti gambar kupu2 ), logo yonek,logo PBSI, no seri di grip & di batang dan di bawah grip ada tulisan japan, maaf waktu saya beli harganya 700 rb…. Pertanyaan saya apakah raket tsb benar2 buatan jepang & idealnya kalau saya pakai senar BG 66 itu tarikan berapa?……..terima kasih
Miko,
Wah…dari ciri-ciri fisik yang anda sebutkan kelihatannya raket anda cukup asli, apalagi kalau logo PBSI nya agak “doff” (redup) dan bukan “kinclong” alias mengkilap…
Dengan harga Rp 700 rb saya dulu raket Yonex MP33 anda adalah buatan Taiwan, karena kalau buatan Japan pasti harganya di atas Rp 1 jutaan (kecuali anda mendapatkannya pada toko dengan diskon besar-besaran, atau tokonya mau bangkrut sehingga semua stock raket dijual murah)…
Sayang anda sebutkan tentang “Japan” saja, padahal “Japan” itu bisa “Made in Japan” (pasti yang ini asli buatan Jepang), “Made of Japan” (modelnya dari Jepang, dibuatnya bukan di Jepang), ataupun “Mode of Japan” (seolah-olah buatan Jepang)..
Yang perlu dilihat lagi, tempat menjual raket tersebut adalah toko bonafid atau tidak ? Kalau bonafid, mungkin anda dapat raket Jepang yang asli…
Mengenai raket Yonex MP33 anda dengan senar BG66 bisa ditarik berapa, saya sulit menjawab, mengingat saya tidak melihat sendiri (sorry kalau saya berlebihan di sini…) raket yang anda beli itu. Kalau MP33 asli, saya yakin bisa ditarik sampai 26, 28 bahkan 30. Tapi kalau MP33 aspal, mungkin 24 frame raketnya sudah patah…
Tapi saya sarankan ditarik 22 saja mungkin sudah cukup. Atau tanya ke penyenar raket langganan anda, barangkali ia bisa memberikan saran yang lebih tepat…
Miko // April 30, 2009 at 2:09 pm |
mas tri,….terima kasih atas penjelasannya, sebagai informasi saya beli raket di toko olah raga BANSUN di bekasi, toko bansun merupakan toko sport besar di wilayah bekasi….dan logo PBSInya persis seperti apa yg mas tri katakan ” doff”, dan di batang raket ada tulisan” made in japan” waktu sy beli senarnya di tarik 29,…..kalau sy mau ganti senar BG 85 dengan tarikan 30 apa raket sy msh layak?…….matur nuwon
Miko,
O..syukurlah dengan ciri-ciri fisik seperti itu dari toko besar pula anda belinya, berarti anda dapat raket bagus yang dijual dengan harga diskon (mungkin bisnis lagi lesu…jadi harga turun, tapi jangan beli jelang 17 Agustus..mungkin bisa di atas Rp 1 juta ntar)..
Senar BG66 sebenarnya sudah bagus sekali, dan ditarik 29 juga sudah cukup untuk bermain bagus. Setahu saya dengan membaca beberapa blog atau website tentang badminton di Indonesia, BG66 sangat populer lho….
Jadi saya tidak tahu apa “motif” anda mengubah ke BG85 yang tentunya lebih bagus, tapi kurang populer. Kalau anda punya raket asli, disenar BG85 dan ditarik 30 saya kira masih bisa (tapi apa nggak kasihan frame-nya ? Sebaiknya tetap ditarik 29 saja)..
Noenk // May 1, 2009 at 10:44 pm |
Mas tri, berapa harga senar yonex bg 66 belum dengan ongkos pasang. Trus kalo jualan raket ada stock apa aja mas? Thanks
Mas Noenk,
Di toko Sentra di Mal dekat rumah saya, harga senar Yonex BG66 sekitar Rp 54 rb, belum termasuk ongkos pasang. Tapi kalau anda beli frame raketnya di situ, maka ongkos pasang senar gratis, tapi perlu waktu sekitar 1 jam..
Mengenai jualan raket, saya kebetulan tidak jualan raket, saya hanya pengamat….bahkan saya bukan pemain badminton. Saya selalu nanya di Toko Sentra tadi, yang ada stock apa saja. Rupanya banyak Yonex di toko itu, tapi tidak selengkap daftar raket yang saya tulis di posting ini. Artinya hanya beberapa saja yang stocknya ada, tapi dari minggu ke minggu stock raketnya juga berubah-ubah, terutama kalau jelang 17 Agustusan.
Sebaiknya anda lihat di toko Gramedia di dekat rumah anda, di sana biasanya dijual raket merk Yonex dan asli (cuman ada yang Taiwan dan Japan, yang Taiwan harga sekitar Rp 300 rb – 700 rb, sedang yang Japan biasanya lebih dari Rp 1 juta)…
ujangtaya // May 4, 2009 at 6:12 pm |
saya tidak tahu mas, raket atau badan saya yang udah lemah. padahal umur baru 40 an, kok main 1 set keringat kalau dikumpulin dapat secankir kopi. wah, mas ma’af diluar raket. biasanya ynag keluar keringat banyak ? endak masalah, soalnya sudah 20 thunan baru main raket lagi. terimakasih
Kang Ujang,
Wah…untung keringat yang keluar baru secangkir kopi….dan belum seember !! Hahaha…
Yang penting badan dilatih terus mas, semakin kita bagus kondisi fisiknya, tentu keringat yang keluar semakin banyak. Tapi umur 40 tahun juga harus diadakan general check up dulu di lab apakah ada yang salah dengan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat ?
Kalau semuanya ok ok saja, pasti keringat yang keluar nggak terlalu banyak kok. Tapi main badminton memang menguras keringat. Makanya bapak-bapak di RT saya selalu bawa handuk, dan 2-3 kaos tambahan untuk selalu ganti baju…terutama kalau mainnya berkali-kali…
Itu normal kok, Kang !
Raynaldo // May 11, 2009 at 8:20 pm |
Hey semua yang penting kalau main badminton itu SKILL bukan raketnya saya sendiri memakai raket armortec 250 pun sudah merasa cukup
hahaha
Raynaldo,
Posting ini tidak melulu mengenai bagaimana cara bermain badminton, tapi yang lebih penting lagi adalah….bagaimana caranya jualan raket !!!!
Jadi walaupun nggak punya skill, tapi punya duwit dan bisa beli raket Yonex yang harga Rp 1,5 juta ? Ya, just do it !! Mengapa harus dilarang ?
Siapa tahu dengan raket mahal tersebut ia bisa enjoy main dan badannya sehat, dan raket itu bisa dipinjamkan ke temannya yang mainnya bagus ?
Kalau semua orang belinya raket yang murah, lho…terus toko raket yang jual raket mahal-mahal siapa yang beli dong ?
Hayo, pikirkan baik-baik…
Hwekekekkekkek….;-)
hary // May 12, 2009 at 11:15 am |
Mas saya lagi pengen beli raket dari TOPPRO kebetulan temen ada yang nawarin tapi saya pengen tahu harga pasarannya brapa yach, mas punya list harga untuk raket dari TOPPRO ga?
Mas Hary,
Wah…saya punyanya cuman daftar harga raket Yonex…..;-)
Kalau raket Astec, RS, TopPro, ProAce, Dunlop, Head, dan lain-lain saya nggak punya tuh…mungkin harus cari di http://www.badmintonalley.com/ jika raket bikinan luar negeri..
Lah, kalau raket bikinan Surabaya, Taiwan, dan China….itu yang susah didapat standarnya…
ahmad // May 17, 2009 at 11:10 pm |
kalo saya lagi ngebet main bulu tangkis, mo beli raket yang bagus e dompetnya rada kempis. ada ndak nih yang mau nyumbangin…. kali dah bosen he…kan bisa bagi hepy
Ahmad,
Siapa bilang bermain bulutangkis perlu punya raket sendiri ? Di RT saya, setiap warga diharapkan datang ke lapangan. Kalau ada teman yang nggak punya raket pasti dipinjamin. Soalnya setiap pemain membawa minimal 2 raket… Yang penting punya kemauan, pakai baju kaos yang sesuai, celana yang sesuai dan sepatu yang sesuai…tinggal pergi ke lapangan bulutangkis deh…
Kalau nanti anda sudah jago, banyak kok pertandingan bulutangkis yang hadiahnya raket….
rosi // May 19, 2009 at 4:00 pm |
tolong dong..aq skrg lagi ga punya club.jd gak bsa main..qlo misal ada club yang deket2 jakarta barat,minta infonya,,makasih sebelumnya
Rosi,
Alamat klub badminton di Jakarta Barat bisa anda search di Google dengan memasukkan string pencarian “alamat klub badminton Jakarta Barat”
Saya dapat nih satu :
Tunas Tangkas Primaraga Sakti PT (PB.Tangkas)
Kompl Green Ville Bl Q
JAKARTA 11510
021-5643757
ali // May 19, 2009 at 4:52 pm |
Hallo Pak Tri,
Saya mo tanya, ada raket merk Astec harganya 275 rb . Jenis nya Titanium 22, Titanium 25 juga 25 lbs dan 28 lbs. itu yang bagus jenis yang mana?
Makasih dari Ali bandung
Ali,
Saya cek di Google, nemu alamat diskusi tentang raket Astec, misalnya link ini : http://www.badmintoncentral.com/forums/showthread.php?t=33261
Katanya di diskusi itu, banyak yang suka Astec Titanium 25 (dibandingkan dengan Titanium 22). Kalau ada tulisannya 25 lbs artinya frame raket itu bisa dipasangi senar sampai tarikan 25 (istilah awamnya), sedangkan kalau tulisan 28 lbs berarti frame raket itu dipasangi senar sampai tarikan 28 (istilah awamnya). Jadi tentu yang terbaik adalah yang Titanium 25, 28 lbs…
Kalau benar harganya Rp 275 ribu, wah itu sudah harga bagus banget karena menurut diskusi di internet harganya USD 30 (Rp 310 ribu)…
Selamat memilih…
Tino // May 25, 2009 at 9:05 am |
Salam Pak Tri..
Ganggu lagi neh..
saya baru beli carbonex 21sp di gramedia banjarmasin.. mengacu pada ciri-ciri raket yonex asli diatas, kelihatannya raket saya orisinil, n dapet kartu garansi dari sunrise..
raket tersebut saya senar di tukang senar langganan, pake BG66,.. tukangnya cuma berani tarikan 23, pertanyaan saya apa betul Cab21 ori cuma tahan segitu…
sedangkan raket saya yg satu (MP22 ligth) bs disenar sampe 26..
makasih sebelumnya pa Tri..
Mas Tino,
Sebenarnya setiap raket badminton punya spesifikasi bisa disenar sampai tarikan berapa, 22 – 30 lbs. Saya lupa pernah membaca dimana info ini, kemungkinan besar di http://www.badmintonalley.com/
Itu dengan catatan raket asli lho, kalau raket “aspal”…saya tidak bisa berkomentar. Tapi membaca komentar-komentar sebelumnya di posting ini, raket aspal kalau dipaksakan ditarik senarnya terlalu kencang…pasti deh melengkung…
Selain raket “asli”, ada juga raket “asli tapi BS”. Nah yang terakhir ini juga tidak bisa ditarik sekencang mungkin, karena akan melengkung. Ciri-ciri raket “asli tapi BS” adalah diskonnya besar-besaran, misalnya harga Rp 400 rb didiskon 50% atau lebih, nah itu yang bisa dicurigai…
Salah satu cara melihat sebuah raket bisa ditarik sampai tarikan senar berapa, ya dicoba. Tentunya dengan resiko, raket akan melengkung bahkan patah bila tidak kuat ditarik senarnya dengan ketegangan melebihi spesifikasinya.
Pertanyaan saya, sebenarnya tarikan senar 22 lbs sudah cukup lho mas, kenapa pula harus ditarik sampai 26 lbs ? Kalau raket di atas Rp 1 juta sih boleh ditarik dari 26 lbs sampai (bahkan) 30 lbs, tapi kalau raket di bawah Rp 1 juta, saya sarankan hati-hati menarik senarnya…jangan terlalu kencang..
Ok mas, selamat bermain ya…
Anas // June 1, 2009 at 2:18 pm |
Salam Mas Tri,
Kalau mau beli raket di The Sports Warehouse barangnya asli ngak, mohon infonya.
thanks mas Tri
Anas,
Kalau raket-raket selain Yonex seperti : Dunlop, Charlton, Head, kayaknya asli tuh…. Waktu itu ada 1 tipe Yonex dengan harga sekitar Rp 450 ribu belum termasuk senar. Saya lupa cek apakah asli apa tidak. Tapi dengan harga segitu kayaknya ini Yonex Taiwan, karena kalau Yonex Japan harganya sekitar Rp 1 juta lebih..
Jadi jangan ragu-ragu beli raket dari The Sport Warehouse…
budi // June 3, 2009 at 12:11 am |
bagaimana cara mau beli raket?
Budi,
Wah…anda tinggal dimana nih ? Beli raket..datang aja ke Toko Buku Gramedia setempat, biasanya ada stand toko sport di dalamnya…yang juga jual raket badminton….
danang // June 4, 2009 at 6:02 am |
Mau tanya pak tri, kalau ProAce type Power Ace 99 dan Widebody 55 itu asli buatan ProAce nggak ya pak
Mas Danang,
Walah…saya tidak ahlinya raket badminton ProAce tuh, tapi kalau raket Astech dan RS itu tidak ada palsunya kok (semuanya asli)….logikanya, raket ProAce Power Ace 99 dan Widebody 55 itu juga asli…
Yang banyak dipalsukan adalah raket Yonex, mungkin karena harganya yang mahal….
ipank morello // June 5, 2009 at 12:29 am |
mas tri…raket carbonex 21sp warna abu-abu garis putih asli g ya? soalnya saya punya seperti itu..lain seperti yg d jual di toko2 seprti dua saudara d kawasan cempaka putih..warna d bawah tangkai hitam “japan”
Mas Ipank,
Saya cek di website raket badminton di Amerika http://www.badmintonalley.com/ raket Yonex Carbonex 21 itu ada (tanpa kata SP), warna pegangan hitam, gagang merah di tengahnya ada kuning dan di ujung dekat bulatan raket warnanya silver, di bulatannya warna silver dengan garis merah di kiri dan kanan, contoh lengkapnya lihat di website ini : http://www.badmintonalley.com/Yonex_Carbonex_21_p/racket-yonex-cab21.htm
Tapi yang di Cempaka Putih itu mungkin juga asli, karena Carbonex 21 katanya standar akhir tahun 1980an, tapi versi sekarang ini Yonex mengeluarkan warna-warna baru…
O ya harganya kalau di Amerika USD 104.95 (sekitar Rp 1,1 juta)..
yudi // June 8, 2009 at 11:24 pm |
salam kenal,saya yudi di pulogebang cakung, saya baru aktif main lagi setahun ini,raket utama saya mp 45 beli di mg ( semoga asli ), type permainan saya lebih banyak dropshoot dan smash, kira2 cocok gaknya dengan raket saya, rencananya senar mau ganti bg 65 Ti ,trims sebelumnya
mas Yudi,
Kalau raket anda dibeli di MG, mudah-mudahan asli ya…soalnya MG kan terkenal sebagai toko orisinil yang bagus…;-)
Pertanyaan apakah MP 45 cocok untuk permainan mas yang banyak dropshot dan smash, ya dikembalikan lagi saja kepada mas Yudi apakah mas merasa sudah cocok pakai MP 45 ? Mestinya dari dulu pakai senar BG 65 Ti biar mantap (saya tidak tahu senar yang dulu apa, soalnya nggak disebutkan)…
Kalau mau lihat raket badminton Yonex tertentu cocok untuk tipe permainan apa, silahkan lihat di http://www.badmintonalley.com/
Tapi saya juga menganjurkan mencoba sendiri, karena apa yang ditulis di badmintonalley.com belum tentu benar semua…
yudi // June 9, 2009 at 12:47 am |
trims pak tri,
kalau begitu makin mantap nih rencana ganti ke bg 65 Ti,sebelumnya saya pakai bg 66,untuk mp 45 kayaknya udah cocok sementara ini,ada rencana mau ganti ke armotech 700 atau 900, tapi mau membenahi fisik dulu, usia saya 28 tahun, kemarin nyoba punya temen emang enak untuk smash tapi ya agak berat, jadi menurut saya untuk pemain pemula seperti saya memang harus bisa menilai diri sendiri dan harus bisa menyesuaikan dengan pola permainan untuk selanjutnya dapat ditingkatkan, kalau menuruti keinginan saja sudah pasti pinginnya langsung pakai raket berat dan main smash terus, mohon pencerahannya ya pak,
trims pak Tri
Mas Yudi,
Ya…seiring dengan tambah mantapnya permainan anda, mestinya nantinya akan diiringi dengan ganti raket yang lebih sesuai. Tapi untuk sementara ini jika MP 45 sudah cukup memenuhi kebutuhan anda, ya silahkan ditahan dulu keinginan untuk ganti raket. MP45 kudu di-explore semua kelebihannya, nah…baru kalau MP 45 sudah tidak memuaskan lagi bisa ganti ke raket lain yang kata anda AM 700 atau AM 900…
Usia anda masih “usia keemasan” lho, soalnya umur saya hampir 2 x umur anda…hehe… Teman2 se RT saya masih mantap mainnya walau umur sudah 35-40 tahun. Selepas 40 tahun biasanya fisik yang rada kedodoran, kecuali jika fisiknya kena latihan rutin….bisa kayak anak 20 tahunan….hihihi…
O ya, jangan segan-segan minjem raket teman yang lain, di RT saya banyak pemain yang selain pakai Yonex juga pakai RS….supaya ada variasi bertahan atau menyerang atau “disesuaikan” dengan calon lawannya nanti….
Selamat berlatih untuk 17an…
Tino // June 9, 2009 at 1:44 pm |
Nanya lg ne Pak Tri..
pertanyaannya sama dengan mas yudi diatas
kalo CAB 21 dipasang BG 65 Ti bagus ga..?
sementara saya pake BG 66…
kalo type permainan saya belum tau neh, soalnya masih pemula banget…
dan masalah raket kayanya kog saya lebih nyaman pake raket terdahulu ya( MP 22 L) daripada CAB 21.. dan mau nyoba raket temen mereka jarang yg pake yonex, kebanyakan pake hart ato pro ace, makanya jadi sering nanya Pak Tri neh buat referensi..
Makasih pa…
Tino,
Menurut badmintonalley.com senar BG 65 Ti itu secara kualitas lebih bagus daripada BG 66, artinya cocok untuk main smash dan “kerja berat” lainnya. Maklum Ti itu singkatan Titanium…
Silahkan pakai raket yang paling nyaman dipakai, yaitu MP 22. Sedangkan CAB 21 ya dibawa aja dalam pertandingan nanti, siapa tahu senar raket MP 22 nya putus…
Raket Hart atau Pro Ace kalau cocok dan enak dipakai, kenapa tidak ?
irdan // June 15, 2009 at 10:04 am |
halo pak tri,
sya mulai setahun ini suka main badminton double oriented player..sya sekarang pake rake yonek armortec 300 krn menurut speknya cocok bagi yg belajar. nah seakrang sya mulai bisa bermain dan mulai berkembang, sya ingin belajar smash-based offensive utk double player. saran bapak raket yonex tipe berikut senarnya apa yang cocok ya? tks pak
irdan – bandung
Mas Irdan,
Menurut survei saya kecil-kecilan, kalau raket anda Yonex Armotec 300 maka senar yang paling murah, paling bandel, sekaligus paling populer dipakai adalah Yonex BG 65 Ti. Jika Yonex anda asli bisa ditarik sekitar 26-28 lbs, tapi 22-24 lbs juga sudah cukup kencang, tinggal nanya ke yang suka masang senar aja. Mudah-mudahan di Bandung ada ahli raket dan ahli senar yang punya toko peralatan badminton….
Selamat bermain !
irdan // June 15, 2009 at 11:56 am |
terima kasih pak…
atas infonya
maaf 1 lg..kalo sya ingin meningkatkan type raket merk yonex type apa yg cocok ya tujuannya untuk smash keras dan offensive.
klo senarnya BG 65 Ti sdh cukup ya. thanks again
Mas Irdan,
Sekali lagi, ini hasil survei kecil-kecilan yang saya lakukan, biasanya setelah menggunakan raket Yonex Armotec 300 dan ingin meningkatkan senjatanya untuk tujuan smash keras dan offensive disarankan pakai Armotec 600 atau 700 yang harganya sekitar 30-50% lebih mahal dari Armotec 300. Kalau udah bosen dengan serie Armotec boleh kok “pindah ke lain hati” dan menggunakan Yonex Arcsaber 7.
Mengenai senar, walaupun banyak senar yang lebih top, tapi Yonex BG 65 Ti tetaplah yang paling populer…
Selamat berbelanja !
deni // June 16, 2009 at 7:48 am |
Pak try,
akhirnya saya sdh daptkan raketnya.
baru di pakai sekali pekan lalu.mantap jg sih.
walaupun masih tanda tanya keasliannya.heheh
thank’s to inform nya..
Mas Deni,
Wah…selamat mencoba raketnya mas…
Baru dikirim dari courier ya…
Asli tidak asli yang penting raketnya mantap dipakai mas…;-)
Selamat bermain badminton……
Alfian // June 16, 2009 at 7:37 pm |
Salam,
umur saya 16 thn, sudah 2 thn lebih saya latihan badminton.selama 2 tahun itu saya menggunakan raket merk lifting dgn senar yonex bg 6.saya lebih condong ke permainan net dan dropshot. Tetapi, saat saya melakukan smash atau pukulan long, raket terasa goyang seakan dari karet shingga saya jadi ragu untuk melakukan smash. Karena itu, raket apakah yang bagus dengan harga 300-400 ribuan??
Terima kasih.
Alfian,
Menurut pendapat teman2 saya raket yang bagus untuk anggaran Rp 300-400 ribuan adalah Astech atau RS (Reinforced Speed). Sayang anda tidak sebutkan dari kota mana. Jika di Jakarta banyak toko raket yang menjual raket Astech dan RS dengan harga seperti yang anda sebutkan.
Coba aja mulai berburu raket badminton, mudah-mudahan smash anda tidak bergetar lagi karena saya tahu mutu kedua merk raket itu cukup bagus…(harga raket tipe mahalnya sekitar Rp 600-700 ribuan)..
yudi // June 18, 2009 at 12:09 am |
malam pak tri,
sekedar informasi untuk rekan rekan ,di istora senayan ada counter yonex khusus indonesia open, silahkan yang ingin berburu raket dan perlengkapan lainnya, saya tadi kesana tapi gak sempat nanya banyak karena ramai yang lagi membeli, nanti kalo udah pada membeli jangan lupa dibahas di forum ini ya, biar untuk referensi rekan yang lain ,
trims
Mas Yudi,
Terima kasih atas info yang simpatik dan sangat informatif ini. Ya bagi rekan2 dari daerah Jakarta atau Jabar atau Banten, mumpung lagi libur sekolah, silahkan berbondong-bondong nonton Djarum Indonesian Open 2009 dan cheer untuk para pemain Indonesia. Istora Senayan sudah terkenal se antero dunia sebagai “Venue Bulutangkis International yang Paling Berisik di Seluruh Dunia”….jadi jangan lewatkan kesempatan emas ini…
Seperti info Mas Yudi, di sekitar Istora juga ada kios Raket Yonex berikut perlengkapan lainnya. Dijamin asli dan dijamin murah….cuman sayang kok sudah masuk tanggal tua nih Indonesian Open-nya, kalau nggak saya akan memborong raket Yonex nih buat para keponakan…(saya tidak bermain badminton, cuman supporter dan komentator fanatik, tapi hobby beli raket..)…
yudi // June 18, 2009 at 9:33 pm |
malam pak tri dan rekan semua
sekedar tukar pengalaman,kalau di sport station , planet sport dan sport wherehouse raket bulutangkis sepertinya asli karena menurut saya mereka menjaga nama,tetapi menjual lebih banyak yang harga satu juta kebawah karena menurut saya toko itu toko olahraga umum jadi mereka berpikir orang yang mencari raket mahal pasti akan mencari ke toko khusus bulutangkis,
kalau MG panglima polim atau kelapa gading lebih komplit dari yang tigaratus ribu sampai raket yang dua jutaan, disini juga menjual perlengkapan yonex lengkap, harga raketnya tidak jauh berbeda dari yang pernah pak tri tulis di forum ini, untuk MG yang di toko buku Gramedia pada umumnya hanya menyediakan raket dan senar. Ada juga toko di pasaraya blok m lantai 4 ( kalau tidak salah namanya Dharma Sari,adanya di depan counter nike) counter ini menjual alat alat bulutangkis ,tennis,menyelam dan golf, disini ada raket ,sepatu,kaos dan tas bulutangkis.
Untuk toko sport yang lain saya belum pernah mencoba karena saya belum bisa membedakan mana yang asli dan bukan( lagi mencoba tips membedakan asli atau tidak di luar kepala, malu dong ke toko bawa catetan atau krepe’an ntar diketawain yang punya toko lagi ).
Mohon koreksinya dari pak Tri dan rekan rekan
mungkin ada referensi toko yang lain
salam bulutangkis, trims
Mas Yudi,
Wah…info anda kelihatannya sudah lengkap kap kap nih….;-)
Hanya ada yang terlewat, beberapa kawan di Blog lain dan di forum bulutangkis menulis bahwa ada juga toko MG di Atrium Senen yang menjual raket Yonex asli, lalu ada juga toko yang saya lupa namanya di Cempaka Putih (Jl. Sutoyo ?) yang juga menjual raket Yonex dengan harga bagus dan asli….
Ciri-ciri raket asli Yonex mudah kok mas, kalau sticker di raket itu mengkilap dan “too good to be true” maka itu raket Yonex palsu. Yang asli warna sticker PBSI nya agak dof alias tidak mengkilap, warna hologramnya jika dibalik-balik ada tulisan Sunrise dan gambar orang menari…
Tino // June 23, 2009 at 10:31 am |
Pak Tri
sudah saya ganti senar Carbonex 21sp ku pake BG 65 Ti.., tarikan 24..
mantap buanget dipakenya… enak buat netting & smash..
oiya pak, harga-harga diatas itu masih berlaku apa sudah ada kenaikan…
soalnya hari minggu kemaren saya jalan-jalan ke Gramedia(Banjarmasin), liat harga raket yonex nya lebih mahal 10-20 % dari daftar diatas(contoh NS 8000 1.750 rb & MP 45 891 rb ).. kata pramuniaganya harganya memang lagi naik..
Makasih Pak..
Mas Tino,
Iya kan ? Snar Yonex BG 65 Ti memang tiada matinya…..;-)
Saya waktu itu menyarankan tarikan 24 karena takut frame anda walaupun asli tapi mungkin bukan yang Made in Japan…..
Harga-harga yang saya sampaikan adalah harga awal 2008. Setiap tahun kan inflasi sekitar 10%, jadi kalau harga naik 10%-20% dari daftar itu masih wajar, soalnya harga itu kan harga Jakarta. Kalau anda belinya di Banjarmasin ya tambah ongkos kirim 10%, jadi total naik 20%…
Wajar kan ?
halid // June 25, 2009 at 7:34 pm |
hallo pak tri,salam kenal
pak klo harga alat buat pasang senar raket kira2 di kisara berapa ya?saya tinggal di surabaya
halid // June 25, 2009 at 7:39 pm |
maaf pak ada yang lupa.
klo bisa tlg ksh tau saya dari harga yang termurah sampai yang termahal.thx
halid // June 26, 2009 at 4:32 pm |
halo pak tri.salam kenal
saya dari surabaya.
pak, bisa kasih tau saya gak harga alat untuk narik senar raket badminton.trims
Halid,
Harga mesin pemasang senar raket badminton (Badminton Stringing Machine) saya tidak tahu berapa harganya di Indonesia, tapi saya cek di internet di eBay dan sebagainya, harga berkisar antara $ 135 sampai $ 350 yang kalau dirupiahkan sekitar Rp 1,35 juta – Rp 3,5 juta….
Cuman terus terang dimana tempat yang jual itu, mungkin di Mangga Dua atau Pasar Pagi Jakarta, ada…
Nanti kalau ada info lebih lanjut, saya kasih tahu,,,,
dani // June 28, 2009 at 8:19 pm |
halo pak tri, salam kenal
kalo di jakarta selatan toko olahraga yang jual kaos badminton merk yonex dan raketnya dimana ya…….
Dani,
Kata mahasiswa saya, di ITC Mangga Dua yang bercat putih itu….katanya banyak toko yang menjual raket badminton merk Yonex dan raket Yonex. Jumlah tokonya lebih dari satu. Di Pasar Pagi katanya juga ada. Kalau cuman raket Yonex di Toko Buku Gramedia juga banyak, tapi kalau kaos, celana dan kaos kaki merk Yonex saya kira tidak dijual di Gramedia…
Oh ya, saya search di Internet katanya toko yang menjual kaos Yonex adalah :
Bahari Sport
Lantai Dasar Pasar Pagi Lama Jakarta
atau di
SAMUDRA SPORT dgn contact person HANDY di telp 081318088811 atau (021) 9353793 (hp), (021) 6904366 (toko)
Lantai Dasar Pasar Pagi Lama Jakarta
dhane // July 1, 2009 at 9:22 am |
Salam Kenal pak Tri
Beberapa hari yg lalu saya jalan2 ke toko Gramedia, dan disana saya lihat ada promosi raket Yonex MusclePower 5, melihat list raket yg bapak lampirkan diatas, saya tidak melihat ada jenis raket tsb (MusclePower 5)..mohon infonya ttg jenis raket tsb ..
Terima kasih
Dhane,
Tolong dibaca beberapa komentar di atas komentar anda ini, seingat saya ada seorang gadis yang complain karena membeli raket Yonex Muscle Power 5 di Gramedia. Setelah saya cek sendiri di counter raket Yonex di Mall dekat tempat tinggal saya (bukan di Gramedia) saya mendapati bahwa raket Yonex Muscle Power 5 itu ternyata raket yang harganya diobral kalau nggak salah hanya Rp 250 ribu. Komplain-nya si gadis tadi, karena begitu ditarik senar dengan tegangan 26 lbs, raketnya retak dan patah…
Jadi saran saya, karena Yonex MP 5 yang ditawarkan ini bukan benar-benar asli raket Yonex Made in Japan, maka kalaupun anda beli dipasang senar raketnya pakai maksimum tegangan 22 lbs saja….karena lebih dari itu pasti ada masalah dengan frame-nya…
Makanya MP 5 tidak termasuk di daftar saya…
Ok ?
dhane // July 1, 2009 at 1:24 pm |
waduh… kalo emang bukan asli Jepang.. knp Gramedia jual..??padahal mereka kan Distributor resmi Yonex. kalo dari sisi kita pembeli pastinya percaya kalo emang di Gramedia, jual yang asli…
Dhane,
Makanya baca komentar-komentar di atas sebelum ini….;-)
Yonex itu bermacam-macam yang beredar di Indonesia. Ada yang bikinan China atau Surabaya, baik yang asli (raket dengan ciri asli Yonex) maupun yang aspal, harga yang aspal di bawah Rp 200 rb, harga Yonex China atau Surabaya sekitar Rp 250 – Rp 300 rb. Di atas itu ada Yonex Made in Taiwan dengan harga sekitar Rp 350 rb – Rp 800 rb. Paling atas adalah Yonex Made in Japan, ciri-cirinya harganya sudah di atas Rp 1 juta…
Kalau anda pengin Yonex yang asli, yang Made in Japan, pasti ada di Gramedia. Saya pernah ke Gramedia Matraman dan ditawari Yonex Made in Japan harganya Rp 1,6 juta (lupa serinya, kalau nggak salah Arc Saber)…
Jadi raket Yonex itu sangat beragam…..beli sesuai kemampuan…. Tapi dengan harga Rp 250 ribu, jangan berharap dapat Yonex seperti Yonex Made in Japan yang harganya sudah di atas Rp 1 juta…
Untuk kelas Rp 250 ribuan, saya sarankan beli aja raket RS (Reinforced Speed) atau raket Astec (Alan-Susi Technology), kedua raket tersebut kalau nggak salah Made in Taiwan dan menurut pengamatan saya waktu mengamati para pemain badminton di RT saya waktu 17 Agustusan 2008 kemarin ini, raket RS atau Astec cukup banyak digunakan dan performanya cukup bagus, mungkin istilah kerennya terbaik menurut price-per-performance….atau istilah lainnya best-buy….
halid // July 1, 2009 at 7:52 pm |
halo pak tri.
sya mau tanya harga raket yonex armortec 250 brapa ya?soalnya kemaren saya liat di gramedia 380 ribu.apa memang segitu pak?
Halid,
Saya cek di http://www.badmintonalley.com/ mestinya harga raket Yonex Armortec 250 adalah US $ 109.95 dollar alias Rp 1,2 juta…
Kalau di Gramedia ditawarkan cuman Rp 380 ribu, wah…mungkin itu harga yang bagus. Tapi di sisi lain, mungkin itu raket Yonex Made in China, frame-nya tidak terlalu kuat, makanya kalau dipasang senar mungkin ditarik maksimum 22 lbs saja…kalau lebih dari itu mungkin framenya bisa retak…
eko // July 5, 2009 at 4:00 pm |
mo tanya2 mslh raket unutk type menyerang yg direkomen astec & rs type apa ya ?
Mas Eko,
Wah…anda tidak bilang berada di kota mana…saya sebenarnya pengin memberi rekomendasi, tapi takutnya raket Astec dan RS yang saya maksudkan tidak tersedia di kota anda. Selain itu, harga raket Astec dan RS juga kisarannya cukup lebar, dari harga Rp 300 rb – Rp 750 rb…
Jadi beli aja sesuai dengan kemampuan kantong anda, yang tersedia di Toko Badminton di dekat tempat anda tinggal karena menurut saya semua raket Astec dan RS cocok untuk permainan menyerang kok. Saya juga sarankan sebelum beli sebaiknya anda coba raket Astec atau RS punya teman terlebih dahulu. Coba deh untuk permainan menyerang raket pinjaman itu enak nggak ? Kalau enak, ya beli aja raket tipe itu, bisa di Toko Badminton dekat rumah anda tipe itu masih tersedia..
Nanti jika permainan anda sudah meningkat pesat, misalnya anda sudah juara RT, pelan-pelan nabung dulu untuk beli raket Astec atau RS “high end” yang harganya Rp 650 ribu ke atas. Pembelian raket yang lebih bagus dan lebih mahal, harus seiring dengan peningkatan prestasi anda..
Itu aja yang bisa saya katakan, dan selamat berburu raket Astec atau RS…..serta selamat bermain badminton…..;-)
hendra // July 6, 2009 at 10:27 pm |
salam kenal pak Tri, saya mau tanya dimana di jakarta ini toko yang menjual raket Dunlop? Saya sudah 3 tahun menggunakan raket dunlop titanium dan merasa cocok, tetapi raket tsb baru saja patah sedangkan toko tempat saya membeli raket tsb sudah tidak menjual raket dunlop lagi.
Untuk yonex Armortec 600 apakah saat ini sudah beredar di Jakarta, dan berapa kira-kira harganya yang made in japan?
Terima kasih, salam…
Mas Hendra,
Salam kenal juga……;-)
Wah…di toko-toko Sports Warehouse di Jakarta (Skyline Building samping Sarinah, Senayan City, Mal Depok) banyak dijual raket Dunlop. Cuman saya nggak yakin apakah mereka menjual raket Dunlop Titanium yang anda cari ? Kalau mau dapat barangnya, bisa beli langsung dari luar negeri misalnya http://www.badmintonalley.com/ atau http://www.ebay.com/
Yonex Armortec 600 mungkin dijual di Jakarta ini. Masalahnya, toko mana yang menjual ? Mungkin anda bisa datangi Toko Badminton di Lantai Dasar Pasar Pagi Lama (nama toko, no telpon, dan no hp ada di komentar di atas). Yang jelas kalau Armortec 600 asli Made in Japan, harganya mungkin sekitar Rp 1,3 jutaan. Kalau anda nggak nemu, sebaiknya pesan langsung di badmintonalley atau eBay di atas…
Ok mas ? Selamat hunting raket deh…..;-)
Sarmansim // July 9, 2009 at 1:06 pm |
Salam kenal pak Tri.!
Saya rutin main batminton, dan raket yang saya pakai semuanya yonex, yaitu Carbonec 9SP, MP 55 dan Ti 10. Raket Ti10 saya beli 2 tahun yang lalu dengan harga diatas 1 jutaan. Selama ini saya pasang dengan tarikan 30lbs dengan senar BG 68Ti dan BG 65Ti, di toko kecil dekat kali malang (saya tinggal di Curug Kalimalang).
tapi kurang maksimal permainannya, sehingga saya ingin ganti raket seperti Armortec 700 atau MP 99. Tolong sarannya pak yang cocok buat saya jenis apa (usia saya 38 tahun), kebetulan tipe permainan saya menyerang dan bertahan, dan tarikan yang pas untuk tipe penyerang serta ukuran grip dan berat raket.
Terima kasih, atas perhatiannya.!
Mas Sarmasin,
Wah…pertanyaan anda cukup sulit ya…..;-)
Saran saya, cobalah raket teman2 anda…satu demi satu…kalau bisa yang Yonex juga….jangan dilihat dulu serinya apa (Armortec, Nanospeed, ArcSaber dsb), jangan dilihat gripnya, dan jangan ditanya berapa tarikan senarnya dan jenis senarnya….pokoknya main aja santai, coba satu demi satu…
Nah…nanti kalau anda sudah nemu satu raket yang paling pas……barulah dilihat serienya apa, ukuran gripnya berapa, senarnya pakai yang mana (merk, tipe), dan berapa tarikan senarnya…yang cocok dengan permainan anda…
Kalau saya ditanya jenis dan tipe raket, jenis dan tipe senar, tarikan senar, dan besar grip raket, saya khawatir terjebak dengan istilah-istilah teknis yang tidak ada artinya…
Ibarat mau balap mobil….coba aja mobil teman2 satu demi satu, kalau sudah nemu mobil dan setelan tune-up yang cocok…..nah, itulah mobil yang cocok buat anda…
Begitu juga dengan cara memilih raket, saya kira….
adi // July 10, 2009 at 8:06 pm |
mas…
sY mAu tny ?
saya mau beli raket yonex,tp saya tidak tahu tempat penjualnya . rumah saya di daerah jak-ut ,saya mau cari raket yonex yg asli .
terima kasih ya mass..
Adi,
Silahkan datang ke Gramedia Matraman, di sana ada beberapa tipe raket Yonex asli dengan harga antara Rp 1,3 juta – Rp 1,6 juta. Tapi koleksi mereka tidak lengkap, hanya tersedia 1-2 raket saja yang di atas Rp 1 juta…
Atau datang aja ke toko MG Sport, Atrium Senen, di sana banyak raket Yonex asli dengan harga di atas Rp 1 jutaan. Di MG jumlah tipenya jauh lebih banyak daripada yang di Gramedia Matraman…
martin // July 12, 2009 at 7:40 pm |
pak saya mao tanya..saya cma punya budget sikitar 300 sampe 500 ribuan..saya pengen tau kalau kisaran segitu untuk pemain penyerang yang bagus apa??soalnya saya lagi kebingungan cari raket..makasi..
Martin,
Untuk budget sekitar Rp 300-500 ribuan, saya sarankan anda menggunakan raket Astec (Alan-Susi Technology) karena raket itu tidak ada palsunya (semuanya asli) dan sangat memuaskan untuk harga yang cukup murah, alias price per performancenya paling tinggi…
Silahkan pergi ke toko perlengkapan badminton yang ada di kota anda dan beli raket Astec..saya sudah baca di berbagai forum yang anggotanya orang-orang Indonesia, Singapore, Malaysia…mereka bilang raket Astec sangat memuaskan…di Indonesia merupakan raket paling populer kedua di bawah Yonex…
Selamat berburu raket, dan selamat bermain badminton….
syafarul // July 13, 2009 at 1:24 pm |
salam kenal pak tri.
saya mau tanya apa bapak tau kalau mau complain sepatu yonex,saya baru beli 2 hari yang lalu, baru dipakai sudah copot tapaknya. saya complain ke toko yang ada di kelapa gading dimana saya membelinya katanya complain ke yonex aja. saya tinggal di comp bea cukai sukapura jakut.
Terima kasih atas perhatianya.
Mas Syafarul,
Wah…terus yang disebut Yonex itu siapa ? Kalau raket Yonex, distributornya adalah Sunrise Pte Ltd, Singapore. Tapi kalau sepatu Yonex apakah Sunrise Pte Ltd juga ?
Mungkin perlu ditanya ke toko Kelapa Gading itu yang anda sebut “Yonex” itu siapa ?
Kesan saya, semua sepatu yang beredar di Indonesia : Nike, Reebok, Adidas, dsb yang harganya bahkan hampir Rp 1 juta, tapi mutunya ternyata jauuuuuh dari yang beredar di Singapore atau di US. Di US dengan harga sepatu $ 35 (Rp 350 ribu) dipakai 3 tahun nggak rusak-rusak, apalagi yang berharga lebih mahal mungkin sampai bosan memakainya tapi nggak rusak-rusak…
didi // July 14, 2009 at 1:57 pm |
siang, pak tri!!!
salam kenal
saya baru pingin main badminton
dengan bajet 260.000 kira2 beli raket yang merk apa yang bagus??
saya tinggal dicirebon
Hallo Didi,
Dengan budget Rp 260 rb sebaiknya anda mencari raket di Hypermart atau Carrefour di Cirebon (apa ada ?), atau datangi Toko Buku Gramedia yang ada di Cirebon. Tahun lalu saya dapat 1 Yonex Isometric SP harga frame-nya Rp 250 rb, tapi masih harus dibelikan senar lagi sekitar Rp 40 rb. Memang budget perlu ditambah dikit..
Maksud saya kalau ada Hypermart atau Carrefour di Cirebon, mungkin anda bisa beli raket yang mutunya cukup lumayan seperti Head, Carlton, Prince yang harganya maksimal Rp 150 rb sudah berikut senar.
Sebenarnya saya ingin menyarankan anda beli raket Astec (Alan-Susi Technology) atau RS (Reinforced Speed) tapi harga terendah seingat saya Rp 350 rb (sudah berikut tas raket dan kaos polo)..
Dulu di Cirebon (1979) ada toko olahraga yang punya kakaknya Cuncun, ex pemain nasional badminton kita yang asalnya dari Cirebon. Di toko itu dulu koleksi raketnya lengkap..nggak tahu ya kalau sekarang…
Tahun lalu juga di Toko Trio Sport, Jatinegara (200 meter sebelah barat stasiun Jatinegara), saya menemukan raket Yonex Carbonex 1 (warna merah) dan Carbonex 2 (warna biru) asli dengan harga Rp 200 rb sudah berikut senar, tapi belum ada tas raketnya. Nggak tahu ya tahun ini apakah penawaran khusus itu masih ada…
suprus // July 14, 2009 at 11:56 pm |
helow semuanya lam kenal aja nama pangilanku suprus kebetulan aku jga suka dengan permainan badminton,sekarang aku lagi ada di japan,kerja tapi kalo hari senin dan jumat sore maen badminton ma orang2 japan,,,bagi siapa aja yg mo minta tolong silahkan buat raket,senar BG66 sharp, NBG95,BG 65ti kebetulan aku jga pakai armortec 900 power dengan benang BG66 sharp,rasanya mantep banget buat menghajar lawan,,hehehheee klo beli di sini di jamin keaslianya beda kalo beli di indonesia masih ragu2 kali aja salah beli yg palsu,,bagi rekan2 yg mo minta tolong aku siap membantu ni imelku kamitake_suprus@yahoo.com
Mas Surprus,
Trims infonya….
didi // July 16, 2009 at 4:05 pm |
makasih pa tri atas saranya
kata teman saya ada raker RS harganya sekitar 240.000, kira2 itu asli ga ya??
kemarin jalan2 kegramedia ada raket yonex yang harganya 270.000 tapi ga tau itu tipe apa, itu bagus ga ya?? (klo bajet ditambah dikit mungkin bisa)
nanti saya coba cari tau dimana toko olah raga milik kakaknya cuncun itu.
Mas Didi,
Saya kira raket RS harga Rp 240.000 itu asli, walaupun mungkin model lama atau stock lama. Karena raket RS dan raket Astec itu tidak ada palsunya, semuanya asli.. Saya sarankan anda beli ini saja…
Mengenai raket Yonex yang harganya Rp 270.000 apakah itu Muscle Power 5 ? Soalnya sudah ada yang complaint tentang raket itu (dan seharga itu) di posting ini, komplainnya ketika ditarik dengan tarikan senar 26 lbs frame-nya retak…artinya, kalau beli yang Rp 270.000 ini lebih baik hanya dipasang senar dengan tarikan sebesar 22 lbs saja..
candra // July 17, 2009 at 8:31 am |
salam kenal pak tri
saya ingin tanya klo raket carbonex 8000 light kira-kira harganya brapa???dan jualnya dimana?klo di daerah depok/lenteng agung ada ga?tolong yang soalnya saya ingin lomba di senayan blan agustus 2009
trima kasih pak tri
Candra,
Saya cek di http://www.badmintonalley.com/ tidak ada raket Carbinex 8000, yang ada raket Carbobex 8600 Titanium yang harganya $ 44. (sekitar Rp 450 ribu)…
candra // July 17, 2009 at 8:48 am |
salam kenal pak tri ada yang ketinggalan
saya pny uang 150-250.klo raket yonex yg harganya segitu merk apa ya pak??….dan yg bagus untuk saya apa?(umur 13 tahun)klo rzket selain yonex ad ga yg harganya segitu ?
tolong minta sarannya pak tri
trima kasih
Candra,
Kalau uangnya baru Rp 150-250 rb bisa sih beli Yonex, tapi Yonex aspal (bukan asli). Yonex termurah yang pernah saya lihat di Toko Trio Sport Jatinegara tipe Carbonex 1 dan Carbonex 2 (satu warna biru, satu merah) harganya Rp 200 ribu berikut senar tapi belum termasuk tas raket..
candra // July 17, 2009 at 8:58 am |
maaf saya banyak nanya pak tri
klo boleh tau di ebay raket armortech 700 harganya 100 ribu kok murah ya pak atau palsu….kira-kira dikirim ga k indonesia
Candra,
Ya tentu saja eBay kan menjual barang baru sampai barang bekas…yang penting dilelang !
Mungkin aja ada Armortech 700 harganya $ 10 (Rp 100 rb) kata anda, kalau benar ya beli aja di eBay…..gampang toh ?
Onny // July 17, 2009 at 2:18 pm |
Salam kenal mas Tri,
Maaf nih melenceng dari topik tapi masih nyambung koq. Mau nanya ukuran lapangan bulu tangkis internasional berapa ya?
Terima kasih banyak
Onny,
Salam kenal juga…;-)
Saya cek di internet ukuran lapangan bulutungkis aturan international adalah 20 feet x 44 feet. Kalau 1 feet = 30 cm, maka ukuran lapangan bulutangkis adalah 600 cm x 1320 cm = 6 m x 13,2 m
drajat // July 17, 2009 at 6:09 pm |
saya mau nanya pak Tri
menurut anda AS 10 dengan harga 1,8 jt kemahalan tidak??
Mas Drajat,
Saya barusan cek harga ArcSaber 10 di http://www.badmintonalley.com/ di sana harganya US $ 225 alias Rp 2,25 juta…
Jadi kalau harga ArcSaber 10 di Indonesia Rp 1,8 juta asal barangnya asli (dilihat dari ciri-cirinya), saya kira itu sudah harga yang bagus mas….
candra // July 17, 2009 at 7:06 pm |
pak tadi saya cek di sam sport
nanospeed 9900 harganya 150.000.kira-kira asli ga pak.di dalam stick raket ad tulisan sp dan no seri
asli ga pak??
thanks
Candra,
Saya barusan cek di http://www.badmintonalley.com/ harga raket Yonex NanoSpeed 9900 asli adalah US $ 239 (Rp 2,4 juta)…..jadi kalau di Sam Sport jual cuman Rp 150.000 berarti itu barang palsu….
Kalau mau beli (just for fun atau untuk memberi kesan “wah” bagi orang yang nggak ngerti)….ya beli aja…;-)
candra // July 17, 2009 at 7:11 pm |
pak saya mau nanya diantara
carbonex 21sp/carbonex 5 super/nano speed 9900 dari ketiga raket itu yg cocok untuk saya yg mana pak(umur saya 13 tahun)kira kira yg cocok untuk saya selain ketiga raket itu merk apa ya
Candra,
Wah…senang melihat anda yang baru berumur 13 tahun tertarik main badminton…
Cara menentukan raket yang cocok, seperti saya tulis di komentar-komentar sebelumnya, ya coba aja pinjam teman-teman anda yang punya raket yang anda sebutkan tadi (C 21SP/C5/NS 9900), lalu rasakan mana raket yang paling cocok dengan permainan anda (menyerang, bertahan, atau kombinasi). Kalau ada yang cocok, itulah raket yang anda perlu beli….
Kalau saya pribadi menyarankan sebaiknya anda mulai bermain dengan raket Astec (Alan-Susi Technology) atau RS (Reinforced Speed), di kota anda (Kalimantan ?) mestinya ada. Harga terendah raket Astec atau RS sekitar Rp 250 ribu saja.. Nah, kalau permainan anda sudah meningkat, dan anda ingin mengalahkan lawan-lawan yang cukup tangguh, mulailah menggunakan raket Yonex yang asli, dimulai dari seri yang paling murah dulu, semakin permainan meningkat maka mutu raket juga harus ditingkatkan…
Selamat bermain badminton deh…
candra // July 18, 2009 at 7:05 am |
maaf pak temen saya tak ada yg punya salah satu dari ketiga raket itu/tiga-tiganya
sedangkan raket astech dan rs yg tinggi tinggi harganya ga ada yang 250.000 harganya diatas 250 semuasaya tinggal di depok,jawa barat pak
kira-kira pak tri saja mana yg lebih baik untuk saya
trima kasih
Candra,
Kalau anggaran buat beli raket anda di bawah Rp 250.000 sebaiknya beli raket Dunlop, Carlton, atau Prince saja di Hypermart, Depok Mall, Carrefour atau Giant. Harga sekitar Rp 100-200 rb sudah berikut senar…
3 raket Yonex yang anda sebutkan itu kalau asli harganya di atas Rp 500 rb semuanya, kalau ada yang menjual di bawah Rp 200 rb berarti raket palsu..
Tahun 2008 yang lalu saya pernah melihat raket Yonex Carbonex 1 dan Carbonex 2 harganya Rp 200 rb di Toko Trio Sport Jatinegara (150 meter di sebelah selatan PGJ – Pusat Grosir Jatinegara, atau 300 meter di sebelah barat stasiun Jatinegara, persis di sebelah selatan pertigaan), tapi belum termasuk tas raket..
Kalau ada waktu coba deh cari di Jatinegara…..
didi // July 18, 2009 at 3:11 pm |
makasih pa tri sarannya
nanti saya mau beli merk RS aja. kira2 tarikan senarnya berapa yang pas??
klo merk gosen bagus ga??
Didi,
Biasanya raket RS dari sononya sudah dipasangi senar, jadi saya tidak tahu berapa tarikan senarnya, tapi dugaaan saya tarikan senar di raket-raket RS yang dijual sekitar 24-26 lbs..
Raket Gosen ? Kelihatannya raket itu bagus juga, tapi saya nggak banyak informasi tentang raket Gosen soalnya pemain-pemain RT saya tidak ada yang pakai raket Gosen. Sebaliknya, pemain-pemain lawan RT saya banyak yang pakai raket Gosen…
candra // July 18, 2009 at 9:32 pm |
tp pas saya coba carbonex enteng dimainin,enak banget. menurut pak tri saya coba beli carbonex yg 150 munkin bulan depan saya akan menggunakan rs ya pak tri
menurut saran pak tri bagaimana?…
trima kasih
Candra,
Ya….bulan ini silahkan pinjem aja Carbonex 150 dari teman….bulan depan baru nambah tabungan dan beli raket RS untuk anda sendiri ? Apakah ada temen yang punya raket RS ? Sebaiknya anda juga coba dulu raket RS nya dan kalau suka baru beli….;-)
candra // July 19, 2009 at 5:51 am |
bkan carbonex 150 tp carbonex yg harganya 150 tp teman saya tak ada yg punya klo raket rs saya cek di hendra sport harganya 250 ke atas.kata pak tri bagus mana carbonex 5 super dengan carbonex 21 sp
Candra,
Di Amerika Carbonex 5 tidak beredar, barusan saya cek di http://www.badmintonalley.com/ jadi kayaknya Carbonex 21 SP lebih bagus daripada Carbonex 5 deh…. tapi sebaiknya dicoba dulu keduanya baru memutuskan mana yang lebih baik….
Kalau bisa pinjem punya temen dulu Carbonex 5 dan Carbonex 21 SP nya. Tapi kalau teman nggak punya raket tersebut lha ini yang susah. Ya udah, merem aja beli salah satu….. kalau kurang puas, toh tahun depan bisa beli lagi yang lain….sambil pelan-pelan menabung (uang jajan jangan dijajanin semuanya, kalau perlu jalan kaki nggak naik angkot biar uang saku utuh nggak berkurang, kalau perlu membekal makanan dan minuman dari rumah biar nggak usah jajan di sekolah)….
Ya udah selamat bermain badminto ya…
candra // July 19, 2009 at 11:56 am |
pak tri td saya lihat ad rs grand power 1100 dgn harga 175.000+senar kira-kira asli tidak pak tri
Candra,
Saya kira itu asli karena raket RS tidak ada yang palsu…
Lagian di internet saya cek harga raket RS berkisar dari Rp 90.000 sampai Rp 700.000..
Jadi kalau raket RS harga Rp 175.000 itu menurut saya asli…
candra // July 19, 2009 at 11:59 am |
pak tri kalau situs untuk melihat seri raket rs di mana ya???dan harganya
Candra,
Masukkan aja di Google “harga raket rs”….banyak infonya kok…
Kata salah satu website yang sempet saya baca, harga raket RS berawal dari Rp 90.000 sampai Rp 700.000..
Kalau mau lihat ini salah satu linknya, tinggal di klik aja : http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=1649
candra // July 19, 2009 at 4:40 pm |
pak tri berapa harga raket rs8250 (new) dan raket rs vision 6000.kira-kira pak tri bagusan mana?antara raket rs 8250/rs vision 6000
Candra,
Wah…saya tidak hapal harga kedua raket RS itu, tanya aja ke toko raket yang dekat dengan rumah anda. Bagus yang mana ? Saya selalu berpatokan, raket yang berharga lebih mahal….pasti lebih bagus…..bahasa Jawanya “rego anggowo rupo” (harga membawa rupa, artinya “yang harganya mahal penampilannya pasti lebih bagus”)…
candra // July 19, 2009 at 4:47 pm |
maaf pak tri saya agak memalukan klo arti dari office player apa?menurut pak tri emang raket toalson berharga 300 ke bwah kita dapat bersaing dengan raket yg diatas 500????kira-kira raket toalson dijual dimana?dan asli tidak????
Candra,
Maksudnya “official player” ? Artinya adalah “pemain resmi”. Kalau “office player” menurut saya itu bahasa Inggris yang salah tulis..
Raket Toalson sangat populer di Singapore, Malaysia dan Brunei, tapi kurang populer di Indonesia. Saya pernah baca forum badminton yang alamat websitenya saya lupa, katanya raket Toalson itu adalah tiruan dari raket Astec. Maksudnya, pabrik raket Toalson dan pabrik raket Astec di China sana sama. Cuman Astec datang duluan daripada Toalson, dan Astec adalah raket paling populer no.3 di Indonesia (No.1 Yonex, No.2 tiruan Yonex, dan no.3 Astec)…Alan Budikusuma sendiri kabarnya pernah marah karena desain raket Astec-nya ditiru begitu saja oleh raket Toalson tanpa bilang-bilang…
Katanya raket Toalson harganya juga cukup murah, dengan begitu saya percaya bahwa raket Toalson yang harganya Rp 300 ribu ke bawah mutunya sama dengan raket RS atau Astec yang mutunya yang harganya di atas Rp 500 ribu ke atas…
Yang menjadi masalah, ada nggak toko raket yang menjual raket Toalson di Indonesia ? Saya tidak tahu jawabannya…
candra // July 20, 2009 at 6:10 am |
pak tri lebih baik mana carbonex 9 tour dengan carbonex 8
Candra,
Kayaknya hampir sama saja…cuman beda warnanya…bahannya sih kalau nggak salah sama…
candra // July 20, 2009 at 6:13 am |
pak tri kira-kira yg pas untuk saya raket RS/astec/toalson
Candra,
Kalau bisa nemu Toalson, pilih Toalson saja karena harganya lebih murah…
Tapi kalau dananya cukup, RS atau Astec lebih baik…
candra // July 21, 2009 at 9:07 am |
pak tri terima kasih akhirnya saya menemukan raket carbonex 8000 light di lenteng agung sport seharga 215 + tas besar+senar bg 6+grep
tp kemarin disana ada toalson kira-kira lebih baik pny saya / toalson???…
saya ingin cerita sedikit pas pertama saya pakai raket itu asli ad hologram kupu-kupu lalu dipasang senar bg 6 dengan tarikan 29 setelah selesai saya membeli shuttlecock trimora lalu saya tes dirumah tp bunyi saat di serven bunyinya ting… kenapa yapak tri? tp waktu saya smash wooow… kocknya langsung jelek abiz .waw….saya puas dengan raket itu trima kasih pak tri tplebih bagus mana carbonex 8000 light /toalson seharga 200 rb
Candra,
Ya…sementara nikmati dulu raket Carbonex 8000 nya. Bunyi “tiiing….” itu mungkin karena anda menarik senarnya terlalu kencang, mungkin lebih baik pakai senar BG 65 Ti tarikan 24-26 lbs (lain kali aja beli senar BG 65 Ti nya, senar yang sekarang biar putus dulu)…
Baik mana dengan raket Toalson Rp 200 rb ? Au ah laaap….tapi yang penting anda nabung dulu dengan cara bantu-bantu orangtua atau teman atau tetangga ngerjain apa kek, yang penting dapat duwit halal hehehe…nanti kalau udah dapat Rp 200 rb nya baru anda beli tuh raket Toalson nya…
Di RW saya standar shuttle cock untuk permainan badminton di luar ruangan (outdoor) adalah SUPERMAN COKLAT yang harga 1 doz-nya Rp 40.000 (tahun lalu). Memang semakin bagus cock semakin cepet rusak, sedangkan cock yang gak rusak-rusak…itu cock murahan punya…hahaha….
Ok, selamat bermain bulutangkis….lebih baik anda meningkatkan teknis bermain daripada ribut mau beli raket yang mana. Di RT saya, kalau bisa juara RW semua pemain saya hadiahi frame raket Yonex Isometric 96 SP seharga Rp 275 ribuan (belum berikut senar)…hihi…
candra // July 22, 2009 at 10:03 am |
framenya retak ga kalau kelamaan???… tp kta yg pny ga akan retak soalnya dikirim langsung dari sp dan asli. tp bagusan senar bg66 dari bg 65 ti
Candra,
Time will tell…
Ya nanti dilihat saja ya….mudah-mudahan sih gak retak, soalnya raket di atas Rp 1 juta juga bisa retak kok….jaman sekarang sih banyak yang bisa memperbaiki raket retak kok…
irfan // July 22, 2009 at 1:32 pm |
Salam kenal pak Tri,
saya bergabung dengan SALLC, sastra Inggris Binus setahun lalu , ikut gabung bermain badminton dengan pak muslih dan teman-teman 3 minggu ini, dan “nggak sengaja-ly” menemukan blog bapak ketika menggoogle ‘harga raket’. Hasilnya, saya mengorbankan jam istirahat saya untuk mengacak-acak blog bapak…:). Love what I read, pak. Blog yang luar biasa! Omong omong, kapankah kiranya pak Tri sudi berbagi ilmu bultangnya dengan kami selasa-jumat ini di kampus Syahdan?
Saya tunggu yah pak…
Wasalam.
Irfan
Mas Irfan,
Latihan bulutangkis di kampus Syahdan Selasa-Kamis saya sering diajak sama Pak Supardi Laesa (si brewok tea) tapi selama ini belum sempat latihan, karena saya lebih sebagai pengamat bulutangkis daripada pemain nih mas…
Saya nulis posting “Daftar Harga Raket Badminton” juga nggak sengaja, tapi sekarang setiap hari dikunjungi 200 orangan….emang ruaaar biasaaa…padahal diawali dari tidak sengaja….
Selamat latihan deh…ntar aku nyusul….hehehe….
candra // July 22, 2009 at 8:14 pm |
apa dikurangi tarikannya pak bsa ga pak??
Candra,
Bisa aja…tapi buat apa ? Biarkan senar yang sekarang putus dulu, baru nanti disenar ulang lagi…
Padas Buwono // July 23, 2009 at 11:09 am |
Pak,boleh nanya kan?
apakah Bapak,tau distributor resminya alat2 olahraga RS,disby?
terima kasih….
Mas Padas,
Wah…saya nggak tau mas…mungkin harus nanya ke toko alat-alat olahraga yang besar di Surabaya, baru tahu mas…(daripada nanya ke saya, maksudnya)…
Atau masukkan pertanyaan mas di forum http://www.bulutangkis.com/ nanti kan ada yang ngejawab…
didi // July 23, 2009 at 3:19 pm |
alhamdulillah
saya dah beli raket RS (lupa tipe berapa) Warna agak gelap. dapet kaos+tas+grip.mudah mudahan awet. kemarin di coba tepak-tepak ringan sama adik lumayan enak.
harganya 215.000 (mudah2an ga kemahalan) cari yang astec yang di bawah 250.000 sudah habis. RS yang paling murah ada nya yang itu.
ya udah deh saya beli. tinggal beli sepatu. sepatu lama dah butut.
Mas Didi,
Wah…anda beruntung, bisa beli raket RS. Saya malahan belum sempat beli…punyanya baru Yonex, Astec..(keduanya sering dipakai isteri)…
Sepatu badminton, saya juga belum beli…hehe…katanya ada yang Rp 125 rb ada yang Rp 275 rb…mungkin ambil yang murah aja..
Kalau kaos badminton, pemain RT saya dapat jatah satu per satu, satu kaos seharga Rp 50 rb, lumayan bagus…tahun kemarin warnya putih, ada merah dan biru kecil…sepintas kayak pemain badminton Inggris…hehehe…
Sarmansim // July 24, 2009 at 8:30 am |
Salam pak Tri.
Setelah saya baca komentar dan saran pak Tri, minggu kemarin saya jadi beli raket yonex AT 700 limited (3U dan 4G) dengan harga 1.575 jt di toko yang pak Tri rekomendasikan “Saudara Sport” Jl. Suprapto. Semua ciri-cirinya sama seperti yang pak Tri sebutkan, ada logo sunrise, nomor seri diukir, tulisan japan di ujung gagang. Saya pasang senar BG65Ti dengan tarikan 29lbs, dan setelah saya pake (baru 3 kali) sangat enak. Pertanyaan saya apakah raket tersebut asli buatan Jepang?. Dan harganya kemahalan ngak pak, terima kasih!
Mas Sarmasin,
Selamat…kayaknya anda sudah mendapatkan raket Yonex Armortec (AT) 700 Limited yang anda taksir….
Dari cerita mas, semua ciri asli dan toko itu memang terkenal dengan barang aslinya…
Mengenai harga raket Yonex AT 700 Limited saya cek di http://www.badmintonalley.com/ harga di Amerika Serikat sekitar US 189,- (Rp 1,9 juta) jadi kalau di Cempaka Putih mas dapatnya Rp 1,575 juta….menurut saya…hehehe…itu agak sedikit “kemahalan”, mestinya harga yang pas Rp 1,450 juta atau paling pol Rp 1,5 juta…
Tapi apalah artinya uang Rp 75 – Rp 100 rb kalau kita sudah seneng dapat raket yang bagus, ya nggak ?
Selamat bermain badminton deh….;-)
drajat // July 24, 2009 at 7:07 pm |
Pak Tri
saya nanya lagi ni….
Alamat saudara sports dimana yah???karena saya baca di forum sebelah katanya harganya murah,,dan blum ada yang ngalahin harganya termasuk di PP.
Mas Drajat,
Lihat komentar Bung Sarmansim di atas. Saya juga belum pernah ke sana sendiri, tapi kalau nggak salah lokasi “Saudara Sport” itu di Jl. Letjen Suprapto (Cempaka Putih) dari perempatan Coca Cola itu ke arah barat (saya nggak tahu berapa ratus meter), pokoknya tokonya menghadap ke selatan….
Kalau anda naik motor, pasti lebih enak nyarinya…daripada naik mobil sendiri…
candra // July 24, 2009 at 9:23 pm |
pak td saya abiz main koq suaranya koq ga tinngg…trz smashnya kurang enak kenapa ya?..
Candra,
Ya karena anda milih Yonex dengan harga segitu, itu Yonex China punya…agak kurang perform. Mungkin dengan harga segitu bisa dapet RS atau Astec yang lebih mantap…
candra // July 25, 2009 at 9:53 am |
bkan china tp taiwan….teryata saya salah suaranya ga tingg karena kocknya merk abal-abal sedangkan td pagi saya memakai trimora lalu bunyinya tingg…lagi lalu pas di smash saama kayak pertama bli bulunya rontok…..
candra // July 25, 2009 at 9:59 am |
pak saya mau nanya kenapa pak tri menyarankan saya untuk memakai senar bg65ti dengan tarikan 24-26 lbs kenapa tidak 29 misalkan tarikan 26 ga akan kencang smashnya
suprus // July 25, 2009 at 10:11 pm |
pak tri aku mo tanya nih,klo raket di indo yonex buatan japan apakah bisa di tarik 24/29lbs? kan ada di grip gaggang raket ada ukuranya semua aku liat di toko japan dari yg murah hingga yg paling mahal ko tarikanya cuman20/25 lbs? tu kalo di indo ko nyampe segituyah,,,,,benar pa ga pak tri?
Mas Suprus,
Sebenarnya tarikan senar itu nggak ada artinya apa-apa…..saya pribadi senangnya tarikan senar dari 22-24 lbs. Jadi kalau ada yang pengin tarikan senarnya 28 atau 29 lbs menurut saya itu terlalu “memaksakan” senarnya dan memaksakan kekuatan frame nya. Ada tetangga yang tarikannya 29 lbs, walau harga raketnya Rp 1,6 juta (2 tahun lalu)….dibuat main frame raketnya kemudian patah…..sayang kan, harga raket segitu mahal kemudian harus patah ? Walaupun bisa “disambung” kembali di tukang sambung frame patah…
caca suandi // July 26, 2009 at 9:02 pm |
bravo badminton, aku mau tanya kalo raket untuk tipe menyerang yang cocok tipe apa
Kang Caca Suandi,
Raket tipe menyerang seharga berapa Kang ? Untuk Yonex dari harga Rp 400 rb – Rp 2 jutaan…
Tanpa disebut harganya, saya susah menjawabnya….atau baca aja komentar-komentar di atas komentar ini, di sana sudah banyak dibahas kok…
didi // July 28, 2009 at 8:32 am |
pa tri
ditoko tempat saya beli rata-rata senarnya ditarik denga 28 lbs. katanya setandar. raket saya juga ditarik dengan 28 lbs. apa raket saya nantinya ga papa? ditoko dekat sekolahan saya. yang jual raket yonex dari taiwan yang harganya 150.000, juga klo masang senar pake 28 lbs. tapi kata pa tri 28 lbs itu terlalu kencang bisa bikin patah frame.
jadi enaknya ditarik berapa lbs biar aman??
Didi,
Yah…minta aja antara 24-26 lbs untuk raket yang bahannya simpel dan harganya tidak terlalu mahal. Baca komentar Candra di atas, dia punya raket ditarik 29 lbs dan dia komplain “kekencangan”…
Kalau raket berbahan Ti (Titanium) seharga Rp 2 jutaan, ditarik 30 lbs juga ok ajah…
Tino // July 28, 2009 at 11:40 am |
Siang Pak Tri..
nanya lagi nih..
jumat kemaren saya nebeng maen di lapangan n klub lain, dan pasangan saya pake Cab 21 juga.. yang saya tanya kog warnanya beda pak tri.?
punya dia warnanya abu-abu metalik(full) sedangkan punya saya hitam & shaftnya kalo kena cahaya berubah jadi kuning kehijauan( ky hologram).. tp di bagian bawah grip punya dia sama dengan punya saya tulisannya japan.
apa emang ada 2 warna ya pak Cab 21.? atau beda di seri SP itu.. punya saya carbonexb 21 sp sedangkan punya dia carbonexb 21 aja tulisan di shaftnya..
satu lagi pak, kira-kira bagusan/enakan mana ya dipake MP 45 ato Armotech 250 ltd.. ada niat mau beli tapi nanya2 dulu nih.. mungkin Pak Tri atau rekan-rekan yang lain bisa bantu..
Makasih Pak..
Mas Tino,
Konon kabarnya setiap raket Yonex yang diproduksi pada “suatu waktu tertentu” itu warnanya sama semua seluruh dunia, misalnya hitam dan perak…..nah, mungkin 2-3 bulan kemudian jika raket Yonex tipe itu mau diproduksi lagi, warnanya bisa berubah menjadi silver plus kuning keemasan, misalnya….yah…sekedar meramaikan suasana hati para penggemar Yonex seluruh dunia….ingat, orang Jepang itu memang suka sekali “minor change” seperti itu supaya barangnya laku dijual…hahaha….mereka jagonya memang di situ…(ingat mobil Toyota Corolla, setiap tahun tampilan lampunya baru…)…
Saya barusan check di http://www.badmintonalley.com/ ternyata Yonex Muscle Power (MP) 45 tidak beredar di Amerika Serikat. Sedangkan Armotech 250 Limited Edition juga beredar di Amerika Serikat dengan harga US $ 110 (Rp 1,1 juta)…
Jadi bagus mana MP 25 atau AT 250 ? Saya sulit menjawab…..;-(
Ini data Armotech 250 :
Features
Level: Intermediate / Advance
Type: Offensive
Flex: Stiff
Head: Square/Isometric
Weight: 84-89gm(3U-)
B.Pt: 8 (Head Heavy Balance)
===============
Head: Carbon Graphite, gForce Ti
Shaft: Carbon Graphite
Cover: Yonex Full Cover
String: Yonex BG-65 (Custom Strung) / Upgrade Available
drajat // July 28, 2009 at 2:54 pm |
Pak Tri nanya lagi nih
heheheheheheheheheheheheh.uhuk-uhuk,kebanyakan ketawa.haha
Kira-kira As 10 1.615k kemahalan gk????
Mas Drajat,
AS 10 harga Rp 1,615 juta….harga yang bagus tuh, bungkus aja !!!!
candra // July 29, 2009 at 10:05 am |
waw mas drajat beruntung mendapatkan as 10 yg dipake taufik hidayat kira-kira mas drajat bli dimana?…
drajat // July 29, 2009 at 10:34 pm |
di buana sport
candra // July 30, 2009 at 9:19 am
buana sport di daerah mana mas drajat
drajat // July 30, 2009 at 6:22 pm
memang mas candra tinggal dimana???
Pasar Pagi
candra // July 29, 2009 at 10:08 am |
salam kenal pak tri
kemarin saya lihat di google bahwa ad raket merk spinnex baru.seharga 6.500.000.apa betul ad raket spinnex
Saya malah baru denger tuh….;-)
Erwin // July 29, 2009 at 4:00 pm |
Hi Pak/Mas/Om Tri,
sorry agak canggung br pertama kali nulis comment begini, saya panggil pak tri aja ya. salam kenal pak tri. sblmnya saya iseng2 saja baca comment2 diatas tp semakin baca jd semakin menarik, masukan2 dr pak tri terasa masukan2 dr seorang expert.
pak tri saya mau numpang nanya neh, saya maen badmin da lmyn sering tp yah soal skill bgt2 saja. saya skrg pake carbonex 21sp and muscle power 77, stp kali pake carbonex 21sp saya sering cedera di bagian bahu seperti terkilir bgt. sdgkan mp 77 tidak. saya berpikir tuk beli racket lg, tp sdg bingung kira2 racket tipe apa yg bs dibeli. saya kurang mengerti ttg racket tp saya merasa carbonex 21sp and mp 99 (punya tmn) tdk cocok dgn saya. saya sendiri jg bingung, sbnrnya saya tipe apa (off or def). saya pribadi lbh prefer ball positioning and netting rather than smash. kira2 bpk ada advice racket apa yg cocok buat saya? sblmnya byk terima kasih atas wktnya
Mas Erwin,
Wah…sebenarnya pertanyaan anda bagus sekali, yaitu tipe raket apa yang cocok dengan gaya bermain anda yang banyak “ball positioning” dan “netting” tapi bukan “smash”, kelihatannya tipe permainan anda lebih ke defensif daripada ofensif sih….tapi bisa juga kombinasi ofensif dan defensif…
Untuk menjawab pertanyaan anda itu saya kesulitan. Pertama, karena Mas Erwin nggak menyebutkan berapa dana yang disiapkan. Kedua, Mas Erwin tinggal di kota mana saya juga tidak tahu. Kalau saya jawab raket X dan raket Y, nanti di kota anda tidak bisa mendapatkannya…
Gini aja deh, saran saya sama seperti yang kemarin-kemarin. Untuk menentukan jenis raket Yonex yang paling cocok dengan permainan anda, pinjem aja raket punya teman. Nah, kalau benar-benar sudah haqqul yaqqin cocok, barulah raket itu diburu dan dibeli. Kalau tiba-tiba membeli dari toko, saya juga kurang yakin, soalnya jenis raket Yonex itu banyak sekali, dari yang terbagus buatan Japan, bagus buatan Taiwan, sampai yang sekedarnya buatan China…
Tapi kira-kiranya, raket yang menyebabkan anda cidera bahu itu perlu dihindari pemakaiannya soalnya mungkin “balance” berat dari raket itu dari gagang sampai ujung raket agak kurang baik sehingga membuat bahu anda terkilir dengan tipe permainan yang anda punya.
Gitu to mas, mohon maaf kalau jawabannya kurang memuaskan…
Yang terakhir, saya ini bukan expert mas, saya cuman pengamat yang tidak bisa main badminton…bisanya cuman mengamati….
candra // July 30, 2009 at 9:21 am |
pak tri saya mau tanya kemarin saya badminton ttp jari tengah dan telunjuk sebelah kanan koq sakit kalau ditekuk knapa ya pak tri
Candra,
Apakah itu benar berhubungan dengan badminton ? Apakah anda punya olahraga lain selain badminton seperti silat dan karate ?
Kalau anda hanya bermain badminton, mengapa jari tengah dan telunjuk sebelah kanan sakit mungkin karena anda baru memulai bermain badminton…sehingga semua otot di tangan anda sedang “menyesuaikan”…
Kemungkinan kedua, beberapa tipe raket tertentu….ada pembaca blog ini yang bilang raket Yonex Carbonex 21 SP bisa menyebabkan punggungnya sakit (padahal Yonex MP 77 yang dia punya tidak menyebabkan sakit), apakah Candra juga menggunakan Yonex 21 SP juga ?
Itu saja dugaan saya, kalau masih sakit pijit-pijit aja sebentar kalau perlu dengan jari tangan kanan anda dibubugi larutan “Param Kocok” yang bisa dibeli di tukang jamu…
Erwin // July 30, 2009 at 11:41 am |
Hi pak tri,
makasih lho atas mskan2nya, walaupun anda bkn seorang expert but at least advice2 yg anda berikan benar2 bermanfaat. oh ya saya tinggal di daerah jakarta utara, kira2 om tri ada suggestion ga buat toko2 yg bs dipercaya didaerah sktr jakarta? soal budget kl mgkn tdk lewat 1.5 jt krn saya jg bkn seorang pro, agak wasted jdnya kl beli tlalu mahal punya.
oh ya om tri, saya msh kurang mengerti tentang tipe2 racket. advantage and disadvantage of iso and oval racket , string with tension of 20-24lbs and 25+lbs, moderate and stiff+ salah satu racket yonex yg msk pertimbangan saya adl arc saber 7 kira2 menurut om tepat tidak buat tipe2 spt saya? oh ya satu pertanyaan lg om, apakah higher type number for yonex’s racket mean better? (arc 7 to arc 10, nano speed 9000 to 9900) byk trima kasih om atas wkt2nya.
Hallo Mas Erwin,
Kalau dana anda maksimal Rp 1,5 juta mungkin Yonex Arc Saber 7 mungkin adalah jawabannya….;-)
Benar bahwa semakin besar nomornya semakin mahal harganya, misalnya AS 7 sampai AS 10 semakin besar nomornya semakin mahal raketnya, begitu juga NS 9000 sampai NS 9900…
Mengenai raket tipe oval dan isometric, ada yang bilang (berpendapat) bahwa raket Isometric lebih mudah patah di bagian atasnya kalau dibuat bermain “berlebihan” sedangkan raket bentuk Oval secara struktur lebih kuat dan jarang patah (kecuali senar ditarik dengan tegangan 28-30 lbs)..
Mengenai string tension 20-24 lbs vs 25-30 lbs, menurut saya pribadi banyak kontroversi yang ada. Ada yang berpendapat bahwa string tension yang tinggi (28-30 lbs) cocok untuk permainan menyerang, sebaliknya ada yang berpendapat sebaliknya. Tapi kalau anda beli raket Yonex asli Made in Japan, dari sononya sudah diberi string tertentu (mis BG 65) dengan tension tertentu pula, jadi you don’t have to worry so much about string tension..
Pokoknya ada banyak diskusi di internet lah tentang hal ini, ada yang dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, tapi sementara ini saya lupa nama websitenya (apa mungkin saya sudah tulis di komentar2 sebelumnya di posting ini ?). Kalau mau belajar data specs dari berbagai jenis raket Yonex, bisa dibaca di http://www.badmintonalley.com/
Mengenai toko raket badminton Yonex, anda bisa datang di “MG Sport” Mal Atrium Senen….
Demikian, selamat berburu raket badminton…and enjoy the play…;-)
candra // August 5, 2009 at 8:50 am |
saya ingi mengkoreksi pak tri bilang
pak tri raket yang berbentuk oval dgn tarikan 28-30lbs kuat kok ga ad yg retak sama sekali,ga patah saya udh memakai 3 bln tidak ad retak,tdk cepat tergores sama sekali.saya pny temen namanya king dia memakai raket yg berbentuk isometric bru dipakai seminggu sdh tergores gara-gara jatuh doank udh tergores.dan cpt retak
trima kasih
Candra,
Ya…setiap kasus kan beda-beda…
Saya punya teman se RT jago main badminton banget, malah kalau single mungkin dia terbaik se RT. Gaya mainnya antara full menyerang dan full bertahan, jadi setiap bola lawan naik sedikit aja pasti disambar deh dengan smash geledeknya. Nah, dia ini mainnya 2 x seminggu di lapangan RT saya dan 2 x seminggu di lapangan indoor bersama teman-teman se kantornya. Dia sudah retak raket Rp 1,6 jutanya karena “permainan keras” terus-menerus ini…
Kalau raket anda belum retak, ya mungkin anda mainnya cuman 1 x seminggu dan dalam bermain anda belum menggunakan power yang “full” ya jelas aja raketnya gak apa-apa. Raket Isometric pun kalau dipakai main biasa-biasa aja, pasti ya awet-awet saja. Kalau raket isometric teman anda patah karena jatuh, ya mungkin karena permainan keras itu jadi jatuhnya juga jatuh keras…
Itu analisis saya loh….hehehe….jangan dianggap serius…;-)
drajat // July 30, 2009 at 6:42 pm |
pak sekalian pengen beli sepatu SHB 101 LTD harganya berapa yah???soalnya kata teman saya sepatunya MAKNYUS TENAN….
Mas Drajat,
Saya barusan cek di http://www.badmintonalley.com/ harga sepatu Yonex SHB 101 LTD adalah US $ 64.95 dan di-sale menjadi US $ 54.95…
Kalau di Jakarta bisa dibeli dengan harga Rp 500 ribu sih, bungkus aja !!!! Barang bagus tuh !
drajat // July 30, 2009 at 7:17 pm |
trima kasih banyak Pak Tri…
Jadi besok langsung beli sepatu deh…
sabtunya main,,
Ok…selamat berburu sepatu….;-)
didi // August 1, 2009 at 5:56 pm |
saya juga lagi nyari sepatu, tapi abjet tipis bgt.
waduh2 piye iki.
Didi,
Budget tipis jangan nangis….hehehe….;-)
Saya cek di toko olahraga dekat rumah saya, ada kok sepatu badminton yang harga Rp 75 ribu, Rp 125 rb, Rp 175 rb dan seterusnya…
Di RT saya, kalau atlet bulutangkis beneran bisa kok minta ke Pak RTnya buat dibelikan raket Yonex, sepatu, kaos kaki, cock, dan sebagainya….yang penting semuanya senang…
candra // August 5, 2009 at 8:42 am |
pak tri mau tanya klo sepatu shb dijual dimana ya?
Candra,
Katanya di lantai dasar Pasar Pagi (lama) banyak tuh…..
ardhy // August 7, 2009 at 11:38 am |
Bos…gimana??masa sih sampe sekarang belum pernah denger yang namanya raket merek APACS…harus banyak gaul sama tukang raket tuh..klo emang ngakunya pedagang raket..buat yang lain,…jangan hanya terpaku pada satu merek raket.satu lagi…saya bukan pedagang raket bro..saya biker.kalo anda pedagang yang baik,anda pasti akan memberikan alternatif raket.bukan hanya merek ternama saja.UNTUK YANG LAIN…SILAHKAN KUNJUNGI http://WWW.BULUTANGKIS.COM untuk referensi anda..sebab kebanyakan orang disana adalah praktisi bulutangkis baik itu badminton mania sampai atlet.kalau kita konsultasi ke pedagang pastilah anda semua tau jawabannya.ngga ada kecap nomer 2…betul kan……
Ardhy,
Lho…saya kan udah jelasin berkali-kali…bahwa saya ini hanya pengamat, dan levelnya juga cuman RT. Paling banter level RW. Karena saya mengamati apa yang dilakukan pemain-pemain bulutangkis RT saya dan juga RT lain kalau kita lagi saling ketemu di suatu pertandingan. Saya bahkan tidak bisa main badminton !
Kalau belajar tentang raket bulutangkis yang beneran, memang bukan di Blog ini. Kalau anda masuk blog ini dan menganggap saya tahu semua raket (APACS, Fly Power, dsb)….wah anda salah Bung ! Di toko-toko olahraga dekat rumah sayapun (radius 3 km), tidak ada toko yang jual APACS dan Fly Power…belum yang merk-merk lainnya..
Jumlah merk raket bulutangkis puluhan, belum di setiap merk ada masing-masing tipe…
Kalau disuruh apal semua merk dan semua tipe, saya nyerah deh….;-(
Situ aja yang mbikin website sendiri…..hehehehehe…..;-)
Iyant // August 10, 2009 at 2:49 pm |
salam kenal pak tri, anda punya info ttg raket Pro Kennex di Indonesia? denger2 sdh tidak ada di pasaran ya? klo mau cari sebaiknya kemana ya? matur nuwun sebelumnya..
Iyant,
Seingat saya raket Pro Kennex itu populer sekali di Indonesia 5-10 tahun yang lalu. Tapi sejak 3 tahun terakhir saya sudah jarang menemukan toko yang jual raket Pro Kennex ini, tapi anehnya kalau net Pro Kennex masih bisa didapatkan di toko-toko olahraga Jakarta…
Jadi sorry mas, saya sudah nggak bisa nemu lagi….
candra // August 11, 2009 at 8:28 am |
iyant
sebaiknya anda ke carrefour,giant,hypermart.walaupun hanya 5 saja
candra // August 11, 2009 at 8:35 am |
salam kenal pak tri
pak tri apa betul raket toalson yg 300 ke bawah itu jelek?saya punya cerita saat pertandingan bulutangkis(astec open)di senayan dan saya kalah oleh scorpion sebab lampunya banyak sekali membuat saya silau saya bermain di lapangan 6 silau sekali di situ dan kemarin ada susi susanti mengeluarkan raket terbarunya seharga 1jt dan kata susi susanti.taufik hidayat dulu latihan di pb cilodong depok ada yg tau ga?
Candra,
Wah..saya bukan ahlinya raket Toalson lho, jadi takut salah ngomong nih..
Pertanyaan selanjutnya : tentang lampu silau, Susi Susanti atau Taufik Hidayat nih ? Yang Susi sama Taufik saya kurang tahu deh infonya, tapi kalau bermain badminton (malam hari) dengan lampu dan menyebabkan silau….banyak pemain yang mengalaminya…sehingga seolah memukul udara (air ball) dan tidak memukul cock…
candra // August 11, 2009 at 8:48 am |
pak tri saya mau tanya kenapa ya setiap beli raket yonex asli koq ga langsung dipake senar yonex biasanya kan senarnya ada lambang yonex tp koq malah polos kenapa ya?
Candra,
Raket asli Yonex biasanya disenar senar Yonex juga, biasanya BG 66. Senar kan kecil, setahu saya juga gak ada tulisan Yonex yang mencolok…kecuali waktu masih ada di bungkusnya..
candra // August 11, 2009 at 7:25 pm |
memang senar bg 66 ad tulisan yy nya pak tri
Candra,
Kalau yang anda maksud tulisan YY besar (seperti yang dibilang Bang Sarmansim), itu memang belum ada kecuali disablon dengan membayar Rp 10 ribu..
Sarmansim // August 11, 2009 at 1:32 pm |
Sekedar informasi buat mas Candra,
Memang raket Yonex belum ada senar, untuk logo yonex yang ada di senar, harus melalui disablon, biayanya 10 ribu rupiah.
Selamat mencoba.
Komentar saya :
Ada raket Yonex yang senarnya sudah disablon dari sononya, tapi ini kelas raket tertentu…
Kalau mau di senar kita ada sablonan tulisan YY (Yonex) memang harus disablon dengan biaya Rp 10 ribu kata Mas Sarmansim, tapi pemain-pemain badminton di RT saya menolak senarnya disablon dengan alasan, sablon mengandung minyak dan senar kalo disablon minyaknya bisa “menyusup” ke senar yang pada akirnya bisa mengurangi kekuatan senar….jadi mereka lebih suka senarnya tidak pakai disablon alias dibiarkan polos-polos saja…
candra // August 12, 2009 at 9:04 am |
salam kenal pak tri
kalau boleh tau pak tri tinggal dimana?pak tri pny raket apa?….pak tri main ke Depok Donk (Depok Timur,Jawa Barat) nanti kita tanding dan akan kutunjukkan toko raket yg bagus walaupun tokonya kecil tp wuuhh asli semua tidak ada yg palsu saya jamin 100%
drajat // August 12, 2009 at 5:47 pm |
mas candra tokonya dimana???dijamin murah???
candra // August 13, 2009 at 9:13 am |
lenteng agung pokoknya sampinya indomaret yg sebelah timur.dijamin asli dan murah tp disana tdk bsa ditawar.dijamin asli.memang mas drajat pengen bli raket merk nya apa?ntar saya tanyain nanti saya comment harga raket mas drajat mau
drajat // August 13, 2009 at 3:28 pm |
mas candra di situ ada AT 600???dan harganya berapa???
nama tokonya apa???
candra // August 13, 2009 at 4:43 pm
ada.harganya 900rb lengkap(grep-snar-tas besar-kartu sunrise)
candra // August 13, 2009 at 4:45 pm
lenteng agung sport
drajat // August 14, 2009 at 12:20 pm
AT 600,,
tasnya bkan yg cover kan???
drajat // August 14, 2009 at 4:01 pm
Alamat lengkap LA sport dimana mas candra???
drajat // August 13, 2009 at 9:46 pm |
Alamat lengkap Lenteng Agung sport???
candra // August 14, 2009 at 6:30 am
saya kurang tahu sih nanti saya tanyain.memang mad drajat pengen beli apa?
candra // August 14, 2009 at 3:28 pm
ga cover, tas besar
candra // August 13, 2009 at 9:22 am |
setahu saya yg pling murah untuk merk yonex asli
rp.215.000 merk carbonex 8000 light made in taiwan
klo punya saya adlh ascaber 10 seharga rp 1.500.000 made in japan.selain itu disana menjual raket toalson sekitar 150ribu ke atas,selain toalson dijual raket pro ace dll.disana menjual sepatu ultimate power 100 seharga 240 rbu.
candra // August 13, 2009 at 9:31 am |
untuk semua
harga raket yonex termahal itu seharga 2jt ke bawah jd jgn mau beli raket yg diatas harga itu memang asli tp kemahalan jika ingin ascaber 10 lebih baik beli di lenteng agung sebelah timur samping indomaret pokoknya tempatnya rame sekali hari senin-sabtu bka jam 09.00-21.30.tp hari minggu bka jam 08.30-12.00.
drajat // August 13, 2009 at 4:02 pm |
yang diatas 2 jt bukan kemahalan tapi itu raket seri JP kalau yang 2jt kebawah itu seri SP
perbedaan kedua raket sama saja hanya berbeda pendapat banyak yang bilang kalau raket JP lebih enak dari SP
candra // August 13, 2009 at 4:44 pm
oh begitu
candra // August 13, 2009 at 4:52 pm
tdk begitu jga kmaren saya kan ad di senayan dan bertanya pd senior yang ada disana ktanya sama saja soalnya karena import nya dari singapura makannya seri sp coba klau anda bli di jepang pasti seri jp tp lebih murah di jepang dan seri jp itu di senarnya ada tulisan yy sedangkan sp hanya raket tertentu saja
segitu saja yg saya tahu
Onny // August 18, 2009 at 12:41 pm |
Selamat siang,
Mau nanya lagi , Berapa harga raket GOSEN ROOT GAVUN 2700 dan tolong diulas sedikit tentang raket ini ?
Terima kasih banyak atas bantuan dan infonya
Mas Onny,
Saya cek di situs badmintonalley.com berikut (link : http://www.badmintonalley.com/Gosen_Badminton_Racquets_s/30.htm ), harga raket Gosen Roots Gavun Aermet 2700 adalah US $ 129.95 (sekitar Rp 1,3 juta)..
Detail lengkapnya tentang raket itu sebagai berikut :
- New for 2007!
- Wider sweet spot and better stability.
Features
Level: Advanced
Type: All Around
Flex: Medium Stiff
Head: Square / Isometric
Weight: 85-88gm(3U-)
B.Pt: 6 (Even Balance toward Head Heavy)
Head: High Modulus Carbon Graphite, Aermet Mesh
Shaft: High Modulus Carbon Graphite, Aermet Mesh, Gavun Shaft
Cover: Gosen full racquet cover
String: Ashaway Rally 22 Ti (Custom Strung) / Upgrade Available
Technology :
- Vibless Grommet – absorb vibration from impact on string to reduce pain on elbow and arm
- Delta Joint – increase the sweetspot by supporting the frame widely
Aermet – add strength and stability of the frame
- Gavun Shaft – two kick point system with GAVUN round shaft offers explosive power
- Power Cap – add more control, power, and feeling for doubles player who holds higher on the grip
Onny // August 18, 2009 at 3:44 pm |
Mas Tri,
Nambah lagi nich, untuk raket tsb diatas . dibandingkan dengan raket yonek yang setara….
Kalo menurut Mas Tri bisa direkomdasikan yang mana ya ? Tolong dikasih ulasannya.
Terima kasih sekali lagi.
Semoga tidak bosan.
Mas Onny,
Wah…sebenarnya untuk menjawab pertanyaan mas ini saya sungkan lho mas. Kalau Yonex yang sepadan dengan Gosen dengan harga yang sama itu sudah banyak dibahas di komentar-komentar sebelumnya…
Begini aja deh mas, para pemain RT saya banyak menggunakan raket Yonex di acara 17 Agustusan tahun lalu, dan para pemain lawan RT saya banyak menggunakan Gosen. Pertandingan sangat ketat dan angka susul-menyusul dan kedudukan akhir 2-2. Tinggallah satu partai lagi, kedua pemain ganda RT saya pakai Yonex dan kedua pemain RT lawan pakai Gosen, akhirnya tim ganda putra RT saya menang dengan 1 point saja !
Jadi kesimpulannya, Yonex sama Gosen sama bagusnya, sama banyak dipakai secara internasional, tapi kalau dalam pertandingan penting…anda pasti tahu akan menggunakan raket apa….jika tingkat kompetisi sudah sangat ketat….
edi // August 19, 2009 at 11:30 pm |
salam pak.
saya tadi siang sedang mencari-cari raket, ketemu raket pro kennex (all sport 309 ditulis ditangkainya) harganya 375rb, di tawar 350rb,
katanya raket itu sudah 200an orang yang beli sejak indonesia open kemaren,
benar gak ya pak harganya segitu?
trus mau tau itu asli apa nggak gimana ya>?
oh yah,saya tinggal di jambi.
Edi,
Wah…saya agak kesulitan mencek harga raket Pro Kennex soalnya di http://www.badmintonalley.com hanya ada 1 raket Pro Kennex yang dijual itupun harganya sekitar US $ 129 (Rp 1,3 juta)…
Kalau ada 200 orang membeli raket itu sejak Indonesia Open (di Jambi pula), mungkin penjualnya sedang “berusaha keras menjual” (bragging)…hehehe….
Kalau saya, dengan budget anda Rp 400 rb (seperti di pertanyaan anda berikutnya), saya akan cari raket Astec atau RS dulu dengan harga segitu. Kalau tidak ada, baru saya kembali ke Pro Kennex tadi… (soalnya raket Astec dan RS setahu saya asli semua, tidak ada yang palsu..)…
edi // August 19, 2009 at 11:44 pm |
oh yah , selain itu , raket tipe apa yang cocok buat saya (saya senang sekali smash, dan senang juga menahan smashan orang),
budget kira2 400rban..
suprus // August 20, 2009 at 1:36 am |
pak tri untuk raket yonex ,buat tpe bertahan dan kontrol biasanya yg enak di pakai jenis raket tipe apa pak trii? sebelomnya makasih
Mas Suprus,
Wah…pertanyaan yang sulit mas, soalnya kan tergantung berapa budget yang ada ? Nanti saya bilang Yonex tipe X, salah pula karena budgetnya bukan segitu…
Bisa dicek kok mas mengenai harga raket Yonex dan spesifikasi masing-masing raket di http://www.badmintonalley.com/
suprus // August 20, 2009 at 6:21 pm |
hehhhee ga pa2 pak trii klo menurut pak tri aja,aku kan masih awam masalah badminton ,masih jauh lebih tau tentang badminton pak tri masalah budget ya skitar 1,5jt kira2 raket apa menurut pak tri? kemaren aku pakai armortec 900power tapi tanganku tak seimbang dengan taufik ,H aku pakai armortec 900 power tanganya sakit raketnya terlalu kaku,tapi klo buat semash emangk mantap tapi ga tahan tanganya pak,, ganti apa yg enakyah pak tri? kasih saran dongk
Mas Suprus,
Wah…ya ganti seri lainnya aja mas…tinggal datang di Toko Olahraga dan memilih seri raket yang lainnya. Saran saya sih, coba dulu raket teman kalau enak dipakainya baru beli seri raket itu. Tanpa mencoba seperti ini, wah…ya susah ya milih raketnya mas….
Onny // August 21, 2009 at 9:23 am |
Selamat pagi Mas Tri,
Mas sarannya donk, punya tips untuk backhand biar kenceng gimana ya ?
Dan cara pegang raketnya yang benar juga nich ?
Soalnya kalo liat yang main keliatannya enak sekali.
Terima kasih mas sebelumnya
Mas Onny,
Kalau anda punya sambungan internet yang cepet macam Speedy di rumah atau di warnet, di You Tube (http://www.youtube.com/) atau di Metacafe (http://www.metacafe.com) banyak banget yang ngajarin cara bermain backhand yang baik di badminton, tergantung apa tujuannya (nyerang, bertahan, menipu). Silahkan klik di YouTube atau di Metacafe lalu masukkan “backhand badminton” di search bar nya maka anda akan nemu banyak video, dan tinggal video mana yang akan ditonton lebih dulu..
Ini contoh linknya : http://www.metacafe.com/watch/yt-6O8AD-D1obQ/badminton_traning_backhand_cross_court_deception/
edi // August 21, 2009 at 9:46 pm |
hem, cara pegang grip nya di ubah dunk.whwhwhw..
cari aja di youtube. oke?
edi // August 21, 2009 at 9:44 pm |
mas, menurut mas MP22,Mp23,proace power88. mana yang bagus?
kemaren saya mencoba raket gosen teman saya, enak ternyata, tapi …… benturan satu kali, langsung patah,.
katanya harganya 300rban? bener gak pak?
drajat // August 22, 2009 at 11:16 am |
MP 33 kalo untuk smashnya lumayan dari kedua raket yg lain
karena saya punya ketiga raket tersebut
rully // August 24, 2009 at 1:22 pm |
as…
saya bingung nie, saya di jogja harga raket dengan jakarta berbeda, saya mau beli raket tipe serang, anggaran 1,5jt, menurut mas yang bagus apa, satu lagi saya mengalami kesulitan pakai raket tangkai panjang seperti pro ace abs power 1000 yg pernah saya punya, kalau bs ms ksh saran raket yonex yang tidak panjang tangkainya, kalau AT700 panjang ga mas.
ws. .
Rully,
Wah…sulit menjawab pertanyaan anda saat ini karena saya harus melihat data dulu di http://www.badmintonalley.com/
Kalau Mas Rully sempat, coba melihat ke sono langsung juga bisa kok..
Soalnya saya lagi di kampus nih, bentar lagi masuk ke kelas lagi…
edi // August 29, 2009 at 9:01 am |
salam pak, saya mau nanya ne.
kemaren saya lihat raket badminton carbonex 7000sp di gramedia, harganya 250rb (udah di diskon ) made in china.. bagus gak yah?
Edi,
Patut dicoba…dan patut dibeli karena harganya bagus..
Saran saya, masang senarnya tarikan 22 lbs saja, maksimal 24 lbs saja….
Selamat mencoba raket baru…
Kis // August 29, 2009 at 3:48 pm |
Salam kenal pak, saya mau nanya.
Saya baru belajar badminton, saya punya raket 2 buah Nano speed 9000, Type S sama Type X, saya ga tau itu asli apa ga soalnya saya di kasi kakak saya.
1.Pak gimana cara membedakan raket itu asli apa ga?
2. Bagus ga raket itu buat pemula seperti saya
3. Bedanya Type s sama x apa ya?
makasih pak atas jawabanya.
Kis,
1. Cara membedakan raket Yonex asli dan bukan. Lepas pembalut di pegangan tangan, lalu lihat nomor serie-nya apakah tercetak jelas (tidak mblobor/running) ? Kalau ya, itu asli. Lihat di dekat jempol di pegangan tangan logo PBSI nya ? Apakah mengkilap ? Kalau mengkilap, raket tidak asli, kalau dof (tidak mengkilap) raket asli. Lihat logo Yonex di dekat kepala raket di bawah senar. Jika logo “YY” antara Y satu dan Y yang lain agak rapat dan bagus, itu Yonex asli. Yonex tidak asli logo “YY” sedikit terlihat aneh…
2. Raket apa saja bagus untuk pemain pemula, karena pemain pemula belum punya “spesialisasi” (menyerang, bertahan, kombinasi menyerang & bertahan). Nanti kalau permainan sudah meningkat mungkin anda perlu raket tipe lainnya…
3. Beda tipe S dan X, saya mau cek di http://www.badmintonalley.com situsnya lagi nggak bisa diakses, jadi saya tidak bisa ngecek. Tapi kayaknya S biasanya dari kata “Superior” dan X dari kata “Extended” atau “Extreme”. Keduanya bagus, tapi yang bisa untuk berbagai permainan adalah tipe X.
Itu pendapat saya lho, tanpa memegang raket yang anda punya, sebenarnya saya nggak bisa komentar apa-apa. Alias, kalau saya bisa lihat sendiri raketnya, baru saya bisa berkomentar banyak…
Ok ? Selamat bermain deh…
Kis // August 29, 2009 at 5:32 pm |
Maaf pak ada yang lupa, sebaiknya pake senar apa trus tarikannya berapa?
Makasih pak
Kis,
Senar raket “sejuta ummat” adalah Yonex BG 66 atau BG 65 Ti. Pilih aja salah satu, lalu tanya ke tukang pemasang senarnya sebaiknya ditarik berapa. Saran saya ditarik 22 lbs sampai 26 lbs saja, jangan lebih…
Bondrax // August 31, 2009 at 8:30 pm |
Hallo pak tri,dan yang lain juga…
saya kemarin beli raket RS N-Formula Special edition seharga 450Rb,saya belum yakin itu raket asli apa aspal,karena kemarin sekilas asya baca artikel tentang raket RS,raket RS mempunyai tipe (misal Nano.Formula XXXX),aslikah raket saya?,mohon peneranganya.
oya,saya berdomisili di jogja.
Bondrax,
Raket RS yang barusan anda beli saya jamin asli, karena raket RS itu tidak ada palsunya alias semuanya asli (begitu juga raket Astec)..
Tipe raket RS (dan juga raket Astec) setiap saat berubah dan anda puluhan seri baru, jadi mungkin aja yang anda beli itu seri baru yang belum ada sebelumnya…
Yang penting raketnya enak dipakai main badminton aja….
Budhy // September 1, 2009 at 12:31 pm |
Halo Pak Tri,
I love u full….
mo nanya klo toko raket di dekat tugu pak tani ada gak? apa nm toko & sblah mana, tks.
Mas Budhy,
Dari Tugu Pak Tani ambil bajaj atau taksi, pergi ke Atrium Senen. Di sana ada toko raket bagus namanya “MG Sport”. Banyak raket Yonex dijual di sana dengan harga yang cukup…
Onny // September 1, 2009 at 3:03 pm |
Selamat sore Mas Tri,
Mau nanya lagi donk. Tarikan senar 22 – 26 lbs apa tidak kendor ya , tempo hari saya nyenarin minta tarikan 29 lbs pertama kali dipake enak tapi setelah beberapa kali koq terasa kendor dan pantulannya kurang.
Tolong donk dibantu ulasannya tentang tarikan senar?
Terima kasih banyak
Mas Onny,
Wah…pertanyaan yang menarik….kenapa tarikan senar kok kendor terus….
Pertama, pilih senar yang bener-bener bermerk dan belilah di toko resmi (MG, Gramedia) misalnya senar Yonex BG 66 atau BG 65 Ti..
Kedua, pilih TUKANG PASAR SENAR yang bisa dipercaya, di tempat yang terpercaya juga (MG, Gramedia, semacamnya)…
Kalau syarat pertama dan syarat kedua itu sudah dipenuhi, pasti senarnya nggak bakalan serasa kendor, kecuali jika anda mainnya gila-gilaan kayak pemain kelas dunia:….smash terus…dan smash terus…..kalau gini mah bisa aja senarnya cepet kendor….
Ok mas Onny ?
Budhy // September 3, 2009 at 6:34 am |
Met pagi Pak Tri….
Tks byk atas infox, rcn sy mau ke jkt di sktr tugu pak tani, ntar sy mampir ke MG Sport
o ya Pak Tri sy tinggal di Bontang Kal-Tim lho…
Salam Bultang dr Kal-Tim…….
Mas Budhy,
Oo..Mas Budhy sekarang tinggal di Bontang to ? Anak saya dan menantu saya tinggal di Balikpapan kok, berarti dekat ya….
Selamat berbelanja mas….;-)
bondrax // September 3, 2009 at 8:18 pm |
maap pak tri saya comment lagi,
lanjut dari yang bapak sebutkan di bawah tentang pertanyaan saya,RS yang saya pake itu ngak begitu nyaman di pake,kalo mukul rada-rada bantet,pdahal tarikanya tak pake 26,apa mungkin senarnya ya pak?,karena itu senar bawa’an dari beli,mereknya jg RS tour 0.66 mikro(kalo gak salah)..
trimakasih sebelumnya..
Bondrax,
Mestinya tidak seperti itu, raket RS mestinya mantap dipakainya…
Tapi boleh juga eksperimen dikit, senar yang sudah ada dibuang aja dan diganti senar Yonex BG 65 Ti atau BG 66 dengan tarikan antara 24-26 lbs…..mudah-mudahan jadi enak dipakainya…
Seperti diketahui walaupun frame raket bagus tapi kalau disenar dengan senar yang tidak cocok, maka hasil pukulannya akan bantat seperti yang anda sebutkan….
Salah seorang tetangga saya saudaranya adalah salah seorang pemain ganda nasional ternama. Waktu pemain nasional itu datang ke rumah tetangga saya, ia menghadiahkan frame raket Yonex bekasnya seharga hampir Rp 2 jutaan (kalau masih baru). Begitu datang kedua kalinya ia nanya mana raket yang pernah diberinya itu ? Setelah ditunjukkan, dengan sekali pegang ia memegang senar raketnya dan berkata, “Wah…ini senarnya jelek !” dan mengambil gunting lalu krek..krek…krek…mengguntingnya. Pada kunjungan ketiga ia membawa senar Yonex (tidak jelas tipe apa) dan memberikannya pada tetangga saya itu dengan pesan supaya dipasang dengan tarikan 28 lbs. Begitu dipasang senar Yonex baru ini, dipakai main enaknya minta ampun. Dan yang jelas, selalu menang kalau dipakai main lawan pemain RT lain yang juga canggih-canggih raketnya (tapi kebanyakan Gosen)…
Itu saja cerita yang boleh saya share di sini, semoga berguna….
Onny // September 8, 2009 at 3:51 pm |
Slamat sore Mas Tri,
Saya punya raket gosen gavun aermet 1700, kalo menurut Mas Tri alangkah bagusnya pakai senar apa dan tarikan brp?
Trima kasih banyak atas bantuanya
Mas Onny,
Wah…di RT saya tidak ada yang pakai raket Gosen mas….jadi saya kurang begitu hapal…
Mas bisa datang ke tukang senar dekat rumah, dan minta disenar pakai merk Gosen juga dengan tarikan yang biasanya dipasang di raket Gosen Gavun Aermet 1700 itu…
Alternatifnya, Mas bisa beli senar Yonex BG 65 Ti atau BG 66 dan dipasang pakai tarikan antara 24-28 lbs tergantung keperluan…
Mudah-mudahan sukses eksperimennya…
Widhi // September 9, 2009 at 3:00 pm |
Salam Kenal Pak Tri, saya baru latihan badminton kira2 1 bulan jadi masih pemula terus raket jenis dan merk apa yangbagus kualitasnya agak cocok buat saya tentunya harganya yg terjangkau kira2 200 rb s.d. 300 rb, soalnya saya awam tentang raket saya baru beli raket yonex carbonex sp9 katanya second harga 200.000, oleh orang yang menjajakan di kantor tapi setelah saya bawa ke toko raket tsb katanya saya ketipu raket tsb palsu harganya cuma 25.000, wah saya trauma mau beli raket lagi, terus saya beli dimana biar g ketipu, tempat tinggal saya di Purwodadi-Semarang, terima kasih sebelumnya atas infonya
Widhi Y.
Mas Widhi,
Wah…susah juga ya menjawab pertanyaan anda…karena anda tinggal di Purwodadi. Saya tahu persis karena kakak saya tinggal di Ketileng, dekatnya Pedurungan itu lho…
Lebih baik kalau mau cari raket bagus, sebaiknya Mas Widhi pergi ke Semarang aja. Mungkin di sekitar Simpang Lima ada toko buku Gramedia. Nah di Gramedia ini di bagian sport nya suka ada dijual raket-raket merk Yonex. Kalau di Gramedia sih dijamin asli. Dengan budget Rp 200-300 rb mungkin anda bisa mendapatkan raket Yonex walaupun cuman frame-nya saja. Tinggal ditambahin sekitar Rp 55 ribu untuk beli senar Yonex BG 66, sudah cukup buat dipasangkan ke raket anda…
Selamat berburu raket dan selamat bermain badminton ya…kapan-kapan saya kalau ke Semarang boleh dong kita sparring sebentar…hehehe…
Widhi // September 14, 2009 at 11:34 am |
Maaf, Pak Tri comen lagi nih, rasa2nya saya kok sreg pake raket RS atau Astec aja, terus bagusan n enak mana klo dipakai antara raket RS atau Astec dengan budjet yg sama 200 rb s.d. 300 rb, kedua raket tsb cocoknya dipasangin senar apa dgn tarikan berapa? klo beli di Smg toko sport mana harganya yg agak murah…….
sory pak Tri tanyanya detail, tak tak tunggu nih di Pwd, bw clubnya yaaa… ntar sparing dng club kantor saya heeee biar pemula ttp PD ya g pak Tri…… maksih banyak atas infonya
Widhi
Mas Widhi,
Raket RS atau Astec sama bagusnya, jadi susah milihnya. Menurut pengamatan saya raket Astec lebih lengkap “packagingnya” karena harga segitu biasanya sudah termasuk tas dan kaos sport merk Astec. Sedangkan raket RS biasanya hanya dengan pembungkus raket biasa aja…
Toko raket di Semarang yang paling besar katanya Sport Station di Gedung SE, Simpang Lima. Kebanyakan yang dijual YONEX tapi saya tidak tahu di sana ada RS atau Astec nggak…kalau nggak, ya tanya yang lain atau diskusi dengan anggota PB yang ada di Semarang…
Salah satu PB di Semarang ya ini :
GOR Karangrejo
SEMARANG 50234
Phone : 024-8504793, 024-8504794, 024-8412950
Fax : 024-8412950
Rudy // September 21, 2009 at 10:56 am |
Halo pak Tri dan semua pencinta bulutangkis,
Saya mau tanya mengenai raket astec junior, kebetulan saya maubeli untuk anak saya ( 6 th).
Harganya berapa dan ditoko mana? di toko trio ada gak ?
Makasih sebelumnya.
Mas Rudy,
Mungkin ada mas, tapi coba ditelpon dulu….nanya ke nomor 108 (Telkom) tentang no telpon Toko Trio Jatinegara…
faustina // September 24, 2009 at 3:18 pm |
ada g ya raket yg harganya 2oo – ribuan tapi ma
senarnya n merk yonex ada g ya untuk keponakan
q yg umurnya 9 tahun
Faustina,
Tahun lalu (2008) saya nemu raket Yonex Carbonex 1 dan Carbonex 2 harganya Rp 200.000 di Toko “Trio Sport” Jatinegara…
hafidh // October 1, 2009 at 6:54 pm |
saya ingin menanyakan info harga sewa lap. badminton perjam yg ada disenayan!!!
Hafidh,
Wah…saya tidak tahu informasinya….
Silahkan telpon 108 dan menanyakan alamat Pengurus SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno). Dari situ mudah-mudahan anda dapat jawabannya…
drajat // October 2, 2009 at 6:17 pm |
Pak Tri …
saya ad keinginan beli Arc Z
tapi di Indonesia udah ada yg jual gk ?
harganya kira2 brapa ?
Mas Drajat,
Wah…belum ada informasi mengenai itu sih saya mas….
dian kasminto // October 3, 2009 at 1:22 pm |
hallo pak tri salam kenal ya nama saya dian saya main badminton semenjak smp,saya suka banget olah raga ini sampe2 saya ikut les prifat olah raga ini,begini cara permainan saya slalu mempressure lawan dgn bola2 pressure ya bisa di katakan type slalu menyerang nah kira2 raket yang bagaimana yang co2k untuk type seperti itu.sebelumnya makasih ya.
Onny // October 23, 2009 at 5:15 pm |
Selamat sore Mas Tri,
Mas tolong direkomendasikan buat saya mengenai senar yg tahan lama dan mantab untuk smes tp sekalian sama harganya?
Terima kasih banyak.
Mas Onny,
Kalau saya lihat di toko badminton, harga senar Yonex berkisar dari Rp 30 ribu sampai Rp 150 ribu, saya kok suka berpikir tentu yang harga Rp 150 ribu lebih baik kualitasnya dan tentu saja lebih tahan lama pemakaiannya…
Masalah jenis senar tertentu enak apa tidak, sebaiknya senar ditarik berapa dsb, sangat tergantung kepada frame raket badminton yang mas pakai.
Dan yang penting, ini semua perlu dicoba dulu dalam permainan….insya Allah lama-lama anda akan nemu setelan senar raket badminton yang paling bagus…
Ok mas ?
Onny // October 23, 2009 at 5:18 pm |
Mas Tri
Tolong diulas donk karakteristik mengenai senar badminton dan yg penting juga harganya lho.
Mas Onny,
Hahahaha…permintaan mas sederhana, tapi kalau saya mau mengulas karakteristik senar badminton gak bisa ujug-ujug…harus banyak baca dulu baru bisa kasih komentar….
Tapi di Yonex, “senar badminton sejuta ummat” adalah BG 65, BG 66, dan BG 65 Ti
Pakai yang sejuta ummat saja, hampir semua pemain badminton di Indonesia menggunakannya. Lebih mudah mas, gak usah dibahas-bahas segala panjang lebar….hahahaha…
menyu // October 31, 2009 at 11:04 am |
pak…up date harga yang terbaru dung….thank’s…
Menyu,
Wah…sorry, belum sempet nih…
adam // November 2, 2009 at 3:39 pm |
Mas, klo di bandung toko yang harganya paling miring dan bisa dipertanggung jawabkan dimana ya??
klo ada yang tau, nuhun..
Adam,
Haduh…saya bukan orang Bandung. Tapi kalau saya, saran saya kunjungi toko Gramedia di Bandung, biasanya di pojoknya ada pojok sport. Nah, tanya aja harga raket di sana. Kadang ada 1-2 raket yang lagi ada promosi (diskon)…